Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label jalan-jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2016

BALADA SEPATU DARI ODAIBA KE YOKOHAMA

Lebih dari setahun yang lalu , sepatu yang aku beli saat traveling belum pernah kupakai.
Sempat aku ragu saat akan membawa sepatu tersebut ke Jepang, khawatir terjadi masalah, karena lama tidak dipakai.
Tapi, kapan lagi sepatu tersebut dipakai?
Aku merasa nggak "pedhe" untuk pakai sepatu tsb di Indo, kurang pas dengan iklim Indo yang cenderung panas

Saat ini di Jepang sedang musim gugur ( autumn), sepertinya sepatu tersebut cocok dipakai saat "autumn".

Aku akan memakai sepatu tsb pas jalan-jalan ke Yokohama, saat itu kita tidak naik transportasi umum, kita naik mobilnya Ivan.
Perjalanan di Yokohama medannya tidak sulit, tidak naik turun bukit.
Kayaknya cocok deh.. sepatu boot ini dipakai saat jalan-jalan di Yokohama. Yeeess !!
Saat aku pakai sepatu itu tidak ada masalah,, nyaman-nyaman saja.

Sebelum ke Yokohama kita mampir ke Tokyo Tower dan Odaiba.
Di bawah Tokyo Tower

ODAIBA

Odaiba adalah sebuah pulau kecil buatan di Tokyo Bay.
Di sana ada Rainbow Bridge dan patung Liberty.
Rainbow Bridge menghubungkan Odaiba dengan Tokyo.
Jembatan bertingkat dua ini merupakan simbol Odaiba Island dan terlihat sangat indah dari Tokyo Deck.
Rainbow Bridge selain dilalui kendaraan bermotor, dilalui kereta Yurikamome, ada rel di atas jembatan tsb, ada pula jalur pejalan kaki.
Sepanjang pelabuhan dan Tokyo waterfront, kita dapat memandang jembatan ini. Nampak indah dan keren!
Apalagi jika malam hari, lampu-lampu berwarna warni mempercantik pemandangan Rainbow Bridge.

Di Odaiba Seaside Park ada patung Liberty.
Pada tahun 1998 saat peringatan “The French year in Japan” dipasang patung Liberty selama 1 tahun di Odaiba.
Patung tersebut menjadi populer, padahal patung tersebut harus dikembalikan ke Perancis.
Pada tahun 2000 dibuatlah replika dari patung Liberty yang berada di Perancis untuk dipasang kembali di Odaiba.
Odaiba

Dengan semangat kita foto dari Tokyo Deck dengan "background" Rainbow Bridge.
Berjalan dan naik turun tangga mencari posisi yang bagus untuk melihat pemandangan sekitar.
Tiba-tiba..saat berjalan kakiku terasa berat..aku lihat sebagian sol sepatuku lem nya terkelupas!!
Sepatuku solnya menganga seperti mulut buaya siap menerkam mangsa.
Ah..sepatuku sayang, sepatuku malang..kenapa tidak mau bertahan  !
Sol sepatu sekalian aku lepas !
Aku masukkan sol sepatu ke dalam tas plastik.
Sol sepatu sebelahnya kucoba untuk melepas agar seimbang, tetapi tidak berhasil.
Aku teringat iklan permen Mentos di televisi dulu...( ada adegan sol sepatu lepas).
Terpaksa deh.. berjalan dengan memakai sepatu tinggi sebelah, sambil nenteng tas plastik berisi sol sepatu yang lepas !
Aku tidak membawa cadangan sepatu atau sandal.
Ha..ha..ha..ini kesalahan fatal!!
Udah ragu dengan sepatu yang lama nggak dipakai, koq aku ga bawa cadangan sepatu!
Sepatuku yang lain malahan kutinggal di hotel.
Iya sudahlah..Udah kejadian, gak perlu disesali..dinikmati saja ( menghibur diri).
He..he..he..apa nikmatnya, jalan oleng sebelah !
Sol Sepatuku Lepas

Aku bertanya ke Ivan, "Apakah ada toko sepatu di sekitar daerah ini?"
"Ada mall di seberang" , kata Ivan.
"Okay, kita mampir mall dulu ya, aku akan beli sepatu, aku nggak tahan jalan kaki dengan gaya pincang !", kataku.
Akhirnya, aku beli sepatu di mall seberang Decks Tokyo Beach.
Pembelian sepatu diluar rencana ( unbudgeted).
Beli sepatu dalam situasi darurat, faktor harga terpaksa agak diabaikan !.
Sepatu yang aku beli langsung aku pakai.
Sekarang aku bisa berjalan dengan nyaman.

Karena sudah berada di mall , kita jalan-jalan sebentar di mall.
Kita mampir ke toko Hello Kitty, semua barang ditoko tsb berbentuk  Hello Kitty.
Ice cream yang dijualpun ada hiasan Hello Kitty.
Beli ice cream yuuuk ! Kelihatannya koq enak !
Ternyata memang enak, rasa green teanya muantapp !!
Di dalam mall ada museum Madame Tussauds Tokyo dan toko Uniqlo.
Di Jepang, toko Uniqlo ada dimana-mana.

Setelah keliling mall, kita melanjutkan perjalanan ke Sankeien Garden Yokohama.

SANKEIEN GARDEN
Sankeien Garden

Sankeien Garden Yokohama ini pertama kali dibuka untuk umum di tahun 1906 dan terkenal keindahannya di tiap-tiap musim.
Berada di area seluas 175.000 m persegi, Taman Sankeien selalu indah, dan memiliki keindahan yang berbeda di setiap musim.
Di akhir Maret atau awal April, taman dihiasi dengan bunga sakura bermekaran mempercantik taman ini.
Di bulan Juli dan Agustus, akan disambut dengan bunga-bunga lotus Jepang bermekaran berwarna-warni di kolam dekat pintu masuk.
Lalu di akhir musim gugur, warna-warna daun yang berubah kemerahan akan mewarnai taman ini.
Di musim dingin, bunga ume akan mekar sampai akhir Februari.

Banyak pasangan pengantin beserta keluarganya berjalan di taman, mereka menuju kuil di dalam taman untuk berdoa.
Pengantin memakai pakaian tradisional Jepang ( kimono).
Beberapa rombongan lansia jalan-jalan santai menyusuri jalan-jalan di taman.
Di tepi danau beberapa pelukis menuangkan keindahan Sankeien Garden ke dalam kanvas.
Sekali-kali terdengar cuitan burung-burung berterbangan melintasi danau.
Udara sejuk dan segar diiringi tiupan angin yang membawa hati damai.


Kita makan ramen di sebuah depot dekat Sankeien Garden.
Duduk di teras belakang , sambil makan ramen menikmati pemandangan  taman yang indah.


RED BRICK WAREHOUSE
Red Brick

Red Brick Warehouse adalah sebuah bangunan tua dengan gaya western berdinding bata merah.
Red brick warehouse dibangun pada tahun 1899 dan selesai 1905, bangunan ini sempat hancur karena Great Kanto Eartquake pada tahun 1923.
Setelah direkonstruksi digunakan sebagai tempat untuk pertunjukan, hiburan, pameran dan restoran.
Ada dua bangunan berbata merah saling berhadapan, dengan halaman luas beralas paving.
Saat kita ke sana sedang ada bazar yang diadakan kedutaan Jerman.
Bermacam-macam barang dijual di bazar tsb, ada berbagai souvenir, kerajinan tangan dan berbagai macam makanan.
Background Gedung Gedung Di Yokohama

Di belakang bangunan ada pelabuhan tempat kapal-kapal bersandar.
Di halaman gedung ada sebuah patung berbentuk  gelas berisi bir.

Di seberang jalan berdiri gedung-gedung modern.
Banyak orang Jepang yang bekerja di Tokyo bertempat tinggal di Yokohama.
Harga apartemen dan sewa apartemen di Tokyo jauh lebih mahal dibandingkan di Yokohama.

Setelah puas mengelilingi Red Brick, kita melanjutkan perjalanan ke museum ramen.

MUSEUM RAMEN YOKOHAMA.
Patung Semangkuk Ramen

Di depan museum ramen, kita disambut dengan patung semangkuk besar ramen lengkap dengan sumpit yang selalu bergerak-gerak, naik dan turun.
Kita parkir mobil di basement gedung museum ramen.
Di dalam museum berderet depot menjual  berbagai jenis ramen, suasana mirip suasana Jepang tempo dulu.
Berada di museum ramen, seolah-olah kita dibawa ke  jaman puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu.
Penerangan minim dan segala macam perabot dan ornamen model tempo dulu.

Yuk.. kita nyoba makan ramen salah satu depot di museum !.
Ternyata cara beli ramennya tidak kuno, pakai mesin.
Di depan depot ada mesin untuk pesan ramen, design mesinnya kuno, namun cara operasinya modern.
Cara pesan ramen : masukkan uang di mesin, lalu pilih menu,  dari mesin tsb akan keluar kertas struk beisi pesanan kita.
Jika uang kita lebih, mesin akan memberikan kembalian uang, bila uang yang kita masukkan kurang, maka struk pemesanan tidak bisa keluar sampai kita isi uang lagi.
Oya..jangan khawatir bingung milih menu, di samping mesin ada nomor urut menu beserta gambar ramen dan keterangan dalam bahasa Inggris.
Kita masing-masing pesan menu yang berbeda, agar bisa merasakan berbagai macam menu.
Kertas struk kita serahkan ke koki depot,  ramen  segera dimasak lalu diantar ke meja kita masing-masing.
Rasa ramennya ada yang enak, tapi ada yang terlalu asin.

Ada beberapa lantai di gedung museum ramen, di kiri dan kanan gedung ada tangga model bahelula ( kuno banget). Selain tangga di sisi tersembunyi ada lift.
Lantai paling atas,  di design modern, ada ornamen berbagai macam mie instan yang diproduksi di jaman modern.
Kita tidak sempat berkeliling di lantai paling atas, hanya melihat-lihat sebentar.
Hari telah larut malam, besok kita harus bangun pagi-pagi benar, besok kita akan ke gunung Fuji.
Dari lantai paling atas kita turun lewat lift ke basement tempat parkir mobil.

Hari ini perjalanan kita di Yokohama berakhir di museum ramen.
Good nite all my friends ! Istirahat dulu ya..!
Good nite sepatu bootku, selamat istirahat sepatu boot ku sayang sepatuku malang...!!






Minggu, 20 Maret 2016

KE BASE CAMP KUNGFU PANDA DI CHENGDU

Pagi masih gelap, matahari enggan bersinar, langit tertutup mendung. Pagi ini kita akan ke pusat penelitian panda raksasa di Chengdu ( Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding). Cuaca mendung tidak menyurutkan semangat untuk melihat panda yang imut dan lucu.     
Keinginanku melihat panda makin kuat setelah menyaksikan gelak tawa, tingkah polah yang lucu dan lincah seekor  panda di film Kungfu Panda. 

Panda Mahkluk Yang Berbahagia

Para Panda Bersantai

Sepanjang perjalanan cuaca berubah-rubah, kadang mendung dan gerimis dan terkadang cerah. Kita semua berdoa semoga masih bisa melihat panda saat beraktifitas. Panda adalah mahkluk paling doyan tidur dan leyeh-leyeh bermalas-malasan.
Menurut penjelasan tour leader, kegiatan panda adalah makan, tidur dan bermain. Kita berangkat pagi-pagi supaya tiba di panda base tepat saat panda sedang makan,. Jika kesiangan keburu pandanya tidur.  Duuuh...enaknya jadi panda ! Hidupnya santai banget !. 

Tiba di Chengdu Research Base of Giant Panda Breeding disambut dengan gerimis kecil. Sudah banyak pengunjung yang datang , mereka sedang antri tiket masuk. Sebagian pengunjung berpayung sebagian memakai jas hujan. Ornamen di sepanjang pintu gerbang berbentuk panda besar, di atas ada layar besar yang  memutar film tentang panda. Pengunjung antri tiket sambil menyaksikan tingkah polah panda yang lucu dan imut di layar lebar.
Tidak ada wajah bosan karena antri tiket, semua tersenyum ceria, terkadang tidak sadar kalo loket sudah di depan mata karena keasyikan nonton kelucuan panda di layar kaca.
Di Depan Pintu Panda Base

Memasuki pintu gerbang  disambut dengan sebuah patung selamat datang berwujud panda emas. Udara bersih dan suasana tenang jauh dari kebisingan kota. Semilir angin menggoyangkan ribuan pohon-pohon bambu, gemerisik suara daun bambu bagaikan nyanyian merdu bagi para panda yang mulai berjalan berkeliaran ke sana-kemari.

Chengdu Panda Breeding and Research Center ini dikemas sempurna seperti habitat aslinya,  merupakan alam bebas dan liar di atas area lebih dari 93 hektar.Hampir seluruh area  berupa hutan bambu, makanan utama si panda adalah pohon bambu . Di kawasan hutan tersebut tidak terlalu banyak bangunan. Tempat bermain, tempat tidur, atau tempat panda leyeh-leyeh pun hampir semua terbuat dari bambu. Hanya kandang, tempat makan, hingga rumah sakit si panda yang dibuat berupa bangunan sederhana.
Di China, habitat panda hanya ditemukan di kota-kota yang memiliki hutan bambu, seperti Shaanxi, Gansu dan Chengdu provinsi Sichuan Diperkirakan  dari seribu panda yang tersebar di China, 80 persennya hidup di kawasan konservasi Chengdu Panda Breeding. Sedangkan 20 persen  tersebar di suaka margasatwa yang ada di seluruh dunia.
Panda Ngantuk

Panda adalah binatang khas asli China yang masuk dalam klasifikasi keluarga beruang  (ursidae) ini merasa nyaman pada saat suhu udara  antara 17 -20 derajat Celsius.  Kondisi alam Chengdu amat pas sebagai habitat tempat panda.

Chengdu merupakan ibu kota provinsi Sichuan. Chengdu dijuluki sebagai Country of Heaven (Negeri Surga), The Land of Abundance (Tanah Berlimpah), City of Hibiscus (Kota Kembang Sepatu), dan City of Gastronomy (Kota Tata Boga). Makanan paling enak di China bagian selatan ada di kota Chengdu. Hanya orang kaya yang mampu membeli property di Chengdu, harga tanah di Chengdu paling mahal di China. Udara di Chengdu masih bersih, bebas dari polusi.Apabila musim dingin tidak terlalu dingin, dan disaat musim panas tidak terlalu panas. Tempat paling nyaman dihuni di China. Saat tour leader sedang bercerita tentang panda, tiba-tiba ada yang nyeletuk : " Panda alangkah beruntungnya dikau, hidup santai di bumi termahal di China !. Ayo siapa pengen jadi panda !  ".Suasana menjadi ramai. Ada lowongan pekerjaan baru, jadi panda, tugasnya hanya leyeh-leyeh pakai baju kostum panda. Ayo siapa berminat ?

Ada kendaraan khusus yang disediakan untuk menuju  lokasi Panda.  Dari jauh tampak panda sedang asyik tidur terlelap di antara batang pohon.  Berjalan di lokasi ‘kandang’ selanjutnya, terlihat dua ekor panda sedang asyik makan batang dan daun bambu. Pengunjung pun sontak bersorak ketika dua ekor, tiga ekor, dan empat ekor lainnya bergabung. Kamera-kamera beraksi membidik sang panda yang sedang asyik makan.Aksi dan gaya mereka membuat pengunjung terhibur. Ada yang makan sambil tiduran, ada yang makan sambil duduk, serta beberapa panda lainnya terlihat bermain dan bercanda.
Panda Bermain

Di area pusat riset dan pembiakan panda itu  ada panda merah (Red Panda)—yang sebenarnya lebih mirip dengan seekor Raccoon.
Tampak seekor panda merah sendirian berada di semak-semak. Tidak seperti giant panda yang terkesan cuek dan santai, panda merah ini kelihatan malu-malu saat dilihat sejumlah pengunjung, dan  cepat- cepat lari bersembunyi di antara semak-semak.
Panda Merah

Menurut seorang guide, karakter panda yang tenang dan rileks menular ke sikap dan tingkah laku warga Kota Chengdu.
Warga Chengdu tidak terlalu serius cenderung santai. Mereka lebih senang memakai mobil pribadi dari pada transportasi umum, karena lebih santai.
Mereka  senang bersantai  di  restoran dan kafe bersama teman dan kerabat sambil menyantap hidangan dan kuliner khas Kota Chengdu.Mirip orang Indo ya... suka kongkow-kongkow !


Bayi Bayi Panda

Saat lahir, bayi panda imut banget, beratnya hanya sekitar tiga ons, dengan penglihatan yang lemah.
Bayi panda yang imut, ketika dewasa bisa mencapai pertumbuhan seribu kali ( 1000 X) lebih besar dari saat dilahirkan. Umur panda bisa mencapai 25 - 30 tahun.
Proses pembiakan panda cukup sulit, masa subur betina hanya tiga hari dalam setahun.  Pas masa subur, diperlukan upaya khusus untuk memastikan si betina dibuahi oleh panda jantan.  Karena tergolong hewan penyendiri, panda biasanya sulit untuk dikawinkan.  Mereka sulit bergaul akur antar sesama panda. Aku baru tahu panda yang imut dan lucu ternyata asosial.
Supaya panda tidak punah dibuat pembiakan panda secara inseminasi . Oleh periset asal Amerika Serikat dibuat alat deteksi ultrasonik untuk para panda, untuk mendeteksi masa subur maupun  mendeteksi kesehatan para panda.

Sekolah Panda

Oya ...panda juga ada sekolahnya lho. Ada kindergarten untuk panda, mereka diajak bermain dan bergerak agar tidak tidur melulu. Mungkin supaya lebih sehat kali ya...diajak bergerak, olah raga.

Souvenir Panda

Di depan sekolah panda ada toko souvenir menjual segala souvenir dengan tema panda.
Setelah puas berkeliling melihat panda, kita naik kendaraan khusus yang disediakan menuju pintu keluar. Di dekat pintu keluar berderet toko souvenir. Di dekat tempat parkir bus, pedagang kaki lima berlomba menawarkan souvenir panda kwalitas KW, harganya memang lebih murah tetapi kwalitasnya beda dengan yang dijual di toko souvenir.

Bus sudah menunggu di parkiran. Aku langkahkan kaki dengan gembira memasuki pintu bus. Keinginanku melihat panda telah terwujud. Semoga panda yang saat ini sudah mulai langka, tetap ada di dunia, sehingga kelak masih bisa disaksikan oleh generasi anak cucu kita.







Kamis, 07 Januari 2016

ISTANA DAN AIR SUCI DI GIANYAR BALI

Tak salah jika pulau Bali disebut sebagai pulau Dewata dan pulau seribu pura. Dimana-mana ada pura tempat pemujaan untuk para dewa. Kedatangan turis lokal maupun turis mancanegara tidak membuat adat Bali menjadi luntur, masyarakat Bali tetap menjalankan adat tanpa terpengaruh kebudayaan asing yang masuk bersama kedatangan para turis. Itulah salah satu hal yang menarik di Bali, masyarakat tetap memegang adat mereka tetapi toleran terhadap pendatang. Aah..seandainya semua masyarakat di Indonesia memiliki mental toleran seperti masyarakat Bali, Indonesia akan aman, tentram, tidak ada  konflik antar suku dan agama. Indonesia akan menjadi tempat tujuan wisata yang terkenal seantero dunia, Indonesia itu indah banget! Pariwisata Indonesia akan menjadi hebat, jika aman bagi pendatang dan ditunjang infrastruktur yang baik ( mimpi.com).
Di Taman Tampak Siring

Aku terjaga dari mimpi dan lamunanku. Mobil sudah memasuki kawasan Tampak Siring.
Tampak Siring,  adalah sebuah kecamatan di kabupaten Gianyar,  dengan luas wilayah sebesar 42,63 kilometer persegi.
Udara sejuk dan bersih, tak heran jika presiden Indonesia yang pertama, Ir Soekarno membuat istana kepresidenan  yang dibangun pada tahun 1957 - 1960 sebagai tempat peristirahatan apabila beliau berkunjung ke Bali. Desain istana dibuat oleh arsitek bernama RM Soedarsono.
Awalnya bangunan terdiri dari wisma Merdeka dan wisma Yudistira, seiring dengan waktu, bangunan ditambah dan direnovasi.
Pada tahun 2003,  istana Tampak Siring digunakan untuk KTT ASEAN Summit XIV. Bangunan istana Tampak Siring direnovasi agar siap untuk menyambut kedatangan para tamu delegasi utusan KTT ASEAN .  Balai Watilan  merupakan bangunan tambahan yang digunakan untuk konferensi dan resepsi tamu negara.  Acara pertunjukan kesenian khas Bali dan Indonesia dapat diselenggarakan di istana Tampak Siring.
Istana kepresidenan  masih digunakan hingga saat ini, apabila Presiden, keluarga presiden dan tamu negara berkunjung ke pulau Bali.

Aku memandang istana peristirahatan presiden dari kejauhan, dari taman sebuah pura bernama Tirta Empul.
Pura Tirta Empul memiliki taman yang luas dan terawat, ada sebuah pohon berbuah bulat seperti melon tetapi berkulit halus, kata pak penjaga taman nama buah tersebut maja. Mungkin nama buah maja ini merupakan nama yang dipakai untuk kerajaan Majapahit, aku tak tahu pasti, aku tak pandai dalam pelajaran sejarah.

Memasuki bangunan pura, kita di sambut dengan sebuah kolam  pemandian dan mata air. Di sana banyak turis lokal maupun mancanegara masuk ke kolam pemandian bersama penduduk lokal dan pemimpin upacara agama Hindu.

Saat aku berdiri di tepi kolam air pemandian , ada rombongan tour melintas. Rombongan tour sedang berjalan keliling taman bersama " guide".
Aku berjalan bersama rombongan tour yang tadi melintas sambil mendengarkan penjelasan guide .....ha..ha..ha.. "modus" ga ikut bayar guide dan nggak ikut tour, tapi ikut nguping.
Tirta Empul

Konon ceritanya, nama Tampak Siring berasal dari kata Tampak yang berarti telapak dan Siring berarti miring, telapak kaki raja yang bernama Mayadenawa. Raja sakti tetapi jahat.
Dewa Indra melihat dari nirwana segala tingkah polah kejahatan yang dilakukan Mayadenawa .
Dewa Indra murka dan mengirim pasukan untuk menghancurkan Mayadenawa.

Dalam peperangan melawan pasukan dewa Indra,  Mayadenawa kalah dan lari ke hutan. Sebagai upaya untuk menghilangkan jejak. Mayadenawa lari dengan posisi kaki miring.
Meskipun berusaha menghilangkan jejak, Mayadewana tetap berhasil ditangkap pasukan dewa Indra.
Saat ditangkap  Mayadenawa melakukan perlawanan dengan cara menciptakan mata air beracun. 
Sebagai penawar air beracun yang dibuat Mayadenawa, dewa Indra menciptakan mata air penawar racun yang disebut Tirta Empul ( air suci ).
Kolam air pemandian di depan tadi dipercaya sebagai kolam air suci yang diciptakan dewa Indra. Pura ini dinamakan Tirta Empul yang berarti air suci, kata sang guide.
Ooo..ternyata begitu, lumayan juga hasil ngupingku..jadi tahu asal usul nama tempat ini.

Lalu aku berjalan melipir, memisahkan diri dari rombongan tour, menuju ke kolam ikan koi tempat temanku menunggu untuk bersama-sama menuju parkiran mobil. Jalan menuju parkiran mobil melewati kios-kios yang berjualan souvenir dan baju-baju khas Bali. Begitu banyak kios namun tidak banyak pembeli. Penjaga kios dengan segala upaya berjuang untuk mendapatkan pembeli, menurunkan harga tanpa menunggu pembeli menawar supaya calon pembeli tertarik untuk membeli atau paling tidak mampir ke kiosnya.


Sopir mobil yang kita sewa sudah menunggu di bangku dekat mobil diparkiran, segera kita masuk mobil untuk melanjutkan perjalanan.

Tampak Siring ,  istana dan kolam air suci sebentar lagi akan aku tinggalkan untuk menuju obyek wisata lain di Bali. Bye..bye..bye Tampak Siring, lain kali aku akan datang kembali.








Rabu, 30 Desember 2015

KE BALI LAGI YUUK...!!

Bali selalu membuat kita ingin kembali. Dari survei kecil-kecilan ke teman-teman , rata-rata mereka ke Bali lebih dari satu kali. Suasana Bali selalu mengundang untuk kembali pergi.  Apa sih yang membuat kita tak bosan ke Bali ?. Ada yang mengatakan alamnya  indah , penduduknya toleran dan "welcome " terhadap  pendatang, aman, budaya Bali unik. Ada juga yang menjawab Bali identik dengan kebebasan berekspresi. Di Bali kita bisa memakai baju yang menurut kita nyaman, tanpa memikirkan apa kata orang. Kita bisa bebas jalan-jalan memakai baju kedodoran, celana pendek yang nyaman tanpa memikirkan bentuk badan, asal kita nyaman...so what gitu loh !. O ya..ada yang bilang berada di Bali serasa berada di luar negeri, di negara para Bule, karena di tempat wisata tertentu lebih banyak turis bule dibanding turis lokal.

Saat ini aku kembali Ke Bali. Diajak teman, ada tawaran promo tiket pesawat Surabaya- Denpasar PP dan menginap 2 malam di hotel The Heaven Seminyak Rp. 1.300.000,-. Berangkat hari Sabtu, Senin balik ke Surabaya, hanya cuti sehari. It 's okay !. Berlibur dan leyeh-leyeh sebentar di Bali.
The Heaven Hotel Seminyak Bali

Hasil browsing dari internet mengatakan, kalo kita ingin merasakan suasana desa asli Bali pergilah ke Desa Penglipuran.
Okay...yuk kita ke Desa Penglipuran !.

Desa Adat Penglipuran
Desa Penglipuran Bangli

Lokasinya berada di Kubu, kabupaten Bangli, satu kabupaten dengan Kintamani dan gunung Batur serta tidak jauh dari lokasi wisata Ubud.
Perjalanan dari bandara menuju desa Penglipuran lancar, tidak terlalu ramai cenderung sepi.  Di pertigaan menuju desa Penglipuran ada penjual jajan pasar sedang dikerumuni pembeli. Nyobain yuk..jajan pasar di Bali. Jajan pasar yang dijual mirip jajan pasar di Jawa ada klepon, klanting dan gendar lupis. Tapi ada yang beda, jajanan semacam lupis berwarna putih dan di dalamnya ada pisang cacah. Cara makannya ditaburi kelapa parut dan gula kelapa cair yang di dalamnya ada nangka yang diiris kecil-kecil.  Enak juga...apalagi udara sejuk membuat perut lapar .
Padahal tadi dari bandara kita sudah mampir sarapan nasi ayam betutu.
Di meja dekat jajan pasar ada minuman dalam kemasan air mineral, berwarna hijau tua dan kuning. Nama minuman tersebut loloh cemcem minuman khas desa Bangli, rasanya asam dan sedikit pedas tapi menyegarkan. Warna hijau efek dari daun cem cem bahan baku minuman tsb, sedangkan yang kuning dibuat dari kunyit putih kata ibu yang jual. Mungkin memakai campuran kunyit untuk memberi efek warna kuning, selain kunyit putih.
Loloh Cemcem

Perut sudah kenyang, tubuh kembali segar, kita melanjutkan perjalanan ke Desa Penglipuran.
Di dekat pintu gerbang desa disediakan lahan parkir yang cukup luas, kendaraan dan mobil tidak boleh masuk lokasi desa. Kita berkeliling desa dengan berjalan kaki, jalanan naik dan turun dihubungkan dengan tangga, dikiri kanan tumbuh pohon dan bunga-bunga bermekaran berwarna cerah yang tumbuh subur.Udara bersih dan sejuk, desa ini berada di ketinggian 600 - 700 meter di atas permukaan laut.
Bentuk rumah penduduk hampir sama, atap rumah dan dinding rumah menggunakan bambu, lebar pintu gerbang yang hanya muat untuk satu orang dewasa. Di masyarakat Bali pintu ini disebut angkul-angkul.

Luas desa sekitar 112 hektar dan tidak semua lahan desa digunakan sebagai rumah penduduk, sekitar 40 % dari lahan desa adalah hutan bambu. Menebang pohon bambu di desa ini tidak boleh sembarangan harus ijin ke tokoh masyarakat setempat.

Selain memiliki budaya menghormati alam, penduduk desa Penglipuran Bali juga memiliki budaya dan tradisi menghormati wanita. Adan aturan desa yang melarang pria melakukan poligami, jika ketahuan melakukan poligami maka akan mendapatkan hukuman dikucilkan dari desa.

Desa ini juga memiliki budaya hukuman untuk pencuri. Bagi yang ketahuan mencuri, akan dihukum harus memberikan sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu ayam yang berbeda di 4 pura leluhur mereka. Dengan cara ini, semua penduduk desa akan mengetahui siapa yang mencuri,  tentu saja pencuri tsb akan malu karena menjadi bahan pembicaraan seantero desa.

Di dalam desa ini ada setra atau kuburan. Walaupun penduduk desa Penglipuran Bali memeluk agama Hindu tapi penduduk desa Penglipuran Bali tidak mengenal upacara pembakaran mayat, jadi mayat langsung dikubur.

Budaya pengelompokan dari tata ruang desa sangat terlihat disini. Di bagian utara dan letaknya lebih tinggi dari rumah penduduk terdapat pura Desa yang disebut pura Penataran.

Desa ini selain udaranya sejuk dan bersih, bebas dari sampah, di kiri dan kanan jalan disediakan tong sampah, tidak ada sampah yang berserakan.
Tidak ada pedagang kaki lima yang memaksa kita untuk membeli barang dagangannya. Jika kita mampir ke rumah penduduk , mereka akan memperlihatkan hasil karyanya jika mau beli silahkan, tidak ada upaya agar kita membeli. Kondisi ini kontras dengan di Kintamani, pedagang kaki lima menawarkan barang dengan agresif dan sedikit memaksa.

Menjelang Hari Raya Galungan yang diperingati setiap enam bulan sekali, desa makin cantik dengan hiasan penjor di tiap-tiap rumah. Rombongan gadis dengan pakaian adat yang membawa banten menuju pura membuat adat Bali makin kental terasa.
Desa Penglipuran Bangli

Setelah puas berkeliling desa adat Penglipuran kita kembali ke parkiran mobil untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.



Senin, 30 November 2015

JALAN JALAN KE GUA GONG DI PACITAN

Pintu Masuk Gua Gong
Bayangan beberapa orang ketika  mendengar kata gua adalah lubang gelap, dalam  dan lembab, berada di perut bumi dengan  suasana menyeramkan dan mencekam. Demikian juga yang ada dalam pikiranku tentang gua di masa lalu , bayangan tersebut berubah ketika liburan sekolah aku pergi ke gua Jatijajar ternyata gua itu indah dan tidak menyeramkan. Sejak saat itu bagiku gua tidak selalu menyeramkan.

Saat ini aku bersama group jalan-jalan SIMP Surabaya dari pantai Klayar Pacitan menuju gua Gong. Bus tidak bisa masuk ke lokasi gua Gong  karena jalan sempit. Kita bisa berjalan kaki atau naik ojek menuju gua Gong. Mengingat faktor "U" (umur) dan jalan menuju lokasi gua Gong agak menanjak, kita  memutuskan naik ojek, tarif sewa ojek hanya Rp 5.000,- per orang dan tiket masuk lokasi gua Gong per orang Rp. 12.000,-.
Gua Gong Pacitan

Turun dari ojek kita naik beberapa anak tangga dan  melewati jalan kecil yang diapit oleh toko-toko kecil di kiri dan kanan. Ada bermacam-macam barang yang dijual mulai dari makanan, batu akik dan berbagai macam souvenir. Mendekati lokasi gua Gong banyak orang menawarkan jasa sewa senter dan guide untuk memasuki gua Gong.

Goa Gong  berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, sekitar 37 km ke arah barat dari pusat kota Pacitan. Dikelilingi oleh pegunungan, di sebelah utara ada gunung Manyar, di sebelah selatan gunung Karang Pulut, di sebelah timur Gunung Gede, dan di sebelah barat ada gunung Grugah. Keempat gunung ini semuanya gunung non-aktif.
Ada Pagar dan Tangga di dalam Gua Gong


Kedalaman gua kira-kira  256 meter, cukup dalam, bayangkan jika tinggi rumah rata-rata 3 meter, artinya 85 kali tinggi rumah, tetapi arahnya ke bawah, ke dalam perut bumi. Tetapi jangan khawatir ada tangga dan pagar untuk memudahkan kita menyusuri gua.  Kipas angin berukuran  besar dipasang untuk mengurangi hawa panas gua, walaupun udara panas di dalam gua belum mampu dihalau seluruhnya , lumayanlah....
Di sudut-sudut gua dipasang lampu TL berwarna putih membuat  kita dapat melihat sekeliling gua tanpa bantuan senter.
Sendang Di Gua Gong

Di dalam gua ada 5 sendang ( kolam alam) , yaitu Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, sendang Kamulyan, dan sendang Ralung Nisto yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Mengapa dinamakan gua Gong ? Menurut warga sekitar, mereka sering  mendengar adanya suara gema tabuhan seperti suara gong yang berasal dari dalam goa. Gong adalah salah satu alat tabuh dalam kesenian gamelan Jawa. Suara gong dari dalam goa dihasilkan dari pantulan bunyi tetesan air alam goa yang menimpa batuan stalaktit atau stalagmit goa tersebut. Bunyinya terdengar harmonis dan indah, gong terdengar jelas saat suasana hening dan sepi.

Gua Gong merupakan goa terindah di Asia Tenggara. Memiliki stalagmit dan stalaktit berumur ratusan tahun bahkan ribuan tahun yang silam.Ukuran Stalaktit dan Stalagmit-nya beragam, terlihat menjulang dan kokoh menempel di lantai atau langit goa.

Stalaktit dan stalagmit tumbuh memanjang melalui proses alami akibat reaksi oksidasi atau reaksi kimia antara udara dengan air. Rata-rata pertumbuhan panjang stalaktit dan stalagmit di goa ini berkisar antara 0.1 hingga 0.13 mm per tahun. Bisa dibayangkan begitu panjang waktu yang diperlukan untuk membentuk stalaktit dan stalagmit ini.  Warisan alam yang indah, yang  patut kita jaga agar tidak ada tangan-tangan yang merusak.

Apa beda stalaktit dan stalagmit ?  Dari segi  bentuk stalaktit  membentuk batuan runcing ke bawah, sedangkan stalagmit membentuk batuan runcing ke atas, kata guide gua Gong.
Foto Di dalam Gua Gong

Waow. indah sekali  stalaktit dan stalagmit-nya, sayang sekali hanya disinari lampu TL putih. Pasti akan lebih indah bila disinari lampu warna-warni dengan penataan cahaya yang pas, apalagi jika ada musik bernuansa alam yang mengalun lembut dan sirkulasi udara di gua diatur sehingga tidak panas dan lembab.  Keindahannya bisa bersaing dengan gua-gua lain yang terkenal di dunia !!!
Stalagtit

Menurut penduduk di lokasi gua Gong, saat ini pemerintah daerah Pacitan sedang membangun infrastruktur . Seharusnya ada lampu warna-warni , saat ini sedang perbaikan instalasi sehingga lampu warna-warni padam.
Kita doakan  bersama, semoga gua Gong setelah dilengkapi infrastruktur yang memadai bisa menjadi tujuan wisata yang terkenal di dunia.

Setelah puas melihat isi gua Gong, kita keluar. Duh...baru terasa perut kita lapar. Kita terlambat makan siang. Ada aroma sedap menyeruak di udara, sepertinya  tahu, tempe dan pisang sedang digoreng, membuat perut kita makin terasa lapar. Ternyata aroma sedap tersebut berasal dari warung yang berjualan  berbagai macam gorengan . Mampir yuk.. !! Nikmatnya.. makan tahu goreng yang masih  panas dengan lombok rawit dan dicocol sedikit petis. Setelah puas makan aneka gorengan, kita makan jeruk bali dari Madiun yang telah dikupaskan pemilik warung . Begitu jeruk selesai dikupas, langsung kita serbu beramai-ramai . Ehmmm enak dan segaar.... jeruknya manis dan juicy ( airnya banyak ).

Pesona alam gua Gong yang memiliki stalaktik dan stalagmit yang begitu mempesona telah kita nikmati, perut sudah diisi tahu goreng, tempe goreng dan jeruk bali yang juicy. Hari sudah menjelang menjelang sore, kita langsung menuju ke penginapan " Surfing Bay Cottage " di pantai Teleng Ria. Nanti malam kita akan makan sea food sepuasnya, "all you can eat ".

Besok pagi kita akan mampir ke rumah mantan presiden RI, SBY ( Susilo Bambang Yudhoyono) yang berada di kota Pacitan.

Sampai di sini dulu ceritanya. Amit mundur. Sampai jumpa dalam cerita selanjutnya.

Senin, 19 Oktober 2015

BETWEEN BELITUNG AND BANGKA

Batu Batu Di Pantai Turun Aban
Ketika pulang dari Babel ( Bangka dan Belitung ), ada beberapa orang bertanya : " Antara  Belitung dan Bangka mana yang lebih bagus? ".
Terus terang agak sulit menjawab pertanyaan mereka, yang pertama persepsi bagus masing-masing  orang berbeda, yang ke dua saat aku berada di Belitung udara cerah tidak ada kabut asap, saat tiba di Bangka kita disambut kabut asap sampai meninggalkan Bangka masih ada sisa-sisa kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatra Selatan.
Batu Kejepit Di Pulau Putri

Kabut asap di Bangka membuat langit menjadi kelabu, sepanjang hari matahari tertutup kabut, hasil foto tidak bagus dan buram, air laut dan langit berwarna abu-abu.
Kabut asap telah merusak segalanya, udara menjadi kotor, kita tidak bisa bernafas dengan lega, pemandangan jadi buram dan hasrat jalan-jalan menjadi pudar, "mood" jadi berkurang.
Rasa nyaman kita terganggu gara-gara kabut asap terbang tertiup angin sampai ke pulau Bangka.
Semoga saja pelaku pembakaran hutan segera ditindak tegas dan tahun depan sudah tidak ada kabut asap lagi.

Orang Orang Di Belitung dan Bangka

Ada persamaan antara orang Belitung dan Bangka, mereka ramah, jujur dan gemar menolong.
Saat kita membutuhkan informasi tentang kuliner atau tempat wisata atau apapun tentang daerah tersebut , kita tidak perlu browsing ke mbah "Google".
Selain tidak semua data ada di internet, penjelasan dari penduduk lebih akurat dan detail. Mereka akan dengan senang hati menjelaskan, mencatatkan dan jika diperlukan mengantarkan kita sampai tempat tujuan, sambil tak lupa memberi nomor HP dengan pesan kita bisa menghubungi jika ada kesulitan selama di Belitung dan di Bangka. Mantaapp..sekali kan !!Mereka melakukan dengan tulus hati. Aah..aku terharu, seolah-olah menemukan saudara baru di Belitung dan Bangka.

Sepeda motor dengan kunci kontak yang masih menempel ditinggal begitu saja oleh pemiliknya,  mobil dengan kaca jendela masih terbuka dan kunci masih menempel ditinggal pengemudi masuk toko untuk belanja, itu sudah merupakan pemandangan yang biasa. Wah..kalo di Surabaya sudah langsung diselamatkan oleh pencuri alias hilang.
Toko perhiasan berbagai jenis  batu- batuan menggelar dagangannya begitu saja tanpa pengawasan yang berarti, padahal harga per batu bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Pengunjung dengan leluasa melihat dan mencoba perhiasan berbagai jenis batu-batuan.

Penduduk saling mengenal, mereka akan terkucilkan apabila berbuat tidak baik, mereka akan berpikir berkali-kali sebelum berbuat jahat, demikian penjelasan seorang pemilik toko saat kita tanya.

Kuliner Di Bangka
Rasa kecewa karena kabut asap terobati dengan kuliner Bangka yang terkenal enak dan sea foodnya yang segar.
Di pinggir sebuah pantai dijual rajungan yang masih segar, kakinya masih bergerak-gerak menendang - nendang.
Rajungan Segar

Kita membeli rajungan tersebut, kemudian minta ibu pemilik warung di pinggir pantai untuk memasak dan membuat sambal.
Rajungan dimakan beramai-ramai dicocol sambal jeruk,  sambil diiringi musik alam deburan ombak....!!
Daging rajungannya kenyal, tebal-tebal, segar ada sedikit rasa manis bercampur gurih.
Wao....rasanya..wuenak..sepertinya ini rajungan yang paling enak aku makan seumur hidupku.
Eunak Tenan Rajungannya

Selain seafood, kuliner yang enak adalah mie Bangka, martabak, otak-otak dan es kacang merah di Belinyu.
Bagi non muslim, babi panggangnya enak, krispy dan bumbunya enak.

Wisata Di Bangka
Ada banyak pantai di sepanjang daerah Sungai Liat dan Belinyu, ada pantai Matras, Pantai Tikus, Pantai Rambak, Pantai Turun Aban dan masih banyak pantai lainnya, sayang sekali langit berwarna kelabu tertutup kabut asap, sehingga keindahan pantai bersembunyi dibalik kabut asap.

Kita sempat mampir di vihara besar di depan pantai Tikus, bangunannya bulat mirip kuil-kuil di Jepang, pagarnya putih berkelok-kelok mirip pagar di istana musim panas di Beijing.
Vihara Depan Pantai Tikus

Di Belinyu ada gua Maria yang terkenal, di tamannya banyak pohon-pohon rindang, akarnya membentuk sulur-sulur cantik.
Di depannya ada penjual otak-otak belinyu " Afung" rasanya enak demikian juga es kacang merahnya.
Taman Di Gua Maria Belinyu

Setelah jalan-jalan di Bangka, tiba waktunya untuk pulang kembali ke Surabaya.
Sehari sebelum pulang kabut asap kembali datang, hari itu banyak pesawat batal terbang terhalang kabut asap, sore menjelang malam turun hujan menghalau pergi sang kabut asap. Malam itu pesawat baru bisa terbang jam 21.00 WIB.
Untunglah keesokan harinya jam 11.00 siang pesawat kita bisa terbang sesuai jadwal tanpa terhalang kabut asap.
Thanks God !! Terimakasih teman-teman, sampai jumpa di perjalanan berikutnya..dag..dag..dag...






Senin, 12 Oktober 2015

BELITUNG : MENIKMATI PULAU LASKAR PELANGI DAN AHOK

Keindahan pulau Belitung telah tersebar seantero dunia berkat novel karangan Andrea Hirata yang dibuat 10 tahun yang lalu dan saat ini telah diterjemahkan ke 34 bahasa asing dan diterbitkan di lebih 130 negara di dunia.
Pulau Belitung makin terkenal sejak Ahok yang lahir di Belitung menjadi pejabat publik di DKI yang terkenal  berani , vocal dan jujur.
Aku makin penasaran ingin ke Belitung, karena pernyataan Ahok : Di Jakarta tidak ada "sea food " yang enak dan segar, seenak di Belitung, sampai sekarang Ahok selalu makan sea food yang didatangkan dari Belitung.
Wow...makin penasaran kan ?.

Saat semua akomodasi ( tiket pesawat, hotel ) sedang diproses muncul berita kabut asap yang membuat sebagian penerbangan tidak bisa berangkat.
Sebagian teman menjadi ragu dan urung berangkat. Akhirnya tinggal peserta yang nekad, tetap issued tiket pesawat dan hotel.
Semboyan kita : "Whatever will be will be ".

Tanggal 2 Oktober 2015, kita berangkat naik pesawat Garuda dari Surabaya menuju Jakarta kemudian ke Tanjung Pandan Belitung.
Penerbangan dari Jakarta ke Tanjung Pandan Belitung hanya 44 menit, lebih dekat dibanding Surabaya - Jakarta yang 1 jam 10 menit.
Akhirnya pesawat terbang tanpa terhalang kabut asap, angin telah membawa kabut asap pergi.

Mobil yang kita sewa sudah tiba di bandara H.A.S Hanandjoeddin Tanjung Pandan.
Bandara Tanjung Pandan kecil, lebih mirip terminal bus.
Sebelum menuju mobil, kita berhenti berfoto sebentar di bandara, kemudian menuju mobil yang sudah siap mengantar kita menjelajah dan kuliner di pulau Belitung.

Dalam perjalanan kuliner makan siang, kita mampir ke pertambangan kaoline.
Kaoline adalah serbuk putih yang merupakan bahan baku pembuat keramik.
Bekas galian kaoline membentuk lubang besar berisi air biru tosca kontras dengan warna putih bersih di sekelilingnya.
Sekilas mirip sebuah danau yang indah, padahal itu merupakan bekas galian tambang.
Lubang Tambang Kaoline

Di seberang lokasi tambang kaoline terdapat gundukan kaoline yang membentuk bukit-bukit berderet. Jika kita memandang dari jauh mirip pemandangan  pegunungan Rockies Mountain di Canada yang sedang berselimut salju...
Di depan Gundukan Kaoline

Dari tambang kaoline kita menuju depot mie Atep yang terkenal di Belitung dan ternyata lokasi depot tersebut berdekatan dengan hotel Central City 1 tempat kita menginap.
Kita check in dulu yuk ! Supaya ga bawa koper kemana-mana.
Semua koper kita turunkan, titip ke hotel, cukup bawa diri dan dompet menuju depot mie Atep.
Tampilan mie Atep mengundang selera dengan emping blinjo dan udang besar dan segar di atasnya.
Wah..koq "taste"nya manis ya..kita beri perasan jeruk dan sambal supaya seger, makan bersama krupuk ikan..
Wao yummy...walaupun menurutku rasanya terlalu manis.
Mie Atep Belitung

Perut sudah kenyang, badan kembali segar, kita lanjut perjalanan ke Belitung Timur ke rumah Ahok dan museum kata "Laskar Pelangi".
Jalanan menuju Belitung Timur mulus beraspal, tidak ada lubang sedikitpun, lalu lintas lancar hanya sekali-kali mobil lewat.
Di kiri- kanan jalan ada rumah-rumah penduduk beratap seng dengan halaman yang luas, antara rumah dan rumah dipisahkan halaman yang luas.
Sepertinya harga seng di Belitung lebih murah daripada genteng sehingga hampir semua rumah beratap seng.
Di sekeliling rumah penduduk tumbuh tanaman perdu dan pohon-pohon kecil, tanah di Belitung tidak terlalu subur.
Menurut penjelasan pak sopir sebagian sayur seperti wortel dan kentang didatangkan dari Jakarta.
Sayuran dari Belitung hanya sayuran yang bisa hidup dicuaca panas seperti sawi-sawian.

Akhirnya kita sampai di rumah Ahok, rumah putih bertingkat dua yang besar dengan halaman yang luas.
Di halaman depan tumbuh bermacam-macam bunga anggrek, mama Ahok penggemar bunga anggrek.
Di halaman samping rumah difungsikan sebagai sentra usaha kecil menengah yang menjual batik, souvenir khas Belitung, lada ( mrica ) Belitung dll.
Di seberang rumah Ahok ada Kampung Ahok, rumah khas Belitung yang difungsikan sebagai cafe menjual kue dan minuman resep mama Ahok.
Belitung begitu cerdas mengemas lingkungan Ahok sebagai obyek wisata.
Di Depan Rumah Ahok

Puas keliling kampung Ahok, kita menuju ke sekolah Muhammadiyah, sekolahnya Andrea Hirata pengarang Laskar Pelangi.
Bangunan sekolah yang sangat sederhana..maaf..lebih mirip kandang ayam, namun di tempat yang amat sangat sederhana ini telah mencetak orang sekaliber Andrea Hirata, seorang anak kuli timah yang berhasil bersekolah ke manca negara melalui jalur beasiswa, pergi keliling dunia dan karyanya beredar di lebih 130 negara di dunia.
Aku kagum dan salut untuk Andrea Hirata, kemiskinan, lingkungan terpencil dan sederhana tidak memupuskan cita-cita yang pernah ditanamkan oleh guru-guru sederhana di sekolah yang hampir rubuh.
Di sebelah bangunan sekolah ada sebuah museum kata Andrea Hirata yang ditata apik secara kreatif.
Foto yuk..dengan lukisan Andrea Hirata dan karya-karyanya.

Tak terasa hari sudah menjelang sore, kita menuju daerah Manggar di sana berjajar warung-warung kopi, ngopi yuk..
Kopinya mantap, diminum sambil makan pisang goreng, singkong goreng, empek-empek...wao maknyusss.
Tak jauh dari Manggar ada pantai Tanjung Pendam, perut udah kenyang..saatnya menikmati sunset di Tanjung Pendam.
Kita foto dengan memegang matahari sunset..wow..ada awan..mataharinya tertutup awan..
Ayo...tunjukkan ekspresimu... gaya bebasss...Kalo sudah begini faktor "U" diabaikan...faktor U kan hanya ada di KTP..
Saat traveling...tinggalkan faktor "U"...ha..ha..ha..
Sunset Di Tanjung Pendam

Wow..angin laut menerpa dan menerbangkan rambut dan selendang...ayo..tangkap matahari..
Bermain di pantai, badan jadi lengket-lengket..ayo kita ke hotel dan mandi lalu kita makan sea food dan jalan-jalan cari batu satam, batu kinyang air, kinyang karang.

Ahok memang benar, sea food Belitung memang segar dan ueenakk !
Urusan batu-batuan aku ga tau, kata teman, di Belitung tempatnya batu segala jenis kinyang..
Hari ini kita sudah ke kampung Ahok, Laskar Pelangi, ngopi di Manggar, lihat sunset di Tanjung Pendam dan jelajah kota Tanjung Pandan di waktu malam.
Kita istirahat dulu ya...besok kita "island hopping", jalan-jalan dari pulau ke pulau.
Good nite all my friends.. C U..




Minggu, 27 September 2015

SAM PO KONG SEBUAH REALITAS BHINNEKA TUNGGAL IKA

Pintu Gerbang Sam Poo Kong
Dalam perjalanan menuju bandara Semarang, di pojok jalan di antara sungai yang lebar, berdiri kokoh kompleks bangunan berwarna merah mencolok , warna merah khas kelenteng.
Bangunan tersebut bernama Sam Poo Kong atau Gedong Batu berada di jalan Simongan Raya 129 Semarang Barat.
Konon ceritanya pada awal abad ke 15 merupakan sebuah gua batu yang besar yang berada di bukit batu, cerita versi lain mengatakan bahwa sebutan Gedong Batu berasal dari kata Kedong Batu, artinya tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai Kaligarang.
Orang Indonesia keturunan China menganggap bangunan tersebut adalah sebuah kelenteng karena bentuknya memiliki arsitektur bangunan China sehingga mirip sebuah kelenteng.
Di dalam gua batu ada sebuah altar dan patung-patung Sam Po Tay Djien.
Laksamana Cheng Ho ( Zheng He ) adalah seorang muslim oleh sebagian penganut Kong Hu Cu atau Tao dianggap dewa yang dapat memberikan pertolongan kepada mereka.
Sam Poo Kong

Sekitar abad ke 15 Laksamana Cheng Ho  berlayar  melintasi laut jawa,  ditengah perjalanan banyak awak kapal yang jatuh sakit, kemudian mereka membuang sauh dan singgah di pantai utara Semarang.Mereka berlindung di sebuah goa dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi kelenteng yang bernama Sam Poo Kong.
Sekarang bangunan tersebut berada di tengah kota Semarang  akibat pantai utara Jawa  mengalami pendangkalan dan proses sedimentasi sehingga daratan semakin bertambah luas ke arah utara.

Laksamana Cheng Ho melanjutkan pelayarannya,  tetapi banyak awak kapal yang tidak ikut serta. Mereka tinggal di desa Simongan dan kawin dengan penduduk setempat.
Mereka bersawah dan berladang di tempat itu. Mereka memberikan pelajaran bercocok-tanam serta menyebarkan ajaran-ajaran Islam.
Seorang juru mudi dari kapal Laksamana Cheng Ho meninggal dan dimakamkan di dalam kelenteng ini.
Bangunan Sam Poo Kong

Bangunan Sam Poo Kong terdiri atas beberapa bagian yaitu Kelenteng Besar dan gua Sam Poo Kong, Kelenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan (Kyai Juru Mudi, Kyai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng).
Kelenteng besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan.
Gua memiliki mata air yang tak pernah kering dipercaya sebagai petilasan  tempat laksamana Cheng Ho tinggal ketika di Semarang.
Bentuk bangunan kelenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun.
Berbeda dengan tipe kelenteng yang lain, klenteng ini tidak memiliki serambi yang terpisah.

Saat ini Sam Poo Kong menjadi  salah satu tujuan wisata, tempat ziarah maupun tempat pemujaan atau sembahyang .
Di sebelah pintu masuk ada sebuah loket penjualan tiket, harga tiket masuk Rp 3.000,- per orang, cukup murah.
Apabila kita ingin masuk ke bagian dalam kelenteng tetapi tidak bersembahyang, kita harus membeli tiket , tiket untuk turis lokal Rp. 20.000,- sedangkan tiket untuk turis asing Rp 30.000,-.
Jika akan bersembahyang cukup beli hio dan tidak perlu membeli tiket masuk klenteng.

Masuk pintu gerbang kita disambut dengan pohon-pohon rindang yang dihiasi lampion- lampion warna merah, di bawah pohon banyak bangku-bangku warna merah.
Pengunjung cukup beragam, ada rombongan muslim berpakaian hijab dan berbaju koko, ada wajah-wajah oriental yang sedang bersembahyang dengan hio.
Pada sudut lain, sebuah stand kain batik dengan aneka ragam motif.
Di sisi lain rombongan muslim sedang sibuk berfoto dengan baju ala Kaisar China dan Permaisuri Kaisar, dengan wajah berseri-seri berfoto dengan latar belakang Klenteng Sam Poo Kong.
Para pengunjung saling tersenyum, kadang saling menyapa, Dari mana ? Mau sewa baju juga ?
Wajah - wajah ramah saling bertukar sapa, bergantian berfoto dengan "background" bangunan di sana.

Laksamana Zheng He ( Cheng Ho ) penyebar agama Islam di Indonesia yang rohnya juga merupakan dewa bagi penganut Kong Hu Cu, membuat suasana Bhinneka Tunggal Ika tercipta.
Di sini, di Sam Poo Kong ada sebuah realitas Bhinneka Tunggal Ika.

Rabu, 16 September 2015

STANLEY PARK, TAMAN KOTA VANCOUVER

Stanley Park
Aku suka taman. Udara segar taman, suara kicauan burung, keteduhan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran membuat hati damai.
Pada tahun 2000 an ada sebuah film " Autumn in New York" yang menampilkan keindahan Central Park New York.
Pemandangan Central Park di film tersebut bagus banget !. Membuat aku ingin pergi ke Central Park .
Dan sampai sekarang keinginanku ke Central Park belum terwujud...
Map Stanley Park

Saat ke Vancouver aku sempat menyambangi Stanley Park yang merupakan salah satu taman kota terbesar di dunia.
Stanley Park berada di tengah kota,  dengan luas kira-kira 405 hektar lebih luas 60 hektar dibanding Central Park...Mantaap !!
Aku merasa keinginanku ke Central Park New York terwakili dengan mengunjungi Stanley Park.
View Stanley Park

Banyak jalan masuk menuju Stanley Park dari berbagai sisi.
Agar kita merasakan sensasi betapa luasnya  Stanley Park, kita menyusuri Stanley Park dari sisi luar dengan naik mobil.
Senja Di English Bay

Sepanjang jalan  kita  melewati deretan pohon cemara, pohon cedar dan hemlock terkadang kebun bunga dan kemudian sebuah pantai yang menjulur menuju Samudra Pasific.
Pantai ini terkenal dengan nama English Bay, di tepi pantai ada bangku-bangku menghadap pantai dan ornamen dari batu-batu bersusun.
Di seberang jalan ada patung-patung berwarna perunggu dengan berbagai ekspresi.
Patung Dengan Berbagai Ekspresi

Di kawasan hutan kecil dan jalan menanjak banyak orang bersepeda, berlari atau sekedar berjalan-jalan.
Dari balik pohon hutan kecil terkadang muncul tupai, berang-berang dan anjing hutan.
Di Brockton Point ada tiang totem yang diukir yang merupakan kebudayaan orang asli Canada.
Totem Di Stanley Park
Di dalam Stanley Park ada akuarium terbesar di Canada, Vancouver Aquarium.
Ada juga lapangan tenis, golf, kolam renang dan taman bermain anak-anak.
Tidak jauh dari tiang totem ada danau dengan latar belakang gedung-gedung tinggi.
Background Danau dan Gedung Tinggi

Dari Prospek Point, kita dapat menikmati pemandangan indah  Lion's Gate Bridge dan North Vancouver  .
Lion's Gate Bridge sebuah jembatan yang  muncul dalam salah satu episode film " Final Destination".
Prospect Point

Banyak film Amerika dibuat dengan latar belakang pemandangan di Canada.
Konon kabarnya ijin shooting film di Canada lebih mudah daripada di Amerika.
Lion's Gate Bridge

Setelah menyusuri sisi Stanley Park dari sisi luar, kita kembali untuk berhenti dan memasuki Stanley Park dari beberapa jalan masuk.
Masuk ke area kebun mawar, bungalow dan kemudian kembali ke English Bay untuk menikmati sunset.

Stanley Park, sebuah taman kota yang indah yang telah mewakili keinginanku ke Central Park New York yang belum terwujud...
View Lion's Gate Bridge


Rabu, 09 September 2015

OUR ANGEL IN HARRISON HOT SPRINGS WATER CANADA

Harrison
Saat aku dan Fin ke Canada, teman temanku di Canada mengajak ke Harrison.
Ketiga temanku yang tinggal di Canada belum pernah ke Harrison.
Mereka berkali-kali berencana ke Harrison tetapi selalu ada kendala dan berakhir batal, ada saja halangannya.
Pernah suatu kali mereka berangkat dengan semangat, hati penuh tekad , dan dengan segala persiapan piknik. Di tengah perjalanan menuju Harrison ada "event" atau festival , jalan menuju Harrison ditutup tidak boleh dilalui,  gagal lagi  ke Harrison Hot Springs Water !.
Kali ini mumpung ada teman dari Indo datang, ayo kita ke Harrison, semoga kali ini keinginan ke Harrison dapat terwujud ! , kata temanku.

Emang ada apa sih di Harisson ? Koq kita pengen banget ke Harrison padahal udah beberapa kali gagal  menuju ke sana

Harrison merupakan kawasan wisata terpadu di British Columbia Canada,  ada pegunungan gletser, danau, sumber air panas, pantai, taman dan hutan kecil.
Berwisata ke Harrison.....menurut peribahasa: "Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui".
Sekali pergi kita bisa menikmati berbagai obyek wisata.
Okay lah kalo begitu, mari kita ke Harrison !
Bis Greyhound

Kita ke Harrison ala backpacker, naik public transportation, dari bus ke bus.
Perjalanan cukup panjang, kita mesti berangkat pagi-pagi menyesuaikan jadwal bus.

Pagi saat hari masih gelap, matahari  belum merekah, udara dingin  berselimut kabut, kita bersiap-siap ke Harrison.
Jam 3.30 AM  kita berangkat  naik mobil dari apartemen MK  menuju rumah MN dan MD.
Mobil dititipkan di rumah  MN & MD. Kemudian kita berlima berjalan menuju halte bus.

Hari masih gelap, sepi, dan berkabut...kita berjalan ngebut menuju halte bus.
Ayo jalan cepat..ngebut.. cepat..supaya dingin udara pagi tidak membuat tubuh menggigil, ayo berpacu  supaya tubuh menghasilkan kalori.
Kita tiba di halte bus dengan badan berkeringat.
Tak lama kemudian bus yang kita tunggu datang, ayo kita naik bus masukkan uang coin di kotak sebelah sopir.
Bus menuju terminal Pasific Central Vancouver, nanti kita akan ganti bus Greyhound menuju Chilliwack.
Perjalanan dari terminal Pasific Central ke Chilliwack kira-kira 2,5 jam.
Rencananya di Chilliwack kita akan ganti bus jurusan Harrison Hot Springs Water.
Harrison Lake

Ternyata, saat tiba di Chilliwack, tidak ada bus menuju Harrison Hot Springs.. Hari ini bus jurusan Harrison libur, tidak beroperasi.
Lho..lhadalah...terus  kita naik apa ke Harrison...? Mosok kita gagal lagi ke Harrison ?.

Tidak jauh dari tempat kita berdiri, kita melihat ada pangkalan atau halte taksi.
Ayo kita naik taksi aja ke Harrison, lha bus nya libur, kataku.
Sopir taksi mengatakan bahwa kita harus memakai 2 taxi karena kita berlima.
Ayo kita ngomong ke sopir taksi, kita pakai satu taksi saja, kita beri extra fee ke sopir taksi ! .
Tuh liat bangku belakangnya lebar banget, cukup untuk duduk kita ber empat ! Yang satu di depan. Pas kan ?
Tetapi semua sopir taksi menggelengkan kepala. Tidak setuju dengan ide kita.
Kita di Canada friend, bukan di Indonesia, kata temanku.
Mereka taat peraturan tidak mau melanggar peraturan.Padahal jalanan sepi dan tidak ada polisi yang patroli.
Kalo di Indonesia, mungkin masih ada celah untuk negoisasi.

Ayo kita cari taksi station wagon yang bisa muat kita berlima tanpa melanggar aturan, kata temanku.
Ternyata di halte Chilliwack tidak ada  taksi station wagon, semua mobil taksi sedan.
Kalo di Indo naik 2 taksi tentu tidak masalah, tarif terjangkau kantong kita.
Lha  di Canada tarif taksi berlipat-lipat mahalnya dibanding di Indo dan jarak ke Harrison masih cukup jauh, mau bayar berapa kita .
Taxi Christine

Setengah putus asa , aku berjalan melipir ke supermaket, di sebelah bangunan supermaket ada poster obyek-obyek wisata seputar lokasi tersebut.
Ada beberapa danau di sekitar wilayah ini...apakah kita ganti tujuan wisata ?.
Dari  map di poster tsb  ada obyek wisata yang lebih dekat dibandingkan ke Harrison,
walaupun  naik 2 taksi  mungkin masih terjangkau biayanya. Kita mulai berdiskusi ganti tujuan wisata.

Di depan supermaket ada taksi yang sedang menurunkan penumpang .
Yuk kita tanya siapa tahu taksi tersebut bersedia  mengantar kita ke Harrison , kata MD. He..he..he..MD belum putus asa juga rupanya, semangat ke Harrison masih menggelora !
Dengan ramah dan wajah riang supir taksi wanita yang sudah senior menyapa kita, " Hello......."
Kemudian MD mengatakan bahwa kita berlima akan ke Harrison, tetapi tidak ada taksi yang berani mengantar kita dalam satu mobil.
Kemudian Christine sopir taxi tsb mengatakan," Kalian jangan khawatir, saya akan mengantar kalian, apakah kalian dari Asia, dari negara mana ?."
Tetapi kalian tunggu sebentar di supermaket, saya akan ganti mobil yang lebih besar."
Ketika kita tanya berapa tarif sewa ke Harrison ? Apakah bisa jemput kami kembali nanti siang menjelang sore ?
Christine mengatakan , " Dengan senang hati, saya akan jemput kalian, dan menyebutkan angka sewa taxi yang lebih murah dari tarif normal".
Mendengar jawaban Christine, hati kita dipenuhi rasa syukur.
Thanks  God ! Akhirnya kita jadi ke Harrison.. !!!.Tuhan telah mengirim seorang malaikat dalam wujud Christine sang sopir taksi yang dengan senang hati mengantar kita ke Harrison dengan tarif ekonomis !
Horee...akhirnya kita jadi ke Harrison !

Dengan  hati riang , gembira  penuh suka cita ,kita masuk supermaket membeli tambahan bekal untuk dimakan di Harrison nanti.
Beli roasted chicken and potatoes, hot dog  dan camilan untuk bekal ke Harrison. Padahal kita sudah membawa bekal kue-kue, karena senang semangat belanja ikut terdongkrak ( ha..ha..ha..)
View Harrison

Selesai belanja kita menunggu Christine sang supir taksi di depan supermaket.
Christine datang tepat waktu sesuai janji.
Christine bercerita , dia seorang pensiunan, dia menjadi sopir taksi hanya untuk mengisi waktu luang sambil jalan-jalan , dia hobby traveling.
Sebagai seorang traveling , Christine mengerti kita akan kecewa kalo tidak berhasil ke Harrison .
Christine  dengan semangat yang tulus membantu kita dengan cara menetapkan tarif yang ekonomis , setara dengan bahan bakar yang dipakai.


Usia Christine mungkin sekitar 70 tahun ( di Canada usia pensiun 67 tahun ). Christine masih lincah, jalannya cepat dan cara nyetirnya mantap di medan yang berkelok-kelok dan jalan menanjak.
Harrison merupakan daerah pegunungan, untuk menuju ke sana kita melewati jalan berkelok dan menanjak.

Akhirnya kita dapat menikmati segala keindahan alam Harrison Hot Spring Water, berkat our angel Christine. Terimakasih Christine !