Tampilkan postingan dengan label Kanada. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kanada. Tampilkan semua postingan

Rabu, 16 September 2015

STANLEY PARK, TAMAN KOTA VANCOUVER

Stanley Park
Aku suka taman. Udara segar taman, suara kicauan burung, keteduhan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran membuat hati damai.
Pada tahun 2000 an ada sebuah film " Autumn in New York" yang menampilkan keindahan Central Park New York.
Pemandangan Central Park di film tersebut bagus banget !. Membuat aku ingin pergi ke Central Park .
Dan sampai sekarang keinginanku ke Central Park belum terwujud...
Map Stanley Park

Saat ke Vancouver aku sempat menyambangi Stanley Park yang merupakan salah satu taman kota terbesar di dunia.
Stanley Park berada di tengah kota,  dengan luas kira-kira 405 hektar lebih luas 60 hektar dibanding Central Park...Mantaap !!
Aku merasa keinginanku ke Central Park New York terwakili dengan mengunjungi Stanley Park.
View Stanley Park

Banyak jalan masuk menuju Stanley Park dari berbagai sisi.
Agar kita merasakan sensasi betapa luasnya  Stanley Park, kita menyusuri Stanley Park dari sisi luar dengan naik mobil.
Senja Di English Bay

Sepanjang jalan  kita  melewati deretan pohon cemara, pohon cedar dan hemlock terkadang kebun bunga dan kemudian sebuah pantai yang menjulur menuju Samudra Pasific.
Pantai ini terkenal dengan nama English Bay, di tepi pantai ada bangku-bangku menghadap pantai dan ornamen dari batu-batu bersusun.
Di seberang jalan ada patung-patung berwarna perunggu dengan berbagai ekspresi.
Patung Dengan Berbagai Ekspresi

Di kawasan hutan kecil dan jalan menanjak banyak orang bersepeda, berlari atau sekedar berjalan-jalan.
Dari balik pohon hutan kecil terkadang muncul tupai, berang-berang dan anjing hutan.
Di Brockton Point ada tiang totem yang diukir yang merupakan kebudayaan orang asli Canada.
Totem Di Stanley Park
Di dalam Stanley Park ada akuarium terbesar di Canada, Vancouver Aquarium.
Ada juga lapangan tenis, golf, kolam renang dan taman bermain anak-anak.
Tidak jauh dari tiang totem ada danau dengan latar belakang gedung-gedung tinggi.
Background Danau dan Gedung Tinggi

Dari Prospek Point, kita dapat menikmati pemandangan indah  Lion's Gate Bridge dan North Vancouver  .
Lion's Gate Bridge sebuah jembatan yang  muncul dalam salah satu episode film " Final Destination".
Prospect Point

Banyak film Amerika dibuat dengan latar belakang pemandangan di Canada.
Konon kabarnya ijin shooting film di Canada lebih mudah daripada di Amerika.
Lion's Gate Bridge

Setelah menyusuri sisi Stanley Park dari sisi luar, kita kembali untuk berhenti dan memasuki Stanley Park dari beberapa jalan masuk.
Masuk ke area kebun mawar, bungalow dan kemudian kembali ke English Bay untuk menikmati sunset.

Stanley Park, sebuah taman kota yang indah yang telah mewakili keinginanku ke Central Park New York yang belum terwujud...
View Lion's Gate Bridge


Kamis, 20 Agustus 2015

BALADA TAIWAN VISA ONLINE

 Rencana Berubah
Taipei 101 Di Malam Hari

Rencana semula sepulang dari Vancouver, mampir ke Hongkong dan Macau, jalan-jalan dan leyeh-leyeh disana.
Tiba-tiba kita harus melakukan perubahan rencana.
Harga tiket Cathay Pasific melambung luar biasa, menjadi satu setengah kali sampai dua kali lipat harga biasanya...luar biasa....membuat kita hampir membatalkan niat ke Canada.
Info dari agen tiket , di Hongkong dan sekitarnya sedang "peak season" .
Padahal masa "peak season" di Indo sudah berlalu, karena lebaran baru saja lewat.
Namun di belahan dunia sana, masa  "peak season"  baru dimulai menjelang perayaan festival kue bulan.
Harga tiket pesawat melambung mengikuti hukum " supply and demand ".
Semua itu diluar prediksi kita.

Harga tiket pesawat Cathay Pasific melebihi "budget" kita.
Kita harus mencari tiket maskapai penerbangan lain.
Singkat cerita, kita ganti tiket China Airlines dengan harga tiket yang masih mendingan dibanding Cathay Pasific, walaupun tetap aja mahal karena faktor "peak season".
Rencana singgah di Hongkong dan Macau batal !.
Ganti rute, pesawat China Airlines tidak transit di Hongkong.
Saat berangkat dari Surabaya ke Vancouver pesawat akan transit di Taipei selama 8 jam.
Segera kita susun rencana baru...
Selama transit,  kita rencana keluar dari bandara Taipei melihat-lihat kota Taipei, kemudian sepulang dari Vancouver kita "stay" di Taipei selama beberapa hari sebelum pulang ke Surabaya.
Artinya selain visa Canada, kita harus apply visa Taiwan juga.
No problem tetap semangat ! Ayo kita berjuang !

Visa Canada dan Visa Taiwan

Tidak semua biro perjalanan bersedia menerima pengurusan  visa Canada sebelum libur Lebaran, mereka hanya menerima pengurusan visa khusus peserta tour.

Semua biro perjalanan sibuk, jadi agak jual mahal....
Untunglah ada sebuah travel agen milik teman yang bersedia membantu kita apply visa Canada.
Visa Canada kita disetujui tepat sehari sebelum "time limit" tiket penerbangan harus "issued"
Visa Canada yang kita dapat : one (single) entries, untuk 6 bulan.
Kita "apply"  jenis visa Canada "single entries", dengan pertimbangan tujuan kita hanya Canada, tidak ada acara keluar dari Canada untuk kemudian kembali lagi ke Canada.

Siiip.....! Visa Canada sudah ditangan, saatnya apply visa Taiwan.
Info dari teman maupun travel agent , kita  tidak perlu apply visa ke kedutaan ( consulate ) Taiwan.
Bagi pemegang  visa Canada, untuk masuk ke Taiwan hanya perlu "entry permit " apply online via web Http://www.immigration.gov.tw.
Caranya mudah, isi data kita di web tsb, ikuti petunjuk pengisian yang ada. Isi data pribadi secara lengkap, nomor visa Canada, nomor paspor dll.
Kita akan mendapat " Authorization Certificate for Visit.......".
Nah...Authorization Certificate for Visit...berlaku sama dengan visa Taiwan.
Print dokumen tsb, tempel ke paspor.
Saat di imigrasi Taiwan tunjukkan paspor yang sudah ditempel dokumen tsb, kemudian kita bisa masuk ke Taiwan dan jalan-jalan di sana. Beres dah..
Lumayankan.....menghemat biaya apply visa Taiwan.

Saat Transit Ngabur ke Taipei 101 
Taipei 101

Pesawat mendarat di Taoyuan International Airport Taipei dan transit selama 8 jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Vancouver.
Di pemeriksaan imigrasi Taiwan, aku dan Fin antri dibarisan "foreigner line" yang berbeda.
Sebelum keluar dari bandara Taiwan, kita bertanya ke petugas imigrasi, mengenai online visa Taiwan, apakah bisa dipergunakan lagi, jika saat ini kita keluar dari bandara, kemudian sepulang dari Vancouver kita masuk kembali ke Taiwan untuk tinggal beberapa hari di Taipei.

Jawaban dari  kedua petugas immigrasi idem ( sama ) : "Visa ini masih bisa untuk masuk ke Taiwan kembali selama belum expired." Petugas menunjuk ke dokumen "Authorization Certificate for Visit "   kolom Entry Type : Multiple, artinya bisa untuk masuk Taiwan beberapa kali sebelum tanggal expired.
Petugas imigrasi mengatakan : Silahkan jalan-jalan di Taipei, namun pastikan kalian kembali ke bandara dua   jam sebelum   jadwal penerbangan pesawat ke Vancouver, agar tidak tertinggal pesawat.

Lega rasanya, mendengar jawaban petugas imigrasi, artinya tidak ada masalah kita keluar dari bandara saat transit,  Taiwan visa online masih bisa digunakan lagi untuk masuk Taiwan sepulang dari Vancouver nanti.

Dengan semangat dan wajah ceria kita keluar dari bandara Taoyuan.
Saatnya jalan-jalan di Taipei, kita punya waktu 6 jam.
Okay..go..go..go..cari bagian informasi, ambil brosur jadwal bus ke Taipei 101.
Segera kita menuju tempat keberangkatan bus ,  tak lama bus datang tepat waktu sesuai jadwal.

Menunggu Bus di depan hotel Hyatt Taipei
Taipei adalah kota yang sangat nyaman untuk jalan-jalan dan berwisata, fasilitas kendaraan umumnya sangat memadai dan tepat waktu.
Waktu tempuh dan jadwal kendaraan umum yang tepat waktu, membuat kita berani jalan-jalan saat transit.
Taipei 101 di kejauhan dengan tinggi 508 meter sangat menonjol dibanding bangunan lain di sekelilingnya.
Cantik sekali di saat udara cerah, berwarna biru laut dengan pita-pita besar disekelilingnya, seperti kado besar di tengah kota Taipei.
Pembangunan Taipei 101 dimulai tahun 1997, dan diresmikan serta dibuka untuk publik di tahun 2004.
Bentuk bangunannya mengadopsi bambu, yang sarat dengan filosofi budaya Cina bahwa bambu melambangkan perkembangan (tumbuh ke atas), kuat meskipun tidak terlihat kuat.
Bangunan tsb mempunyai lantai 101.
Taiwan sering dilanda taifun dan gempa, membangun gedung pencakar langit di Taiwan membutuhkan keahlian di bidang construction engineering, dan Taiwan telah membuktikan hal itu.

Yuk..kita masuk ke dalam Taipei 101..
Level 1-4 digunakan untuk shopping mall, level 5-6 fitness center, level 7-84 perkantoran, level 85-86 restoran, level 88-89 observatory,
level 91 observatory deck, level 92-101 communication floors. Gosipnya di lantai 101 terdapat exclusive private club.
Untuk menuju observatory, pengunjung dikenakan biaya TWD 400 (+/- IDR 140.000),  lift tercepat kedua di dunia, dengan kecepatan 16.8 m/second , membawa pengunjung dari level 5 ke level 89 dalam waktu  37 detik.
Naik liftnya kita tunda dulu, nanti setelah dari Vancouver kita kembali lagi ke Taipei 101.

Waktu kita terbatas, untuk sementara cukup puas keliling shopping mall, dan makan di pujasera .
Wow...begitu cepat waktu berlalu, saatnya menuju ke halte bus di depan hotel Hyatt , di belakang Taipei 101 .
Ada beberapa hotel di sekitar Taipei 101  ada Hyatt, Sheraton dan lain-lain.
Di depan halte bus, ada beberapa orang menunggu bus ke bandara dengan membawa koper besar.
Ternyata walaupun mereka menginap di hotel sekelas Hyatt, ke bandara naik bus.
Bus bandara datang tepat waktu, kita tiba ke Bandara tepat waktu.
Puas rasanya..bisa ngabur jalan-jalan saat transit.
Kita melanjutkan penerbangan ke Vancouver. Dag..dag...dag Taipei sampai jumpa 15 hari lagi !

Perjuangan Masuk Taiwan.

Selama 15 hari kita menjelajahi Vancouver Canada dan sekitarnya.
Kini saatnya menjelajahi Taiwan selama 5D/4N.
Kita akan menginap di penginapan sebelah gereja Katolik Taipei.
Sebelum kita berangkat, seorang pastor dari Indonesia yang bertugas di Taipei merekomendasikan kita untuk menginap disana.
Lokasi penginapan strategis, dekat public transportation.
Menjelang sore kita tiba di bandara Vancouver.
Kali ini kita bertiga, aku dan Fin serta MK orang Indo yang bekerja di Canada  ikut jalan-jalan ke Taiwan sekalian pulang ke Indo.
Segera kita check in dan masukkan barang ke bagasi.
Koper-koper ditimbang, semuanya oke tidak ada yang overweight, karena sebelum berangkat kita telah timbang.
Tiba-tiba kami dipanggil oleh seorang petugas, koper Fin diminta agar dibuka karena berbunyi saat masuk X-ray.
Ternyata bunyi tsb timbul dari magnit souvenir tempelan kulkas..oalah.. gara- gara magnit tempelan kulkas, koper yang isinya telah tersusun rapi, dibongkar isinya satu persatu,
Sumber bunyi telah ditemukan, silahkan masukkan kembali barang anda ke dalam koper, nanti koper akan dimasukkan ke bagasi, kata petugas dengan enteng.

Kita bertiga duduk kembali di ruang tunggu, baru duduk sebentar, ada petugas China Airlines menghampiri, minta agar kita bertiga ke kantor (...lho...ada apalagi nih...)
Kata pertama yang keluar dari petugas adalah..Sorry....( waduh pasti ada yang gak beres nih ).
Lalu petugas tsb mengatakan :" MK bisa stay di Taiwan, karena dia memiliki PR ( Permanen Resident) Canada.
Dokumen entry permit Taiwan link dengan PR Canada atau Visa Canada.
Kalian berdua tidak bisa stay di Taiwan karena Visa Canada jenis single entry, artinya setelah meninggalkan Canada otomatis visa Canada sudah tidak berlaku walaupun masa berlakunya belum expired.
Karena entry permit Taiwan link dengan visa Canada, maka otomatis entry permit (online visa) Taiwan gugur, tidak dapat digunakan untuk masuk ke Taiwan ".
Aku dan Fin kompak mengatakan :" Menurut petugas imigrasi Taiwan bisa dipakai, kami sudah konfirmasi sebelum berangkat ke Vancouver."
Sambil membawa peraturan Work Instruction China Airlines, petugas katakan " Sorry kami harus menjalankan prosedur kami. Karena entry permit Taiwan kalian sudah hangus, kami harus memberikan broading pass Vancouver - Taipei, Taipei - Surabaya.
Kalian tidak bisa masuk Taiwan, hanya bisa transit di bandara.
Sedangkan MK tergantung opsi dia, tetap "stay" di Taipei sesuai jadwal tiket, atau langsung ke Surabaya. Silahkan kalian bertiga berunding"

Kita tidak beranjak pergi dari kantor, masih banyak protes yang ingin kita sampaikan.
Waduh..kalo sudah panik begini, mendadak semua vocab bahasa Inggrisku terbang melayang entah kemana..
Mau protes ke petugas ga tau aku harus omong apa, Fin juga sama.
Akhirnya MK yang jadi penerjemah kita.
Aku & Fin katakan :" Apa solusinya agar kita bisa "stay" di Taiwan, kita telah susun rencana perjalanan di Taiwan ."
Sekali lagi petugas China Airlines mengatakan : "Sorry, tidak ada jalan lain selain kembali ke Indo, karena kalian WN Indo maka visa harus dibuat di Indonesia, kalian bisa pergi ke Taiwan setelah mendapatkan visa Taiwan."

Aku dan Fin, spontan protes..."Enak aja ngomongnya ".
Yang ini disensor, tidak diterjemahkan oleh MK.
Bonekku kumat, aku minta tolong MK bilang ke petugas China Airlines:" Tolong buatkan boarding pas sesuai jadwal kita di tiket, segala resiko masalah immigrasi Taiwan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi kita".

Sekali lagi petugas bilang :" Sorry..kami harus cek legalitas visa penumpang, kami tidak boleh asal membuat boarding pass sesuai tiket, kami akan didenda USD 50.000 karena lalai."

Komunikasi "deadlock", saklek tidak ada toleransi blas, kataku.
Tenang..tenang..MK berusaha menenangkan kami, petugas tsb hanya menjalankan aturan, mereka tidak salah.

MK akhirnya memutuskan untuk mengambil boarding pass sama dengan aku dan Fin  transit Taipei kemudian ke Surabaya.
Wajah Fin terlihat kecewa, setelah komunikasi dengan petugas China Airlines di Vancouver "deadlock".
Daripada Stress Foto Di Bandara Vancouver

Bersama-sama kita  menuju ke kursi di ruang tunggu.
Fin sibuk menghubungi Pastor Indo di Taiwan, tetapi kelihatannya mereka tidak bisa membantu, tidak pernah mengalami hal ini.
Kita sibuk berdiskusi tentang kemungkinan2 yang dapat kita lakukan.
         1. Kita menghubungi kedutaan Indonesia di Taiwan.
         2. Kita coba antri masuk Taiwan di immigrasi.                            Kita coba alternatif ke dua, jika kita berhasil melewati pemeriksaan immigrasi Taiwan, kita minta ke China Airlines  Taipei untuk mengganti boarding pass kita.

Jika tidak berhasil melewati pemeriksaan imigrasi Taiwan, resiko terburuk dideportasi.
Tidak apa-apa aku siap dideportasi.

Lalu aku katakan ke MK, kalo kita tidak lolos masuk Taiwan, sebaiknya kamu tetap ke Taiwan, buat foto yang banyak untuk aku dan Fin.
MK katakan , kita berangkat saja bersama-sama. Kalo kalian tidak bisa masuk Taiwan kali ini, kapan-kapan kita bisa pergi lagi.  

Kita mesti berjuang, cari cara supaya bisa masuk Taiwan !
MK rada khawatir melihat aku dan Fin nekad.
Kalo memang secara peraturan tidak bisa, tidak usah dipaksakan, kata MK.
MK sudah lama tinggal di Amerika dan Canada, di sana peraturan untuk dijalankan bukan untuk diperdebatkan.
Sedangkan Fin dan aku biasa di Indo, biasa menghadapi peraturan yang tidak jelas. Di Indo kita sudah biasa memperdebatkan peraturan yang tidak jelas.

Akhirnya kita terbang dari Vancouver menuju ke Taipei.
Di dalam pesawat kita sibuk dengan pikiran masing-masing.
Aku bertekad akan masuk ke imigrasi Taiwan, whatever will be ..will be..... Aku lelah dan aku tertidur...

Sampai di bandara Taiwan, Fin dan aku nekad antri imigrasi di jalur masuk Taiwan
Kita berada di baris antrian yang berbeda.
Ternyata...lolos..!!.Tidak ada pertanyaan satupun dari imigrasi Taiwan, langsung di dok ..dok ...stempel !
MK berada di antrian lain, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, secara legal MK memang boleh masuk Taiwan.
Kita sepakat ke counter China Airlines minta ganti boarding pass dan minta bagasi kita diturunkan. Kepada petugas China Airlines, kita menceritakan apa yang kita alami dengan jujur.
Petugas China Airlines di bandara Taipei amat sangat "helpful", mengatakan tidak perlu khawatir, bagasi kalian akan kami urus, tunggu saja disini, boarding pass kalian akan kami ganti, sehingga kalian bisa "stay" di Taiwan. Welcome to Taiwan, have a nice holidays !!
Semuanya berjalan dengan lancar, petugas membantu kami dengan cekatan.
Kami mendorong bagasi keluar bandara Taoyuan dengan riang dan wajah berseri-seri, wajah penuh rasa syukur...


Kisah  balada Taiwan Visa Online berakhir "happy ending"
Thanks God !

Ini menjadi salah satu pengalaman yang berkesan dalam perjalanan ke Taiwan.
Selalu ada kesan dalam setiap perjalanan.
Apakah ada yang mempunyai pengalaman serupa dengan kami ?




Senin, 10 Agustus 2015

BUTCHART GARDEN TAMAN FIRDAUS DI CANADA

Buchart Garden
Belasan tahun yang lalu aku mendapat kiriman gambar Butchart Garden melalui e-mail dari seorang teman.
Aku simpan gambar kebun bunga itu di screen saver.
Saat merencanakan perjalanan ke Canada, aku minta tolong MK temanku yang tinggal di Vancouver untuk membuat "draft itinerary" dan disitu ada Butchart Garden... Wao Butchart Garden...kebun bunga yang belasan tahun yang lalu pernah menjadi screen saver komputerku.

Lokasi Butchart Garden tidak jauh dari Vancouver, namun kita harus menyeberang.
Saat "peak season"  ada resiko kehabisan tiket kapal  penyebrangan ke Victoria.
Supaya tidak perlu khawatir kehabisan tiket penyebrangan, kita ikut "one day tour " yang bekerja sama dengan kapal penyebrangan.
Kali ini aku berangkat berempat bersama Fin, MN, MK ( MN & MK orang Indo yang bekerja di Canada ) .
Seperti biasa tour yang paling ekonomis adalah tour dengan bahasa pengantar bahasa Mandarin.
No problem, ketiga temanku bisa bahasa Mandarin.

Kendala Bahasa

Peserta tour mayoritas adalah orang Asia yang tinggal di Canada.
Sepasang kakek dan nenek dari sebuah wilayah pedesaan RRC ikut serta dalam rombongan tour.
Mereka tidak bisa berbahasa Mandarin.
Mereka hanya bisa berbicara dalam bahasa daerahnya di China.
Saat tour leader berbicara dengan mereka, selalu dijawab dengan senyum.
Wajah tour leader nampak stress setelah mengetahui tak satupun peserta tour mengenal sang kakek dan nenek.
Kemudian tour leader minta kakek dan nenek tsb berbicara, dan bertanya apakah diantara peserta tour ada yang mengerti ?
Untunglah MN mengerti, karena itu bahasa daerah yang sering digunakan kakeknya.
Akhirnya tour leader minta bantuan  MN untuk jadi penerjemah antara tour leader & sang kakek nenek.
Teman-temanku tertawa ngakak...mereka bilang Sinta ada temannya, ada yang tidak bisa bahasa Mandarin.
Ha..ha..ha...nekad juga kakek dan nenek tersebut, ikut tour sendiri.
Kepada  MN sang kakek dan nenek mengatakan , mereka sedang berkunjung ke Canada ingin ke kebun bunga, anaknya tidak bisa menemani karena sedang bekerja.

Dari down town Vancouver menuju terminal ferry di Tsawwassen butuh waktu kira-kira 30 menit.
Waktu penyebrangan kira-kira 1,5 jam.
Tour leader menitipkan sang kakek dan nenek ke MN, saat tour leader harus mengurus tiket dll.
Repotnya sang kakek dan nenek hobby berkelana, tahu-tahu menghilang.....
Beberapa kali ditegur tour leader maupun MN, agar selalu memberitahu jika akan pergi.
Tetapi tetap saja sang kakek dan nenek selalu menghilang dengan tiba-tiba.
Jika ditegur akan tersenyum manis seakan tak berdosa.
Aku tertawa ngakak melihat adegan tersebut.

Downtown Victoria
Downtown Victoria
Sebelum kita ke Butchart  Garden mampir ke daerah downtown Victoria .
Ada sebuah hotel tua yang dibuka th 1908 The Fairmont Empress Hotel.
Hotel ini dahulu tempat menginap  keluarga kerajaan Inggris, termasuk Queen Elizabeth, bila mereka berkunjung ke Victoria.
Victoria merupakan daerah commonwealth kerajaan Inggris.
Di depan hotel ada kereta-kereta kuda yang dapat disewa untuk berkeliling.
Tetapi tarif sewanya mahal banget..  tarif sewanya  15 menit  $55! ...
Aku cukup puas berfoto di depan kereta kuda kerajaan.
The British Columbia Parlianment Building

Selain hotel ada The British Columbia Parliament Buildings , gedung parlemen yang dibangun tahun 1898.
Bangunan lama dengan arsitektur khas Eropa, tempat bersidang para anggota parlemen.
Banyak turis berfoto-foto di dalam dan di luar gedung.
Gedung ini memang dijadikan sebagai obyek wisata.

Tujuan utamaku tour  ke Butchart Garden, tak sabar rasanya ingin segera ke sana.
Sepanjang jalan teman-teman meledek aku, mereka bilang Sinta ke Canada gara-gara Butchart Garden, kalo tidak ada Butchart Garden,
mungkin Sinta tidak datang jauh-jauh ke Canada.
"Jangan terlalu membayangkan Butchart Garden indah sekali, nanti kamu bisa kecewa kalo tidak seindah gambarnya", kata MK

Butchart Gardens.
Butchart Garden
Ternyata Butchart Gardens tidak mengecewakanku... indah seindah gambar yang aku pasang di screen saver.
Butchart Gardens berada Brentwood Bay, British Columbia, Canada dekat pulau Victoria dan Vancouver.
Di internet sering disebut sebagai kebun bunga terindah di dunia.
Nama Butchart diambil dari nama pendirinya Robert Pim Butchart dan istrinya Jennie Butchart.
Kebun bunga seluas 22 hektar , dibangun secara bertahap tahun 1904 di lokasi tempat menambang batu kapur.
Butchart Garden

Masuk ke Butchart Garden, masing-masing pengunjung diberi peta sekaligus katalog tanaman yang ada .
Ada berbagai jenis tanaman dari seluruh dunia, tidak hanya tanaman yang berasal dari Canada.
Awalnya kita disambut dengan jalan setapak di kiri dan kanan jalan tumbuh pohon-pohon rindang, ada tangga-tangga kecil sepanjang jalan. Selain jalur tsb disediakan juga jalur khusus bagi orang yang memakai kursi roda.
Setelah melewati jalan yang teduh bak hutan kecil, kita disambut dengan taman bunga dengan berbagai tema.

Taman Taman Dengan Berbagai Tema

Sunken Garden.

Merupakan taman selamat datang di The Butchart Gardens.
Taman dengan berbagai jenis bunga dan tanaman keras.
Rumput hijau tumbuh subur dan dihiasi berbagai bunga yang sedang bermekaran.


Concert Lawn Walk.

Keluar dari  Sunken Garden, kita tiba di Concert Lawn Walk.
Taman dengan Children’s Pavilion dan Rose Carousel yang dirancang untuk segala usia,  anak-anak beserta orangtua bergembira menikmati pemainan ini.
Ada dua buah tiang totem yang diukir oleh seniman Tsartlip dan Tsawout First Nations.

Rose Garden
Terletak di sebelah Concert lawn Walk. Berbagai jenis mawar tumbuh di sana floribundas, ramblers, climbers dan Hybrid Tea Roses.
Setiap jenis bunga diberikan label yang berisikan nama, tahun dan asal.
Dengan begitu, selain berwisata, pengunjung dapat juga belajar lebih jauh mengenai bunga mawar
Saat kita  berjalan menyusuri Rose Garden ada sebuah air mancur yang terkenal dengan nama “wishing well”.

Japanese Garden
Japanese Garden
Taman ini dirancang oleh Jennie Butchart beserta asistennya bernama Isaburo Kishida, seorang pakar landscape asal Jepang pada tahun 1906.
Memasuki taman ini seolah kita dibawa ke negeri sakura, ada gapura di pintu masuk taman dan kolam.
Di atas kolam ada sebuah jembatan.
Saat musim panas kita dapat naik kapal Tod Inlet dari dermaga dekat Japanese Garden.

Italia Garden
Italia Garden
Sebuah taman hasil rancangan dari arsitek terkemuka Kanada bernama Samuel MacLure.
Taman ini semula adalah lapangan tenis Butchart yang memiliki sebuah patung perunggu Mercury dan kolam yang indah.
Pada bagian luar kolam terdapat dua buah gerbang melengkung yang berwarna putih.

Mediterranean Garden.
Taman ini terletak setelah Italia Garden, ada sebuah terowongan pendek yang harus dilewati setiap pengunjung untuk sampai ke Mediterranean Garden.
Berbagai jenis tumbuhan dari seluruh dunia hidup dengan subur di taman ini.
Suasana taman asri dan rindang,  ada beberapa jenis tumbuhan keras yang berukuran besar mengelilingi taman.
Air Mancur Di Butchart Garden

Berada di Butchart Garden serasa berada di taman Firdaus, sebuah taman bunga yang membuat kita betah di sana.
Bunga berwarna - warni, rumput hijau yang membawa aroma segar dan pohon-pohon yang meneduhkan jiwa dan raga.
Di tengah kebun ada air mancur yang menyejukkan suasana .

Aku bersyukur, diberi kesempatan berkunjung ke Butchart Garden, sebuah taman yang belasan tahun yang lalu ada di screen saver komputerku.


Butchart Garden


Senin, 03 Agustus 2015

MENYUSURI CANADIAN ROCKIES MOUNTAIN PART 1

View Sebagian Canadian Rockies
Dari balik kaca jendela bus, aku lihat deretan pegunungan berlapis-lapis, puncaknya berselimut salju, diantara lembah-lembah yang menyimpan beribu danau bening berkilau, deretan pohon cemara berjajar rapi sepanjang kiri dan kanan jalan aspal yang berkelok- kelok.
Pemandangan sepanjang perjalanan Canadian Rockies Mountain tidak pernah berhenti mempesona para wisatawan seantero pelosok dunia.

Pikiranku melayang ke perbincanganku bersama teman-teman, "Jika kamu ke Vancouver pergilah ke Canadian Rockies Mountain", kata salah seorang temanku.
Setelah survey biaya tour ke pegunungan Rocky, MK memberi kabar : Kabar buruknya, tour dengan bahasa pengantar bahasa Inggris, harganya mahal.
Kabar baiknya , kamu bisa menikmati keindahan alam dan suasana Canadian Rockies Mountain, tanpa perlu mengerti bahasa Mandarin.
Aku sempat kecewa setelah mendengar kabar tarif tour ke pegunungan Rocky, 4 hari 3 malam yang paling sesuai dengan kantongku, adalah tour yang ada di China Town dengan bahasa pengantar bahasa Mandarin, bahasa yang tidak aku mengerti.

Saat ini aku benar-benar menikmati keindahan pemandangan dan suasana Canadian Rockies Mountain tanpa membutuhkan penjelasan dengan bahasa yang aku mengerti, tidak ada kendala bahasa untuk bisa menikmati keindahan alam.

Pegunungan Rocky atau yang sering disebut Canadian Rockies membentang sepanjang 4800 kilometer dari utara ke selatan mulai dari negara bagian British Columbia Canada sampai negara bagian New Mexico, Amerika Serikat.
Bus berjalan di jalan raya menelusuri lembah, membelah hutan cemara.
Aku mendapat tempat duduk dideretan kursi depan, dibelakang sopir.
Kaca depan bus lebar, penumpang bus dapat dengan leluasa melihat pemandangan di depan.
Di atas ada layar televisi yang menayangkan pemandangan alam yang sedang kita lewati.
Sepanjang perjalanan aku menikmati pemandangan yang memanjakan mata.
Di depan nampak jalan aspal berkelok membelah hutan cemara, dikiri kanan jalan terlihat lereng pegunungan berselaput salju berwarna putih bersih bak kapas dengan latar belakang langit biru.
Sesekali perjalanan menyusuri tepian sungai yang mengalirkan air jenih, deras air membentur batu-batuan disekelilingnya, kadang melewati danau yang jenih berwarna hijau bergradasi.

Aku masih mengantuk akibat jetlag, tetapi pemandangan indah didepan memaksa aku untuk tetap terjaga.
Sesekali bus berhenti , untuk menikmati alam sekitar sekaligus untuk memenuhi panggilan alam ke toilet.
Begitu bus berhenti, tak bosan- bosannya kita jeprat - jepret pemandangan alam sekitarnya.
Entah mengapa aku selalu merasa bahwa hasil jepretan alam ku tak seindah aslinya.
Mungkin kameraku kurang canggih dan aku tidak pandai memotret.

Columbia Icefield (Athabasca Glacier).
Ice Field

Sehari sebelum ke Icefield , tour leader memberitahu bahwa besok kita harus memakai custom baju tebal tahan dingin.
Aku tahu dari penjelasan Fin & MN yang mengerti bahasa Mandarin, serta dari itinerary yang berbahasa Inggris.
Aku ke Canada bareng Fin, sedangkan MN orang Indo yang bekerja di Canada dan fasih berbahasa Mandarin.
Untunglah ada mereka, kalo tidak ada mereka, mendengar tour leader dan orang-orang berbicara, aku seolah berada di planet lain.
Tidak ada satupun yang aku tahu, dan tour leader saat ini tidak bisa bahasa Inggris, sehingga semua penjelasan full Mandarin.
Penjelasan tour leader yang aku tahu adalah, saatnya ke toilet, saatnya makan, dan saatnya berkumpul.
Selebihnya aku tidak tahu.
Kadang-kadang Fin & MN dengan sukarela menerjemahkan apa yang dikatakan tour leader atau peserta tour lain.

Kita akan makan siang di salah satu restoran di Icefield.
Saat keluar dari bus, angin berhembus...brrrr..brr..dingin banget.
Setelah memesan makanan, kita duduk di teras sambil makan.
Di teras resto kita bisa memandang puncak gunung berselimut salju, Athabasca Glacier.
Tupai-tupai kecil sedang berlarian di teras dikerumuni pengunjung resto.
Lucu..tupai kecil berbulu panjang berwarna kombinasi krem dan coklat melompat-lompat riang sambil makan kenari.
snow mobile

Setelah makan siang, kita menanti giliran naik shuttle bus menuju ke glacier.
Dari jauh nampak hamparan putih diantara dua puncak gunung, nanti kita akan ke sana berjalan-jalan di atas sungai es ( glacier).
Diantara hamparan putih, ada titik-titik hitam yang bergerak-gerak, ternyata orang-orang memakai jaket hitam sedang berjalan diatas glaceir.

Shuttle bus berjalan pelan-pelan mendaki, kemudian kita ganti snow mobile, mereka menyebutnya snocoach.
Bus tinggi besar dengan ban besar radial yang berdiameter hampir 2 meter.
Bus ini dirancang khusus untuk mendaki dengan sudut yang tajam diantara jalan licin glacier.
Bus mendaki dengan sudut-sudut yang tajam untuk mencapai lereng gunung dengan ketinggian 2200 m.
Akhirnya bus berhenti dan memberi waktu kita untuk berjalan-jalan di atas glacier..wow..fantastis..
Awas hati-hati licin, diantara glacier ada air-air mengalir membentuk selokan-selokan kecil.
Hati-hati jangan menginjak crevasse (retakan es), bisa terperosok dan dalamnya ratusan meter.
Wow..ngeri.com.

Saat menuju perjalanan pulang sopir snocoach berhenti di dekat salah satu creavasse di tepi jalan.
Terlihat ada celah sempit diantara es berwarna kebiruan yang sangat dalam, jika tidak hati-hati
bisa terperosok meluncur ke dalam lubang es yang dalamnya bisa ratusan meter, atau menggantung
diantara dinding-dinding es dingin dan beku...

Dari Icefield kita melanjutkan perjalanan ke Bow Lake dan ke Banff

Banff
sebuah bank di Banff

Kita naik gondola ( cable car ) untuk melihat keindahan kota Banff .
Banff merupakan kota tempat wisata, terletak di lembah diantara pegunungan.
Di Banff jika kita beli barang , ditambah pajak ( value added tax ) 5 % jauh lebih rendah dibanding Vancouver = 12 %.
Ada banyak gereja-gereja kecil, jalannya lebar tidak banyak kendaraan lewat, sehingga nyaman untuk jalan kaki.
Ada beberapa bank kecil, cafe-cafe, hotel dan toko-toko souvenir.
Di sisi-sisi trotoar ada banyak bangku, disediakan untuk istirahat bagi pejalan kaki apabila lelah berjalan.
Kita menginap semalam di Banff, besok menuju lake Louise.

Lake Louise
Lake Louise
Lake Louise sebuah danau besar berlatar belakang pegunungan berselimut salju.
Airnya hijau bergradasi, dikelilingi batu-batu putih dan bunga-bunga beraneka warna.
Hotel yang berusia ratusan tahun dibangun karena terinspirasi keindahan Lake Louise.
Air danau berubah warna seiring dengan musim.
Gambar pegunungan terpantulkan di danau Lake Louise membentuk gradasi.

Bersambung..






Jumat, 10 Juli 2015

CANADA ,COME, SEE AND EAT

View Harrison Hot Spring Water

Canada adalah negara multibangsa.
Konon ceritanya penduduk asli Canada adalah orang Indian.
Dengan berjalannya waktu, berbagai etnis bangsa datang dan berimigrasi ke Canada.
Kemajuan roda perekonomian menyebabkan bangsa Indian terpinggirkan, mereka tertinggal dari laju pertumbuhan ekonomi, kalah bersaing dengan para pendatang.
Di kota, tinggal berbagai etnis bangsa, mereka berbisnis dan membuka berbagai macam usaha.
Jika kamu tidak terlalu suka makanan barat, di Canada kamu tidak perlu khawatir, kata temanku MK yang tinggal di Surrey dekat Vancouver.
Berbagai jenis kuliner dari berbagai macam etnis ada di Canada.

Setelah menempuh perjalanan yang panjang kurang lebih 13 jam dari Taipei, akhirnya pesawat mendarat
di bandara Vancouver.
Lega rasanya, akhirnya sampai juga di Vancouver.
Pesawat landing kira-kira jam 19.00 waktu Vancouver.
Dari jendela pesawat aku lihat ada bangunan agak bulat, dikelilingi kaca bening, tampak bercahaya,
kontras dengan suasana landasan yang remang-remang.
Dari jendela pesawat, bangunan bundar tersebut berpendar-pendar cahaya, mirip pesawat luar angkasa besar.


Masuk ke dalam bandara disambut  air terjun buatan besar yang mendominasi ruang bandara kedatangan.
Bunyi air jatuh menyegarkan badan yang lelah.
Aku buka HP, ada SMS masuk, MK sudah menjemput di ruang tunggu.

Setelah ambil bagasi, kami berdua antri di foreigner line (aku ke Canada bersama dengan Fintje).
Di barisan antrian foreigner, kebanyakan mereka datang berombongan atau berkelompok.
Hanya kita yang datang berdua.
Dari antrian aku lihat petugas imigrasi tidak langsung stempel paspor tetapi interview dulu.
Kelihatannya lama bener interviewnya.
Petugas imigrasinya tinggi, besar dan berkumis tebal.
Kelihatannya agak serem, jarang tersenyum, serius.
Akhirnya tiba giliran kita yang diinterview.
Pertanyaannya petugas imigrasi cukup detail , apa tujuan ke Canada, berapa lama, dengan siapa saja, di Canada tinggal dimana dll.  Apalagi aku berangkat hanya berdua dan dari Indonesia.
Interview berakhir setelah aku berikan alamat dan no. telp MK, sambil mengatakan selama di Canada kita tinggal di apartement teman.
Kita sudah dijemput teman tsb di ruang tunggu. Jika ada hal yang perlu ditanyakan mister dapat menghubungi nomor HP teman saya.
Sang mister langsung mengatakan : "Okay..okay..no problem . Welcome to Canada. Saya beri kalian ijin tinggal 6 bulan di Canada, don't worry be happy.
Silahkan explore Canada, banyak tempat-tempat yang indah untuk dikunjungi. Have a nice holidays  !".
Lega rasanya. Interview berakhir dengan maniezz. Aku sudah deg-deg an ditanya macam2, bahasa Inggrisku tidak begitu lancar.
Ha..ha..ha..mungkin kita dikira imigran gelap dari Indonesia, jadi ditanya detail.

Dari bandara kita menuju apartement MK menurunkan barang bawaan.
Saat masuk ke mobil, aku keliru masuk pintu pengemudi, di Canada  setir mobil berada di sisi kiri,
sedangkan di Indo setir mobil berada di sisi kanan.
Setiap kali mobil berhenti untuk parkir, secara tidak sengaja aku tarik hand rem, aku merasa seolah-olah
sedang nyetir karena kalo di Indo posisi tempat dudukku adalah posisi pengemudi.

Kita makan di sebuah resto kecil masakan Vietnam.
Di Vancouver ada banyak resto masakan Vietnam.
Karena udara dingin, kita pilih jenis masakan "pho" rebus.
Semacam mie rebus dengan sayur sawi segar dan tauge besar dan segar.
Rasanya mantap..maknyus. Makan pho rebus panas-panas, badan rasanya hangat,di tengah udara malam yang dingin.
Bagaimana cocok ga makanannya ? tanya MK.
Kita jawab , cocok banget, uenak !!
Okay, besok selain melihat obyek wisata, aku ajak kalian kuliner berbagai macam masakan di Canada.
Kalo kalian cocok dengan masakan Vietnam, besok kita ke resto Vietnam yang lain.
Ada yang lebih enak lagi.
Besoknya kita berburu berbagai masakan Vietnam, ada menu semacam nasi campurnya Vietnam, dagingnya empuk dan enak.
Dari masakan Vietnam kita beralih ke masakan Thailand, kemudian Chinese Food.
Menurut teman-teman Indo yang tinggal di Vancouver, kuliner Indonesia kurang dikenal, kalah dengan kuliner Asia lainnya. Ada beberapa resto makanan Indonesia, tetapi kurang enak, bahkan orang Indo sendiri jarang ke sana.
Ada yang berminat buka resto di Canada ? Ada peluang lho...
Masakan Vietnam


Pada suatu malam kita makan kuliner Yunani di resto Stepho's.
Pengunjungnya ramai sekali, sampai mengantri mengular di luar resto.
Udara malam yang dingin tidak menghalangi niat makan di resto Stepho's walaupun antrian lumayan panjang.Pengunjung antri dengan tertib, kita juga ikut antri sambil merapatkan jaket untuk menahan dinginnya udara malam. Untung kita tidak lama antri di luar, antrian maju masuk ke dalam resto, di sana ada tempat duduk untuk menunggu.
Pemilik dan karyawan resto orang Yunani, demikian juga pengunjungnya sebagian besar orang Yunani.
Pelayannya cantik dan ganteng seperti bintang telenovela.
Aaah..serasa kita berada di tempat shooting film telenovela.

Menunya berbagai macam sea food dan roti.
Kuliner Yunani

Selama di Canada kita puas-puaskan makan ikan salmon.
Ikan salmon di sana murah dan segar.
Dari wisata kuliner berbagai makanan di Canada, lidah ndesoku paling cocok dengan masakan Vietnam.
Snack  ( jajanan) Vietnam juga cocok dengan lidahku.
Snack Pastry

Selain kuliner, view di Canada bagus banget terutama rockies mountain dan danau-danaunya.
Episode berikutnya, aku akan bercerita tentang "where to go"  saat ke Canada.
See U late..







Jumat, 15 Mei 2015

Orang Orang Baik Sepanjang Perjalanan


Sering kita baca dari media atau mendengar dari teman tentang tindak kejahatan, penipuan atau sekedar jebakan betmen yang makin hari semakin canggih dan kreatif.
Membaca dan mendengar cerita tsb, muncul komentar-komentar “ hidup makin sulit, sedangkan tawaran
iklan begitu menggoda “ ada juga yang komentar “dunia sudah makin tua, kiamat sudah dekat “ masih banyak komentar-komentar lainnya.
Kita memang harus waspada dan berhati-hati, namun tidak perlu membuat kita terlalu khawatir dan cemas.
Di dunia ini masih banyak orang-orang baik.

Aku mencoba membuat catatan orang – orang baik yang pernah aku temui.
Mereka bukan teman , bukan saudara, bukan orang yang aku kenal, tetapi orang-orang yang aku jumpai di
sepanjang perjalanan hidupku.

Saat aku duduk di kelas dua SD, ada acara nonton sirkus di alun-alun bersama teman-teman sekolah.
Aku nonton sirkus bersama adikku yang masih TK ( dulu aku merasa sudah besar saat kelas 2 SD).
Orang tuaku berpesan hati-hati, nanti pulang akan dijemput, tunggu jemputan, kalau tidak ketemu yang jemput lapor ke panitia, tunggu di panitia.
Bubar dari nonton sirkus, ramai banget, aku tidak menemukan penjemput.
Awalnya mau lapor ke panitia, tapi kemudian aku bilang ke adikku, kita coba pulang sendiri ya…kan jalan
menuju rumah tidak sulit, lurus saja nanti ada toko Santoso belok kiri. Kita buktikan kita pemberani dan bisa
pulang sendiri  ( dari kecil aku punya jiwa petualangan he..he..he ).
Ternyata aku salah arah.. menjauhi jalan menuju rumah…jalanan makin gelap, penerangan jalan berkurang , lalu di sisi jalan ada kuburan.
Adikku menangis sambil protes kenapa kita tidak sampai-sampai….tapi malah lewat kuburan.
Aku sadar, aku salah jalan, aku bertanya arah jalan ke  salah satu orang yang sedang berjalan .
Mereka kaget kenapa ada 2 anak kecil berjalan sendiri, dikira kita didampingi salah satu orang dewasa yang ada disitu. Saat itu banyak orang jalan dari nonton sirkus menuju ke rumah masing-masing.
Mereka bertanya, alamat rumah kita, akhirnya diantar pulang ke rumah.
Di rumah sudah heboh, aku dan adikku ilang, kakek nenek , saudara-saudara mami dan papi, mencari aku dan adikku, diumumkan di sirkus ( dulu kan belum ada HP belum ada HT).
Orang-orang di rumah panik.
Tiba dirumah  aku dan adikku menangis bareng-bareng, tangis senang bisa sampai rumah dan takut dimarahi ortu  karena tidak lapor panitia sampai tersesat.
 Mamiku mengucapkan terimakasih berkali-kali ke sang pengantar, saking senangnya lupa tanya mereka siapa, rumahnya mana, sampai sang pengantar pamit.
Sampai sekarang kita tidak tahu siapa dia, keluargaku mencoba mencari info ttg orang yang baik hati tsb tapi tidak menemukan  siapa dia . Sepupuku iseng bilang mungkin roh yang ada dikuburan itu hiiiiii..hii….
Itu kisah orang baik hati yang aku temui di masa kecilku.

Saat dewasa, aku juga banyak menemui orang-orang baik hati.
Dompet jatuh di parkiran mobil, dikembalikan oleh tukang parkir di sebuah toko buku, sampai tukang pakir
tsb berlari mengejar mobil dan gedor-gedor mobilku demi mengembalikan dompetku.
STNK & kartu kreditku jatuh di parkiran kantor, salah satu orang pabrik yang menemukan, pagi-pagi sudah menunggu berdiri di parkiran mobil untuk mengembalikan ke aku  (diparkiran  kantor ada tulisan no pol mobil ).
ATM BCA ku  jatuh  juga pernah ditemukan oleh orang dan dikembalikan.
Menjumpai orang-orang yang baik  hati menyadarkan aku, betapa senangnya kalo kita ketemu orang baik, dan sekaligus memberi semangat untuk berbuat baik .

Saat traveling aku juga menjumpai orang-orang baik .
Tahun 1997, aku traveling berdua dengan teman ke Sydney Australia. Di hari ke 2 kita mulai agak hafal rute jalan menuju hotel,  saat naik taxi kita  agak ST (sok tau ) memberi petunjuk jalan menuju hotel ke sopir taxi ,meskipun kita sudah memberikan kartu nama hotel ke sopir taxi. Saat itu kita salah memberi petunjuk karena ternyata jalannya searah tidak bisa dimasuki terpaksa harus muter, sebelumnya sopir taxi mau ambil jalan lain tapi kita sok yakin bilang lewat jalan satunya saja, ternyata arahan kita salah.
Setelah sampai hotel, taxi kita bayar sesuai angka di argo. Tetapi sopir taxi kembalikan sebagian uang kita,
lho…koq..kita sudah bayar sesuai argo, mengapa dikembalikan sebagian ?. Menurut sopir taxi, dia sudah terima kartu nama hotel, harusnya dia tidak putar jalan, walaupun itu atas petunjuk kita, jadi dia harus kembalikan sebagian uang kita. Kita paksa berikan uang tsb karena kita yang salah. Sopir taxi tetap tidak mau, dan mengatakan jangan merasa bersalah, nikmati liburan kalian. Kami harus bekerja secara profesional, itu prosedur kerja kami. Kita melongo…kagum..dan mengucapkan thank U ..thank U….

Mall 101 Taipei
Di Taipei Taiwan, kami naik taxi dari bandara sampai penginapan. Barang yang aku bawa banyak banget karena sebelumnya kita ke Vancouver. Sampai di penginapan barang-barang dibongkar dan dibawa masuk
ke penginapan.
Aku bawa ransel dan tas cangklong .
Aku kebagian tugas jadi bendahara selama perjalanan, jadi urusan bayar membayar aku yang lakukan. Saat bayar taxi, ransel aku turunkan di jok taxi, aku lupa ambil ransel tsb.
Saat masuk kamar dan beres-beres , aku baru sadar ranselku tidak ada.
Tapi iya sudahlah ga apa- apa isinya jaket & makanan.
Tiba-tiba pintu diketuk penjaga penginapan, katanya ada sopir taxi kembalikan ransel yang ketinggalan di taxinya. Duh…baik banget…dia.
Padahal aku lihat taxi tsb tadi sudah pergi. Taxi tsb kembali ke penginapan demi kembalikan ranselku.
Aku sudah ikhlaskan ransel itu kalo hilang, ternyata ransel tsb masih mau ikut aku ( he..he..he..).

Di Taipei, saat kita naik bus menuju  mall 101, kita bingung turun di bus stop yang mana.
Seorang penumpang bus yang duduk di seberangku bertanya, apa ada yang dapat dia bantu ( dlm bhs Inggris).
Ketika kita tanya di bus stop mana kita harus turun untuk ke mall 101 ? Dengan semangat menolong dia katakan , nanti dia akan ikut turun bus untuk memastikan kita menuju 101 tanpa tersesat, memberi tips –tips yang berguna selama traveling di Taipei dan memberi tanda-tanda di map yang kita bawa, kemana kita harus naik & turun bus.
Setelah memastikan kita menuju ke arah yang benar, dia naik bus lagi untuk melanjutkan perjalanannya.
Hanya thank U..thank U yang bisa kita ucapkan.

Di Johorbahru, kita ketemu orang Indo yang kerja di resto di salah satu mall saat naik bus.
Kita banyak dibantu oleh dia, rute-rute public transportation, nitip barang bawaan kita ke resto tempat dia kerja selagi kita jalan-jalan sebelum ke bandara.

Di Hongkong saat kita tersesat di antara gedung-gedung tinggi, kita tanya arah jalan menuju suatu tempat ke 2 orang mahasiswa, mereka dengan semangat menolong mengantar kita, memastikan kita menuju ke arah yang benar. Padahal orang Hongkong terkenal acuh tak acuh dan tidak ramah. Tetapi ternyata masih ada orang baik di Hongkong.

Pegunungan Rocky
Saat di Canada, kami ikut local tour ke pegunungan Rocky, 4 hari 3 malam.
Harga tour ada 2 opsi, tour termasuk makan, atau tour tidak termasuk  makan ( makan beli sendiri ).
Kita pilih tour tidak termasuk makan, karena selisih harganya lumayan banyak.
Lagipula aku kurang suka makanan barat, kurang pas di lidah ndesoku.
Pagi hari  peserta tour include makan sedang breakfast, kami lihat disebelah kanan hotel ada MC Donald, di sebelah kiri hotel ada mini market. Kita beli beberapa mie instan di mini market, kemudian ke Mc Donald,  temanku  beli kopi dan donat. Petugas Mc D melihat kami bawa mie instan segera menawarkan apakah butuh air panas ? . Wao….itu yang kita mau. Dia berikan setermos besar air panas dan berpesan kalo kurang atau butuh bantuan jangan sungkan, dia akan bantu. Jadilah kita pesta mie instan di Mc D.
Petugas Mc D tsb tulus banget, mungkin kasian liat kita, kenapa tidak ikut breakfast di hotel sebelah.

Suatu saat tour leader bertanya ke temanku, kenapa kita tidak ikut tour include makan daripada repot cari makan, makanan di tour ini enak-enak lho. Temanku katakan  supaya kita bisa beli makan sesuai selera
lagi pula kita makannya tidak banyak ( padahal ngirit). Mungkin akhirnya tour leader tau alasan kita tidak ikut makan, beberapa kali acara makan tour leader menghampiri kita untuk ajak untuk makan bersama daripada repot cari makan diluar, ini free tidak perlu bayar dan tidak perlu sungkan, ini bonus.
Rejeki…masak ditolak sih…kita kan ga maksa dan tidak minta2, mungkin dia khawatir koq kita selalu makan fast food terus, ntar bisa kurang gizi ( ha..ha..ha…).

Di Whistler ada old spaghettie…resep kuno yang terkenal enak.
Di negara maju sebelum pesan makanan pasti kita lihat harga, karena harganya mahal menurut ukuran kantongku.
Aku dan Fintje pesan 1 porsi untuk berdua, selain faktor harga , ada faktor belum tentu aku doyan ( seleraku ndeso untuk makanan yang mengandung produk susu dan turunannya ). Waiter langsung sediakan piring kosong lengkap sendok garpu pisau, dan bonus roti tambahan. Katanya supaya kita bisa share dengan nyaman.
Ternyata traveler model backpacker banyak mengundang belas kasihan orang ya ( ha..ha..ha..).
Mungkin wajah kita mengundang belas kasihan .
Apalagi saat mereka tahu kita orang Indonesia, biasanya komentarnya wao jauh banget.
Bagaimana kalian aman di sana ? ( Berita kerusuhan Mei 1998 sampai juga di Canada ).

Ternyata di dunia ini masih banyak orang-orang baik.
Walaupun ada kejahatan, penipuan dan jebakan betmen yang perlu kita waspadai.