Jumat, 19 Juni 2015

SIGHTSEEING VANCOUVER

Semalam tidurnya enak, setelah puluhan jam nggak bisa meluruskan punggung karena tidur di pesawat.
Bangun tidur aku langsung ke balkon apartemen menghirup udara pagi Vancouver.
Kulayangkan pandangan ke depan balkon ada deretan pegunungan .
Di sepanjang jalan tumbuh pohon maple di antara trotoar yang lebar dan bersih.
Jalanan masih sepi,sekali-kali kelihatan orang tua berjalan-jalan di trotoar, ada yang membawa anjing,
ada yang sekedar jalan kaki dan berlari-lari kecil.
Sekali-kali terdengar burung berkicau.
Apartemen temanku MK berada di Surrey, di pinggiran kota Vancouver.
Alamnya masih asri,  penduduknya belum padat, tidak banyak kendaraan bermotor lewat sehingga jauh dari polusi gas Co2 dan debu.

MK pagi ini akan pergi kerja selama beberapa jam, setelah itu baru bisa menemani kita jalan-jalan.
Jadi pagi ini acara bebas, melanjutkan tidur atau jalan-jalan sekitar apartemen.
Alternatif melanjutkan tidur, bukan pilihan kita... no way..!!.Mosok jauh jauh datang cuman pindah tidur doank !
Akhirnya kita memutuskan  mencoba  naik train,kebetulan ada "train station" di seberang apartement.

Sebelum berangkat kerja, MK memberi kuliah singkat petunjuk naik train.
Sambil melongok dari jendela apartement dan bawa peta lokasi "train station" menunjukkan lokasi tempat beli tiket, menerangkan cara beli tiket di mesin tiket & tempat menunggu kedatangan train.
MK berpesan agar kita  tidak isenk mencoba naik train tanpa beli tiket.
Spontan aku berkata : " Mana bisa ? "
Jawabannya : " Bisa, tetapi jangan dilakukan".
Saat kita akan naik train tidak melewati pintu palang pembatas yang bisa dibuka dengan cara scan tiket seperti saat kita naik MRT di Singapore, Taipei, Hongkong dll.
Kita dapat langsung naik train walaupun tidak punya tiket.
Hanya sekali-kali ada petugas yang melakukan pemeriksaan tiket mendadak.
Jika ketahuan tidak punya tiket, identitas kita akan dicatat, kemudian didenda 10 X harga tiket.
Kita meyakinkan MK, pasti kita tidak isenk, kasian MK bisa ikut tercatat identitasnya karena kita tinggal di apartemennya. Lagi pula kita kan orang baik dan jujur..
Setelah memberi kuliah singkat cara naik train, MK berangkat kerja.
Kita mandi dan siap-siap breakfast ala Indo .. nasi pecel (kita bawa bumbu pecel dari Indo ).
After breakfast, kita praktekkan kuliah singkat seluk beluk apartement yang diajarkan MK kemarin. Membuka dan mengunci pintu apartemen, membuang sampah sesuai jenis barang, turun lift apart, buka dan tutup pintu lobby apartemen and go by train..

Di apartemen tidak ada satpam, di lobby, halaman maupun parkiran ( mungkin karena tenaga kerja di sana mahal ).
Penghuni apartemen masuk & keluar , mobil masuk dan keluar dari parkiran mobil apartemen semuanya by remote control.

Dari apartemen kita jalan kaki sedikit & menyeberang , kita sampai ke  "train station ".
Kita beli tiket one day pass seharga 9  Canada Dollar / person, tiket itu bisa dipakai untuk semua jenis transportasi di Vancouver sepanjang 1 hari penuh.
Dari tempat pembelian tiket, kita naik satu lantai menunggu kedatangan train.
Tak lama kemudian train  datang, persis jadwal sampai ke menit dan detiknya pas bener.

Central City Mall
Kita turun di station train dekat Central City Mall.
Di lantai paling atas Central City Mall ada sebuah universitas yang cukup terkenal di Canada " Simon Fraser University" cabang Surrey.
Central City Mall, tidak besar dan pengunjungnya tidak terlalu ramai.
Di mall ada toko  yang jual khusus barang-barang made in China.
Barang China benar-benar menyebar di seluruh dunia.
Kemudian aku melihat ada tulisan " Drug Store ", apa pula itu ?
Apakah toko obat-obatan sejenis narkotika ?
Aku berjalan masuk ke sana.
Ternyata toko tsb menjual berbagai suplemen,  obat2an, hand body, dan segala kebutuhan rumah-tangga.
Toko serba ada yang benar-benar komplit.

Di mall tersebut ada fresh market penjualnya sebagian besar orang Asia menjual berbagai macam buah dan sayur.
Buah dan sayurnya segar dan kwalitasnya bagus.
Ada strawberry, blue berry, plum, aprikot, anggur dll, semuanya segar dan mengundang selera.
Kita mesti tahan emosi untuk tidak tergoda membeli terlalu banyak.
Kita beli bermacam-macam buah & sayur, dalam jumlah sedikit-sedikit, tapi akhirnya jadi bukit.
Tak sadar, tentengan kita sudah banyak

Sebelum pulang kita mampir ke super market T&T , supermarketnya orang Asia.
Harga di supermaket Asia lebih murah dari harga di supermarket "Bule".
Di supermaket Asia dijual beberapa masakan Asia siap disantap.
Aku akan pilih beli masakan Asia untuk dibawa pulang ke apartemen,karena di apartement ada nasi putih yang kita masak tadi pagi.
Sambil memilih masakan yang akan dibeli, aku lihat tarif per mangkok di counter take away.
Sebelum beli aku sudah berhitung , berapa jumlah yang harus dibayarkan nanti.
Saat membayar di kasir , aku merasa uang kembalinya kurang. Aku siap-siap complain.
Untung sebelum complain aku baca struknya.
Ternyata mangkok foam harus membayar ( kalo di Indo gratis).
Lalu ada pajak 12 %. Alamak !
Ternyata Tax 12 % adalah value added tax kalo di Indo PPN.
Info tsb aku tau setelah dijelasin temen yang tinggal di Vancouver.
Masing-masing daerah di Canada tarif  " value added tax " nya beda-beda.
Di Vancouver tarifnya 12 %  ( paling mahal ) krn dianggap penduduknya mampu, sdg di Banff paling murah tarifnya 5 %.

Selesai bayar kasir, HP ku bunyi sms, MK sudah ada di apartemen, sudah pulang dari kerja.
Kita Kembali ke " train station " untuk pulang ke apartemen.
Sampai di apartemen MK kaget melihat kita bawa barang belanjaan.
" Ngapain kalian belanja, aku  punya persediaan makanan banyak, tuh liat di kulkas ada makanan frozen, ikan salmon, ice cream etc dan di atas lemari dapur banyak mi instan."
Melihat mie instan, aku tersenyum.
Teringat saat mau berangkat ke Canada, aku akan bawa mi instan karena khawatir lapar, tapi dilarang oleh MK.Menurut MK , Indomie ada juga di Canada ha..ha..ha..

Segera kita makan, barang-barang belanjaan kita rapikan dan go..go..go..around to  Vancouver
Hari ini kita mau mencoba semua sarana transportasi, mulai dari train, kapal dan bus…cukup pakai tiket one day pass, yang tadi kita beli.
MK sudah punya kartu langganan transportasi, ga perlu beli one day pass.

Kita jalan ngebut…menyesuaikan cara jalan orang Canada ( ha..ha..ha..)
Wis…nggak sempat baca petunjuk…..di public transportation.
Percaya aja dengan MK..…ikuti kemana MK pergi, go..go..go
Waktu yang ada mesti dimaksimalkan.

Sebelum berangkat Canada, aku sudah e-mail ke MK itinerary tour2 Indo yang ke Kanada .
Semua tempat akan kita datangi, termasuk tempat-tempat yang tidak ada jadwal tour di Indonesia ke Kanada.

Lonsdale Quay Market - North Vancouver
Untuk menuju ke public market ini kita naik kapal , orang sana bilang 'sea bus'.
Saat antri naik sea bus terbayang film-film holywood , adegan naik kapal di film "Lady in Red ".
Suasana ramai orang keluar & masuk "sea bus ", tapi semua orang tertib tidak ada yang isenk senggol kiri kanan, semua orang cuek dan fokus pada tujuan masing-masing.
Di dalam  sea bus di kelilingi jendela kaca.
Dari jendela kita lihat pemandangan 'down town' Vancouver dari seberang…ada apartemen & gedung2 tinggi dan mobil lalu lalang.

Akhirnya sea bus merapat di pelabuhan Lonsdale.
Kita menuju public market Lonsdale,  pasarnya orang di Lonsdale.
Ada banyak  stand  jual sayur, buah dan makanan siap saji.
Semuanya tertata rapi, bersih dan segar.
Ada café-café ice cream, pub restaurant…semua ada di sini, tak perlu takut kelaparan ha..ha..ha..
Setelah puas menjelajah dan foto-foto pastinya, kita naik 'sea bus' untuk menuju obyek pariwisata berikutnya.

Gas Town
Di gas town ada jam antik yang digerakkan dengan tenaga uap.
Semua turis pasti  foto di sana… sekali-kali ada bus sightseeing Vancouver yang melintas.
Di kiri kanan jalan banyak bangunan2 antik, ada juga toko souvenir…bagus ..tapi bagus juga harganya belum lagi pajaknya.
Beli dikit aja untuk kenang2an.
Trotoarnya besar…ada pohon2 rindang dan juga bunga2 di balkon rumah2 antik.
Di trotoar ada bangku, untuk duduk jika kita lelah berjalan.

Canada Place.
Canada Place tempat wajib untuk dikunjungi disini kita bisa melihat sejarah Canada dari masa ke masa.Benda kuno orang Indian, kapal yang pertama datang ke Canada, juara hoki dari waktu ke waktu dll.
Lokasi Canada Place berada diantara laut yang tenang dan  pegunungan. Menurut perhitungan fengsui dan hongsui orang China, lokasi yang membawa hokky . Di seberang Canada Place , daerah pegunungan  ada perumahan mewah, kebanyakan pemiliknya orang China kaya yg merantau ke Canada.
Di taman tepi laut, ada banyak bangku untuk duduk menikmati pemandangan laut. Udaranya seger tidak lengket, mungkin udara di Canada tidak lembab, jadi  meskipun dekat laut udara tidak lengket.
Lingkungan bersih tidak ada sampah tercecer di darat maupun di laut. Menjelang malam langit berubah warna, semburat kuning dan jingga mulai redup.
Burung2 camar berterbangan, sekali-kali ada kapal melintas.
Malam mulai datang tapi langit masih agak terang, padahal udah jam 7 malam, tapi kita juga gak terlalu lapar, maybe kita ngemil dan banyak jalan.

River Rock Casino Resort.
Casino tsb berada di Richmond kawasan tempat tinggal para imigran kaya asal Hongkong dan China . Sekeliling casino ada taman dan bangku2 untuk duduk menikmati keindahan taman. Ditengah ada patung naga dari crystal dari jauh berpendar  bercahaya.
Ada gasebo  di tengah taman ala Jepang.
Lobbynya juga nyaman.
Ada escalator melingkar dikiri kanan tempat menuju casino.
Mesin ATM juga lengkap…
Mau mencoba peruntungan ? Silahkan masuk dan adu peruntungan di sana.
Kita cuman nikmati suasana & pemandangannya aja tidak coba main di Casino.
Iya…tahu dirilah, dana kita terbatas.
Setelah puas…keliling..kita pulang naik bus .

Hari ini kita udah naik train, kapal & bus.
O..ya..di train ada tempat untuk sepeda, sebagian orang naik sepeda dan sepedanya dibawa masuk ke train .
Ada tempat khusus untuk orang bersepeda di masing-masing gerbong.
Beberapa anak muda naik skate board…sampai ditrain skate boardnya ditenteng.
Di gerbong train paling depan ada satu tempat duduk sendiri.
Jika masih kosong aku paling suka duduk disana, pemandangannya luas langsung ke kaca depan.
Duduk dikursi depan aku merasa jadi driver atau masinis train, karena kursi tsb berada di depan tengah, sendiri,  di belakang kiri & kanan berderet kursi-kursi penumpang.
Ha..ha..ha.. masinis kereta dadakan.

Oya..train disini tidak ada masinis/ drivernya semuanya dikendalikan oleh komputer .

Senin, 15 Juni 2015

KISAH NENEK TUA NAIK GUNUNG

Nenek 82 th yang berambut putih
Salah satu peserta tour ada nenek umur 82 tahun.
Pertama kali kita lihat , kita sempat mikir..ga salah nih Nenek ikut tour Jiuzhaigou , Leshan , Emeishan.
Di tour ini kita banyak jalan kaki dan naik turun tangga.
Ternyata kita semua kecele..
Nenek tsb cukup tangguh berjalan dan naik turun tangga.
Sebagian dari kita jika medan terasa berat berhenti dan tunggu di resto.
Nenek tersebut dengan langkah pasti tetap melangkah.
Hal ini memberi kita pelajaran, jangan nilai orang dari penampilannya.

Saat mendaki Emeishan di Golden Summit menuju ke patung four face Budha, hujan turun, jalan mendaki, begitu banyak anak tangga mesti dilalui, nenek  tetap melangkah  mendaki tangga satu demi satu, pelahan namun pasti !

Banyak jasa tandu lalu lalang , disewa oleh peserta tour yang merasa tak kuat tapi ingin ke objek wisata.
Aku sempat tergoda untuk ikut sewa jasa tandu, kemudian aku lihat nenek tsb tetap melangkah.
Aku jadi malu dan mengurungkan niat untuk sewa tandu.
Sambil berpayung karena gerimis, aku langkahkan kaki menapaki anak tangga yang seolah tak ada habisnya.
Akhirnya nyampe juga.

Di atas ada penjual jagung rebus, aku makan jagung rebus.
Jagung rebus yang paling enak yang pernah  aku makan seumur hidupku.
Legit, pulen dan aku lapar.. ha..ha..ha..

Sabtu, 13 Juni 2015

Perjalanan ke West Europe Part 4

Hari ke 6

MT. Titlis & Swiss

Hari ini kita akan menuju Engelberg untuk mendaki MT. Titlis sebuah pegunungan yang terkenal dengan salju abadinya.
Selama 4 musim pengunungan tsb diliputi salju, musim panas masih ada salju di sana, yang membedakan hanya tebal tipisnya salju serta suhu udara. Di musim dingin pengunungan tsb jadi ajang turnamen  ice sky internasional.
Banyak film telah dibuat di Engelberg Mt Titlis karena pemandangan di sana memang indah dan keren...

Suhu di Mt Titlis diperkirakan 5 derajat celcius, tidak terlalu dingin, karena saat ini musim panas, mungkin sebanding dengan suhu di Bromo atau Penanjakan. Tapi tetep aja persiapan mesti dilakukan, agar kita betah berlama-lama main salju di Mt Titlis, jaket atau sweater wajib hukumnya bagi yang ga tahan dingin. 
Ali nekat ga bawa jaket karena dia yakin akan bertahan di suhu tsb ...ternyata memang tahan.
Sebagian red wine dituang di termos  yang dibeli di Italy dalam rangka ulang tahun coca cola 125 th di Italy. Untung kita bawa red wine amat sangat nikmat diminum di saat udara dingin.

Mt Titlis berada di ketinggian 3.020 m dari permukaan laut, untuk menuju ke sana kita naik cable car.
Setiap peserta dibagikan tiket cable car Mt Titlis, ga boleh ilang..kalo ilang, beli lagi sendiri harganya kira-kira 41 - 50 euro, aku lupa harga tepatnya berapa.
Pertama kita naik cable car yang berkapasitas 6 orang, kita harus turun di station ke 2 untuk oper ke cable car besar dg kapitas sekitar 60 orang. Kita akan naik ke cable car besar bersama-sama seluruh rombongan, jadi yg udah nyampai duluan tunggu yang lain.
Pemandangan dari atas cable car, wow..indah sekali...
Akhirnya sampailah kita ke MT Titlis... berkumpul dulu menentukan tempat & jam meeting point, sebelum rombongan bubar ada info penting dari tour leader bahwa makanan atau apapun di MT Titlis mahal..karena untuk bawa ke sana sulit..ongkosnya mahal,tapi sup kejunya terkenal enak sekali. iya sudahlah EGP dengan harga tidak  setahun sekali.
Rombongan bubar jalan menuju hamparan salju . Ayo..ayo.... main salju....

Di Mt Titlis  bermacam-macam bangsa  & bahasa ada di sana, orang berbahasa Indo di luar rombongan kitapun banyak, kayaknya ada group dari Indo juga. Orang Indo dimana-mana ada...
Udara sejuk..diiringi angin yang berhembus...sinar matahari memancar terang ...tapi tetap sejuk...
Sekeliling semua salju..salju..kadang ada sebagian karang yang tak tertutup salju karena saat ini musim panas.
Mt Titlis
Pada saat winter... semuanya tertutup salju....dimana-mana putih bersalju...seperti film sinterlas dengan kereta saljunya.  Salju kayak es dipasrah..agak kasar...tidak terlalu lembut.
Terdengar orang-orang berteriak heboh...ada apa di sana..? Ternyata mereka meluncur..diantara salju..
Ikut yuk..koq keliatannya asyik..
Tapi mesti kita naik dulu.. baru bisa meluncur..
Untuk naik koq iya berat ya..., badan udah ndut...setiap menginjak salju menciptakan lubang tapak kaki...angkat kaki, naik lagi..Dengan nafas ngos2an aku melihat sekeliling ... wow... disana ada tali... dekat tali banyak tapak2 kaki.
Aku ajak Aldo mendekati tali titian ke atas .. Ali, Zila & Diandra udah ada di atas.
Aku & Aldo ketinggalan gara2 foto2 & minum red wine yang dibawa Aldo.
Badan Aldo ndut dan besar untuk ukuran anak umur 12 tahun.
Aku suruh dia pegang tali sambil mengikuti jejak2 kaki, kadang licin..dan bikin kepleset..untung Aldo besar & kuat, aku tinggal pegang Aldo sambil mengikuti jejak2 kaki.
Sampai di atas.. foto2.. dan meluncur.. pakaian basah.. gak bawa ganti..EGP, kapan ke sana lagi juga belon tentu...
Yang penting puuuaass.. panas matahari kadang menerpa lagi-lagi EGP.. Menjelajah Mt Titlis ...meluncur... dan bermain salju... .
Wao...perut kita keroncongan dan minta diisi.
Kita tinggalkan salju ... saatnya..makan..
Saat melihat menu... terjadilah ...apa kata tour leader...mahal..
Tapi bagaimana, mosok ga makan, nanti sakit, biayanya tambah mahal...
Menurut Aldo & Diandra ..sup kejunya enak. Pizza rasa pedasnya terasa. Spagetti bolognese.. menurutku biasa, hanya harganya yang luar biasa...mahal.
Pesan secukupnya, kita masih punya bekal biskuit, apel & buah pir..
Dari resto, kila lanjutkan makan bekal kita di tempat lain.
Di luar resto, ada meja, kursi diruang kaca, dari sana kita bisa santai liat pemandangan sambil makan bekal kita.
Setelah bersantai, waktu ke meeting point telah tiba.. Pul kumpul.. naik cable car ..
Liat2 souvenir..cuman liat thoq..karena memang mahal..tapi memang kwalitasnya bagus juga.
Tibalah waktu naik bus lagi...melanjutkan perjalanan.
Wajah2 di bus cerah dan basah oleh sisa2 salju...membawa kenangan indah.

Diberi waktu 15 menit di hotel ganti baju, taruh jaket dll.
Kita akan ke Lion Monument, Old City dan Chapel Bridge..
Lion monument, monumen berbentuk singa membawa tameng & bendera Swiss, melambangkan tentara
Swiss bayaran ( Swiss Guard ) yang tetap setia & rela berkorban.

Old City dan Chapel Bridge...kota kuno Swiss, rumahnya bagus & lucu kayak film2 kuno.
Malam jalan2 sekitar danau Lucerne... suasananya.. oke banget.. serasa semua persoalan dunia menguap entah kemana, yang ada keindahan alam dan udara segar Lucerne.
Tak heran Lucerne termasuk kota ternyaman di dunia untuk dihuni.



Perjalanan ke West Europe Part 3

Innsbruck


Pada hari ke 4 saat di bus, tour leader menawarkan tour tambahan ke Innsbruck - Austria dengan biaya 50 euro per orang, itinerary tour tidak termasuk ke Innsbruck. Rasanya sayang kalo kita tidak pergi ke sana, pemandangan di Innsbruck - Austria indah banget, ke Austria cukup dengan visa Schengen karena Austria sekarang sudah menjadi uni Eropa ( Schengen Countries ) . Kemudian tour leader mengatakan bahwa ini hanya sekedar tawaran, jika seluruh peserta tour setuju, tetapi kalo tidak, kita kembali ke jadwal semula, acara bebas jalan-jalan di Swiss.

Memang sayang sih..kalau kita tidak mampir Austria, aku pernah melihat foto pemandangan  Innsbruck - Austria yang bagus banget dari foto seorang teman.Dengan semangat aku katakan ke rombongan tour yang duduk di sekitarku sepertinya Innsbruck Austria memang layak dikunjungi, kita sudah sampai di sini sepertinya rugi jika tidak mampir ke Austria sekalian.
Akhirnya seluruh peserta sepakat besok kita ke Innsbruck - Austria. Siip...siiip...siip...!!! Sudah lama aku ingin ke Austria, dan rada kecewa karena itinerary tour tidak termasuk Austria.

Hari ke 5
Innsbruck - Austria & Vaduz
Hari ini kita akan ke Innsbruck - Austria, mengunjungi kota tua.
Saat di bus, kita pul kumpul uang..masing2 peserta 50 euro.
Perjalanan melewati highway ( jalan tol ), diawali dengan keramaian kota, makin lama makin sepi tetapi  pemadangan makin indah. Kita melewati bukit-bukit batu karang hitam tegak menjulang dikiri dan kanan jalan. Kemudian berganti dengan kebun anggur dan kebun apel yang hijau berbaris rapi, di tengah-tengah ada rumah, ada jalan, di sela - sela berdiri tegak gereja dengan menara & salib menjulang seolah-olah
tengah menunjukkan arah jalan ke surga. 
Menikmati pemandangan tsb, rasanya 50 euro menjadi harga yang sepadan untuk dibayarkan.
Perjalanan cukup panjang, kita sempat berhenti untuk memberi kesempatan sopir istirahat & ke toilet.
Keluar dari bus langsung disambut udara sejuk dan angin pegunungan, hasrat ke toilet semakin datang. Sebelum menuju ke toilet, jeprat- jepret alam sekitar yang dikelilingi pegunungan. Mau beli kopi snack juga ada..

Keponakananku datang dengan menenteng botol, ternyata red wine yang dibeli dari Itali yang selalu ditenteng kemana-mana takut botolnya pecah ..kesempatan..aku minta red wine sedikit untuk diteguk pelan2. Aku beri contoh ke Aldo & Diandra cara minum red wine yang benar .. digoyang2 di gelas pelan2 baru diteguk sedikit demi sedikit. Mereka percaya & puas atas kuliah singkatku, padahal tujuan utamanya minta red wine untuk mengusir dingin...he..he..he..

Perjalanan dilanjutkan, kali ini pemandangan semakin indah...dikiri kanan jalan, ada lembah & pengunungan dengan warna hijau bergradasi, ada sungai berkelok2, air terjun, jembatan, rumah2 dengan atap merah & warna2 menyolok ditengah-tengah kebun, serta gereja kecil di sela-selanya.. terbayang pemandangan  di film " sound of music ". 
Pantas di Austria banyak komponis musik yang terkenal di dunia, suasana & alam mendukung.
Peserta tour sibuk hunting foto dari kaca jendela bus..aku juga ga mau kalah..atmosfernya begitu.. pasti terpengaruh.

Pemandangan begitu indah, kenapa disisi kiri dan kanan jalan tidak dibuat cekungan jalan, sehingga kendaraan bisa berhenti  sebentar ,dan kita bisa turun untuk foto pemandangan. Aku tidak tau kenapa ?
Foto dari kaca jendela bus hasilnya kurang maksimal, kadang ada bias .
Kalo di Australia, jalan menuju blue mountain, ada beberapa perhentian tempat kita bisa ambil foto dengan sudut-sudut pemandanganyang bagus.

Sampailah kita ke Innsbruck sebuah kota tua..banyak bangunan yang berusia beratus-ratus tahun tapi tetap terawat berbaur dengan aktifitas jaman modern.. ada Mc Donald , ice cream, penjualan souvenir dan resto di sekitar bangunan kuno berdiri dengan anggun.


Ada sebuah kafe ice cream yang antriannya cukup panjang, di tengah-tengah antrian ada orang mengantri bersama anjingnya, dengan sabar & tertib anjingnya ikut antri.
Ada beberapa pantonim dengan berbagai dandanan yang menarik perhatian pengunjung.
Di tepi jalan berderet pelukis caricatur dengan tarif 10 - 15 euro, dalam 3 menit jadi.
Diandra yang hobby menggambar bolak-balik menghilang diantara pelukis2 jalanan tsb.
Kita lagi jalan2 tiba2 Diandra menghilang , sudah dapat dipastikan akan ditemukan diantara pelukis2 jalanan, sedang mengagumi mereka bekerja sambil tersenyum2 kecil.
Kita makan MC Donald dibawah bangunan kuno, ada banyak pilihan disana yang masih bisa kompromi dengan lidah ndesoku.

 Setelah puas di Innsbruck kita naik bis untuk berkunjung ke Vaduz.
Menurut tour leader, Vaduz adalah negara kecil di luar Swiss, dipimpin oleh pangeran memiliki mata uang sendiri.
Kita berhenti di Vaduz, dari tempat kita berdiri di atas bukit berdiri sebuah bangunan sendiri, bangunan itu adalah istana yang dihuni oleh pangeran. Dari atas sang pangeran bisa melihat segala aktifitas penduduknya.
Aku jadi teringat komik HC Andersen, bacaan waktu kecil...he..he..he..
Kotanya kecil, tenang, sejuk cenderung sepi.
Rumah- rumahnya lucu..punya jendela dengan warna merah atau warna2 menyolok lainnya, ada gorden diseparo jendelanya,ada pot bunga warna warni... bener2 negri cinderela..ha..ha..ha..
Seperti biasa kita sibuk berfoto-foto. Aldo & Diandra melalang buana menyusuri semua tempat yang menarik perhatiannya, tiba2 mereka bilang ada mesin untuk tukar koin euro ke mata uang Vaduz, mereka minta coin agar bisa tukar ke coin Vaduz.
Disitu ada pilihan coin yang mana yang diinginkan.. Mereka asyik tertawa-tawa menarik perhatian anak anak lain, jadilah semua peserta tour anak-anak & remaja tukar coin Vaduz.
Kita hanya lewat & mampir jadi tidak bertransaksi, coin Vaduz hanya untuk koleksi.
Perjalanan dilanjutkan..menuju Swiss..ke hotel, makan malam dan beristirahat, agar besok kita punya tenaga untuk ke Engelberg, MT Titlis tempat salju abadi...



Perjalanan West Europe Part 2

Hari ke 4 :
Venice

Pizza di Venice
Seperti biasa mantra pagi kami adalah 6,7,8
Jam 6 morning call, jam 7 breakfast dan jam 8 go..go..

Hari ini kita menuju ke Venice, kota di atas air yang terkenal dengan gondolanya.
Venice adalah sebuah pulau, yang didalamnya banyak kanal-kanal yang menghubungkan
antara satu bangunan dengan bangunan lainnya , gondola merupakan alat transportasi pada jaman dahulu.
Kita dibawa ke pelabuhan untuk menuju pulau Venice dengan kapal boat ukuran sedang.
Sepanjang penjalanan mata kita dimanjakan dengan bangunan2 kuno yang indah ditepi pulau,
peserta tour semua sibuk hunting untuk mengambil foto dengan kamera canggih mereka, dengan
lensa yang panjang ... pokoknya keren deh... Aku ga mau kalah...dengan kamera pocket miniku,
aku juga ikut2an jeprat - jepret.
Hampir semua peserta tour membawa kamera DSLR yang canggih,kecuali anak-anak & remaja .

Angin laut bertiup menerbangkan rambut..kadang ada percikan air tak dihiraukan.. hunting foto jalan
terus...
Terbayang adegan film Tourist saat Angelina Jolie & cowoknya dikejar-kejar lawan.... saat naik kapal boat menuju Venice..

Venice
Sampailah kita di Venice , jika ingin naik gondola, biaya sewa  gondola 150 euro per gondola maksimal diisi 6 orang, tanpa iringan lagu dan musik. Jika  kita ingin perjalanan naik gondola diiringi lagu & musik ada biaya tambahan.
Gondola menyusuri kanal-kanal di antara bangunan - bangunan kuno, membawa alam pikiran kita kembali jauh ke abad yang lampau.

Di Venice  ada St. Mark Square ... lapangan yang dikelilingi bangunan2 kuno, banyak burung merpati ...
Jadi inget film Home Alone, yang tokoh kecilnya bersahabat dengan gelandangan pengurus burung merpati..
Kita bisa berfoto diantara burung2 merpati, untuk memancing spy burung2 mau datang bisa beli makanan
burung di kios2. Isenk2 aku bilang ke keponakanku untuk coba beri rempah2 biskuit monde ke burung2 tsb,
ternyata mereka mau... sukses deh.. hemat gak perlu beli makanan burung, jatah makanan burung bisa buat beli ice cream.
Di kiri kanan square ada kios2 jual souvenir, kafe, kios ice cream.
Ada gereja St. Mark Cathedral yang bagus...kuno dan tetap terpelihara

Angin semilir...sepoi sepoi basa...terik matahari tak terasa.. tapi tau-tau gosong aja..
Kita masuk gang2 diantara bangunan-bangunan tinggi, kios-kios penjual souvenir, makanan ...

Siang makan pizza, ommelet, sandwich, hot dog..makan berlima saling coba ... lidahku merasa
aneh, tapi Aldo & Diandra makan dengan lahapnya...selera anak jaman sekarang.

Di dekat jembatan Bridge of Sights banyak negro berjualan tas-tas bermerk tapi palsu, mereka
sedang dikejar polisi...menyebar berlari masuk ke gang-gang. Setelah polisi pergi mereka muncul
kembali menggelar dagangannya... eee..ternyata sama dengan di Indo.

Di kios-kios banyak juga yang jual lukisan ... bagus2 juga sih ..
Ali tertarik untuk beli, milih-milih dan menawar, sambil minta pertimbangan kita lebih bagus yang
mana..Tiba-tiba dari belakang ada suara " harganya berapa ? "
Ternyata orang Indo dari Jkt, dia menginap di salah satu hotel di Venice, jalan sekeluarga sendiri
ga ikut tour, mau kemana mengikuti suasana hati tdk ada planning pasti, mereka jalan slm 16 hari.
Keliatannya asyiik juga ya..

Venice...pulau tourist, cocok utk santai-santai, suasananya mendukung..di kafe-kafe yang agak
besar ada orang main biola & musik lainnya...
Di depan gereja ada panggung ... orang2 bermain musik & memainkan lagu-lagu lama.
Di lapangan ada pemain pantonim yang kepalanya disembunyikan tapi ada kaca mata & topi
yang mengawang, pura2 sedang baca koran, penonton bisa foto bersama dan merubah posisi
tubuh dia seperti kita mau, lalu kita kasi coin di kotak depan, sukarela.

Indo punya pulau Bali, di Europe ada Venice sama2 tempat yang cocok untuk berlibur...

Lucerne

Setelah puas di Venice kita menuju Lucerne ...ke hotel Radisson Blue di tepi danau Lucerne.
Saat bis lewat danau Lucerne..., kamera mulai beraksi ... jepret sana sini ...kali ini aku menang
posisi, kamera besar2 terantuk kaca jendela bus..baru atur2 posisi bus udah masuk terowongan.
Oya.. perjalanan darat dengan bus di Europe kita sering melewati terowongan.
Kamera kecil lebih lincah..

Sampailah kita ke Lucerne ( Luce ), kita cek ini ke Hotel bentar & taruh barang, 15 menit kemudian berangkat lagi jalan kaki untuk makan malam ke resto dekat hotel yang berada diantara mall2.
Mall di sana beda dengan di Indo, lebih tepat disebut toko2 besar yang berdampingan dan ditengahnya ada square ... tempat orang berkreasi, ada yang nyanyi, music, berdandan macem2 seperti festival seni. Saat itu Sabtu malam Minggu...rame banget, semua anak muda tumplek blek.
Walaupun begitu mereka taat antri.

Pemandangan di danau Lucerne indah... angsa berenang-renang..dan ada taman ditepi danau..
Saat jalan2 kita tidak merasa kalo sudah malam, jam 9 masih ada matahari seperti menjelang sore,
jam 10 matahari baru mulai meredup.

Didekat hotel ada station kereta api, di dalamnya ada supermaket & toko-toko kecil, yang masih
buka sampai malam.
Toko2 besar paling malam jam 7 malam sudah tutup bahkan ada yang jam 5 sudah tutup.
Orang Europe ga hobby shopping kayaknya, mereka lebih senang berekreasi ke tempat2 wisata,
dan berkesenian . Di setiap hotel banyak tergantung berbagai lukisan.

Jumat, 12 Juni 2015

KULINER JOGJA

Daftar kuliner di Jogja... Semoga bermanfaat .......
1. Sego Geneng ,
2. Jejamuran Resto, Sleman
3. Gubug Makan Mang Engking,
4. Sate Karang Pak Prapto
5. Sate Klatak Mas Bari pleret Bantul,
6. Soto Sulung Pak Malik Stasiun Tugu dan Soto Sulung Cak Alim Jl. Adisucipto
7. Gudeg Bu Hj Amad,
8. Gudeg Yu Djum
9. Gudeg Permata Bu Pujo, buka jam 9 malam, Gudeg Pawon Jl. Kusumanegara, buka jam 23:00
10. Bebek Goreng Cak Koting, kidul jemb layang Lempuyangan,
11. Bakmi mBahMo Bantul
12. Bakmi Kadin,
13. Bakmi Pele, Alun2 Lor
14. Bakmi Geno,jl.Paris
15. Bakmi Jawa Pak Rebo Kintelan,
16. Mangut Lele Bu Is Jetis
17. Sate Goreng Ringin Kronggahan,
18. Bakmi Jawa mBah Hadi Terban,
19. Sate Ayam Cak Ali - Telogorejo
20. Kepik Sawah : Jl. Godean KM 9, Senuko, Sidoagung - garang asem n belut balado, limun Tjap Orang Kaya, dll
21.Ayam Goreng Mbok Sabar Jagalan
22.Ayam Goreng Bu. Tini wetan ex Bioskop Permata,
23. Sate Jono Pakualaman
24. Kopi Joss dan angkringan di lor Stasiun Tugu
25. Wedang Uwuh, makam Imogiri,
26.Sego pecel UGM,
27. Lotek n Gado2 Teteg, Lempuyangan
28. Kupat Tahu Pak Budi perempatan SGM,..
29. Baceman kepala kambing p Kirman di belakang pasar Colombo
30. Lotek bu Ning di jln Surokarsan
31. Soto miroso,
32. Nasgor & magelangan: doreng,
33. Pecel wader dekat bandara.
34. Sayur Brongkos alun-alun kidul.
35. Jadah Tempe kaliurang bu carik
36. Wader Goreng Suko Jl.. Wonosari
37. Soto kadipiro - Jl. Wates
38. Gudeg Djuminten Kranggan
39. Soto Pak Marto, Patangpuluhan
40. Soto Pak Soleh Tegalrejo
41.Soto Gobyos Wetan Jembatan Gondolayu,
42. Sate ayam Pak Kromo
43. Gudeg mercon
44. Gudeg Tugu
45. Bakmi Godog P.Juki Blimbingsari
46. Ayam Kremes pojok bioskop Permata
47. Ayam goreng mbah Cemplung, Bantul
48. Gulai Kambing Pasar Lempuyngan &Jakal km18
49. Sate Kambing Samsuri Adisucipto
50. Sate kambing Klatak Pak Pong
51. Sop kaki kambing bethesda
52. Sate ngasem madukismo
53. Bakmi doring
54. Bakmi mbak yuni stasiun
55. Bebek goreng simpatik kranggan
56. Sate ayam Jl Monjali dpn hotel Tentrem
57. Nasgor kambing dkt panti rapih
58. Nasgor Kambing Padmanaba
59. Wader presto mbak jurri kalibawang
60. Ingkung Kampung Ndeso Bantul 57. Bakso & Soto Kridosono
61. Tengkleng Gajah di Wedomartani
62. Mbah Gejrot Wonosari
63. Nasi merah, empal, sayuran, sambal, dan tempe Bukit Bintang
64. Bebek Goreng Gejayan Utara
65. Jejamuan, Ginggang Paku Alaman
66. Gudeg Cukupan seberang Saphir Square (hanya malam, lesehan)
67. Soto bu Cip Patangpuluhan
67. Rantengan bu wiryo beringharjo
69. Gudeg Sagan
70. Sea food baruna monjali
71. Nasi Uduk Palagan (utara Monjali)
72. Ikan bakar/goreng & seafood pantai Kwaru Srandakan Bantul
73. Sate Kambing Samirono
74. Brongkos Bu Padmo Tempel Sleman
75. Sate ayam Podomoro
76. Sop ayam kampung Pak Min
77. Bakso cap Kepala Kambing
78. Soto Gumyak Selatan PMI Tegalgendu Kotagede
79. Tongseng Sor Talok Manding Bantul
80. Telur Tuna Hercules deket fak Teknik UGM
81. Ramesan Warung Idjo Teteg Lempuyangan
82. Siomay Mang Mudi Ringroad Per4an Jakal
83. Siomay Kang Cepot Jakal
84. Rawon Ringroad deket RSA UGM
84. Soto Wonosari Condongcatur
85. Soto Sapi Mbok Sarbini Piyungan
86. Soto Ayam tan proyek Wonosari
87. Soto lenthok dan raja sambel di seturan
89. Sate dan Tongseng p dakir depan pasar Klitikan
90. Bakmi Tongseng Balungan Sibitsu jln Bantul
91. Sate Karang Kotagede
92. Bakso & es teler Pathuk
93. Seafood & rekreasi anak Banyumili Godean
94. Waroeng Pohon, Jalan Parangtritis km 6
95. Gudeg Pawon Janturan
96. Oseng2 mercon KHA Dahlan
97. Soto gobyos jl Bayangkara
98. Ayam Goreng Bacem Code
99. Kepiting Cak Gundul Jl Palagan
100. Gudeg Ceker Gejayan
101. Mangut Lele mbah Marto Geneng Sewon Bantul

Perjalanan ke West Europe Part 1



Hari 1 :
Berangkat dari Surabaya - Jakarta - Doha - Roma
Di pesawat Qatar Jakarta - Roma, kegiatanku makan, tidur, makan, tidur lagi, sekali-kali ke toilet,
dan nonton film lucu-lucu.

Hari 2 : Roma City Tour
Pagi hari tiba di Leonardo Da Vinci Airport, Roma.
Tiba  Roma  kami ke toilet, ganti kaos, cuci muka dan ambil bagasi.
Bus untuk city tour sudah menunggu di depan bandara, kami segera naik bus untuk menuju Colloseum.


Colloseum, stadion gladiator.
Paket tour tidak termasuk tiket masuk colloseum. Jika kita ingin masuk colloseum dapat membeli tiket masuk seharga 10 euro/ person.
Kami tidak  masuk colloseum, hanya foto-foto di luar colloseum. Di seputar colloseum banyak lubang – lubang jendela besar, kita bisa mengintip isi colloseum dengan leluasa tanpa  beli tiket.
Banyak  orang lalu lalang dengan berpakaian ala gladiator.  Ternyata mereka foto model ala gladiator.
Kalo mau foto bareng  harus bayar, kita  tidak boleh main jeprat jepret aja, harus "deal" dulu  berapa kita harus bayar , kalo tidak mereka akan ribut dan urusannya panjang.
Bentuk colloseum  persis sama dengan yang ada di Wisata Bukit Mas dekat rumahku, tetapi ukurannya jauh lebih besar. Dahulu di sini tempat para gladiator bertarung dengan banteng , mempertaruhkan nyawa  untuk tontonan  dan ajang pertaruhan para petinggi dan orang kaya di Romawi. Begitu banyak nyawa gladiator dan darah mereka tumpah di dalam colloseum ini.
Aku mencoba mengintip tempat pertarungan tsb dan mengarahkan kamera ke dalam untuk memotret, tiba-tiba angin bertiup, aku merinding, bulu kudukku berdiri, akhirnya aku mengurungkan niat untuk motret tempat tsb. Aku tidak tega, dan berdoa : “Semoga arwah para gladiator dapat beristirahat dengan damai”.

Aku mencari model gladiator yang mirip Rusell Crowe bintang film” Gladiator”, sayang sekali aku tidak menemukan. Akhirnya aku batal foto dengan model gladiator, merasa rugi jika membayar tapi modelnya kurang ganteng he..he..he.


St Peter Basilica
Tiba di sana Paus sedang audisi, turis  belum diijinkan masuk gereja.
Kami keliling di seputar pelataran gereja, kemudian melanjutkan city tour  dan makan siang.
Di resto  tempat  makan siang, kita bertemu rombongan dari Indonesia, ternyata mereka rombongan Freddy, tour leaderku  saat dulu aku ke Hollyland
Rombongan mereka juga akan ke St Peter, sambil menunggu Paus selesai audisi mereka makan siang dulu.
Selesai makan siang, kami keliling kota Roma kemudian kembali menuju gereja St. Peter Basilica.

Akhirnya kami tiba kembali di gereja St. Peter . Sudah banyak pengunjung antri ditempat scanning, sebelum masuk area gereja kita melewati pemeriksaan scanning seperti yang ada di bandara. Kemudian tour leader membagikan headphone ke setiap peserta tour . Local guide menjelaskan sejarah gereja dan peta lokasi  yang didengarkan peserta lewat headphone , tidak  perlu dengan suara keras sehingga suasana hening tetap terjaga.
Gereja di Vatican ini benar-benar indah dan “amazing”. Dekorasi atap, dinding dan patung – patungnya begitu indah dan agung. Sebuah mahakarya yang dibuat manusia dengan jiwa totalitas yang luar biasa.
Di dekat gereja ada penjual  souvenir barang rohani, rosario , patung-patung mini dll , harganya cukup “reasonable” tidak terlalu mahal.
Setelah keluar dari gereja, kami berlima sibuk memilih souvenir dan foto - foto, kemudian kita baru sadar sudah terpisah  dari rombongan tour. Kami berbagi tugas mencari arah perginya rombongan kami, tengok kiri dan kanan tidak ada tanda-tanda arah kepergian rombongan tour. Kemudian kami menunggu di tempat meeting point sebelumnya dan segera menghubungi tour leader .


Trevi Fountain
Aku hampir setiap hari aku melewati miniatur  tiruan Trevi Fountain ada di depan colloseum club house di Wisata Bukit Mas Surabaya.
Trevi Fountain asli jauh lebih besar, lebih bagus, patung patungnya indah , sebuah karya nyata orang-orang yang memiliki jiwa seni yang tinggi.
Di dasar kolam Trevi Fountain bertebaran uang-uang koin.
Menurut  mitos, apabila  kita melempar coin ke dalam kolam, suatu saat nanti akan kembali berkunjung ke Roma.
Saat itu musim panas, waktunya orang berlibur, pengunjung berkerumun menutupi  Trevi fountain. Aku berusaha mendekati  Trevi Fountain, mencari cela di antara orang-orang agar dapat mengambil foto Trevi fountain.
Selesai mengambil foto , aku menepi , clingak clinguk , tengok kiri kanan untuk mencari rombonganku. Tak nampak satu orang pun yang aku kenal.
Di sekelilingku orang bule yang hampir semuanya berbadan besar, membuat pandanganku terhalang ke depan.
Wow ...aku terpisah dari rombongan !
Aku berusaha menepi dari keramaian dan berpikir kira-kira kemana rombonganku pergi.
Oya..... tadi tour leader mengatakan di Trevi fountain ice creamnya enak. Pasti mereka ke sana.
Aku menyusuri toko mencari toko ice cream, dugaanku pasti mereka akan mampir di salah satu toko ice cream.
Dari jauh , aku meliat  tour leader lokal sedang celingukan mencari-cari seseorang, pasti dia cari aku. 
Ternyata benar, rombongan tour sedang antri ice cream, sedangkan tour leader berusaha mencari aku.
Ice cream di Trevi fountain memang enak tenan !. Pastikan mencicipi  ice cream jika sedang berkunjung di sana . Rasanya mantap yummy…!!

Dari Trevi fountain kita melanjutkan city tour ke Piazza Venezia, monument Victor Emmanuel II, Roman Forum,dan tempat-tempat bersejarah lainya. Ada banyak cerita tentang tempat-tempat bersejarah di kota Roma.
Mendengar penjelasan tour leader kita merasa berada di sebuah kota dongeng dan legenda.

Hari 3 : Menara Pisa -  Prato

Pagi-pagi  benar, kita berangkat menuju menara Pisa. Perjalanan dari Roma ke Pisa lumayan jauh.
Setiap 2,5 jam, bus berhenti memberi waktu  istirahat sopir.
Peraturan mewajibkan sopir berhenti untuk istirahat , jika tidak mematuhi sopir atau perusahan bus akan kena  sanksi.
Selama sopir istirahat, kita dapat mampir ke toilet, beli snack atau mimunan.
Sebelum masuk toilet mesti  bayar, lumayan mahal jika di kurskan ke rupiah.
Menara Pisa

Menara Pisa dapat dikatakan sebuah produk gagal yang akhirnya menjadi legenda.
Menara Pisa  bukan  sengaja dibuat miring.
Dalam masa pembangunan baru diketahui, ternyata hasilnya miring, tidak sesuai rencana . Pembangunan sempat terhenti karena khawatir berbahaya dan menara akan roboh.
Dengan berbagai pertimbangan masih aman, pembangunan  dilanjutkan kembali, jadilah menara Pisa yang miring dan legendaris.
Cuaca saat itu panas sekali, namun pengunjung seolah tidak perduli dg panasnya matahari. Semua sibuk berfoto dengan gaya seolah-olah sedang mendorong menara Pisa agar tidak jatuh.
Semua bangunan bernuansa putih, memberi kesan antik dan anggun berdiri dengan latar belakang langit biru.