Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label perjalanan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2016

BALADA SEPATU DARI ODAIBA KE YOKOHAMA

Lebih dari setahun yang lalu , sepatu yang aku beli saat traveling belum pernah kupakai.
Sempat aku ragu saat akan membawa sepatu tersebut ke Jepang, khawatir terjadi masalah, karena lama tidak dipakai.
Tapi, kapan lagi sepatu tersebut dipakai?
Aku merasa nggak "pedhe" untuk pakai sepatu tsb di Indo, kurang pas dengan iklim Indo yang cenderung panas

Saat ini di Jepang sedang musim gugur ( autumn), sepertinya sepatu tersebut cocok dipakai saat "autumn".

Aku akan memakai sepatu tsb pas jalan-jalan ke Yokohama, saat itu kita tidak naik transportasi umum, kita naik mobilnya Ivan.
Perjalanan di Yokohama medannya tidak sulit, tidak naik turun bukit.
Kayaknya cocok deh.. sepatu boot ini dipakai saat jalan-jalan di Yokohama. Yeeess !!
Saat aku pakai sepatu itu tidak ada masalah,, nyaman-nyaman saja.

Sebelum ke Yokohama kita mampir ke Tokyo Tower dan Odaiba.
Di bawah Tokyo Tower

ODAIBA

Odaiba adalah sebuah pulau kecil buatan di Tokyo Bay.
Di sana ada Rainbow Bridge dan patung Liberty.
Rainbow Bridge menghubungkan Odaiba dengan Tokyo.
Jembatan bertingkat dua ini merupakan simbol Odaiba Island dan terlihat sangat indah dari Tokyo Deck.
Rainbow Bridge selain dilalui kendaraan bermotor, dilalui kereta Yurikamome, ada rel di atas jembatan tsb, ada pula jalur pejalan kaki.
Sepanjang pelabuhan dan Tokyo waterfront, kita dapat memandang jembatan ini. Nampak indah dan keren!
Apalagi jika malam hari, lampu-lampu berwarna warni mempercantik pemandangan Rainbow Bridge.

Di Odaiba Seaside Park ada patung Liberty.
Pada tahun 1998 saat peringatan “The French year in Japan” dipasang patung Liberty selama 1 tahun di Odaiba.
Patung tersebut menjadi populer, padahal patung tersebut harus dikembalikan ke Perancis.
Pada tahun 2000 dibuatlah replika dari patung Liberty yang berada di Perancis untuk dipasang kembali di Odaiba.
Odaiba

Dengan semangat kita foto dari Tokyo Deck dengan "background" Rainbow Bridge.
Berjalan dan naik turun tangga mencari posisi yang bagus untuk melihat pemandangan sekitar.
Tiba-tiba..saat berjalan kakiku terasa berat..aku lihat sebagian sol sepatuku lem nya terkelupas!!
Sepatuku solnya menganga seperti mulut buaya siap menerkam mangsa.
Ah..sepatuku sayang, sepatuku malang..kenapa tidak mau bertahan  !
Sol sepatu sekalian aku lepas !
Aku masukkan sol sepatu ke dalam tas plastik.
Sol sepatu sebelahnya kucoba untuk melepas agar seimbang, tetapi tidak berhasil.
Aku teringat iklan permen Mentos di televisi dulu...( ada adegan sol sepatu lepas).
Terpaksa deh.. berjalan dengan memakai sepatu tinggi sebelah, sambil nenteng tas plastik berisi sol sepatu yang lepas !
Aku tidak membawa cadangan sepatu atau sandal.
Ha..ha..ha..ini kesalahan fatal!!
Udah ragu dengan sepatu yang lama nggak dipakai, koq aku ga bawa cadangan sepatu!
Sepatuku yang lain malahan kutinggal di hotel.
Iya sudahlah..Udah kejadian, gak perlu disesali..dinikmati saja ( menghibur diri).
He..he..he..apa nikmatnya, jalan oleng sebelah !
Sol Sepatuku Lepas

Aku bertanya ke Ivan, "Apakah ada toko sepatu di sekitar daerah ini?"
"Ada mall di seberang" , kata Ivan.
"Okay, kita mampir mall dulu ya, aku akan beli sepatu, aku nggak tahan jalan kaki dengan gaya pincang !", kataku.
Akhirnya, aku beli sepatu di mall seberang Decks Tokyo Beach.
Pembelian sepatu diluar rencana ( unbudgeted).
Beli sepatu dalam situasi darurat, faktor harga terpaksa agak diabaikan !.
Sepatu yang aku beli langsung aku pakai.
Sekarang aku bisa berjalan dengan nyaman.

Karena sudah berada di mall , kita jalan-jalan sebentar di mall.
Kita mampir ke toko Hello Kitty, semua barang ditoko tsb berbentuk  Hello Kitty.
Ice cream yang dijualpun ada hiasan Hello Kitty.
Beli ice cream yuuuk ! Kelihatannya koq enak !
Ternyata memang enak, rasa green teanya muantapp !!
Di dalam mall ada museum Madame Tussauds Tokyo dan toko Uniqlo.
Di Jepang, toko Uniqlo ada dimana-mana.

Setelah keliling mall, kita melanjutkan perjalanan ke Sankeien Garden Yokohama.

SANKEIEN GARDEN
Sankeien Garden

Sankeien Garden Yokohama ini pertama kali dibuka untuk umum di tahun 1906 dan terkenal keindahannya di tiap-tiap musim.
Berada di area seluas 175.000 m persegi, Taman Sankeien selalu indah, dan memiliki keindahan yang berbeda di setiap musim.
Di akhir Maret atau awal April, taman dihiasi dengan bunga sakura bermekaran mempercantik taman ini.
Di bulan Juli dan Agustus, akan disambut dengan bunga-bunga lotus Jepang bermekaran berwarna-warni di kolam dekat pintu masuk.
Lalu di akhir musim gugur, warna-warna daun yang berubah kemerahan akan mewarnai taman ini.
Di musim dingin, bunga ume akan mekar sampai akhir Februari.

Banyak pasangan pengantin beserta keluarganya berjalan di taman, mereka menuju kuil di dalam taman untuk berdoa.
Pengantin memakai pakaian tradisional Jepang ( kimono).
Beberapa rombongan lansia jalan-jalan santai menyusuri jalan-jalan di taman.
Di tepi danau beberapa pelukis menuangkan keindahan Sankeien Garden ke dalam kanvas.
Sekali-kali terdengar cuitan burung-burung berterbangan melintasi danau.
Udara sejuk dan segar diiringi tiupan angin yang membawa hati damai.


Kita makan ramen di sebuah depot dekat Sankeien Garden.
Duduk di teras belakang , sambil makan ramen menikmati pemandangan  taman yang indah.


RED BRICK WAREHOUSE
Red Brick

Red Brick Warehouse adalah sebuah bangunan tua dengan gaya western berdinding bata merah.
Red brick warehouse dibangun pada tahun 1899 dan selesai 1905, bangunan ini sempat hancur karena Great Kanto Eartquake pada tahun 1923.
Setelah direkonstruksi digunakan sebagai tempat untuk pertunjukan, hiburan, pameran dan restoran.
Ada dua bangunan berbata merah saling berhadapan, dengan halaman luas beralas paving.
Saat kita ke sana sedang ada bazar yang diadakan kedutaan Jerman.
Bermacam-macam barang dijual di bazar tsb, ada berbagai souvenir, kerajinan tangan dan berbagai macam makanan.
Background Gedung Gedung Di Yokohama

Di belakang bangunan ada pelabuhan tempat kapal-kapal bersandar.
Di halaman gedung ada sebuah patung berbentuk  gelas berisi bir.

Di seberang jalan berdiri gedung-gedung modern.
Banyak orang Jepang yang bekerja di Tokyo bertempat tinggal di Yokohama.
Harga apartemen dan sewa apartemen di Tokyo jauh lebih mahal dibandingkan di Yokohama.

Setelah puas mengelilingi Red Brick, kita melanjutkan perjalanan ke museum ramen.

MUSEUM RAMEN YOKOHAMA.
Patung Semangkuk Ramen

Di depan museum ramen, kita disambut dengan patung semangkuk besar ramen lengkap dengan sumpit yang selalu bergerak-gerak, naik dan turun.
Kita parkir mobil di basement gedung museum ramen.
Di dalam museum berderet depot menjual  berbagai jenis ramen, suasana mirip suasana Jepang tempo dulu.
Berada di museum ramen, seolah-olah kita dibawa ke  jaman puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu.
Penerangan minim dan segala macam perabot dan ornamen model tempo dulu.

Yuk.. kita nyoba makan ramen salah satu depot di museum !.
Ternyata cara beli ramennya tidak kuno, pakai mesin.
Di depan depot ada mesin untuk pesan ramen, design mesinnya kuno, namun cara operasinya modern.
Cara pesan ramen : masukkan uang di mesin, lalu pilih menu,  dari mesin tsb akan keluar kertas struk beisi pesanan kita.
Jika uang kita lebih, mesin akan memberikan kembalian uang, bila uang yang kita masukkan kurang, maka struk pemesanan tidak bisa keluar sampai kita isi uang lagi.
Oya..jangan khawatir bingung milih menu, di samping mesin ada nomor urut menu beserta gambar ramen dan keterangan dalam bahasa Inggris.
Kita masing-masing pesan menu yang berbeda, agar bisa merasakan berbagai macam menu.
Kertas struk kita serahkan ke koki depot,  ramen  segera dimasak lalu diantar ke meja kita masing-masing.
Rasa ramennya ada yang enak, tapi ada yang terlalu asin.

Ada beberapa lantai di gedung museum ramen, di kiri dan kanan gedung ada tangga model bahelula ( kuno banget). Selain tangga di sisi tersembunyi ada lift.
Lantai paling atas,  di design modern, ada ornamen berbagai macam mie instan yang diproduksi di jaman modern.
Kita tidak sempat berkeliling di lantai paling atas, hanya melihat-lihat sebentar.
Hari telah larut malam, besok kita harus bangun pagi-pagi benar, besok kita akan ke gunung Fuji.
Dari lantai paling atas kita turun lewat lift ke basement tempat parkir mobil.

Hari ini perjalanan kita di Yokohama berakhir di museum ramen.
Good nite all my friends ! Istirahat dulu ya..!
Good nite sepatu bootku, selamat istirahat sepatu boot ku sayang sepatuku malang...!!






Kamis, 17 November 2016

JALAN JALAN KE GUNUNG FUJI

Fujiyama
Berkunjung ke Jepang terasa belum lengkap jika kita belum ke gunung Fuji.
Setelah mengelilingi kota Yokohama dan makan malam di museum ramen Yokohama, di dalam mobil menuju penginapan kita diskusikan rencana perjalanan kita besok pagi ke gunung Fuji.

Hallo..teman-teman, kita besok ke Kawaguchi Lake, Oishi Park, Gunung Fuji Level 5, Gotemba dan Hakone.
Kita berangkat jam 5 pagi ya..supaya cukup waktu untuk explore gunung Fuji, kata MK setelah berdiskusi dengan Ivan.
Okay semuanya ya....! Deal !, Sepakat ya ! Siip !.

Walaupun secara garis besar kita sudah membuat "itinerary", setiap malam kita selalu memastikan rencana perjalanan untuk keesokan harinya.
Demi komunikasi yang baik dan demi kekompakan team ( ceileeeh..).

GUNUNG FUJI
Background Fujiyama

Jarak dari Tokyo menuju gunung Fuji sekitar 150 kilometer, lumayan juga ya..
Kemarin kita rencana berangkat jam 5.00 AM selain agar kita bisa berlama-lama di gunung Fuji, juga menghindari macet.
Jam 4.45 AM, Ivan sudah datang bersama mobilnya di depan penginapan.
O ya..Ivan adalah orang Indonesia, yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jepang. Papanya orang Jepang sedangkan mamanya orang Surabaya.

Jam 5.00 AM kita berangkat menuju kawasan gunung Fuji.
Lalu lintas belum ramai, keramaian didominasi orang- orang berbusana kerja berjalan di atas trotoar dengan langkah cepat dan lebar.
Tidak ada orang yang berjalan dengan santai sambil ngobrol, semua bergerak cepat fokus pada tujuan masing-masing.
Orang Jepang terkenal disiplin dan pekerja keras.

Ivan bercerita tentang gunung Fuji, tinggi gunung Fuji kurang lebih 3.776 meter dengan bentuk segitiga simetris ( symmetrical cone).
Lokasi gunung Fuji berada di sebelah barat Tokyo di antara Shizuoka dan Yamanashi.

Mt Fuji 5 st

Di gunung Fuji ada beberapa tingkat (stage) atau titik-titik pemberhentian sebelum mencapai puncak.
Tempat tertinggi yang bisa dicapai apabila kita naik mobil adalah level ( stage) 5, nanti kita akan ke sana.
Gunung Fuji dikelilingi oleh lima danau yakni Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu dan Shoji.
Oleh masyarakat Jepang, gunung Fuji dianggap sebagai gunung yang suci, tempat bersemayan para dewa. Setiap musim semi dewa akan turun membawa kesuburan dan berkah untuk para petani.
Selain Fuji, gunung Tate dan gunung Haku juga dipercaya sebagai gunung yang suci.
Gunung Fuji dikenal sebagai gunung yang pemalu, tidak setiap saat menampakkan dirinya, kadang tertutup kabut dan samar-samar, tidak terlalu jelas, beda dengan gambar di kartu pos.
Untunglah saat itu udara cerah, kita dapat menikmati indahnya gunung Fuji.
Background Gunung Fuji

KAWAGUCHI LAKE
Kawaguchi Lake

Dari lima danau yang ada di gunung Fuji, Kawaguchi adalah danau paling besar.
Mampir yuk ke sana..!
Saat keluar dari mobil disambut oleh dinginnya udara pagi..bbrr..brrr !
Perahu kecil warna-warni sedang ditambatkan di tepi danau Kawaguchi.
Di depan danau ada toko kue dengan teras yang artistik, toko kuenya masih tutup, karena kita datang terlalu pagi.
Setelah puas berkeliling di tepi danau, kita melanjutkan perjalanan ke Oishi Park.

OISHI PARK
Oishi Park

Oishi park terkenal dengan lavendernya.
Namun saat ini sedang awal autumn, ga ada bunga lavender.
Yang ada daun-daun yang sedang memerah dan warna warni bunga lainnya.
Wow ..indahnya.
Ada kafe..walaupun udara dingin Devi dan Hermin nekat beli ice cream.
Ice cream Jepang memang enak, apalagi yang rasa green tea. Mantap !!!
Oishi Park

STAGE 5 MOUNT FUJI

Dari Oishi Park menuju stage 5, naik mobil kira-kira 30 menit.
Saat melintas di "singing road", terdengar nyanyian dan musik yang indah.
Kaca jendela mobil dibuka, agar musik merdu semakin jelas terdengar..
Koq bisa ya..? Mungkin jalanan ini dipasangi sensor, sehingga saat ada mobil melintas terdengar alunan musik ( maybe yes, maybe no).

Di kiri dan kanan jalan terbentang hutan Aokigahara, hutan yang terkenal angker karena banyak orang bunuh diri di sana.Wow Sereem..!!
Secara fisik hutan tersebut tidak menyeramkan, bersih, pohon-pohon tumbuh subur dan teratur, tidak ada kesan angker.
Terasa angker dan serem ketika kita mendengar cerita tentang banyaknya orang yang bunuh diri di hutan tersebut .

Sampailah kita di stage 5, kita memandang gunung Fuji dengan jelas tanpa terhalang kabut. Cuaca  cerah, matahari bersinar, udara sejuk dan nyaman. Sekali-kali angin semilir bertiup.
Tampak gunung Fuji kokoh berdiri membentuk segitiga, seolah berpagar pohon-pohon yang daunnya mulai menguning.

Di level ( stage) 5 gunung Fuji ada beberapa kafe dan toko souvenir. Di bawah gardu pandang ada  kuil dengan pintu gerbang khas Jepang.
Melalui gardu pandang dan teropong,  pengunjung dapat menikmati pemandangan alam sekitar dan gunung Fuji. Udara segar, sejuk tetapi tidak terlalu dingin, terkadang angin bertiup sepoi-sepoi. Walaupun banyak pengunjung, suasana hening dan kontemplatif tetap terjaga. Orang jepang sangat menghargai privasi orang lain, mereka tenang dan tidak suka berisik, apalagi di gunung Fuji , gunung yang dianggap suci.

GOTEMBA
Salah Satu Menu di Gotemba Foodcourt

Kita makan siang di food court Gotemba. Pengunjung ramai banget. Makanan di Jepang bagiku semuanya enak. Hanya saja harganya jauh di atas standar harga  makanan di Indonesia.
Ketika memilih makanan, singkirkan kalkulator. Kepingin makan apa ..ya ambil saja, karena tujuan kita selain jalan-jalan juga kuliner.
Gotemba terkenal dengan premium factory outletnya, barang-barang branded dengan harga miring dan bersahabat.

HAKONE

Hakone adalah sisi lain dari gunung Fuji, berada di balik danau Kawaguchi.
Di Hakone ada kapal keliling, kita dapat  melihat gunung Fuji dari atas kapal.
Tiba di Hakone hari sudah sore menjelang malam.
Dari Hakone kita kembali menuju ke Tokyo.
Lalu lintas menjelang masuk Tokyo merambat...sedikit macet.
Ternyata macetnya Tokyo hampir sama dengan kota-kota besar di Indo.

Hari ini kita telah mengelilingi gunung Fuji.
Thank's God, atas kesempatan yang Tuhan berikan pada kami.
Kita bisa memandang Fujiyama dengan sepuas hati di saat cuaca cerah, tanpa ada kabut yang menghalangi.

Rabu, 30 Desember 2015

KE BALI LAGI YUUK...!!

Bali selalu membuat kita ingin kembali. Dari survei kecil-kecilan ke teman-teman , rata-rata mereka ke Bali lebih dari satu kali. Suasana Bali selalu mengundang untuk kembali pergi.  Apa sih yang membuat kita tak bosan ke Bali ?. Ada yang mengatakan alamnya  indah , penduduknya toleran dan "welcome " terhadap  pendatang, aman, budaya Bali unik. Ada juga yang menjawab Bali identik dengan kebebasan berekspresi. Di Bali kita bisa memakai baju yang menurut kita nyaman, tanpa memikirkan apa kata orang. Kita bisa bebas jalan-jalan memakai baju kedodoran, celana pendek yang nyaman tanpa memikirkan bentuk badan, asal kita nyaman...so what gitu loh !. O ya..ada yang bilang berada di Bali serasa berada di luar negeri, di negara para Bule, karena di tempat wisata tertentu lebih banyak turis bule dibanding turis lokal.

Saat ini aku kembali Ke Bali. Diajak teman, ada tawaran promo tiket pesawat Surabaya- Denpasar PP dan menginap 2 malam di hotel The Heaven Seminyak Rp. 1.300.000,-. Berangkat hari Sabtu, Senin balik ke Surabaya, hanya cuti sehari. It 's okay !. Berlibur dan leyeh-leyeh sebentar di Bali.
The Heaven Hotel Seminyak Bali

Hasil browsing dari internet mengatakan, kalo kita ingin merasakan suasana desa asli Bali pergilah ke Desa Penglipuran.
Okay...yuk kita ke Desa Penglipuran !.

Desa Adat Penglipuran
Desa Penglipuran Bangli

Lokasinya berada di Kubu, kabupaten Bangli, satu kabupaten dengan Kintamani dan gunung Batur serta tidak jauh dari lokasi wisata Ubud.
Perjalanan dari bandara menuju desa Penglipuran lancar, tidak terlalu ramai cenderung sepi.  Di pertigaan menuju desa Penglipuran ada penjual jajan pasar sedang dikerumuni pembeli. Nyobain yuk..jajan pasar di Bali. Jajan pasar yang dijual mirip jajan pasar di Jawa ada klepon, klanting dan gendar lupis. Tapi ada yang beda, jajanan semacam lupis berwarna putih dan di dalamnya ada pisang cacah. Cara makannya ditaburi kelapa parut dan gula kelapa cair yang di dalamnya ada nangka yang diiris kecil-kecil.  Enak juga...apalagi udara sejuk membuat perut lapar .
Padahal tadi dari bandara kita sudah mampir sarapan nasi ayam betutu.
Di meja dekat jajan pasar ada minuman dalam kemasan air mineral, berwarna hijau tua dan kuning. Nama minuman tersebut loloh cemcem minuman khas desa Bangli, rasanya asam dan sedikit pedas tapi menyegarkan. Warna hijau efek dari daun cem cem bahan baku minuman tsb, sedangkan yang kuning dibuat dari kunyit putih kata ibu yang jual. Mungkin memakai campuran kunyit untuk memberi efek warna kuning, selain kunyit putih.
Loloh Cemcem

Perut sudah kenyang, tubuh kembali segar, kita melanjutkan perjalanan ke Desa Penglipuran.
Di dekat pintu gerbang desa disediakan lahan parkir yang cukup luas, kendaraan dan mobil tidak boleh masuk lokasi desa. Kita berkeliling desa dengan berjalan kaki, jalanan naik dan turun dihubungkan dengan tangga, dikiri kanan tumbuh pohon dan bunga-bunga bermekaran berwarna cerah yang tumbuh subur.Udara bersih dan sejuk, desa ini berada di ketinggian 600 - 700 meter di atas permukaan laut.
Bentuk rumah penduduk hampir sama, atap rumah dan dinding rumah menggunakan bambu, lebar pintu gerbang yang hanya muat untuk satu orang dewasa. Di masyarakat Bali pintu ini disebut angkul-angkul.

Luas desa sekitar 112 hektar dan tidak semua lahan desa digunakan sebagai rumah penduduk, sekitar 40 % dari lahan desa adalah hutan bambu. Menebang pohon bambu di desa ini tidak boleh sembarangan harus ijin ke tokoh masyarakat setempat.

Selain memiliki budaya menghormati alam, penduduk desa Penglipuran Bali juga memiliki budaya dan tradisi menghormati wanita. Adan aturan desa yang melarang pria melakukan poligami, jika ketahuan melakukan poligami maka akan mendapatkan hukuman dikucilkan dari desa.

Desa ini juga memiliki budaya hukuman untuk pencuri. Bagi yang ketahuan mencuri, akan dihukum harus memberikan sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu ayam yang berbeda di 4 pura leluhur mereka. Dengan cara ini, semua penduduk desa akan mengetahui siapa yang mencuri,  tentu saja pencuri tsb akan malu karena menjadi bahan pembicaraan seantero desa.

Di dalam desa ini ada setra atau kuburan. Walaupun penduduk desa Penglipuran Bali memeluk agama Hindu tapi penduduk desa Penglipuran Bali tidak mengenal upacara pembakaran mayat, jadi mayat langsung dikubur.

Budaya pengelompokan dari tata ruang desa sangat terlihat disini. Di bagian utara dan letaknya lebih tinggi dari rumah penduduk terdapat pura Desa yang disebut pura Penataran.

Desa ini selain udaranya sejuk dan bersih, bebas dari sampah, di kiri dan kanan jalan disediakan tong sampah, tidak ada sampah yang berserakan.
Tidak ada pedagang kaki lima yang memaksa kita untuk membeli barang dagangannya. Jika kita mampir ke rumah penduduk , mereka akan memperlihatkan hasil karyanya jika mau beli silahkan, tidak ada upaya agar kita membeli. Kondisi ini kontras dengan di Kintamani, pedagang kaki lima menawarkan barang dengan agresif dan sedikit memaksa.

Menjelang Hari Raya Galungan yang diperingati setiap enam bulan sekali, desa makin cantik dengan hiasan penjor di tiap-tiap rumah. Rombongan gadis dengan pakaian adat yang membawa banten menuju pura membuat adat Bali makin kental terasa.
Desa Penglipuran Bangli

Setelah puas berkeliling desa adat Penglipuran kita kembali ke parkiran mobil untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.



Selasa, 25 Agustus 2015

BERKELANA KE PETRA YORDANIA

Visitor Center Petra
Saat aku membaca jadwal tempat yang dikunjungi di tour ziarah wisata ke Holyland aku melihat ada Petra Yordania.
Yang terbayang dalam pikiranku saat itu adalah sebuah kota kuno di film "Indiana Jones and Last Crusade".
Ternyata benar  ada Petra  di film Indiana Jones and The Last Crusade dan Transformers : Revenge of the Fallen.
Selain itu Petra juga masuk di buku ke-19 The Adventures of Titin.
Wah...aku jadi tambah semangat nih, selain ziarah, ada wisata ke laut mati dan ke Petra.

Semula ada 2 pilihan tour : ke Holyland  atau Holyland dan Europe.
Ternyata peserta ke tour Holyland hanya 3 orang.
Kita bertiga di "rayu" oleh biro perjalanan agar sekalian saja ikut paket Holyland dan Europe.
Perjalanan tour Holyland dan Europe 21 hari , sedangkan tour Holyland 11 hari . Saat itu  jatah cutiku sudah habis, hanya cukup untuk tujuan Holyland saja.
Karena di brosur ditulis pasti berangkat, jadi walaupun pesertanya hanya 3 orang tetap berangkat digabung dengan rombongan tour Holyland dan Europe.
Dengan pertimbangan rute dan jadwal penerbangan , Petra akan menjadi tempat terakhir yang dikunjungi, sebelum rombongan pulang ke Indonesia melalui bandara Amman, ibukota Yordania.
Jadi ke Petra kita bertiga berangkat  sendiri, tidak bersama rombongan tour Holyland dan Europe.
Sebelum berangkat travel tour memberitahu apakah tidak masalah apabila saat ke Petra, kita bertiga saja. Kalian berani ?. Saya jawab dengan mantap, " Berani, kan ada tour leader atau guide di sana !"
Petra

Malam hari sebelum berangkat Petra, kita diberi coret-coretan peta oleh tour leader, beserta catatan nama sopir dan local guide Petra.

Pagi hari setelah breakfast, kita bertiga berangkat ke Petra sedangkan peserta tour yang lain melanjutkan perjalanan ke Roma. Peserta tour yang akan berangkat ke Roma, memandang kita bertiga dengan pandangan heran, kalian tiga cewek ke Petra Yordania sendiri, berani ?.Melewati padang pasir di kawasan Timur Tengah? Saya jawab dengan mantap, " Kami tidak sendiri, ada sopir dan di sana ada local guide dan Tuhan menyertai kami ".
Mantap ! Komentar Om Lo salah satu peserta tour paling senior, sambil mengacungkan ibu jarinya .

Mari kita menjadi trio Indiana Jones.... siap berpetualang ! Setelah mendengar komentar Om Lo, terbesit sedikit rasa takut, tapi rasa ingin tau mengalahkan rasa takut. Ngeri-ngeri sedap gitu !!
The Siq


Dari kota Amman menuju Petra kira-kira 4 - 5 jam perjalanan sepanjang kira-kira 270 km.
Jalanan aspal mulus dan lebar, di kiri dan kanan jalan hanya ada pegunungan batu dan padang gurun, hanya sekali-kali ada rumah penduduk.
Sepanjang perjalanan hampir tanpa hambatan hanya ada sekali-kali mobil yang lewat, di kiri dan kanan jalan kadang kita melihat unta.
Menurut sopir yang harus diwaspadai jika ada unta yang tiba-tiba menyebrang jalan karena sang unta tidak bisa membaca tanda-tanda lalu lintas.
Jika kita bosan kita bisa tidur dulu, kata pak sopir, karena pemandangan sepanjang jalan agak membosankan, nanti setiba di Petra dia akan bangunkan.
Akhirnya kita tiba di Petra, kita bertemu dengan local guide bernama Musa di sebuah rumah makan.
Musa membelikan tiket masuk Petra dan sewa kereta kuda untuk kita berempat.
Kereta kuda hanya bisa diisi 2 penumpang.
Jadi kita memakai 2 kereta kuda (delman).
C.T. dengan Musa, dan C.I. dengan aku.
Debu-debu beterbangan sepanjang jalan, di kiri dan kanan sisa-sisa bangunan kuno berwarna pink.

Petra ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1985 dan menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia tahun 2007.
Dalam bahasa Yunani Petra berarti batu, dan orang Arab menyebutnya Al-Bitra.
Petra berada di desa bernama Wadi Musa ( Valley of Moses).
Petra dibangun pada abad ke-6 SM oleh suku Nabatean,  suku yang sangat mahir membangun sistem perairan di padang gurun yang tandus.
Di jaman itu mereka sudah bisa membangun sistem pengairan yang rumit dilengkapi sistem hidrolik untuk menyalurkan air bersih ke kota.
Sebuah sistem yang canggih pada jamannya, sehingga suku tersebut tidak pernah dilanda banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau.
Suku Nabatean berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.
Petra menjadi  jalur strategis perdagangan yang menghubungkan Cina, India dengan kota-kota pelabuhan di pesisir Mediterania.

Al-Siq ( The Siq)

Delman yang kita tumpangi berhenti di Al-siq, kita harus berjalan kaki masuk ke Al-Siq.
Al-Siq, jalan sempit diapit oleh canyon indah.

C.T. turun dari delman dengan terus menerus me lap wajahnya dengan tissue yang dibasahi air.
Kemudian C.T bercerita sepanjang perjalanan kuda yang menarik delman C.T kentut dan buang air besar.
Kudanya sakit perut jadi mencret, kotorannya terpecik kemana-mana bersama debu pasir.
Oalah..kasian C.T.
Kami menawarkan tissue ke C.T sambil mengatakan menurut primbon mimpi kalau kita kena kotoran berarti mendapat rejeki.
Itu kalo mimpi..lha ini kejadian nyata...wah jijik aku kata CT, dimana toilet di sini ?
Di sini tidak ada toilet, nanti pulangnya kita mampir toilet kata Musa (local guide).
Untuk sementara diseka pakai tissue basah dulu.
Delman di Petra

Sementara kita lupakan dulu urusan kotoran kuda.
Kita berjalan menuju "The Treasury", bangunan yang paling terkenal di Petra.
Sepanjang perjalanan kita ditawarin naik unta, tetapi kita keukuh berjalan kaki, sambil jepret sana dan sini.
Aku berteriak "Foto di sana lho, pemandangannya bagus".
Tiba-tiba ada orang bule menyahut, betul.. disana bagus, kalian dari Indonesia ya ?
Petra dibandingkan dengan Borobudur mana yang lebih indah ?
Aku menjawab, keduanya indah masing-masing mempunyai keindahan tersendiri.
Kita senang banget ketemu orang asing yang bisa berbahasa Indonesia, ngobrol-ngobrol dengan mereka.
Kemudian kita tersadar telah meninggalkan local guide, gara gara ngobrol dg bule berbahasa Indonesia.
Kita pamit ke pasangan bule tsb untuk  kembali mendengarkan penjelasan local guide.

Musa mengatakan , sebenarnya The Siq  bukanlah ngarai, tetapi bebatuan setinggi 150 meter terbelah dua akibat gempa tektonik.
Coba perhatikan bebatuan berwarna putih kekuningan disana terdapat makam-makam kecil.
Arus air dari Wadi Musa dan angin yang melewati celah batu yang terbelah secara terus menerus membuat pinggiran batu menjadi halus dan tidak tajam-tajam.
Dibawah celah ini dibangun jalan yang diplester untuk menuju kota kuno.

Al-Khazneh (The Treasury)
The Treasury

The Treasury, Landmark kota Petra
Bangunan spektakuler berusia ribuan tahun tegak berdiri dengan gagahnya.
Bangunan yang dipahat langsung dari dinding batu berwarna pink bertingkat dua setinggi 40 meter dengan gaya arsitektur Yunani klasik.
Ada pilar-pilar besar berukir ornamen dan dipuncaknya ada elang sebagai simbol dewa.
Ada pintu kecil menuju ruangan sebesar 12 m2.
Siapa yang menyangka dan menyana jika bangunan yang berada di hadapan kami ini sebelumnya adalah makam.
Konon sempat menjadi tempat penyimpanan harta karun Fir'aun pada jaman Nabi Musa alaihissalaam.
Bangunan yang diukir di atas batu tersebut dinamakan Al-Khazneh dalam bahasa Inggris berarti The Treasury.
Tempat ini belum begitu ramai, mungkin karena masih pagi.
Ada beberapa joki unta, kuda dan keledai yang mencoba menawarkan jasa pada para turis.
Kita minta Musa mengatakan bahwa, kita akan jalan kaki supaya bebas berfoto, tidak sewa kuda, unta atau keledai.
Melihat The Treasury seolah kita menjadi trio Indiana Jones yang sedang berpetualang..

Amphitheatre

Disana terdapat theater, bangunan tanpa dinding dan atap dengan 45 baris bangku batu berundak-undak melingkari panggung dibagian bawahnya.
Konon ceritanya bangunan ini dapat menampung 4.000 orang sekaligus.
Arsitekturnya mirip arsitekur Romawi, tetapi ini dibangun jauh sebelum bangsa Romawi menjajah suku tsb, artinya suku ini kebudayaannya sudah maju jauh sebelum bangsa Romawi datang.
Dibagian bawah kemiringan bangku terdapat gua-gua yang diduga dahulu merupakan makam .

Kompleks kota kuno Petra sebenarnya sangat luas, ada lebih dari seribu makam, monumen, kolam ritual dan lain-lain.
Untuk kesana kita harus hiking ke High Place, The Monastery, Royal Tombs, Temple of Al Uzza, Temple of Dushares yang semuanya masih proses ekskavasi.
Negara Yordania meminjam uang dari World Bank demi untuk memperbaiki Petra.

Setelah berjalan-jalan dan berfoto kita kembali menuju ke delman yang akan membawa kita ke mobil untuk kembali ke Amman.
Besok pagi-pagi kita akan melanjutkan perjalanan ke Bangkok, kita menginap semalam di Bangkok kemudian kembali ke Indonesia.
Aku sudah kangen makan soto, rawon dan nasi capjay di Surabaya.










Kamis, 20 Agustus 2015

BALADA TAIWAN VISA ONLINE

 Rencana Berubah
Taipei 101 Di Malam Hari

Rencana semula sepulang dari Vancouver, mampir ke Hongkong dan Macau, jalan-jalan dan leyeh-leyeh disana.
Tiba-tiba kita harus melakukan perubahan rencana.
Harga tiket Cathay Pasific melambung luar biasa, menjadi satu setengah kali sampai dua kali lipat harga biasanya...luar biasa....membuat kita hampir membatalkan niat ke Canada.
Info dari agen tiket , di Hongkong dan sekitarnya sedang "peak season" .
Padahal masa "peak season" di Indo sudah berlalu, karena lebaran baru saja lewat.
Namun di belahan dunia sana, masa  "peak season"  baru dimulai menjelang perayaan festival kue bulan.
Harga tiket pesawat melambung mengikuti hukum " supply and demand ".
Semua itu diluar prediksi kita.

Harga tiket pesawat Cathay Pasific melebihi "budget" kita.
Kita harus mencari tiket maskapai penerbangan lain.
Singkat cerita, kita ganti tiket China Airlines dengan harga tiket yang masih mendingan dibanding Cathay Pasific, walaupun tetap aja mahal karena faktor "peak season".
Rencana singgah di Hongkong dan Macau batal !.
Ganti rute, pesawat China Airlines tidak transit di Hongkong.
Saat berangkat dari Surabaya ke Vancouver pesawat akan transit di Taipei selama 8 jam.
Segera kita susun rencana baru...
Selama transit,  kita rencana keluar dari bandara Taipei melihat-lihat kota Taipei, kemudian sepulang dari Vancouver kita "stay" di Taipei selama beberapa hari sebelum pulang ke Surabaya.
Artinya selain visa Canada, kita harus apply visa Taiwan juga.
No problem tetap semangat ! Ayo kita berjuang !

Visa Canada dan Visa Taiwan

Tidak semua biro perjalanan bersedia menerima pengurusan  visa Canada sebelum libur Lebaran, mereka hanya menerima pengurusan visa khusus peserta tour.

Semua biro perjalanan sibuk, jadi agak jual mahal....
Untunglah ada sebuah travel agen milik teman yang bersedia membantu kita apply visa Canada.
Visa Canada kita disetujui tepat sehari sebelum "time limit" tiket penerbangan harus "issued"
Visa Canada yang kita dapat : one (single) entries, untuk 6 bulan.
Kita "apply"  jenis visa Canada "single entries", dengan pertimbangan tujuan kita hanya Canada, tidak ada acara keluar dari Canada untuk kemudian kembali lagi ke Canada.

Siiip.....! Visa Canada sudah ditangan, saatnya apply visa Taiwan.
Info dari teman maupun travel agent , kita  tidak perlu apply visa ke kedutaan ( consulate ) Taiwan.
Bagi pemegang  visa Canada, untuk masuk ke Taiwan hanya perlu "entry permit " apply online via web Http://www.immigration.gov.tw.
Caranya mudah, isi data kita di web tsb, ikuti petunjuk pengisian yang ada. Isi data pribadi secara lengkap, nomor visa Canada, nomor paspor dll.
Kita akan mendapat " Authorization Certificate for Visit.......".
Nah...Authorization Certificate for Visit...berlaku sama dengan visa Taiwan.
Print dokumen tsb, tempel ke paspor.
Saat di imigrasi Taiwan tunjukkan paspor yang sudah ditempel dokumen tsb, kemudian kita bisa masuk ke Taiwan dan jalan-jalan di sana. Beres dah..
Lumayankan.....menghemat biaya apply visa Taiwan.

Saat Transit Ngabur ke Taipei 101 
Taipei 101

Pesawat mendarat di Taoyuan International Airport Taipei dan transit selama 8 jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Vancouver.
Di pemeriksaan imigrasi Taiwan, aku dan Fin antri dibarisan "foreigner line" yang berbeda.
Sebelum keluar dari bandara Taiwan, kita bertanya ke petugas imigrasi, mengenai online visa Taiwan, apakah bisa dipergunakan lagi, jika saat ini kita keluar dari bandara, kemudian sepulang dari Vancouver kita masuk kembali ke Taiwan untuk tinggal beberapa hari di Taipei.

Jawaban dari  kedua petugas immigrasi idem ( sama ) : "Visa ini masih bisa untuk masuk ke Taiwan kembali selama belum expired." Petugas menunjuk ke dokumen "Authorization Certificate for Visit "   kolom Entry Type : Multiple, artinya bisa untuk masuk Taiwan beberapa kali sebelum tanggal expired.
Petugas imigrasi mengatakan : Silahkan jalan-jalan di Taipei, namun pastikan kalian kembali ke bandara dua   jam sebelum   jadwal penerbangan pesawat ke Vancouver, agar tidak tertinggal pesawat.

Lega rasanya, mendengar jawaban petugas imigrasi, artinya tidak ada masalah kita keluar dari bandara saat transit,  Taiwan visa online masih bisa digunakan lagi untuk masuk Taiwan sepulang dari Vancouver nanti.

Dengan semangat dan wajah ceria kita keluar dari bandara Taoyuan.
Saatnya jalan-jalan di Taipei, kita punya waktu 6 jam.
Okay..go..go..go..cari bagian informasi, ambil brosur jadwal bus ke Taipei 101.
Segera kita menuju tempat keberangkatan bus ,  tak lama bus datang tepat waktu sesuai jadwal.

Menunggu Bus di depan hotel Hyatt Taipei
Taipei adalah kota yang sangat nyaman untuk jalan-jalan dan berwisata, fasilitas kendaraan umumnya sangat memadai dan tepat waktu.
Waktu tempuh dan jadwal kendaraan umum yang tepat waktu, membuat kita berani jalan-jalan saat transit.
Taipei 101 di kejauhan dengan tinggi 508 meter sangat menonjol dibanding bangunan lain di sekelilingnya.
Cantik sekali di saat udara cerah, berwarna biru laut dengan pita-pita besar disekelilingnya, seperti kado besar di tengah kota Taipei.
Pembangunan Taipei 101 dimulai tahun 1997, dan diresmikan serta dibuka untuk publik di tahun 2004.
Bentuk bangunannya mengadopsi bambu, yang sarat dengan filosofi budaya Cina bahwa bambu melambangkan perkembangan (tumbuh ke atas), kuat meskipun tidak terlihat kuat.
Bangunan tsb mempunyai lantai 101.
Taiwan sering dilanda taifun dan gempa, membangun gedung pencakar langit di Taiwan membutuhkan keahlian di bidang construction engineering, dan Taiwan telah membuktikan hal itu.

Yuk..kita masuk ke dalam Taipei 101..
Level 1-4 digunakan untuk shopping mall, level 5-6 fitness center, level 7-84 perkantoran, level 85-86 restoran, level 88-89 observatory,
level 91 observatory deck, level 92-101 communication floors. Gosipnya di lantai 101 terdapat exclusive private club.
Untuk menuju observatory, pengunjung dikenakan biaya TWD 400 (+/- IDR 140.000),  lift tercepat kedua di dunia, dengan kecepatan 16.8 m/second , membawa pengunjung dari level 5 ke level 89 dalam waktu  37 detik.
Naik liftnya kita tunda dulu, nanti setelah dari Vancouver kita kembali lagi ke Taipei 101.

Waktu kita terbatas, untuk sementara cukup puas keliling shopping mall, dan makan di pujasera .
Wow...begitu cepat waktu berlalu, saatnya menuju ke halte bus di depan hotel Hyatt , di belakang Taipei 101 .
Ada beberapa hotel di sekitar Taipei 101  ada Hyatt, Sheraton dan lain-lain.
Di depan halte bus, ada beberapa orang menunggu bus ke bandara dengan membawa koper besar.
Ternyata walaupun mereka menginap di hotel sekelas Hyatt, ke bandara naik bus.
Bus bandara datang tepat waktu, kita tiba ke Bandara tepat waktu.
Puas rasanya..bisa ngabur jalan-jalan saat transit.
Kita melanjutkan penerbangan ke Vancouver. Dag..dag...dag Taipei sampai jumpa 15 hari lagi !

Perjuangan Masuk Taiwan.

Selama 15 hari kita menjelajahi Vancouver Canada dan sekitarnya.
Kini saatnya menjelajahi Taiwan selama 5D/4N.
Kita akan menginap di penginapan sebelah gereja Katolik Taipei.
Sebelum kita berangkat, seorang pastor dari Indonesia yang bertugas di Taipei merekomendasikan kita untuk menginap disana.
Lokasi penginapan strategis, dekat public transportation.
Menjelang sore kita tiba di bandara Vancouver.
Kali ini kita bertiga, aku dan Fin serta MK orang Indo yang bekerja di Canada  ikut jalan-jalan ke Taiwan sekalian pulang ke Indo.
Segera kita check in dan masukkan barang ke bagasi.
Koper-koper ditimbang, semuanya oke tidak ada yang overweight, karena sebelum berangkat kita telah timbang.
Tiba-tiba kami dipanggil oleh seorang petugas, koper Fin diminta agar dibuka karena berbunyi saat masuk X-ray.
Ternyata bunyi tsb timbul dari magnit souvenir tempelan kulkas..oalah.. gara- gara magnit tempelan kulkas, koper yang isinya telah tersusun rapi, dibongkar isinya satu persatu,
Sumber bunyi telah ditemukan, silahkan masukkan kembali barang anda ke dalam koper, nanti koper akan dimasukkan ke bagasi, kata petugas dengan enteng.

Kita bertiga duduk kembali di ruang tunggu, baru duduk sebentar, ada petugas China Airlines menghampiri, minta agar kita bertiga ke kantor (...lho...ada apalagi nih...)
Kata pertama yang keluar dari petugas adalah..Sorry....( waduh pasti ada yang gak beres nih ).
Lalu petugas tsb mengatakan :" MK bisa stay di Taiwan, karena dia memiliki PR ( Permanen Resident) Canada.
Dokumen entry permit Taiwan link dengan PR Canada atau Visa Canada.
Kalian berdua tidak bisa stay di Taiwan karena Visa Canada jenis single entry, artinya setelah meninggalkan Canada otomatis visa Canada sudah tidak berlaku walaupun masa berlakunya belum expired.
Karena entry permit Taiwan link dengan visa Canada, maka otomatis entry permit (online visa) Taiwan gugur, tidak dapat digunakan untuk masuk ke Taiwan ".
Aku dan Fin kompak mengatakan :" Menurut petugas imigrasi Taiwan bisa dipakai, kami sudah konfirmasi sebelum berangkat ke Vancouver."
Sambil membawa peraturan Work Instruction China Airlines, petugas katakan " Sorry kami harus menjalankan prosedur kami. Karena entry permit Taiwan kalian sudah hangus, kami harus memberikan broading pass Vancouver - Taipei, Taipei - Surabaya.
Kalian tidak bisa masuk Taiwan, hanya bisa transit di bandara.
Sedangkan MK tergantung opsi dia, tetap "stay" di Taipei sesuai jadwal tiket, atau langsung ke Surabaya. Silahkan kalian bertiga berunding"

Kita tidak beranjak pergi dari kantor, masih banyak protes yang ingin kita sampaikan.
Waduh..kalo sudah panik begini, mendadak semua vocab bahasa Inggrisku terbang melayang entah kemana..
Mau protes ke petugas ga tau aku harus omong apa, Fin juga sama.
Akhirnya MK yang jadi penerjemah kita.
Aku & Fin katakan :" Apa solusinya agar kita bisa "stay" di Taiwan, kita telah susun rencana perjalanan di Taiwan ."
Sekali lagi petugas China Airlines mengatakan : "Sorry, tidak ada jalan lain selain kembali ke Indo, karena kalian WN Indo maka visa harus dibuat di Indonesia, kalian bisa pergi ke Taiwan setelah mendapatkan visa Taiwan."

Aku dan Fin, spontan protes..."Enak aja ngomongnya ".
Yang ini disensor, tidak diterjemahkan oleh MK.
Bonekku kumat, aku minta tolong MK bilang ke petugas China Airlines:" Tolong buatkan boarding pas sesuai jadwal kita di tiket, segala resiko masalah immigrasi Taiwan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi kita".

Sekali lagi petugas bilang :" Sorry..kami harus cek legalitas visa penumpang, kami tidak boleh asal membuat boarding pass sesuai tiket, kami akan didenda USD 50.000 karena lalai."

Komunikasi "deadlock", saklek tidak ada toleransi blas, kataku.
Tenang..tenang..MK berusaha menenangkan kami, petugas tsb hanya menjalankan aturan, mereka tidak salah.

MK akhirnya memutuskan untuk mengambil boarding pass sama dengan aku dan Fin  transit Taipei kemudian ke Surabaya.
Wajah Fin terlihat kecewa, setelah komunikasi dengan petugas China Airlines di Vancouver "deadlock".
Daripada Stress Foto Di Bandara Vancouver

Bersama-sama kita  menuju ke kursi di ruang tunggu.
Fin sibuk menghubungi Pastor Indo di Taiwan, tetapi kelihatannya mereka tidak bisa membantu, tidak pernah mengalami hal ini.
Kita sibuk berdiskusi tentang kemungkinan2 yang dapat kita lakukan.
         1. Kita menghubungi kedutaan Indonesia di Taiwan.
         2. Kita coba antri masuk Taiwan di immigrasi.                            Kita coba alternatif ke dua, jika kita berhasil melewati pemeriksaan immigrasi Taiwan, kita minta ke China Airlines  Taipei untuk mengganti boarding pass kita.

Jika tidak berhasil melewati pemeriksaan imigrasi Taiwan, resiko terburuk dideportasi.
Tidak apa-apa aku siap dideportasi.

Lalu aku katakan ke MK, kalo kita tidak lolos masuk Taiwan, sebaiknya kamu tetap ke Taiwan, buat foto yang banyak untuk aku dan Fin.
MK katakan , kita berangkat saja bersama-sama. Kalo kalian tidak bisa masuk Taiwan kali ini, kapan-kapan kita bisa pergi lagi.  

Kita mesti berjuang, cari cara supaya bisa masuk Taiwan !
MK rada khawatir melihat aku dan Fin nekad.
Kalo memang secara peraturan tidak bisa, tidak usah dipaksakan, kata MK.
MK sudah lama tinggal di Amerika dan Canada, di sana peraturan untuk dijalankan bukan untuk diperdebatkan.
Sedangkan Fin dan aku biasa di Indo, biasa menghadapi peraturan yang tidak jelas. Di Indo kita sudah biasa memperdebatkan peraturan yang tidak jelas.

Akhirnya kita terbang dari Vancouver menuju ke Taipei.
Di dalam pesawat kita sibuk dengan pikiran masing-masing.
Aku bertekad akan masuk ke imigrasi Taiwan, whatever will be ..will be..... Aku lelah dan aku tertidur...

Sampai di bandara Taiwan, Fin dan aku nekad antri imigrasi di jalur masuk Taiwan
Kita berada di baris antrian yang berbeda.
Ternyata...lolos..!!.Tidak ada pertanyaan satupun dari imigrasi Taiwan, langsung di dok ..dok ...stempel !
MK berada di antrian lain, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, secara legal MK memang boleh masuk Taiwan.
Kita sepakat ke counter China Airlines minta ganti boarding pass dan minta bagasi kita diturunkan. Kepada petugas China Airlines, kita menceritakan apa yang kita alami dengan jujur.
Petugas China Airlines di bandara Taipei amat sangat "helpful", mengatakan tidak perlu khawatir, bagasi kalian akan kami urus, tunggu saja disini, boarding pass kalian akan kami ganti, sehingga kalian bisa "stay" di Taiwan. Welcome to Taiwan, have a nice holidays !!
Semuanya berjalan dengan lancar, petugas membantu kami dengan cekatan.
Kami mendorong bagasi keluar bandara Taoyuan dengan riang dan wajah berseri-seri, wajah penuh rasa syukur...


Kisah  balada Taiwan Visa Online berakhir "happy ending"
Thanks God !

Ini menjadi salah satu pengalaman yang berkesan dalam perjalanan ke Taiwan.
Selalu ada kesan dalam setiap perjalanan.
Apakah ada yang mempunyai pengalaman serupa dengan kami ?




Rabu, 05 Agustus 2015

NAIK KAPAL BUAH DAN SAYUR KE GILI MENO LOMBOK

Gili Meno
Pulau Lombok selain keindahan pantainya , terkenal akan keindahan pulau-pulau kecil  ( gili ) di sekeliling Lombok.
Ada tiga besar gili di Lombok, Gili Trawangan, Gili Air dan Gili Meno.
Ketiga pulau ini terletak di barat laut pulau Lombok.
Gili Trawangan dikenal sebagai surganya pesta bagi wisatawan lokal maupun mancanegara, 
sedangkan Gili Meno menawarkan suasana tenang dan damai serta keindahan bawah laut yang begitu jernih.

Hari ini kita akan menuju ke Gili Meno, setelah kita "breakfast" di hotel, kita segera menuju ke mobil sewaan yang telah menunggu kita di parkiran hotel.
Dari kota Mataram jalan menuju ke arah Gili Meno melewati pantai-pantai yang indah, rasanya tak rela untuk tidak berhenti dan turun untuk berfoto, apalagi banyak mobil dan sepeda motor berhenti dan penumpangnya sibuk selfie.
Ikutan yuk...foto sebentar. Kita berfoto dengan "background" pantai Senggigi yang indah.
Kemudian kembali ke mobil untuk melanjutkan perjalanan.
Ditengah perjalanan kita melewati pantai yang cantik.
Serempak kita komentar : " Wow pantai apa itu ..indah sekali ".
Pantai Malimbu jawab pak sopir, apakah mau turun sebentar?.
Kompak kita menjawab, " Iya turun sebentar pak , itu di sisi kiri ada tempat pakir mobil".
Dengan  penuh semangat  segera kita cari posisi yang pas untuk foto,  cari sudut pandang yang pas agar wajah yang difoto tidak terlihat gelap.
Di parkiran banyak pedagang mutiara menawarkan dagangannya, mampir bentar, pilih, tawar dan bungkus mutiaranya.
Ayo..ayo..kita berangkat, nanti ketinggalan kapal ke Gili Meno.
Pantai Malimbu

Mobil melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Bangsal, pelabuhan tempat menyeberang ke Gili Meno.
Di pelabuhan Bangsal mobil harus di parkir di tempat parkir yang disediakan,agak jauh dari tempat keberangkatan kapal.
Ada jasa cidomo menuju tempat keberangkatan kapal dengan tarif Rp. 30.000,- per cidomo.
Sementara Jadi Tukang  Sayur dan Buah

Jadwal keberangkatan kapal ke Gili Meno amat jarang, tidak sesering kapal ke Gili Trawangan atau Gili Air.
Kapal penumpang ke Gili Meno sudah berangkat,  alternatif yang ada sewa speed boat pribadi atau sewa kapal pribadi.
Tiba-tiba ada orang  bertanya :  "Mau ke Gili Meno ? Saya mau kirim sayur dan buah ke Gili Meno , Ikut kami saja, kapal segera berangkat, per orang Rp 50.000,- dari pada kalian  sewa kapal pribadi mahal lho..."
Karena kita khawatir kehabisan waktu, kita langsung setuju yang penting segera berangkat.
Akhirnya kita naik kapal diantara sayur dan buah, saat kapal akan berangkat ada rombongan bule akan ke Gili Meno.
Kesempatan ini tidak disia-siakan tukang kapal , rombongan bule diajak naik ke kapal sayur dan buah, entah ditarik bayaran berapa per orang rombongan bule tsb, aku tidak sempat bertanya.
Muatan kapal benar-benar full secara maksimal tiada lahan tersisa.

Perjalanan ke Gili Meno kira-kira 25 menit dari pelabuhan Bangsal.
Angin bertiup sepoi basa, kadang-kadang ada cipratan air laut, terlihat deretan pegunungan dari kejauhan, air lautnya terlihat bening.
Rombongan bule di ruang gerak yang terbatas menyempatkan diri berfoto, tak mau kalah kita  ikut jeprat - jepret berfoto.
Seorang bule menawarkan untuk membantu kita berfoto, jadilah  kita  berfoto di kapal diantara sayur dan buah.
Berebut Lahan Dengan Buah dan Sayur

Tiba di Gili Meno, kita mengelilingi Gili Meno naik Cidomo, harga sewa cidomo Rp. 200.000,-.
Menurut cerita kusir cidomo, ada badan pengelola cidomo, sebelum beroperasi ada tahap seleksi dan harus membayar biaya trayek.
Ketersediaan cidomo setiap periode dianalisa dan ditinjau kembali apakah sudah sesuai dengan kebutuhan Gili Meno.
Jalan-jalan yang dilalui cidomo kadang berpaving, tak jarang melalui jalan kecil berpasir dan berkelok, kita terguncang-guncang diatas cidomo.
Saat jalan amat berpasir dan menanjak, kita turun sebentar, kudanya kelelahan.
Sebenarnya cidomo hanya boleh diisi 2 orang, tetapi biasanya untuk wisatawan lokal boleh lebih, jadi kita berempat naik satu cidomo.
Tidak banyak wisatawan lokal di Gili Meno, wisatawan manca negara pun tidak sebanyak di Gili Trawangan.
Serasa berada di pulau milik pribadi, masih asri dan jauh dari hiruk pikuk.

Semua kebutuhan yang ada di Gili Meno dipasok dari pulau Lombok, termasuk buah dan sayuran yang tadi bareng kita.
Air bersih dan listrik juga dipasok dari pulau Lombok.
Listrik dialirkan melalui kabel bawah laut.
Beningnya Air Laut Gili Meno

Cidomo berhenti di taman burung alias Gili Meno Bird Park, kita tidak masuk hanya berfoto dihalamannya.
Perjalanan dilanjutkan ke danau, kemudian ke tempat penakaran penyu .
Konon kabarnya tempat penangkaran penyu dibuat atas kontribusi salah satu LSM Italia,
tetapi  tempat penangkaran ini terasa kurang diperhatikan dibandingkan yang ada di Gili Trawangan.
Jika kita mau , bisa snorkeling atau diving menjelajah ke pantai bagian barat pulau, airnya bening
ada  banyak spot menyelam yang indah seperti Meno Wall dan Turtle Point.
Jika beruntung, kita bisa melihat penyu-penyu yang tengah berenang di Turtle Point.
Di Bawah Pohon Bakau Gili Meno

Kali ini kita tidak snorkeling, kita duduk ditepi pantai diatas gelaran sarung pantai, sambil makan bekal yang kita bawa, memandang kapal-kapal di laut dan beningnya air laut.
Setelah puas berfoto, kita menuju gasebo dan pesan juice nanas tanpa gula.
Segernya..juice nanas...walaupun tanpa gula, rasanya manis dan segar.

Setelah puas berkelana di Gili Meno, kita pesan tiket kapal untuk kembali ke Pelabuhan Bangsal.
Di sana pak sopir dan mobil sewaan sudah menunggu.
Kita melanjutkan perjalanan ke Batu Bolong Senggigi.
Dari Batu Bolong, kita menikmati  sunset di sebuah resto sea food di tepi pantai sambil menunggu pesanan makan malam yang sedang dimasak.
Kita makan dengan nikmat, sambil diiringi musik alam, suara ombak yang sesekali berdebur memecahkan keheningan senja.
Sunset di Lombok

Senin, 03 Agustus 2015

MENYUSURI CANADIAN ROCKIES MOUNTAIN PART 1

View Sebagian Canadian Rockies
Dari balik kaca jendela bus, aku lihat deretan pegunungan berlapis-lapis, puncaknya berselimut salju, diantara lembah-lembah yang menyimpan beribu danau bening berkilau, deretan pohon cemara berjajar rapi sepanjang kiri dan kanan jalan aspal yang berkelok- kelok.
Pemandangan sepanjang perjalanan Canadian Rockies Mountain tidak pernah berhenti mempesona para wisatawan seantero pelosok dunia.

Pikiranku melayang ke perbincanganku bersama teman-teman, "Jika kamu ke Vancouver pergilah ke Canadian Rockies Mountain", kata salah seorang temanku.
Setelah survey biaya tour ke pegunungan Rocky, MK memberi kabar : Kabar buruknya, tour dengan bahasa pengantar bahasa Inggris, harganya mahal.
Kabar baiknya , kamu bisa menikmati keindahan alam dan suasana Canadian Rockies Mountain, tanpa perlu mengerti bahasa Mandarin.
Aku sempat kecewa setelah mendengar kabar tarif tour ke pegunungan Rocky, 4 hari 3 malam yang paling sesuai dengan kantongku, adalah tour yang ada di China Town dengan bahasa pengantar bahasa Mandarin, bahasa yang tidak aku mengerti.

Saat ini aku benar-benar menikmati keindahan pemandangan dan suasana Canadian Rockies Mountain tanpa membutuhkan penjelasan dengan bahasa yang aku mengerti, tidak ada kendala bahasa untuk bisa menikmati keindahan alam.

Pegunungan Rocky atau yang sering disebut Canadian Rockies membentang sepanjang 4800 kilometer dari utara ke selatan mulai dari negara bagian British Columbia Canada sampai negara bagian New Mexico, Amerika Serikat.
Bus berjalan di jalan raya menelusuri lembah, membelah hutan cemara.
Aku mendapat tempat duduk dideretan kursi depan, dibelakang sopir.
Kaca depan bus lebar, penumpang bus dapat dengan leluasa melihat pemandangan di depan.
Di atas ada layar televisi yang menayangkan pemandangan alam yang sedang kita lewati.
Sepanjang perjalanan aku menikmati pemandangan yang memanjakan mata.
Di depan nampak jalan aspal berkelok membelah hutan cemara, dikiri kanan jalan terlihat lereng pegunungan berselaput salju berwarna putih bersih bak kapas dengan latar belakang langit biru.
Sesekali perjalanan menyusuri tepian sungai yang mengalirkan air jenih, deras air membentur batu-batuan disekelilingnya, kadang melewati danau yang jenih berwarna hijau bergradasi.

Aku masih mengantuk akibat jetlag, tetapi pemandangan indah didepan memaksa aku untuk tetap terjaga.
Sesekali bus berhenti , untuk menikmati alam sekitar sekaligus untuk memenuhi panggilan alam ke toilet.
Begitu bus berhenti, tak bosan- bosannya kita jeprat - jepret pemandangan alam sekitarnya.
Entah mengapa aku selalu merasa bahwa hasil jepretan alam ku tak seindah aslinya.
Mungkin kameraku kurang canggih dan aku tidak pandai memotret.

Columbia Icefield (Athabasca Glacier).
Ice Field

Sehari sebelum ke Icefield , tour leader memberitahu bahwa besok kita harus memakai custom baju tebal tahan dingin.
Aku tahu dari penjelasan Fin & MN yang mengerti bahasa Mandarin, serta dari itinerary yang berbahasa Inggris.
Aku ke Canada bareng Fin, sedangkan MN orang Indo yang bekerja di Canada dan fasih berbahasa Mandarin.
Untunglah ada mereka, kalo tidak ada mereka, mendengar tour leader dan orang-orang berbicara, aku seolah berada di planet lain.
Tidak ada satupun yang aku tahu, dan tour leader saat ini tidak bisa bahasa Inggris, sehingga semua penjelasan full Mandarin.
Penjelasan tour leader yang aku tahu adalah, saatnya ke toilet, saatnya makan, dan saatnya berkumpul.
Selebihnya aku tidak tahu.
Kadang-kadang Fin & MN dengan sukarela menerjemahkan apa yang dikatakan tour leader atau peserta tour lain.

Kita akan makan siang di salah satu restoran di Icefield.
Saat keluar dari bus, angin berhembus...brrrr..brr..dingin banget.
Setelah memesan makanan, kita duduk di teras sambil makan.
Di teras resto kita bisa memandang puncak gunung berselimut salju, Athabasca Glacier.
Tupai-tupai kecil sedang berlarian di teras dikerumuni pengunjung resto.
Lucu..tupai kecil berbulu panjang berwarna kombinasi krem dan coklat melompat-lompat riang sambil makan kenari.
snow mobile

Setelah makan siang, kita menanti giliran naik shuttle bus menuju ke glacier.
Dari jauh nampak hamparan putih diantara dua puncak gunung, nanti kita akan ke sana berjalan-jalan di atas sungai es ( glacier).
Diantara hamparan putih, ada titik-titik hitam yang bergerak-gerak, ternyata orang-orang memakai jaket hitam sedang berjalan diatas glaceir.

Shuttle bus berjalan pelan-pelan mendaki, kemudian kita ganti snow mobile, mereka menyebutnya snocoach.
Bus tinggi besar dengan ban besar radial yang berdiameter hampir 2 meter.
Bus ini dirancang khusus untuk mendaki dengan sudut yang tajam diantara jalan licin glacier.
Bus mendaki dengan sudut-sudut yang tajam untuk mencapai lereng gunung dengan ketinggian 2200 m.
Akhirnya bus berhenti dan memberi waktu kita untuk berjalan-jalan di atas glacier..wow..fantastis..
Awas hati-hati licin, diantara glacier ada air-air mengalir membentuk selokan-selokan kecil.
Hati-hati jangan menginjak crevasse (retakan es), bisa terperosok dan dalamnya ratusan meter.
Wow..ngeri.com.

Saat menuju perjalanan pulang sopir snocoach berhenti di dekat salah satu creavasse di tepi jalan.
Terlihat ada celah sempit diantara es berwarna kebiruan yang sangat dalam, jika tidak hati-hati
bisa terperosok meluncur ke dalam lubang es yang dalamnya bisa ratusan meter, atau menggantung
diantara dinding-dinding es dingin dan beku...

Dari Icefield kita melanjutkan perjalanan ke Bow Lake dan ke Banff

Banff
sebuah bank di Banff

Kita naik gondola ( cable car ) untuk melihat keindahan kota Banff .
Banff merupakan kota tempat wisata, terletak di lembah diantara pegunungan.
Di Banff jika kita beli barang , ditambah pajak ( value added tax ) 5 % jauh lebih rendah dibanding Vancouver = 12 %.
Ada banyak gereja-gereja kecil, jalannya lebar tidak banyak kendaraan lewat, sehingga nyaman untuk jalan kaki.
Ada beberapa bank kecil, cafe-cafe, hotel dan toko-toko souvenir.
Di sisi-sisi trotoar ada banyak bangku, disediakan untuk istirahat bagi pejalan kaki apabila lelah berjalan.
Kita menginap semalam di Banff, besok menuju lake Louise.

Lake Louise
Lake Louise
Lake Louise sebuah danau besar berlatar belakang pegunungan berselimut salju.
Airnya hijau bergradasi, dikelilingi batu-batu putih dan bunga-bunga beraneka warna.
Hotel yang berusia ratusan tahun dibangun karena terinspirasi keindahan Lake Louise.
Air danau berubah warna seiring dengan musim.
Gambar pegunungan terpantulkan di danau Lake Louise membentuk gradasi.

Bersambung..






Minggu, 21 Juni 2015

BETWEEN IJEN AND TANJUNG PAPUMA

kawah Ijen

Sudah lama aku tidak ke kawah Ijen, terakhir ke sana kira-kira 15 tahun yang lalu.
Beberapa kali aku ke kawah Ijen menemani teman atau family yang datang ke Surabaya yang ingin menikmati keindahan kawah Ijen.
Kali ini aku pergi bersama-sama dengan teman-teman kantor, rombongan berangkat dengan dua mobil.
Mengingat faktor “U” dan sudah jarang berolah raga ditambah badan lebih subur dibanding 15 tahun yang lalu, jam 4 sore sebelum makan malam aku minum suplemen, maksud hati supaya stamina bertambah kuat.
Kira-kira jam 6 menjelang jam 7 malam, sebelum rombongan berangkat kita makan malam dulu.
Perutku sudah merasa agak tidak enak tetapi setelah makan malam segar kembali.
Menjelang subuh rombongan tiba di Paltuding.
Tongkat-tongkat yang sudah dibawa dari Surabaya dikeluarkan, siap mendaki kawah Ijen.
Udara  dingin dan sekali-kali angin bertiup  menerpa wajah  ehm…brrr…dingin.
Sebelum naik kita beli tiket dan cari guide yang akan memandu kita naik kawah Ijen.
Belum lama berjalan , aku sudah lemas, nafasku terasa berat, aku sudah mau kembali tidak ikut naik.
Aku tidak menyangka mengapa aku bisa mendadak lemas, setelah turun dari Ijen dan dibahas penyebab lemasku diduga karena minum suplemen dalam kondisi  perut kosong
Teman-teman terus menerus memberi semangat, ada yang memberi aku minum, permen, coklat dll.
Tetapi baru berjalan sebentar aku lemas lagi.
Akhirnya aku naik ke Ijen dengan tumpuan teman di kiri dan di kanan.
Aku heran kenapa aku begitu tak berdaya, aku kasian dengan teman yang memapah aku , pasti capek banget.
Di tengah perjalanan tempat menimbang belerang ada warung , ada teman membelikan aku teh manis panas, setelah aku minum aku agak segar.
Aku sudah bisa berjalan dengan berpegangan selendang yang difungsikan sebagai tali, tidak perlu dipapah kiri kanan.
Sampai di atas, aku segar kembali, melihat pemandangan indah, naluri berfoto langsung timbul.
Ada 3 fotografer yang ikut dalam rombongan kita , Mr Wk, Mr Le dan Mr Ed.
Semua foto yang ada di artikel ini , mereka yang foto.
Terimakasih teman yang telah menolong dan memapah aku naik Ijen, membelikan aku teh manis hangat, memberi  permen, coklat dan memberi semangat tulus tanpa kenal lelah.
Tanpa kalian , aku tidak mungkin bisa nyampai ke kawah Ijen.
Di puncak Ijen
Aku sudah segar, bisa turun ke Ijen dengan lincah karena kalau ngerem tambah berat.
Di bawah ada warung kopi yang menjual pisang goreng, ketela goreng dan segala macam gorengan.
Kita semua lapar, dengan semangat makan gorengan tsb, sampai ibu warung kewalahan memenuhi pesanan kita.
Tiba-tiba angin bertiup, sisi tenda bergoyang hampir roboh, untung hanya berlangsung sebentar, tenda berhasil di pasang kembali dan tidak ada korban .
Setelah puas ngopi, ngeteh dan makan gorengan, rombongan menuju Jampit I Guest House, tempat kita akan menginap. Ditengah perjalanan ada pohon tumbang menghalangi jalan.
Cowok-cowok turun dari mobil ikut berjibaku menyingkirkan pohon agar kita semua bisa melanjutkan perjalanan.
Perjalanan ke Jampit I  Guest House sepanjang  15 km melewati jalan makadam yang serasa tak berujung. Beberapa kali tanya, jawaban yang ditanya terus aja…masih terus...terus...dan terus.
Teman-teman bertanya padaku, apakah masih jauh ? Aku lupa sudah 15 tahun yang lalu, perasaan dulu tidak sejauh ini. Perut mulai mengumandangkan musik keroncong, orkes melayu, jazz campur jadi satu.
Obrolan yang seru mulai sepi , camilan apa saja yang bisa dimakan mulai estafet berpindah-pindah tangan.
Akhirnya nyampai juga ke guest house…mata rasanya terang dan hati riang.
Apalagi disambut dengan taman yang indah.
taman Jampit I Guest House
Setelah barang-barang diturunkan segera kita makan siang.
Makan siang sederhana yang kita pesan dari guest house ditambah sambal bu Rudy , Pop Mie dll yang kita bawa dari Surabaya.
Suasana makan siang kali ini, amat sangat khidmat, nikmat dan enak . Makanan sederhana jadi nikmat karena kita lapar dan capek. Ada yang bilang Pop Mie yang paling enak dimakan seumur hidupnya ..ha..ha..ha..
Jampit I Guest House berada diketinggian 1.150 meter di desa Jampit kecamatan Sempol, dibangun ditahun 1927 milik PTP XII.
Dulu era jaman orde baru , Sudomo dan Siska pernah honeymoon di sana.
Model rumahnya, era jaman Belanda, di ruang tamu lantai dua ada perapian.
Nyaman, tetapi jauh dari mana-mana. Kebunnya ditumbuhi bunga-bunga yang diambil bibitnya dari benua Eropa, tetapi aku lihat bunganya tidak sebanyak 15 tahun yang lalu walaupun tetap indah.
Malam hari suhu udara dingin sekitar 10 derajat Celsius, setelah makan malam kita minum wine didepan perapian, seolah –olah berada di Eropa.
Kita foto di depan perapian, hasil fotonya oke banget…siiip...!!!. Siapa dulu donk yang foto, kalo bukan fotografer kita dari SIMP.
di depan perapian Jampit I Guest House
Subuh, kita mesti bangun karena kita rencana akan ke Tanjung Papuma.
Semua sudah siap, tinggal satu teman kita belum siap, mungkin tadi malam bermimpi didatangi nonik Belanda. Kita segera berangkat sambil menunggu mr Sek Ta Lah selesai mandi.


WE ARE ON SEAFOOD DIET, I SEE FOOD, I EAT IT

Selain membawa 3 fotografer , kita juga membawa koki handal dari Gorontalo.
Makan siang kita dimasak koki handal kita : mr Muston, untuk sementara koki warung Tanjung Papuma istirahat dulu, kita lebih percaya koki kita yang memasak.
Hasilnya sudah dapat dipastikan …yummy…enak tenan…maknyuss.
Sampai ada teman yang mengira duri ikan adalah daging ikan yang wuenak...bumbu-bumbunya merasuk tidak hanya ke daging ikan, bahkan sampai ke duri-durinya. Mantap tenan !!
Enak tenan


Setelah puas explore di Tanjung Papuma, kita pulang ke Surabaya dengan perut kenyang dan kenangan indah. Sampai jumpa di perjalanan berikutnya..
Tanjung Papuma