Tampilkan postingan dengan label whistler. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label whistler. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juli 2015

WHISTLER CANADA , KOTA WISATA PARA SELEBRITY

Whistler
Sebelum ke Canada , MK temanku yang tinggal di Surrey Vancouver membuatkan"draft itinerary Canada" .
Salah satu "itinerary " kita di Canada adalah Whistler.
Whistler adalah kota kecil di kaki gunung Whistler merupakan kota wisata nomor 1 di bagian utara benua Amerika.

Kita ke Whistler via " one day tour " dari Vancouver ke Whistler, yang telah dipesankan MK sebelumnya.
Pagi hari jam 06.20 kita diantar MK berangkat dari apartemen ke Crystal Mall.
Mobil tour akan jemput kita di Crystal Mall jam 07.00 AM.
Jam 06.55 mobil tour datang, segera tour leader merangkap driver mengabsen peserta tour.
Bahasa pengantar tour adalah bahasa Mandarin.
Aku tidak bisa berbahasa Mandarin, hanya sedikit sekali kata-kata yang aku mengerti.
Fintje bahasa Mandarinnya lumayan, paling tidak kalo diajak ngomong ngerti.
Ternyata aku satu-satunya peserta tour yang tidak bisa berbahasa Mandarin.
Untunglah tour leadernya bisa berbahasa Inggris dan baik hati.
Walaupun aku satu-satunya peserta yang tidak mengerti bahasa Mandarin, setiap memberi penjelasan dalam bahasa Mandarin selalu diikuti penjelasan dalam bahasa Inggris.

Perjalanan ke Whistler dari Vancouver lewat Sea To Sky Highway kira-kira 2 jam perjalanan.
Sepanjang perjalanan kita melewati laut, sungai, danau dan perbukitan, hutan-hutan terkadang rumah penduduk disela-sela pepohonan.
Jalanan sepi, hanya beberapa mobil yang lewat.
Penduduk di Canada tidak sepadat pulau Jawa di Indo.
Di tengah perjalanan ke Whistler, kita diajak mampir ke air terjun Shannon.

Air Terjun Shannon ( Shannon Falls)
Air Terjun Shannon
Turun dari mobil segera kita rasakan kesegaran udara di sekitar air terjun Shannon.
Gemericik air terjun menimpa bebatuan dari jauh telah terdengar, sekali-kali terdengar suara daun bergesekan tertiup angin.
Brrr brrr dinginnya udara pagi.
Sebelum menemukan air terjunnya, kita melewati pohon-pohon tinggi dan sungai, setelah masuk sedikit baru kelihatan air terjunnya.
Di sekitar air terjun tumbuh  pohon-pohon menjulang tinggi.
Ada  sebagian pohon yang  sebagian daunnya telah berubah menjadi kemerahan.
Saat itu bulan September sebagian daun berubah warna menyambut datangnya musim gugur.
Batu-batu besar berserakan  di sekitar air terjun.
Suara air terjun menghantam batu disekitarnya , memecahkan keheningan alam.
Tidak jauh dari air terjun ada taman.
Di taman ada bangku-bangku, tempat untuk duduk menikmati keindahan alam.
Di depan setiap pohon ada penjelasan lengkap tentang pohon tsb.
Air terjun Shannon berada di kawasan cagar alam yang dilindungi keasriannya.
Hari masih pagi, belum ada rombongan  tour lain yang datang, kita bebas berjalan-jalan dan berfoto.
Tak terasa sudah waktunya kita untuk melanjutkan perjalanan ke Whistler.
Sebenarnya masih kerasan, masih ingin menyusuri area seputar air terjun.

Whistler
Tempat Beli Tiket di Whistler

Whistler di Canada, terkenal sebagai tempat berlibur para selebriti Canada maupun Amerika .
Jangan kaget kalau kita ketemu Tom Cruise atau Matt Damon disana, begitu penjelasan tour leader.
Pada saat musim dingin sering digunakan sebagai  tempat olympiade musim dingin.
Whistler merupakan resort ski terbesar di Canada.
Di kawasan wisata Whistler mobil tidak boleh masuk.
Pengunjung bebas berjalan dengan leluasa tanpa takut tertabrak mobil.
Udara bersih, bebas polusi CO2 yang berasal dari asap mobil.
Berbagai resort , hotel, restoran, taman dan tempat bermain anak maupun orang dewasa ada di sana.
Tidak ada pedagang kaki lima.
Keamanan dan kenyamanan kawasan Whistler benar-benar terjaga.
Pantas selebriti dari Canada maupun Amerika hobby berlibur ke Whistler.

Tour leader membagikan tiket gondola dan peta, memberi penjelasan tempat naik dan turun gondola dan tempat-tempat
yang ada di peta,  jam 15.00 peserta tour harus kembali ke tempat parkir mobil, untuk bersama-sama kembali ke Vancouver.
Sekarang acara bebas, silahkan naik gondola, makan siang dan jalan-jalan di kawasan Whistler.
Peserta tour bubar , bebas memilih tempat yang dituju.
Yang terpenting bawa peta supaya tidak kesasar dan ingat waktu pulang.
gondola warna silver peak 2 peak

Whistler merupakan daerah pegunungan, pegunungan satu dengan yang lain dihubungkan dengan gondola,
yang disebut gondola disini adalah " cable car " ( kalo di Venice, gondola = perahu dayung).
Sebelum  naik gondola , aku melihat ke atas ada pemandangan yang tidak biasa.
Di atas aku liat ada sepeda bergantungan.
Ternyata ada gondola khusus untuk orang bersepeda, sepedanya nempel di tali.
Para bikers dapat bersepeda diatas pegunungan Whistler.
kaca di bawah gondola warna silver

Naik gondola yuuk....jangan sampai kehabisan waktu dan tidak sempat naik gondola.
Gondola yang pertama  membawa kita ke puncak pegunungan Whistler setinggi 2.160 meter...wao mantap.
Kita tidak perlu berebut, jarak kedatangan gondola amat cepat.
Di gondola aku hanya berdua dengan Fintje, serasa gondola milik pribadi.
Di atas angin bertiup, daun daun pepohonan bergoyang, kita berteriak dengan noraknya, khawatir gondola ikut bergoyang.
Ternyata gondola tetap stabil dan tidak terguncang.
Setelah berteriak kita lihat kiri kanan...untung ga ada orang lain, kita batal malu telah berteriak dengan noraknya.
Karena ga ada orang lain kita bebas berfoto pindah dari sudut gondola ke sudut lainnya.
Bebas tidak ada orang lain yang lihat.
Jika ada yang lihat paling petugas CCTV gondola ha..ha..ha..
Waktu tempuh gondola ke puncak Whistler kira-kira 25 menit.
Ekspresikan diri sepuas-puasnya selama 25 menit ha...ha..ha...
Jangan lupa lihat pemandangan dibawah dan sekeliling yang luar biasa indahnya..
Sampailah kita di puncak gunung Whistler.
Kita berjalan melihat pemandangan alam sekitar dan berfoto.
Perjalanan selanjutnya naik  gondola "peak 2 peak",  dari puncak Whistler ke puncak Blackcomb.

Blackcomb
Blackcomb

Puncak pegunungan paling tinggi Whistler dengan puncak pegunungan yang tinggi lainnya dihubungkan dengan gondola
"peak to peak".
Gondola peak 2 peak menempuh jarak 3,03 kilometer dengan tinggi 436 meter merupakan gondola terjauh dan tertinggi didunia.
Ada 2 jenis gondola , gondola warna merah berangkat setiap 1 menit sekali, dan gondola warna silver setiap 15 menit sekali.
Di gondola warna silver ada kaca di bawahnya, sehingga saat naik gondola , kita bisa ngintip pemandangan di bawahnya.
Jadi jangan khawatir tidak kebagian gondola, selalu ada gondola tanpa harus menunggu lama.
Pemandangan di puncak Blackcomb indah sekali...disekeliling nampak pegunungan yang diselimuti salju, di bawah ada danau-danau yang berwarna biru tosca dan danau berwarna kehijauan.
Angin bertiup...bbrrrr...brrr...dingin. Bendera bendera Canada berkibar tertiup angin.
Ada cafe indoor dan outdoor.
Kita duduk di luar cafe menikmati pemandangan, sambil makan bekal roti yang tadi kita bawa.
Nanti kita akan makan siang di bawah di " The Old Spaghetty Factory" yang direkomen teman maupun tour leader.
Setelah puas berkeliling kita turun kembali naik gondola.

The Old Spaghetty Factory.
Entah kenapa lidah ndesoku tidak terlalu bersahabat dengan makanan yang mengandung susu dan turunannya ( keju).
Saat pesan spaghetty aku bilang ke Fintje, kita pesan 1 porsi dulu ya, aku khawatir kurang suka.
Waiter datang membawa pesanan kita ditambah dengan satu set peralatan makan dan bonus roti.
Kata waiter dengan ramah: "Selamat menikmati, saya bawakan satu set peralatan makan dan bonus roti, agar kalian dapat share dengan nyaman."
Rupa-rupanya waiter langsung tanggap, karena kita 2 orang koq hanya pesan 1 porsi.
Saat beranjak akan pulang , waiter bertanya kalian dari mana ? Kita jawab dari Indonesia.
Waiter katakan : " Indonesia...negri yang jauh...Bali island very nice !"
Kalo dilihat di fisiknya kelihatannya waiter orang America Latin, mungkin Yunani.
Waiternya ramah dan cekatan. Cepat sekali dia kerjanya tetapi masih tetap tersenyum dan ramah menyapa setiap pengunjung resto.
Selesai lunch kita lanjutkan berkeliling Whistler.
Di sana ada taman, ada juga berbagai jenis permainan tembak2an, memanah dan arena permainan anak.
Tidak banyak toko-toko, ada beberapa toko menjual souvenir, kaos dan lain-lain.
Bangunan yang ada difungsikan untuk hotel dan resto.
Bangunannya menyatu dengan alam, bangunan dengan latar belakang pegunungan dan alam yang hijau.

Aku baca di media, mulai tanggal 31 Mei 2015 bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, di seluruh area resort dilarang merokok bahkan rokok elektrik maupun vaporizer tidak diperbolehkan.
Jika ketahuan merokok denda USD 10.000 atau hukuman 6 bulan penjara.
Wao..berat juga ya..hukumannya.
Hati-hati teman perokok jika ke Whistler, puasa rokok sejenak, daripada kena denda USD 10.000 kira-kira Rp 135 juta lho...gara-gara merokok.

Parkiran Mobil Whistler
 

Waktu berkumpul ke parkiran telah tiba, kita menuju ke parkiran tempat meeting point yang telah ditentukan.
Kita tiba di tempat kumpul paling awal, saking khawatir ketinggalan.
Tour leader telah duduk dibangku disekitar parkiran mobil, tersenyum dan mengatakan kita datang paling awal. Good ! kata tour leader. Kita tunggu yang lain, kalo mau lihat-lihat lagi masih ada waktu 10 menit.
Mengetahui kita dari Indonesia, tour leader bertanya apakah Indonesia sudah aman ?
Dia mendengar kabar kerusuhan Mei 1998 di Indo.
Syukurlah jika sekarang Indonesia sudah kondusif, kata tour leader.
Kemudian kita berjalan-jalan di area seputar meeting point .

Diantara peserta tour, ada peserta tour 3 generasi, kakek & nenek, anak & menantu serta cucu.
Semua peserta tour sudah berkumpul kecuali sang kakek dan nenek.
Dari jauh kelihatan sang kakek dan nenek berjalan.
Rupa- rupanya si kakek ga bisa jalan cepat dan sang nenek ngomel-ngomel.
Tour leader mencoba melerai, bilang tidak apa-apa hanya terlambat beberapa menit.
Nenek dan kakek damai.
Kita melanjutkan perjalanan pulang.

Perjalanan Pulang

Perjalanan pulang mengambil jalan yang berbeda dengan jalan yang kita lewati waktu berangkat.
Menurut tour leader sengaja demikian, supaya kita tidak bosan dan melihat tempat-tempat yang berbeda di Canada.
Kali ini perjalanan lebih banyak melewati danau, sungai, laut dengan latar belakang pegunungan.
Saat melewati danau, pemandangannya mirip dengan perjalanan ke Danau Toba.
Saat melewati laut dengan latar belakang pegunungan dan pulau -pulau kecil pemandangan mirip dengan Raja Ampat.

Akhirnya mobil tour tiba kembali di Crystall Mall, tepat waktu sesuai jadwal.
Di Canada segalanya tepat waktu.
Kami juga di jemput MK tepat waktu.

Jumat, 15 Mei 2015

Orang Orang Baik Sepanjang Perjalanan


Sering kita baca dari media atau mendengar dari teman tentang tindak kejahatan, penipuan atau sekedar jebakan betmen yang makin hari semakin canggih dan kreatif.
Membaca dan mendengar cerita tsb, muncul komentar-komentar “ hidup makin sulit, sedangkan tawaran
iklan begitu menggoda “ ada juga yang komentar “dunia sudah makin tua, kiamat sudah dekat “ masih banyak komentar-komentar lainnya.
Kita memang harus waspada dan berhati-hati, namun tidak perlu membuat kita terlalu khawatir dan cemas.
Di dunia ini masih banyak orang-orang baik.

Aku mencoba membuat catatan orang – orang baik yang pernah aku temui.
Mereka bukan teman , bukan saudara, bukan orang yang aku kenal, tetapi orang-orang yang aku jumpai di
sepanjang perjalanan hidupku.

Saat aku duduk di kelas dua SD, ada acara nonton sirkus di alun-alun bersama teman-teman sekolah.
Aku nonton sirkus bersama adikku yang masih TK ( dulu aku merasa sudah besar saat kelas 2 SD).
Orang tuaku berpesan hati-hati, nanti pulang akan dijemput, tunggu jemputan, kalau tidak ketemu yang jemput lapor ke panitia, tunggu di panitia.
Bubar dari nonton sirkus, ramai banget, aku tidak menemukan penjemput.
Awalnya mau lapor ke panitia, tapi kemudian aku bilang ke adikku, kita coba pulang sendiri ya…kan jalan
menuju rumah tidak sulit, lurus saja nanti ada toko Santoso belok kiri. Kita buktikan kita pemberani dan bisa
pulang sendiri  ( dari kecil aku punya jiwa petualangan he..he..he ).
Ternyata aku salah arah.. menjauhi jalan menuju rumah…jalanan makin gelap, penerangan jalan berkurang , lalu di sisi jalan ada kuburan.
Adikku menangis sambil protes kenapa kita tidak sampai-sampai….tapi malah lewat kuburan.
Aku sadar, aku salah jalan, aku bertanya arah jalan ke  salah satu orang yang sedang berjalan .
Mereka kaget kenapa ada 2 anak kecil berjalan sendiri, dikira kita didampingi salah satu orang dewasa yang ada disitu. Saat itu banyak orang jalan dari nonton sirkus menuju ke rumah masing-masing.
Mereka bertanya, alamat rumah kita, akhirnya diantar pulang ke rumah.
Di rumah sudah heboh, aku dan adikku ilang, kakek nenek , saudara-saudara mami dan papi, mencari aku dan adikku, diumumkan di sirkus ( dulu kan belum ada HP belum ada HT).
Orang-orang di rumah panik.
Tiba dirumah  aku dan adikku menangis bareng-bareng, tangis senang bisa sampai rumah dan takut dimarahi ortu  karena tidak lapor panitia sampai tersesat.
 Mamiku mengucapkan terimakasih berkali-kali ke sang pengantar, saking senangnya lupa tanya mereka siapa, rumahnya mana, sampai sang pengantar pamit.
Sampai sekarang kita tidak tahu siapa dia, keluargaku mencoba mencari info ttg orang yang baik hati tsb tapi tidak menemukan  siapa dia . Sepupuku iseng bilang mungkin roh yang ada dikuburan itu hiiiiii..hii….
Itu kisah orang baik hati yang aku temui di masa kecilku.

Saat dewasa, aku juga banyak menemui orang-orang baik hati.
Dompet jatuh di parkiran mobil, dikembalikan oleh tukang parkir di sebuah toko buku, sampai tukang pakir
tsb berlari mengejar mobil dan gedor-gedor mobilku demi mengembalikan dompetku.
STNK & kartu kreditku jatuh di parkiran kantor, salah satu orang pabrik yang menemukan, pagi-pagi sudah menunggu berdiri di parkiran mobil untuk mengembalikan ke aku  (diparkiran  kantor ada tulisan no pol mobil ).
ATM BCA ku  jatuh  juga pernah ditemukan oleh orang dan dikembalikan.
Menjumpai orang-orang yang baik  hati menyadarkan aku, betapa senangnya kalo kita ketemu orang baik, dan sekaligus memberi semangat untuk berbuat baik .

Saat traveling aku juga menjumpai orang-orang baik .
Tahun 1997, aku traveling berdua dengan teman ke Sydney Australia. Di hari ke 2 kita mulai agak hafal rute jalan menuju hotel,  saat naik taxi kita  agak ST (sok tau ) memberi petunjuk jalan menuju hotel ke sopir taxi ,meskipun kita sudah memberikan kartu nama hotel ke sopir taxi. Saat itu kita salah memberi petunjuk karena ternyata jalannya searah tidak bisa dimasuki terpaksa harus muter, sebelumnya sopir taxi mau ambil jalan lain tapi kita sok yakin bilang lewat jalan satunya saja, ternyata arahan kita salah.
Setelah sampai hotel, taxi kita bayar sesuai angka di argo. Tetapi sopir taxi kembalikan sebagian uang kita,
lho…koq..kita sudah bayar sesuai argo, mengapa dikembalikan sebagian ?. Menurut sopir taxi, dia sudah terima kartu nama hotel, harusnya dia tidak putar jalan, walaupun itu atas petunjuk kita, jadi dia harus kembalikan sebagian uang kita. Kita paksa berikan uang tsb karena kita yang salah. Sopir taxi tetap tidak mau, dan mengatakan jangan merasa bersalah, nikmati liburan kalian. Kami harus bekerja secara profesional, itu prosedur kerja kami. Kita melongo…kagum..dan mengucapkan thank U ..thank U….

Mall 101 Taipei
Di Taipei Taiwan, kami naik taxi dari bandara sampai penginapan. Barang yang aku bawa banyak banget karena sebelumnya kita ke Vancouver. Sampai di penginapan barang-barang dibongkar dan dibawa masuk
ke penginapan.
Aku bawa ransel dan tas cangklong .
Aku kebagian tugas jadi bendahara selama perjalanan, jadi urusan bayar membayar aku yang lakukan. Saat bayar taxi, ransel aku turunkan di jok taxi, aku lupa ambil ransel tsb.
Saat masuk kamar dan beres-beres , aku baru sadar ranselku tidak ada.
Tapi iya sudahlah ga apa- apa isinya jaket & makanan.
Tiba-tiba pintu diketuk penjaga penginapan, katanya ada sopir taxi kembalikan ransel yang ketinggalan di taxinya. Duh…baik banget…dia.
Padahal aku lihat taxi tsb tadi sudah pergi. Taxi tsb kembali ke penginapan demi kembalikan ranselku.
Aku sudah ikhlaskan ransel itu kalo hilang, ternyata ransel tsb masih mau ikut aku ( he..he..he..).

Di Taipei, saat kita naik bus menuju  mall 101, kita bingung turun di bus stop yang mana.
Seorang penumpang bus yang duduk di seberangku bertanya, apa ada yang dapat dia bantu ( dlm bhs Inggris).
Ketika kita tanya di bus stop mana kita harus turun untuk ke mall 101 ? Dengan semangat menolong dia katakan , nanti dia akan ikut turun bus untuk memastikan kita menuju 101 tanpa tersesat, memberi tips –tips yang berguna selama traveling di Taipei dan memberi tanda-tanda di map yang kita bawa, kemana kita harus naik & turun bus.
Setelah memastikan kita menuju ke arah yang benar, dia naik bus lagi untuk melanjutkan perjalanannya.
Hanya thank U..thank U yang bisa kita ucapkan.

Di Johorbahru, kita ketemu orang Indo yang kerja di resto di salah satu mall saat naik bus.
Kita banyak dibantu oleh dia, rute-rute public transportation, nitip barang bawaan kita ke resto tempat dia kerja selagi kita jalan-jalan sebelum ke bandara.

Di Hongkong saat kita tersesat di antara gedung-gedung tinggi, kita tanya arah jalan menuju suatu tempat ke 2 orang mahasiswa, mereka dengan semangat menolong mengantar kita, memastikan kita menuju ke arah yang benar. Padahal orang Hongkong terkenal acuh tak acuh dan tidak ramah. Tetapi ternyata masih ada orang baik di Hongkong.

Pegunungan Rocky
Saat di Canada, kami ikut local tour ke pegunungan Rocky, 4 hari 3 malam.
Harga tour ada 2 opsi, tour termasuk makan, atau tour tidak termasuk  makan ( makan beli sendiri ).
Kita pilih tour tidak termasuk makan, karena selisih harganya lumayan banyak.
Lagipula aku kurang suka makanan barat, kurang pas di lidah ndesoku.
Pagi hari  peserta tour include makan sedang breakfast, kami lihat disebelah kanan hotel ada MC Donald, di sebelah kiri hotel ada mini market. Kita beli beberapa mie instan di mini market, kemudian ke Mc Donald,  temanku  beli kopi dan donat. Petugas Mc D melihat kami bawa mie instan segera menawarkan apakah butuh air panas ? . Wao….itu yang kita mau. Dia berikan setermos besar air panas dan berpesan kalo kurang atau butuh bantuan jangan sungkan, dia akan bantu. Jadilah kita pesta mie instan di Mc D.
Petugas Mc D tsb tulus banget, mungkin kasian liat kita, kenapa tidak ikut breakfast di hotel sebelah.

Suatu saat tour leader bertanya ke temanku, kenapa kita tidak ikut tour include makan daripada repot cari makan, makanan di tour ini enak-enak lho. Temanku katakan  supaya kita bisa beli makan sesuai selera
lagi pula kita makannya tidak banyak ( padahal ngirit). Mungkin akhirnya tour leader tau alasan kita tidak ikut makan, beberapa kali acara makan tour leader menghampiri kita untuk ajak untuk makan bersama daripada repot cari makan diluar, ini free tidak perlu bayar dan tidak perlu sungkan, ini bonus.
Rejeki…masak ditolak sih…kita kan ga maksa dan tidak minta2, mungkin dia khawatir koq kita selalu makan fast food terus, ntar bisa kurang gizi ( ha..ha..ha…).

Di Whistler ada old spaghettie…resep kuno yang terkenal enak.
Di negara maju sebelum pesan makanan pasti kita lihat harga, karena harganya mahal menurut ukuran kantongku.
Aku dan Fintje pesan 1 porsi untuk berdua, selain faktor harga , ada faktor belum tentu aku doyan ( seleraku ndeso untuk makanan yang mengandung produk susu dan turunannya ). Waiter langsung sediakan piring kosong lengkap sendok garpu pisau, dan bonus roti tambahan. Katanya supaya kita bisa share dengan nyaman.
Ternyata traveler model backpacker banyak mengundang belas kasihan orang ya ( ha..ha..ha..).
Mungkin wajah kita mengundang belas kasihan .
Apalagi saat mereka tahu kita orang Indonesia, biasanya komentarnya wao jauh banget.
Bagaimana kalian aman di sana ? ( Berita kerusuhan Mei 1998 sampai juga di Canada ).

Ternyata di dunia ini masih banyak orang-orang baik.
Walaupun ada kejahatan, penipuan dan jebakan betmen yang perlu kita waspadai.