Tampilkan postingan dengan label vancouver. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vancouver. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 September 2015

OUR ANGEL IN HARRISON HOT SPRINGS WATER CANADA

Harrison
Saat aku dan Fin ke Canada, teman temanku di Canada mengajak ke Harrison.
Ketiga temanku yang tinggal di Canada belum pernah ke Harrison.
Mereka berkali-kali berencana ke Harrison tetapi selalu ada kendala dan berakhir batal, ada saja halangannya.
Pernah suatu kali mereka berangkat dengan semangat, hati penuh tekad , dan dengan segala persiapan piknik. Di tengah perjalanan menuju Harrison ada "event" atau festival , jalan menuju Harrison ditutup tidak boleh dilalui,  gagal lagi  ke Harrison Hot Springs Water !.
Kali ini mumpung ada teman dari Indo datang, ayo kita ke Harrison, semoga kali ini keinginan ke Harrison dapat terwujud ! , kata temanku.

Emang ada apa sih di Harisson ? Koq kita pengen banget ke Harrison padahal udah beberapa kali gagal  menuju ke sana

Harrison merupakan kawasan wisata terpadu di British Columbia Canada,  ada pegunungan gletser, danau, sumber air panas, pantai, taman dan hutan kecil.
Berwisata ke Harrison.....menurut peribahasa: "Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui".
Sekali pergi kita bisa menikmati berbagai obyek wisata.
Okay lah kalo begitu, mari kita ke Harrison !
Bis Greyhound

Kita ke Harrison ala backpacker, naik public transportation, dari bus ke bus.
Perjalanan cukup panjang, kita mesti berangkat pagi-pagi menyesuaikan jadwal bus.

Pagi saat hari masih gelap, matahari  belum merekah, udara dingin  berselimut kabut, kita bersiap-siap ke Harrison.
Jam 3.30 AM  kita berangkat  naik mobil dari apartemen MK  menuju rumah MN dan MD.
Mobil dititipkan di rumah  MN & MD. Kemudian kita berlima berjalan menuju halte bus.

Hari masih gelap, sepi, dan berkabut...kita berjalan ngebut menuju halte bus.
Ayo jalan cepat..ngebut.. cepat..supaya dingin udara pagi tidak membuat tubuh menggigil, ayo berpacu  supaya tubuh menghasilkan kalori.
Kita tiba di halte bus dengan badan berkeringat.
Tak lama kemudian bus yang kita tunggu datang, ayo kita naik bus masukkan uang coin di kotak sebelah sopir.
Bus menuju terminal Pasific Central Vancouver, nanti kita akan ganti bus Greyhound menuju Chilliwack.
Perjalanan dari terminal Pasific Central ke Chilliwack kira-kira 2,5 jam.
Rencananya di Chilliwack kita akan ganti bus jurusan Harrison Hot Springs Water.
Harrison Lake

Ternyata, saat tiba di Chilliwack, tidak ada bus menuju Harrison Hot Springs.. Hari ini bus jurusan Harrison libur, tidak beroperasi.
Lho..lhadalah...terus  kita naik apa ke Harrison...? Mosok kita gagal lagi ke Harrison ?.

Tidak jauh dari tempat kita berdiri, kita melihat ada pangkalan atau halte taksi.
Ayo kita naik taksi aja ke Harrison, lha bus nya libur, kataku.
Sopir taksi mengatakan bahwa kita harus memakai 2 taxi karena kita berlima.
Ayo kita ngomong ke sopir taksi, kita pakai satu taksi saja, kita beri extra fee ke sopir taksi ! .
Tuh liat bangku belakangnya lebar banget, cukup untuk duduk kita ber empat ! Yang satu di depan. Pas kan ?
Tetapi semua sopir taksi menggelengkan kepala. Tidak setuju dengan ide kita.
Kita di Canada friend, bukan di Indonesia, kata temanku.
Mereka taat peraturan tidak mau melanggar peraturan.Padahal jalanan sepi dan tidak ada polisi yang patroli.
Kalo di Indonesia, mungkin masih ada celah untuk negoisasi.

Ayo kita cari taksi station wagon yang bisa muat kita berlima tanpa melanggar aturan, kata temanku.
Ternyata di halte Chilliwack tidak ada  taksi station wagon, semua mobil taksi sedan.
Kalo di Indo naik 2 taksi tentu tidak masalah, tarif terjangkau kantong kita.
Lha  di Canada tarif taksi berlipat-lipat mahalnya dibanding di Indo dan jarak ke Harrison masih cukup jauh, mau bayar berapa kita .
Taxi Christine

Setengah putus asa , aku berjalan melipir ke supermaket, di sebelah bangunan supermaket ada poster obyek-obyek wisata seputar lokasi tersebut.
Ada beberapa danau di sekitar wilayah ini...apakah kita ganti tujuan wisata ?.
Dari  map di poster tsb  ada obyek wisata yang lebih dekat dibandingkan ke Harrison,
walaupun  naik 2 taksi  mungkin masih terjangkau biayanya. Kita mulai berdiskusi ganti tujuan wisata.

Di depan supermaket ada taksi yang sedang menurunkan penumpang .
Yuk kita tanya siapa tahu taksi tersebut bersedia  mengantar kita ke Harrison , kata MD. He..he..he..MD belum putus asa juga rupanya, semangat ke Harrison masih menggelora !
Dengan ramah dan wajah riang supir taksi wanita yang sudah senior menyapa kita, " Hello......."
Kemudian MD mengatakan bahwa kita berlima akan ke Harrison, tetapi tidak ada taksi yang berani mengantar kita dalam satu mobil.
Kemudian Christine sopir taxi tsb mengatakan," Kalian jangan khawatir, saya akan mengantar kalian, apakah kalian dari Asia, dari negara mana ?."
Tetapi kalian tunggu sebentar di supermaket, saya akan ganti mobil yang lebih besar."
Ketika kita tanya berapa tarif sewa ke Harrison ? Apakah bisa jemput kami kembali nanti siang menjelang sore ?
Christine mengatakan , " Dengan senang hati, saya akan jemput kalian, dan menyebutkan angka sewa taxi yang lebih murah dari tarif normal".
Mendengar jawaban Christine, hati kita dipenuhi rasa syukur.
Thanks  God ! Akhirnya kita jadi ke Harrison.. !!!.Tuhan telah mengirim seorang malaikat dalam wujud Christine sang sopir taksi yang dengan senang hati mengantar kita ke Harrison dengan tarif ekonomis !
Horee...akhirnya kita jadi ke Harrison !

Dengan  hati riang , gembira  penuh suka cita ,kita masuk supermaket membeli tambahan bekal untuk dimakan di Harrison nanti.
Beli roasted chicken and potatoes, hot dog  dan camilan untuk bekal ke Harrison. Padahal kita sudah membawa bekal kue-kue, karena senang semangat belanja ikut terdongkrak ( ha..ha..ha..)
View Harrison

Selesai belanja kita menunggu Christine sang supir taksi di depan supermaket.
Christine datang tepat waktu sesuai janji.
Christine bercerita , dia seorang pensiunan, dia menjadi sopir taksi hanya untuk mengisi waktu luang sambil jalan-jalan , dia hobby traveling.
Sebagai seorang traveling , Christine mengerti kita akan kecewa kalo tidak berhasil ke Harrison .
Christine  dengan semangat yang tulus membantu kita dengan cara menetapkan tarif yang ekonomis , setara dengan bahan bakar yang dipakai.


Usia Christine mungkin sekitar 70 tahun ( di Canada usia pensiun 67 tahun ). Christine masih lincah, jalannya cepat dan cara nyetirnya mantap di medan yang berkelok-kelok dan jalan menanjak.
Harrison merupakan daerah pegunungan, untuk menuju ke sana kita melewati jalan berkelok dan menanjak.

Akhirnya kita dapat menikmati segala keindahan alam Harrison Hot Spring Water, berkat our angel Christine. Terimakasih Christine !




Jumat, 28 Agustus 2015

MENIKMATI SENSASI CAPILANO SUSPENSION BRIDGE

Capilano Suspension Bridge
Vancouver kota yang kaya dengan obyek wisata, ada danau, gunung , pantai dan kebun bunga yang indah.
Telah lebih dari seminggu kita di Canada, tetapi rasanya tempat-tempat wisata yang kita kunjungi tak ada habisnya.
Malam hari sepulang dari Stanley Park, MK bertanya, " Besok kalian siap gak jadi Tarzan ? Kalau kalian mau, besok kita ke hutan di Vancouver . ".
" Jadi Tarzan ? Maksudnya bergantungan di pohon dengan tali, gitu", aku bertanya dengan ekspresi wajah bingung.
Ha..ha..ha... jadi Tarzan kota, kata MK sambil memberikan brosur wisata " Capilano Suspension Bridge" kita akan singgah dari pohon ke pohon, tidak pakai tali tapi naik jembatan.
Setelah aku baca brosur, aku katakan, " Okay besok ke Capilano, siapa takut !! ".

Keesokan harinya, pagi hari sebelum ke Capilano kita mampir ke resto Vietnam.
Setelah breakfast di resto, kita membawa bekal burger ala Vietnam dan jajanan yang dibuat dari kacang hijau kupas kulit.
Selama di Canada, makanan Vietnam telah menjadi makanan favoritku, pas dengan lidah ndesoku.
Tempat Pengolahan Air Bersih Capilano

Sebelum ke Jembatan Capilano kita pergi ke taman dan tempat pengolahan air bersih dari Sungai Capilano.
Dimana-mana terlihat rumput hijau terhampar, diselingi dengan bunga-bunga bermekaran.
Di antara pohon-pohon yang tumbuh tinggi menjulang, kelihatan tebing sungai Capilano yang curam, air mengalir seperti air terjun,
karena dasar sungai tidak rata dan berbatu-batu.
Setelah lelah berjalan, aku menuju taman, di sana ada banyak bangku di bawah pohon rindang diantara bunga yang tumbuh bermekaran.
Aku buka bekal, makan burger ala Vietnam...wao sedap...enaknya..terasa banget hidup ini indah.
Setelah puas kita melanjutkan perjalanan ke Capilano Suspension Bridge...ayo..go..go..go...siap jadi Tarzan ? Auo..Auo..
Di atas Jembatan Capilano

MK memarkir mobil, memasukkan uang ke mesin parkir sesuai dengan tarif pakir dikalikan perkiraan waktu kita akan parkir.
Ha..ha..ha.. mau parkir aja mesti  mikir, planning waktu kira-kira berapa lama kita parkir.

Di loket masuk hutan Capilano sudah banyak orang antri, saat ini ada promo bagi penduduk Canada ( warga negara maupun PR) jika membeli tiket mendapat voucher free untuk masuk ke Capilano selama setahun kedepan.
Tiket sudah ditangan, masuk yuk... ke hutan Capilano.
Selain jembatan gantung, di sana ada pojok-pojok budaya Indian, suku asli Canada, ada restoran dan kantor pos bernuansa Indian.
Dari jauh aku melihat jembatan yang membentang di atas sungai Capilano..wao panjang benar jembatan gantungnya... 137 meter dengan ketinggian 70 meter.
Saat pertama kali menapakkan kaki  ke jembatan dan melihat ke bawah..sensasinya wao... apalagi ada rombongan ABG yang sengaja berlari agar cepat nyampai..bunyi derap langkah kakinya menggetarkan kayu jembatan.
Jembatan bergoyang...ditambah angin bertiup...wao serasa jadi Tarzan beneran... setelah kita nyampai diseberang disambut oleh sebuah pohon besar.
Dari Pohon ke Pohon

Jembatan ini dibuat tahun 1889 oleh insinyur sipil Skotlandia bernama George Grant Mackay, sebagai jalan menuju kawasan yang hutan indah .
Tali pada jembatan ini,  telah diganti dengan kabel baja yang kuat sehingga aman untuk menahan bobot hingga 1.300 orang.
Wisatawan bisa menikmati sensasi ketinggian dan hijaunya pemandangan yang menghampar luas.
Melalui jembatan ini, kita juga dapat menyeberangi dua area hutan, yang terbelah oleh sungai Capilano sambil melihat pucuk pohon yang mustahil terlihat dari bawah.
Ada juga jembatan gantung yang menjulur dari tebing granit yang membawa kita menembus vegetasi hutan hujan, dengan pemandangan ngarai eksotis.
Panel-panel kaca dipasang di lantai jembatan, sehingga memberi pemandangan indah sekaligus menantang adrenalin.
Pucuk Pucuk Pohon

Setelah melintasi jembatan utama yang membentang di atas sungai Capilano, ada jembatan-jembatan yang menghubungkan antara pohon ke pohon.
Setiap pohon ada papan berisi tulisan  nama pohon, usia pohon, dan asal pohon. Ada pohon besar yang usianya 1300 tahun menjulang tinggi setinggi 300 meter.
Kita  berjalan dari pohon ke pohon melalui jembatan dan naik turun tangga.
Kadang di sudut jembatan ada ruang agak lebar tempat istirahat sekaligus gardu pandang, untuk menikmati keindahan alam sekitar.

Di Taman Capilano


Jika kita lelah, ambil nafas panjang-panjang..kemudian pandanglah hijau pohon disekeliling, dengarkan suara gemericik air sungai, pandang sungai dengan air bening berkelok-kelok, segera rasa lelah menghilang, berganti dengan kesegaran alam.
Kadang-kadang kita temui pondok-pondok kecil dengan tenaga medis yang siap menolong apabila tiba-tiba ada yang sakit.

Tuh Di atas Ada Jembatan
Yang membuat aku kagum ada beberapa orang lanjut usia dengan semangat melintasi jembatan, dan naik turun tangga.
Wao...kali ini selain wisata, olahraga naik dan turun tangga...lumayan bisa membakar kalori.
Akhirnya seluruh area yang ada di peta sudah kita jelajahi, kita telah sampai diujung perjalanan.
Pojok Indian

Diujung perjalanan kita disambut dengan taman bernuansa Indian.
Berjajar patung totem, kincir air khas Indian dan restoran.
Ada juga meja dan kursi diantara taman, kita duduk beristirahat, makan dan minum bekal yang kita bawa.
Setelah puas istirahat, kita bertiga menuju parkiran mobil dan melanjutkan perjalanan menuju gereja untuk menghadiri perayaan misa.
Dari gereja kita lanjutkan dengan kuliner dan jalan-jalan menikmati keindahan Vancouver diwaktu malam.




Kamis, 20 Agustus 2015

BALADA TAIWAN VISA ONLINE

 Rencana Berubah
Taipei 101 Di Malam Hari

Rencana semula sepulang dari Vancouver, mampir ke Hongkong dan Macau, jalan-jalan dan leyeh-leyeh disana.
Tiba-tiba kita harus melakukan perubahan rencana.
Harga tiket Cathay Pasific melambung luar biasa, menjadi satu setengah kali sampai dua kali lipat harga biasanya...luar biasa....membuat kita hampir membatalkan niat ke Canada.
Info dari agen tiket , di Hongkong dan sekitarnya sedang "peak season" .
Padahal masa "peak season" di Indo sudah berlalu, karena lebaran baru saja lewat.
Namun di belahan dunia sana, masa  "peak season"  baru dimulai menjelang perayaan festival kue bulan.
Harga tiket pesawat melambung mengikuti hukum " supply and demand ".
Semua itu diluar prediksi kita.

Harga tiket pesawat Cathay Pasific melebihi "budget" kita.
Kita harus mencari tiket maskapai penerbangan lain.
Singkat cerita, kita ganti tiket China Airlines dengan harga tiket yang masih mendingan dibanding Cathay Pasific, walaupun tetap aja mahal karena faktor "peak season".
Rencana singgah di Hongkong dan Macau batal !.
Ganti rute, pesawat China Airlines tidak transit di Hongkong.
Saat berangkat dari Surabaya ke Vancouver pesawat akan transit di Taipei selama 8 jam.
Segera kita susun rencana baru...
Selama transit,  kita rencana keluar dari bandara Taipei melihat-lihat kota Taipei, kemudian sepulang dari Vancouver kita "stay" di Taipei selama beberapa hari sebelum pulang ke Surabaya.
Artinya selain visa Canada, kita harus apply visa Taiwan juga.
No problem tetap semangat ! Ayo kita berjuang !

Visa Canada dan Visa Taiwan

Tidak semua biro perjalanan bersedia menerima pengurusan  visa Canada sebelum libur Lebaran, mereka hanya menerima pengurusan visa khusus peserta tour.

Semua biro perjalanan sibuk, jadi agak jual mahal....
Untunglah ada sebuah travel agen milik teman yang bersedia membantu kita apply visa Canada.
Visa Canada kita disetujui tepat sehari sebelum "time limit" tiket penerbangan harus "issued"
Visa Canada yang kita dapat : one (single) entries, untuk 6 bulan.
Kita "apply"  jenis visa Canada "single entries", dengan pertimbangan tujuan kita hanya Canada, tidak ada acara keluar dari Canada untuk kemudian kembali lagi ke Canada.

Siiip.....! Visa Canada sudah ditangan, saatnya apply visa Taiwan.
Info dari teman maupun travel agent , kita  tidak perlu apply visa ke kedutaan ( consulate ) Taiwan.
Bagi pemegang  visa Canada, untuk masuk ke Taiwan hanya perlu "entry permit " apply online via web Http://www.immigration.gov.tw.
Caranya mudah, isi data kita di web tsb, ikuti petunjuk pengisian yang ada. Isi data pribadi secara lengkap, nomor visa Canada, nomor paspor dll.
Kita akan mendapat " Authorization Certificate for Visit.......".
Nah...Authorization Certificate for Visit...berlaku sama dengan visa Taiwan.
Print dokumen tsb, tempel ke paspor.
Saat di imigrasi Taiwan tunjukkan paspor yang sudah ditempel dokumen tsb, kemudian kita bisa masuk ke Taiwan dan jalan-jalan di sana. Beres dah..
Lumayankan.....menghemat biaya apply visa Taiwan.

Saat Transit Ngabur ke Taipei 101 
Taipei 101

Pesawat mendarat di Taoyuan International Airport Taipei dan transit selama 8 jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Vancouver.
Di pemeriksaan imigrasi Taiwan, aku dan Fin antri dibarisan "foreigner line" yang berbeda.
Sebelum keluar dari bandara Taiwan, kita bertanya ke petugas imigrasi, mengenai online visa Taiwan, apakah bisa dipergunakan lagi, jika saat ini kita keluar dari bandara, kemudian sepulang dari Vancouver kita masuk kembali ke Taiwan untuk tinggal beberapa hari di Taipei.

Jawaban dari  kedua petugas immigrasi idem ( sama ) : "Visa ini masih bisa untuk masuk ke Taiwan kembali selama belum expired." Petugas menunjuk ke dokumen "Authorization Certificate for Visit "   kolom Entry Type : Multiple, artinya bisa untuk masuk Taiwan beberapa kali sebelum tanggal expired.
Petugas imigrasi mengatakan : Silahkan jalan-jalan di Taipei, namun pastikan kalian kembali ke bandara dua   jam sebelum   jadwal penerbangan pesawat ke Vancouver, agar tidak tertinggal pesawat.

Lega rasanya, mendengar jawaban petugas imigrasi, artinya tidak ada masalah kita keluar dari bandara saat transit,  Taiwan visa online masih bisa digunakan lagi untuk masuk Taiwan sepulang dari Vancouver nanti.

Dengan semangat dan wajah ceria kita keluar dari bandara Taoyuan.
Saatnya jalan-jalan di Taipei, kita punya waktu 6 jam.
Okay..go..go..go..cari bagian informasi, ambil brosur jadwal bus ke Taipei 101.
Segera kita menuju tempat keberangkatan bus ,  tak lama bus datang tepat waktu sesuai jadwal.

Menunggu Bus di depan hotel Hyatt Taipei
Taipei adalah kota yang sangat nyaman untuk jalan-jalan dan berwisata, fasilitas kendaraan umumnya sangat memadai dan tepat waktu.
Waktu tempuh dan jadwal kendaraan umum yang tepat waktu, membuat kita berani jalan-jalan saat transit.
Taipei 101 di kejauhan dengan tinggi 508 meter sangat menonjol dibanding bangunan lain di sekelilingnya.
Cantik sekali di saat udara cerah, berwarna biru laut dengan pita-pita besar disekelilingnya, seperti kado besar di tengah kota Taipei.
Pembangunan Taipei 101 dimulai tahun 1997, dan diresmikan serta dibuka untuk publik di tahun 2004.
Bentuk bangunannya mengadopsi bambu, yang sarat dengan filosofi budaya Cina bahwa bambu melambangkan perkembangan (tumbuh ke atas), kuat meskipun tidak terlihat kuat.
Bangunan tsb mempunyai lantai 101.
Taiwan sering dilanda taifun dan gempa, membangun gedung pencakar langit di Taiwan membutuhkan keahlian di bidang construction engineering, dan Taiwan telah membuktikan hal itu.

Yuk..kita masuk ke dalam Taipei 101..
Level 1-4 digunakan untuk shopping mall, level 5-6 fitness center, level 7-84 perkantoran, level 85-86 restoran, level 88-89 observatory,
level 91 observatory deck, level 92-101 communication floors. Gosipnya di lantai 101 terdapat exclusive private club.
Untuk menuju observatory, pengunjung dikenakan biaya TWD 400 (+/- IDR 140.000),  lift tercepat kedua di dunia, dengan kecepatan 16.8 m/second , membawa pengunjung dari level 5 ke level 89 dalam waktu  37 detik.
Naik liftnya kita tunda dulu, nanti setelah dari Vancouver kita kembali lagi ke Taipei 101.

Waktu kita terbatas, untuk sementara cukup puas keliling shopping mall, dan makan di pujasera .
Wow...begitu cepat waktu berlalu, saatnya menuju ke halte bus di depan hotel Hyatt , di belakang Taipei 101 .
Ada beberapa hotel di sekitar Taipei 101  ada Hyatt, Sheraton dan lain-lain.
Di depan halte bus, ada beberapa orang menunggu bus ke bandara dengan membawa koper besar.
Ternyata walaupun mereka menginap di hotel sekelas Hyatt, ke bandara naik bus.
Bus bandara datang tepat waktu, kita tiba ke Bandara tepat waktu.
Puas rasanya..bisa ngabur jalan-jalan saat transit.
Kita melanjutkan penerbangan ke Vancouver. Dag..dag...dag Taipei sampai jumpa 15 hari lagi !

Perjuangan Masuk Taiwan.

Selama 15 hari kita menjelajahi Vancouver Canada dan sekitarnya.
Kini saatnya menjelajahi Taiwan selama 5D/4N.
Kita akan menginap di penginapan sebelah gereja Katolik Taipei.
Sebelum kita berangkat, seorang pastor dari Indonesia yang bertugas di Taipei merekomendasikan kita untuk menginap disana.
Lokasi penginapan strategis, dekat public transportation.
Menjelang sore kita tiba di bandara Vancouver.
Kali ini kita bertiga, aku dan Fin serta MK orang Indo yang bekerja di Canada  ikut jalan-jalan ke Taiwan sekalian pulang ke Indo.
Segera kita check in dan masukkan barang ke bagasi.
Koper-koper ditimbang, semuanya oke tidak ada yang overweight, karena sebelum berangkat kita telah timbang.
Tiba-tiba kami dipanggil oleh seorang petugas, koper Fin diminta agar dibuka karena berbunyi saat masuk X-ray.
Ternyata bunyi tsb timbul dari magnit souvenir tempelan kulkas..oalah.. gara- gara magnit tempelan kulkas, koper yang isinya telah tersusun rapi, dibongkar isinya satu persatu,
Sumber bunyi telah ditemukan, silahkan masukkan kembali barang anda ke dalam koper, nanti koper akan dimasukkan ke bagasi, kata petugas dengan enteng.

Kita bertiga duduk kembali di ruang tunggu, baru duduk sebentar, ada petugas China Airlines menghampiri, minta agar kita bertiga ke kantor (...lho...ada apalagi nih...)
Kata pertama yang keluar dari petugas adalah..Sorry....( waduh pasti ada yang gak beres nih ).
Lalu petugas tsb mengatakan :" MK bisa stay di Taiwan, karena dia memiliki PR ( Permanen Resident) Canada.
Dokumen entry permit Taiwan link dengan PR Canada atau Visa Canada.
Kalian berdua tidak bisa stay di Taiwan karena Visa Canada jenis single entry, artinya setelah meninggalkan Canada otomatis visa Canada sudah tidak berlaku walaupun masa berlakunya belum expired.
Karena entry permit Taiwan link dengan visa Canada, maka otomatis entry permit (online visa) Taiwan gugur, tidak dapat digunakan untuk masuk ke Taiwan ".
Aku dan Fin kompak mengatakan :" Menurut petugas imigrasi Taiwan bisa dipakai, kami sudah konfirmasi sebelum berangkat ke Vancouver."
Sambil membawa peraturan Work Instruction China Airlines, petugas katakan " Sorry kami harus menjalankan prosedur kami. Karena entry permit Taiwan kalian sudah hangus, kami harus memberikan broading pass Vancouver - Taipei, Taipei - Surabaya.
Kalian tidak bisa masuk Taiwan, hanya bisa transit di bandara.
Sedangkan MK tergantung opsi dia, tetap "stay" di Taipei sesuai jadwal tiket, atau langsung ke Surabaya. Silahkan kalian bertiga berunding"

Kita tidak beranjak pergi dari kantor, masih banyak protes yang ingin kita sampaikan.
Waduh..kalo sudah panik begini, mendadak semua vocab bahasa Inggrisku terbang melayang entah kemana..
Mau protes ke petugas ga tau aku harus omong apa, Fin juga sama.
Akhirnya MK yang jadi penerjemah kita.
Aku & Fin katakan :" Apa solusinya agar kita bisa "stay" di Taiwan, kita telah susun rencana perjalanan di Taiwan ."
Sekali lagi petugas China Airlines mengatakan : "Sorry, tidak ada jalan lain selain kembali ke Indo, karena kalian WN Indo maka visa harus dibuat di Indonesia, kalian bisa pergi ke Taiwan setelah mendapatkan visa Taiwan."

Aku dan Fin, spontan protes..."Enak aja ngomongnya ".
Yang ini disensor, tidak diterjemahkan oleh MK.
Bonekku kumat, aku minta tolong MK bilang ke petugas China Airlines:" Tolong buatkan boarding pas sesuai jadwal kita di tiket, segala resiko masalah immigrasi Taiwan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi kita".

Sekali lagi petugas bilang :" Sorry..kami harus cek legalitas visa penumpang, kami tidak boleh asal membuat boarding pass sesuai tiket, kami akan didenda USD 50.000 karena lalai."

Komunikasi "deadlock", saklek tidak ada toleransi blas, kataku.
Tenang..tenang..MK berusaha menenangkan kami, petugas tsb hanya menjalankan aturan, mereka tidak salah.

MK akhirnya memutuskan untuk mengambil boarding pass sama dengan aku dan Fin  transit Taipei kemudian ke Surabaya.
Wajah Fin terlihat kecewa, setelah komunikasi dengan petugas China Airlines di Vancouver "deadlock".
Daripada Stress Foto Di Bandara Vancouver

Bersama-sama kita  menuju ke kursi di ruang tunggu.
Fin sibuk menghubungi Pastor Indo di Taiwan, tetapi kelihatannya mereka tidak bisa membantu, tidak pernah mengalami hal ini.
Kita sibuk berdiskusi tentang kemungkinan2 yang dapat kita lakukan.
         1. Kita menghubungi kedutaan Indonesia di Taiwan.
         2. Kita coba antri masuk Taiwan di immigrasi.                            Kita coba alternatif ke dua, jika kita berhasil melewati pemeriksaan immigrasi Taiwan, kita minta ke China Airlines  Taipei untuk mengganti boarding pass kita.

Jika tidak berhasil melewati pemeriksaan imigrasi Taiwan, resiko terburuk dideportasi.
Tidak apa-apa aku siap dideportasi.

Lalu aku katakan ke MK, kalo kita tidak lolos masuk Taiwan, sebaiknya kamu tetap ke Taiwan, buat foto yang banyak untuk aku dan Fin.
MK katakan , kita berangkat saja bersama-sama. Kalo kalian tidak bisa masuk Taiwan kali ini, kapan-kapan kita bisa pergi lagi.  

Kita mesti berjuang, cari cara supaya bisa masuk Taiwan !
MK rada khawatir melihat aku dan Fin nekad.
Kalo memang secara peraturan tidak bisa, tidak usah dipaksakan, kata MK.
MK sudah lama tinggal di Amerika dan Canada, di sana peraturan untuk dijalankan bukan untuk diperdebatkan.
Sedangkan Fin dan aku biasa di Indo, biasa menghadapi peraturan yang tidak jelas. Di Indo kita sudah biasa memperdebatkan peraturan yang tidak jelas.

Akhirnya kita terbang dari Vancouver menuju ke Taipei.
Di dalam pesawat kita sibuk dengan pikiran masing-masing.
Aku bertekad akan masuk ke imigrasi Taiwan, whatever will be ..will be..... Aku lelah dan aku tertidur...

Sampai di bandara Taiwan, Fin dan aku nekad antri imigrasi di jalur masuk Taiwan
Kita berada di baris antrian yang berbeda.
Ternyata...lolos..!!.Tidak ada pertanyaan satupun dari imigrasi Taiwan, langsung di dok ..dok ...stempel !
MK berada di antrian lain, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, secara legal MK memang boleh masuk Taiwan.
Kita sepakat ke counter China Airlines minta ganti boarding pass dan minta bagasi kita diturunkan. Kepada petugas China Airlines, kita menceritakan apa yang kita alami dengan jujur.
Petugas China Airlines di bandara Taipei amat sangat "helpful", mengatakan tidak perlu khawatir, bagasi kalian akan kami urus, tunggu saja disini, boarding pass kalian akan kami ganti, sehingga kalian bisa "stay" di Taiwan. Welcome to Taiwan, have a nice holidays !!
Semuanya berjalan dengan lancar, petugas membantu kami dengan cekatan.
Kami mendorong bagasi keluar bandara Taoyuan dengan riang dan wajah berseri-seri, wajah penuh rasa syukur...


Kisah  balada Taiwan Visa Online berakhir "happy ending"
Thanks God !

Ini menjadi salah satu pengalaman yang berkesan dalam perjalanan ke Taiwan.
Selalu ada kesan dalam setiap perjalanan.
Apakah ada yang mempunyai pengalaman serupa dengan kami ?




Senin, 03 Agustus 2015

MENYUSURI CANADIAN ROCKIES MOUNTAIN PART 1

View Sebagian Canadian Rockies
Dari balik kaca jendela bus, aku lihat deretan pegunungan berlapis-lapis, puncaknya berselimut salju, diantara lembah-lembah yang menyimpan beribu danau bening berkilau, deretan pohon cemara berjajar rapi sepanjang kiri dan kanan jalan aspal yang berkelok- kelok.
Pemandangan sepanjang perjalanan Canadian Rockies Mountain tidak pernah berhenti mempesona para wisatawan seantero pelosok dunia.

Pikiranku melayang ke perbincanganku bersama teman-teman, "Jika kamu ke Vancouver pergilah ke Canadian Rockies Mountain", kata salah seorang temanku.
Setelah survey biaya tour ke pegunungan Rocky, MK memberi kabar : Kabar buruknya, tour dengan bahasa pengantar bahasa Inggris, harganya mahal.
Kabar baiknya , kamu bisa menikmati keindahan alam dan suasana Canadian Rockies Mountain, tanpa perlu mengerti bahasa Mandarin.
Aku sempat kecewa setelah mendengar kabar tarif tour ke pegunungan Rocky, 4 hari 3 malam yang paling sesuai dengan kantongku, adalah tour yang ada di China Town dengan bahasa pengantar bahasa Mandarin, bahasa yang tidak aku mengerti.

Saat ini aku benar-benar menikmati keindahan pemandangan dan suasana Canadian Rockies Mountain tanpa membutuhkan penjelasan dengan bahasa yang aku mengerti, tidak ada kendala bahasa untuk bisa menikmati keindahan alam.

Pegunungan Rocky atau yang sering disebut Canadian Rockies membentang sepanjang 4800 kilometer dari utara ke selatan mulai dari negara bagian British Columbia Canada sampai negara bagian New Mexico, Amerika Serikat.
Bus berjalan di jalan raya menelusuri lembah, membelah hutan cemara.
Aku mendapat tempat duduk dideretan kursi depan, dibelakang sopir.
Kaca depan bus lebar, penumpang bus dapat dengan leluasa melihat pemandangan di depan.
Di atas ada layar televisi yang menayangkan pemandangan alam yang sedang kita lewati.
Sepanjang perjalanan aku menikmati pemandangan yang memanjakan mata.
Di depan nampak jalan aspal berkelok membelah hutan cemara, dikiri kanan jalan terlihat lereng pegunungan berselaput salju berwarna putih bersih bak kapas dengan latar belakang langit biru.
Sesekali perjalanan menyusuri tepian sungai yang mengalirkan air jenih, deras air membentur batu-batuan disekelilingnya, kadang melewati danau yang jenih berwarna hijau bergradasi.

Aku masih mengantuk akibat jetlag, tetapi pemandangan indah didepan memaksa aku untuk tetap terjaga.
Sesekali bus berhenti , untuk menikmati alam sekitar sekaligus untuk memenuhi panggilan alam ke toilet.
Begitu bus berhenti, tak bosan- bosannya kita jeprat - jepret pemandangan alam sekitarnya.
Entah mengapa aku selalu merasa bahwa hasil jepretan alam ku tak seindah aslinya.
Mungkin kameraku kurang canggih dan aku tidak pandai memotret.

Columbia Icefield (Athabasca Glacier).
Ice Field

Sehari sebelum ke Icefield , tour leader memberitahu bahwa besok kita harus memakai custom baju tebal tahan dingin.
Aku tahu dari penjelasan Fin & MN yang mengerti bahasa Mandarin, serta dari itinerary yang berbahasa Inggris.
Aku ke Canada bareng Fin, sedangkan MN orang Indo yang bekerja di Canada dan fasih berbahasa Mandarin.
Untunglah ada mereka, kalo tidak ada mereka, mendengar tour leader dan orang-orang berbicara, aku seolah berada di planet lain.
Tidak ada satupun yang aku tahu, dan tour leader saat ini tidak bisa bahasa Inggris, sehingga semua penjelasan full Mandarin.
Penjelasan tour leader yang aku tahu adalah, saatnya ke toilet, saatnya makan, dan saatnya berkumpul.
Selebihnya aku tidak tahu.
Kadang-kadang Fin & MN dengan sukarela menerjemahkan apa yang dikatakan tour leader atau peserta tour lain.

Kita akan makan siang di salah satu restoran di Icefield.
Saat keluar dari bus, angin berhembus...brrrr..brr..dingin banget.
Setelah memesan makanan, kita duduk di teras sambil makan.
Di teras resto kita bisa memandang puncak gunung berselimut salju, Athabasca Glacier.
Tupai-tupai kecil sedang berlarian di teras dikerumuni pengunjung resto.
Lucu..tupai kecil berbulu panjang berwarna kombinasi krem dan coklat melompat-lompat riang sambil makan kenari.
snow mobile

Setelah makan siang, kita menanti giliran naik shuttle bus menuju ke glacier.
Dari jauh nampak hamparan putih diantara dua puncak gunung, nanti kita akan ke sana berjalan-jalan di atas sungai es ( glacier).
Diantara hamparan putih, ada titik-titik hitam yang bergerak-gerak, ternyata orang-orang memakai jaket hitam sedang berjalan diatas glaceir.

Shuttle bus berjalan pelan-pelan mendaki, kemudian kita ganti snow mobile, mereka menyebutnya snocoach.
Bus tinggi besar dengan ban besar radial yang berdiameter hampir 2 meter.
Bus ini dirancang khusus untuk mendaki dengan sudut yang tajam diantara jalan licin glacier.
Bus mendaki dengan sudut-sudut yang tajam untuk mencapai lereng gunung dengan ketinggian 2200 m.
Akhirnya bus berhenti dan memberi waktu kita untuk berjalan-jalan di atas glacier..wow..fantastis..
Awas hati-hati licin, diantara glacier ada air-air mengalir membentuk selokan-selokan kecil.
Hati-hati jangan menginjak crevasse (retakan es), bisa terperosok dan dalamnya ratusan meter.
Wow..ngeri.com.

Saat menuju perjalanan pulang sopir snocoach berhenti di dekat salah satu creavasse di tepi jalan.
Terlihat ada celah sempit diantara es berwarna kebiruan yang sangat dalam, jika tidak hati-hati
bisa terperosok meluncur ke dalam lubang es yang dalamnya bisa ratusan meter, atau menggantung
diantara dinding-dinding es dingin dan beku...

Dari Icefield kita melanjutkan perjalanan ke Bow Lake dan ke Banff

Banff
sebuah bank di Banff

Kita naik gondola ( cable car ) untuk melihat keindahan kota Banff .
Banff merupakan kota tempat wisata, terletak di lembah diantara pegunungan.
Di Banff jika kita beli barang , ditambah pajak ( value added tax ) 5 % jauh lebih rendah dibanding Vancouver = 12 %.
Ada banyak gereja-gereja kecil, jalannya lebar tidak banyak kendaraan lewat, sehingga nyaman untuk jalan kaki.
Ada beberapa bank kecil, cafe-cafe, hotel dan toko-toko souvenir.
Di sisi-sisi trotoar ada banyak bangku, disediakan untuk istirahat bagi pejalan kaki apabila lelah berjalan.
Kita menginap semalam di Banff, besok menuju lake Louise.

Lake Louise
Lake Louise
Lake Louise sebuah danau besar berlatar belakang pegunungan berselimut salju.
Airnya hijau bergradasi, dikelilingi batu-batu putih dan bunga-bunga beraneka warna.
Hotel yang berusia ratusan tahun dibangun karena terinspirasi keindahan Lake Louise.
Air danau berubah warna seiring dengan musim.
Gambar pegunungan terpantulkan di danau Lake Louise membentuk gradasi.

Bersambung..






Rabu, 22 Juli 2015

WHISTLER CANADA , KOTA WISATA PARA SELEBRITY

Whistler
Sebelum ke Canada , MK temanku yang tinggal di Surrey Vancouver membuatkan"draft itinerary Canada" .
Salah satu "itinerary " kita di Canada adalah Whistler.
Whistler adalah kota kecil di kaki gunung Whistler merupakan kota wisata nomor 1 di bagian utara benua Amerika.

Kita ke Whistler via " one day tour " dari Vancouver ke Whistler, yang telah dipesankan MK sebelumnya.
Pagi hari jam 06.20 kita diantar MK berangkat dari apartemen ke Crystal Mall.
Mobil tour akan jemput kita di Crystal Mall jam 07.00 AM.
Jam 06.55 mobil tour datang, segera tour leader merangkap driver mengabsen peserta tour.
Bahasa pengantar tour adalah bahasa Mandarin.
Aku tidak bisa berbahasa Mandarin, hanya sedikit sekali kata-kata yang aku mengerti.
Fintje bahasa Mandarinnya lumayan, paling tidak kalo diajak ngomong ngerti.
Ternyata aku satu-satunya peserta tour yang tidak bisa berbahasa Mandarin.
Untunglah tour leadernya bisa berbahasa Inggris dan baik hati.
Walaupun aku satu-satunya peserta yang tidak mengerti bahasa Mandarin, setiap memberi penjelasan dalam bahasa Mandarin selalu diikuti penjelasan dalam bahasa Inggris.

Perjalanan ke Whistler dari Vancouver lewat Sea To Sky Highway kira-kira 2 jam perjalanan.
Sepanjang perjalanan kita melewati laut, sungai, danau dan perbukitan, hutan-hutan terkadang rumah penduduk disela-sela pepohonan.
Jalanan sepi, hanya beberapa mobil yang lewat.
Penduduk di Canada tidak sepadat pulau Jawa di Indo.
Di tengah perjalanan ke Whistler, kita diajak mampir ke air terjun Shannon.

Air Terjun Shannon ( Shannon Falls)
Air Terjun Shannon
Turun dari mobil segera kita rasakan kesegaran udara di sekitar air terjun Shannon.
Gemericik air terjun menimpa bebatuan dari jauh telah terdengar, sekali-kali terdengar suara daun bergesekan tertiup angin.
Brrr brrr dinginnya udara pagi.
Sebelum menemukan air terjunnya, kita melewati pohon-pohon tinggi dan sungai, setelah masuk sedikit baru kelihatan air terjunnya.
Di sekitar air terjun tumbuh  pohon-pohon menjulang tinggi.
Ada  sebagian pohon yang  sebagian daunnya telah berubah menjadi kemerahan.
Saat itu bulan September sebagian daun berubah warna menyambut datangnya musim gugur.
Batu-batu besar berserakan  di sekitar air terjun.
Suara air terjun menghantam batu disekitarnya , memecahkan keheningan alam.
Tidak jauh dari air terjun ada taman.
Di taman ada bangku-bangku, tempat untuk duduk menikmati keindahan alam.
Di depan setiap pohon ada penjelasan lengkap tentang pohon tsb.
Air terjun Shannon berada di kawasan cagar alam yang dilindungi keasriannya.
Hari masih pagi, belum ada rombongan  tour lain yang datang, kita bebas berjalan-jalan dan berfoto.
Tak terasa sudah waktunya kita untuk melanjutkan perjalanan ke Whistler.
Sebenarnya masih kerasan, masih ingin menyusuri area seputar air terjun.

Whistler
Tempat Beli Tiket di Whistler

Whistler di Canada, terkenal sebagai tempat berlibur para selebriti Canada maupun Amerika .
Jangan kaget kalau kita ketemu Tom Cruise atau Matt Damon disana, begitu penjelasan tour leader.
Pada saat musim dingin sering digunakan sebagai  tempat olympiade musim dingin.
Whistler merupakan resort ski terbesar di Canada.
Di kawasan wisata Whistler mobil tidak boleh masuk.
Pengunjung bebas berjalan dengan leluasa tanpa takut tertabrak mobil.
Udara bersih, bebas polusi CO2 yang berasal dari asap mobil.
Berbagai resort , hotel, restoran, taman dan tempat bermain anak maupun orang dewasa ada di sana.
Tidak ada pedagang kaki lima.
Keamanan dan kenyamanan kawasan Whistler benar-benar terjaga.
Pantas selebriti dari Canada maupun Amerika hobby berlibur ke Whistler.

Tour leader membagikan tiket gondola dan peta, memberi penjelasan tempat naik dan turun gondola dan tempat-tempat
yang ada di peta,  jam 15.00 peserta tour harus kembali ke tempat parkir mobil, untuk bersama-sama kembali ke Vancouver.
Sekarang acara bebas, silahkan naik gondola, makan siang dan jalan-jalan di kawasan Whistler.
Peserta tour bubar , bebas memilih tempat yang dituju.
Yang terpenting bawa peta supaya tidak kesasar dan ingat waktu pulang.
gondola warna silver peak 2 peak

Whistler merupakan daerah pegunungan, pegunungan satu dengan yang lain dihubungkan dengan gondola,
yang disebut gondola disini adalah " cable car " ( kalo di Venice, gondola = perahu dayung).
Sebelum  naik gondola , aku melihat ke atas ada pemandangan yang tidak biasa.
Di atas aku liat ada sepeda bergantungan.
Ternyata ada gondola khusus untuk orang bersepeda, sepedanya nempel di tali.
Para bikers dapat bersepeda diatas pegunungan Whistler.
kaca di bawah gondola warna silver

Naik gondola yuuk....jangan sampai kehabisan waktu dan tidak sempat naik gondola.
Gondola yang pertama  membawa kita ke puncak pegunungan Whistler setinggi 2.160 meter...wao mantap.
Kita tidak perlu berebut, jarak kedatangan gondola amat cepat.
Di gondola aku hanya berdua dengan Fintje, serasa gondola milik pribadi.
Di atas angin bertiup, daun daun pepohonan bergoyang, kita berteriak dengan noraknya, khawatir gondola ikut bergoyang.
Ternyata gondola tetap stabil dan tidak terguncang.
Setelah berteriak kita lihat kiri kanan...untung ga ada orang lain, kita batal malu telah berteriak dengan noraknya.
Karena ga ada orang lain kita bebas berfoto pindah dari sudut gondola ke sudut lainnya.
Bebas tidak ada orang lain yang lihat.
Jika ada yang lihat paling petugas CCTV gondola ha..ha..ha..
Waktu tempuh gondola ke puncak Whistler kira-kira 25 menit.
Ekspresikan diri sepuas-puasnya selama 25 menit ha...ha..ha...
Jangan lupa lihat pemandangan dibawah dan sekeliling yang luar biasa indahnya..
Sampailah kita di puncak gunung Whistler.
Kita berjalan melihat pemandangan alam sekitar dan berfoto.
Perjalanan selanjutnya naik  gondola "peak 2 peak",  dari puncak Whistler ke puncak Blackcomb.

Blackcomb
Blackcomb

Puncak pegunungan paling tinggi Whistler dengan puncak pegunungan yang tinggi lainnya dihubungkan dengan gondola
"peak to peak".
Gondola peak 2 peak menempuh jarak 3,03 kilometer dengan tinggi 436 meter merupakan gondola terjauh dan tertinggi didunia.
Ada 2 jenis gondola , gondola warna merah berangkat setiap 1 menit sekali, dan gondola warna silver setiap 15 menit sekali.
Di gondola warna silver ada kaca di bawahnya, sehingga saat naik gondola , kita bisa ngintip pemandangan di bawahnya.
Jadi jangan khawatir tidak kebagian gondola, selalu ada gondola tanpa harus menunggu lama.
Pemandangan di puncak Blackcomb indah sekali...disekeliling nampak pegunungan yang diselimuti salju, di bawah ada danau-danau yang berwarna biru tosca dan danau berwarna kehijauan.
Angin bertiup...bbrrrr...brrr...dingin. Bendera bendera Canada berkibar tertiup angin.
Ada cafe indoor dan outdoor.
Kita duduk di luar cafe menikmati pemandangan, sambil makan bekal roti yang tadi kita bawa.
Nanti kita akan makan siang di bawah di " The Old Spaghetty Factory" yang direkomen teman maupun tour leader.
Setelah puas berkeliling kita turun kembali naik gondola.

The Old Spaghetty Factory.
Entah kenapa lidah ndesoku tidak terlalu bersahabat dengan makanan yang mengandung susu dan turunannya ( keju).
Saat pesan spaghetty aku bilang ke Fintje, kita pesan 1 porsi dulu ya, aku khawatir kurang suka.
Waiter datang membawa pesanan kita ditambah dengan satu set peralatan makan dan bonus roti.
Kata waiter dengan ramah: "Selamat menikmati, saya bawakan satu set peralatan makan dan bonus roti, agar kalian dapat share dengan nyaman."
Rupa-rupanya waiter langsung tanggap, karena kita 2 orang koq hanya pesan 1 porsi.
Saat beranjak akan pulang , waiter bertanya kalian dari mana ? Kita jawab dari Indonesia.
Waiter katakan : " Indonesia...negri yang jauh...Bali island very nice !"
Kalo dilihat di fisiknya kelihatannya waiter orang America Latin, mungkin Yunani.
Waiternya ramah dan cekatan. Cepat sekali dia kerjanya tetapi masih tetap tersenyum dan ramah menyapa setiap pengunjung resto.
Selesai lunch kita lanjutkan berkeliling Whistler.
Di sana ada taman, ada juga berbagai jenis permainan tembak2an, memanah dan arena permainan anak.
Tidak banyak toko-toko, ada beberapa toko menjual souvenir, kaos dan lain-lain.
Bangunan yang ada difungsikan untuk hotel dan resto.
Bangunannya menyatu dengan alam, bangunan dengan latar belakang pegunungan dan alam yang hijau.

Aku baca di media, mulai tanggal 31 Mei 2015 bertepatan dengan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, di seluruh area resort dilarang merokok bahkan rokok elektrik maupun vaporizer tidak diperbolehkan.
Jika ketahuan merokok denda USD 10.000 atau hukuman 6 bulan penjara.
Wao..berat juga ya..hukumannya.
Hati-hati teman perokok jika ke Whistler, puasa rokok sejenak, daripada kena denda USD 10.000 kira-kira Rp 135 juta lho...gara-gara merokok.

Parkiran Mobil Whistler
 

Waktu berkumpul ke parkiran telah tiba, kita menuju ke parkiran tempat meeting point yang telah ditentukan.
Kita tiba di tempat kumpul paling awal, saking khawatir ketinggalan.
Tour leader telah duduk dibangku disekitar parkiran mobil, tersenyum dan mengatakan kita datang paling awal. Good ! kata tour leader. Kita tunggu yang lain, kalo mau lihat-lihat lagi masih ada waktu 10 menit.
Mengetahui kita dari Indonesia, tour leader bertanya apakah Indonesia sudah aman ?
Dia mendengar kabar kerusuhan Mei 1998 di Indo.
Syukurlah jika sekarang Indonesia sudah kondusif, kata tour leader.
Kemudian kita berjalan-jalan di area seputar meeting point .

Diantara peserta tour, ada peserta tour 3 generasi, kakek & nenek, anak & menantu serta cucu.
Semua peserta tour sudah berkumpul kecuali sang kakek dan nenek.
Dari jauh kelihatan sang kakek dan nenek berjalan.
Rupa- rupanya si kakek ga bisa jalan cepat dan sang nenek ngomel-ngomel.
Tour leader mencoba melerai, bilang tidak apa-apa hanya terlambat beberapa menit.
Nenek dan kakek damai.
Kita melanjutkan perjalanan pulang.

Perjalanan Pulang

Perjalanan pulang mengambil jalan yang berbeda dengan jalan yang kita lewati waktu berangkat.
Menurut tour leader sengaja demikian, supaya kita tidak bosan dan melihat tempat-tempat yang berbeda di Canada.
Kali ini perjalanan lebih banyak melewati danau, sungai, laut dengan latar belakang pegunungan.
Saat melewati danau, pemandangannya mirip dengan perjalanan ke Danau Toba.
Saat melewati laut dengan latar belakang pegunungan dan pulau -pulau kecil pemandangan mirip dengan Raja Ampat.

Akhirnya mobil tour tiba kembali di Crystall Mall, tepat waktu sesuai jadwal.
Di Canada segalanya tepat waktu.
Kami juga di jemput MK tepat waktu.

Jumat, 10 Juli 2015

CANADA ,COME, SEE AND EAT

View Harrison Hot Spring Water

Canada adalah negara multibangsa.
Konon ceritanya penduduk asli Canada adalah orang Indian.
Dengan berjalannya waktu, berbagai etnis bangsa datang dan berimigrasi ke Canada.
Kemajuan roda perekonomian menyebabkan bangsa Indian terpinggirkan, mereka tertinggal dari laju pertumbuhan ekonomi, kalah bersaing dengan para pendatang.
Di kota, tinggal berbagai etnis bangsa, mereka berbisnis dan membuka berbagai macam usaha.
Jika kamu tidak terlalu suka makanan barat, di Canada kamu tidak perlu khawatir, kata temanku MK yang tinggal di Surrey dekat Vancouver.
Berbagai jenis kuliner dari berbagai macam etnis ada di Canada.

Setelah menempuh perjalanan yang panjang kurang lebih 13 jam dari Taipei, akhirnya pesawat mendarat
di bandara Vancouver.
Lega rasanya, akhirnya sampai juga di Vancouver.
Pesawat landing kira-kira jam 19.00 waktu Vancouver.
Dari jendela pesawat aku lihat ada bangunan agak bulat, dikelilingi kaca bening, tampak bercahaya,
kontras dengan suasana landasan yang remang-remang.
Dari jendela pesawat, bangunan bundar tersebut berpendar-pendar cahaya, mirip pesawat luar angkasa besar.


Masuk ke dalam bandara disambut  air terjun buatan besar yang mendominasi ruang bandara kedatangan.
Bunyi air jatuh menyegarkan badan yang lelah.
Aku buka HP, ada SMS masuk, MK sudah menjemput di ruang tunggu.

Setelah ambil bagasi, kami berdua antri di foreigner line (aku ke Canada bersama dengan Fintje).
Di barisan antrian foreigner, kebanyakan mereka datang berombongan atau berkelompok.
Hanya kita yang datang berdua.
Dari antrian aku lihat petugas imigrasi tidak langsung stempel paspor tetapi interview dulu.
Kelihatannya lama bener interviewnya.
Petugas imigrasinya tinggi, besar dan berkumis tebal.
Kelihatannya agak serem, jarang tersenyum, serius.
Akhirnya tiba giliran kita yang diinterview.
Pertanyaannya petugas imigrasi cukup detail , apa tujuan ke Canada, berapa lama, dengan siapa saja, di Canada tinggal dimana dll.  Apalagi aku berangkat hanya berdua dan dari Indonesia.
Interview berakhir setelah aku berikan alamat dan no. telp MK, sambil mengatakan selama di Canada kita tinggal di apartement teman.
Kita sudah dijemput teman tsb di ruang tunggu. Jika ada hal yang perlu ditanyakan mister dapat menghubungi nomor HP teman saya.
Sang mister langsung mengatakan : "Okay..okay..no problem . Welcome to Canada. Saya beri kalian ijin tinggal 6 bulan di Canada, don't worry be happy.
Silahkan explore Canada, banyak tempat-tempat yang indah untuk dikunjungi. Have a nice holidays  !".
Lega rasanya. Interview berakhir dengan maniezz. Aku sudah deg-deg an ditanya macam2, bahasa Inggrisku tidak begitu lancar.
Ha..ha..ha..mungkin kita dikira imigran gelap dari Indonesia, jadi ditanya detail.

Dari bandara kita menuju apartement MK menurunkan barang bawaan.
Saat masuk ke mobil, aku keliru masuk pintu pengemudi, di Canada  setir mobil berada di sisi kiri,
sedangkan di Indo setir mobil berada di sisi kanan.
Setiap kali mobil berhenti untuk parkir, secara tidak sengaja aku tarik hand rem, aku merasa seolah-olah
sedang nyetir karena kalo di Indo posisi tempat dudukku adalah posisi pengemudi.

Kita makan di sebuah resto kecil masakan Vietnam.
Di Vancouver ada banyak resto masakan Vietnam.
Karena udara dingin, kita pilih jenis masakan "pho" rebus.
Semacam mie rebus dengan sayur sawi segar dan tauge besar dan segar.
Rasanya mantap..maknyus. Makan pho rebus panas-panas, badan rasanya hangat,di tengah udara malam yang dingin.
Bagaimana cocok ga makanannya ? tanya MK.
Kita jawab , cocok banget, uenak !!
Okay, besok selain melihat obyek wisata, aku ajak kalian kuliner berbagai macam masakan di Canada.
Kalo kalian cocok dengan masakan Vietnam, besok kita ke resto Vietnam yang lain.
Ada yang lebih enak lagi.
Besoknya kita berburu berbagai masakan Vietnam, ada menu semacam nasi campurnya Vietnam, dagingnya empuk dan enak.
Dari masakan Vietnam kita beralih ke masakan Thailand, kemudian Chinese Food.
Menurut teman-teman Indo yang tinggal di Vancouver, kuliner Indonesia kurang dikenal, kalah dengan kuliner Asia lainnya. Ada beberapa resto makanan Indonesia, tetapi kurang enak, bahkan orang Indo sendiri jarang ke sana.
Ada yang berminat buka resto di Canada ? Ada peluang lho...
Masakan Vietnam


Pada suatu malam kita makan kuliner Yunani di resto Stepho's.
Pengunjungnya ramai sekali, sampai mengantri mengular di luar resto.
Udara malam yang dingin tidak menghalangi niat makan di resto Stepho's walaupun antrian lumayan panjang.Pengunjung antri dengan tertib, kita juga ikut antri sambil merapatkan jaket untuk menahan dinginnya udara malam. Untung kita tidak lama antri di luar, antrian maju masuk ke dalam resto, di sana ada tempat duduk untuk menunggu.
Pemilik dan karyawan resto orang Yunani, demikian juga pengunjungnya sebagian besar orang Yunani.
Pelayannya cantik dan ganteng seperti bintang telenovela.
Aaah..serasa kita berada di tempat shooting film telenovela.

Menunya berbagai macam sea food dan roti.
Kuliner Yunani

Selama di Canada kita puas-puaskan makan ikan salmon.
Ikan salmon di sana murah dan segar.
Dari wisata kuliner berbagai makanan di Canada, lidah ndesoku paling cocok dengan masakan Vietnam.
Snack  ( jajanan) Vietnam juga cocok dengan lidahku.
Snack Pastry

Selain kuliner, view di Canada bagus banget terutama rockies mountain dan danau-danaunya.
Episode berikutnya, aku akan bercerita tentang "where to go"  saat ke Canada.
See U late..







Jumat, 19 Juni 2015

SIGHTSEEING VANCOUVER

Semalam tidurnya enak, setelah puluhan jam nggak bisa meluruskan punggung karena tidur di pesawat.
Bangun tidur aku langsung ke balkon apartemen menghirup udara pagi Vancouver.
Kulayangkan pandangan ke depan balkon ada deretan pegunungan .
Di sepanjang jalan tumbuh pohon maple di antara trotoar yang lebar dan bersih.
Jalanan masih sepi,sekali-kali kelihatan orang tua berjalan-jalan di trotoar, ada yang membawa anjing,
ada yang sekedar jalan kaki dan berlari-lari kecil.
Sekali-kali terdengar burung berkicau.
Apartemen temanku MK berada di Surrey, di pinggiran kota Vancouver.
Alamnya masih asri,  penduduknya belum padat, tidak banyak kendaraan bermotor lewat sehingga jauh dari polusi gas Co2 dan debu.

MK pagi ini akan pergi kerja selama beberapa jam, setelah itu baru bisa menemani kita jalan-jalan.
Jadi pagi ini acara bebas, melanjutkan tidur atau jalan-jalan sekitar apartemen.
Alternatif melanjutkan tidur, bukan pilihan kita... no way..!!.Mosok jauh jauh datang cuman pindah tidur doank !
Akhirnya kita memutuskan  mencoba  naik train,kebetulan ada "train station" di seberang apartement.

Sebelum berangkat kerja, MK memberi kuliah singkat petunjuk naik train.
Sambil melongok dari jendela apartement dan bawa peta lokasi "train station" menunjukkan lokasi tempat beli tiket, menerangkan cara beli tiket di mesin tiket & tempat menunggu kedatangan train.
MK berpesan agar kita  tidak isenk mencoba naik train tanpa beli tiket.
Spontan aku berkata : " Mana bisa ? "
Jawabannya : " Bisa, tetapi jangan dilakukan".
Saat kita akan naik train tidak melewati pintu palang pembatas yang bisa dibuka dengan cara scan tiket seperti saat kita naik MRT di Singapore, Taipei, Hongkong dll.
Kita dapat langsung naik train walaupun tidak punya tiket.
Hanya sekali-kali ada petugas yang melakukan pemeriksaan tiket mendadak.
Jika ketahuan tidak punya tiket, identitas kita akan dicatat, kemudian didenda 10 X harga tiket.
Kita meyakinkan MK, pasti kita tidak isenk, kasian MK bisa ikut tercatat identitasnya karena kita tinggal di apartemennya. Lagi pula kita kan orang baik dan jujur..
Setelah memberi kuliah singkat cara naik train, MK berangkat kerja.
Kita mandi dan siap-siap breakfast ala Indo .. nasi pecel (kita bawa bumbu pecel dari Indo ).
After breakfast, kita praktekkan kuliah singkat seluk beluk apartement yang diajarkan MK kemarin. Membuka dan mengunci pintu apartemen, membuang sampah sesuai jenis barang, turun lift apart, buka dan tutup pintu lobby apartemen and go by train..

Di apartemen tidak ada satpam, di lobby, halaman maupun parkiran ( mungkin karena tenaga kerja di sana mahal ).
Penghuni apartemen masuk & keluar , mobil masuk dan keluar dari parkiran mobil apartemen semuanya by remote control.

Dari apartemen kita jalan kaki sedikit & menyeberang , kita sampai ke  "train station ".
Kita beli tiket one day pass seharga 9  Canada Dollar / person, tiket itu bisa dipakai untuk semua jenis transportasi di Vancouver sepanjang 1 hari penuh.
Dari tempat pembelian tiket, kita naik satu lantai menunggu kedatangan train.
Tak lama kemudian train  datang, persis jadwal sampai ke menit dan detiknya pas bener.

Central City Mall
Kita turun di station train dekat Central City Mall.
Di lantai paling atas Central City Mall ada sebuah universitas yang cukup terkenal di Canada " Simon Fraser University" cabang Surrey.
Central City Mall, tidak besar dan pengunjungnya tidak terlalu ramai.
Di mall ada toko  yang jual khusus barang-barang made in China.
Barang China benar-benar menyebar di seluruh dunia.
Kemudian aku melihat ada tulisan " Drug Store ", apa pula itu ?
Apakah toko obat-obatan sejenis narkotika ?
Aku berjalan masuk ke sana.
Ternyata toko tsb menjual berbagai suplemen,  obat2an, hand body, dan segala kebutuhan rumah-tangga.
Toko serba ada yang benar-benar komplit.

Di mall tersebut ada fresh market penjualnya sebagian besar orang Asia menjual berbagai macam buah dan sayur.
Buah dan sayurnya segar dan kwalitasnya bagus.
Ada strawberry, blue berry, plum, aprikot, anggur dll, semuanya segar dan mengundang selera.
Kita mesti tahan emosi untuk tidak tergoda membeli terlalu banyak.
Kita beli bermacam-macam buah & sayur, dalam jumlah sedikit-sedikit, tapi akhirnya jadi bukit.
Tak sadar, tentengan kita sudah banyak

Sebelum pulang kita mampir ke super market T&T , supermarketnya orang Asia.
Harga di supermaket Asia lebih murah dari harga di supermarket "Bule".
Di supermaket Asia dijual beberapa masakan Asia siap disantap.
Aku akan pilih beli masakan Asia untuk dibawa pulang ke apartemen,karena di apartement ada nasi putih yang kita masak tadi pagi.
Sambil memilih masakan yang akan dibeli, aku lihat tarif per mangkok di counter take away.
Sebelum beli aku sudah berhitung , berapa jumlah yang harus dibayarkan nanti.
Saat membayar di kasir , aku merasa uang kembalinya kurang. Aku siap-siap complain.
Untung sebelum complain aku baca struknya.
Ternyata mangkok foam harus membayar ( kalo di Indo gratis).
Lalu ada pajak 12 %. Alamak !
Ternyata Tax 12 % adalah value added tax kalo di Indo PPN.
Info tsb aku tau setelah dijelasin temen yang tinggal di Vancouver.
Masing-masing daerah di Canada tarif  " value added tax " nya beda-beda.
Di Vancouver tarifnya 12 %  ( paling mahal ) krn dianggap penduduknya mampu, sdg di Banff paling murah tarifnya 5 %.

Selesai bayar kasir, HP ku bunyi sms, MK sudah ada di apartemen, sudah pulang dari kerja.
Kita Kembali ke " train station " untuk pulang ke apartemen.
Sampai di apartemen MK kaget melihat kita bawa barang belanjaan.
" Ngapain kalian belanja, aku  punya persediaan makanan banyak, tuh liat di kulkas ada makanan frozen, ikan salmon, ice cream etc dan di atas lemari dapur banyak mi instan."
Melihat mie instan, aku tersenyum.
Teringat saat mau berangkat ke Canada, aku akan bawa mi instan karena khawatir lapar, tapi dilarang oleh MK.Menurut MK , Indomie ada juga di Canada ha..ha..ha..

Segera kita makan, barang-barang belanjaan kita rapikan dan go..go..go..around to  Vancouver
Hari ini kita mau mencoba semua sarana transportasi, mulai dari train, kapal dan bus…cukup pakai tiket one day pass, yang tadi kita beli.
MK sudah punya kartu langganan transportasi, ga perlu beli one day pass.

Kita jalan ngebut…menyesuaikan cara jalan orang Canada ( ha..ha..ha..)
Wis…nggak sempat baca petunjuk…..di public transportation.
Percaya aja dengan MK..…ikuti kemana MK pergi, go..go..go
Waktu yang ada mesti dimaksimalkan.

Sebelum berangkat Canada, aku sudah e-mail ke MK itinerary tour2 Indo yang ke Kanada .
Semua tempat akan kita datangi, termasuk tempat-tempat yang tidak ada jadwal tour di Indonesia ke Kanada.

Lonsdale Quay Market - North Vancouver
Untuk menuju ke public market ini kita naik kapal , orang sana bilang 'sea bus'.
Saat antri naik sea bus terbayang film-film holywood , adegan naik kapal di film "Lady in Red ".
Suasana ramai orang keluar & masuk "sea bus ", tapi semua orang tertib tidak ada yang isenk senggol kiri kanan, semua orang cuek dan fokus pada tujuan masing-masing.
Di dalam  sea bus di kelilingi jendela kaca.
Dari jendela kita lihat pemandangan 'down town' Vancouver dari seberang…ada apartemen & gedung2 tinggi dan mobil lalu lalang.

Akhirnya sea bus merapat di pelabuhan Lonsdale.
Kita menuju public market Lonsdale,  pasarnya orang di Lonsdale.
Ada banyak  stand  jual sayur, buah dan makanan siap saji.
Semuanya tertata rapi, bersih dan segar.
Ada café-café ice cream, pub restaurant…semua ada di sini, tak perlu takut kelaparan ha..ha..ha..
Setelah puas menjelajah dan foto-foto pastinya, kita naik 'sea bus' untuk menuju obyek pariwisata berikutnya.

Gas Town
Di gas town ada jam antik yang digerakkan dengan tenaga uap.
Semua turis pasti  foto di sana… sekali-kali ada bus sightseeing Vancouver yang melintas.
Di kiri kanan jalan banyak bangunan2 antik, ada juga toko souvenir…bagus ..tapi bagus juga harganya belum lagi pajaknya.
Beli dikit aja untuk kenang2an.
Trotoarnya besar…ada pohon2 rindang dan juga bunga2 di balkon rumah2 antik.
Di trotoar ada bangku, untuk duduk jika kita lelah berjalan.

Canada Place.
Canada Place tempat wajib untuk dikunjungi disini kita bisa melihat sejarah Canada dari masa ke masa.Benda kuno orang Indian, kapal yang pertama datang ke Canada, juara hoki dari waktu ke waktu dll.
Lokasi Canada Place berada diantara laut yang tenang dan  pegunungan. Menurut perhitungan fengsui dan hongsui orang China, lokasi yang membawa hokky . Di seberang Canada Place , daerah pegunungan  ada perumahan mewah, kebanyakan pemiliknya orang China kaya yg merantau ke Canada.
Di taman tepi laut, ada banyak bangku untuk duduk menikmati pemandangan laut. Udaranya seger tidak lengket, mungkin udara di Canada tidak lembab, jadi  meskipun dekat laut udara tidak lengket.
Lingkungan bersih tidak ada sampah tercecer di darat maupun di laut. Menjelang malam langit berubah warna, semburat kuning dan jingga mulai redup.
Burung2 camar berterbangan, sekali-kali ada kapal melintas.
Malam mulai datang tapi langit masih agak terang, padahal udah jam 7 malam, tapi kita juga gak terlalu lapar, maybe kita ngemil dan banyak jalan.

River Rock Casino Resort.
Casino tsb berada di Richmond kawasan tempat tinggal para imigran kaya asal Hongkong dan China . Sekeliling casino ada taman dan bangku2 untuk duduk menikmati keindahan taman. Ditengah ada patung naga dari crystal dari jauh berpendar  bercahaya.
Ada gasebo  di tengah taman ala Jepang.
Lobbynya juga nyaman.
Ada escalator melingkar dikiri kanan tempat menuju casino.
Mesin ATM juga lengkap…
Mau mencoba peruntungan ? Silahkan masuk dan adu peruntungan di sana.
Kita cuman nikmati suasana & pemandangannya aja tidak coba main di Casino.
Iya…tahu dirilah, dana kita terbatas.
Setelah puas…keliling..kita pulang naik bus .

Hari ini kita udah naik train, kapal & bus.
O..ya..di train ada tempat untuk sepeda, sebagian orang naik sepeda dan sepedanya dibawa masuk ke train .
Ada tempat khusus untuk orang bersepeda di masing-masing gerbong.
Beberapa anak muda naik skate board…sampai ditrain skate boardnya ditenteng.
Di gerbong train paling depan ada satu tempat duduk sendiri.
Jika masih kosong aku paling suka duduk disana, pemandangannya luas langsung ke kaca depan.
Duduk dikursi depan aku merasa jadi driver atau masinis train, karena kursi tsb berada di depan tengah, sendiri,  di belakang kiri & kanan berderet kursi-kursi penumpang.
Ha..ha..ha.. masinis kereta dadakan.

Oya..train disini tidak ada masinis/ drivernya semuanya dikendalikan oleh komputer .

Jumat, 15 Mei 2015

Orang Orang Baik Sepanjang Perjalanan


Sering kita baca dari media atau mendengar dari teman tentang tindak kejahatan, penipuan atau sekedar jebakan betmen yang makin hari semakin canggih dan kreatif.
Membaca dan mendengar cerita tsb, muncul komentar-komentar “ hidup makin sulit, sedangkan tawaran
iklan begitu menggoda “ ada juga yang komentar “dunia sudah makin tua, kiamat sudah dekat “ masih banyak komentar-komentar lainnya.
Kita memang harus waspada dan berhati-hati, namun tidak perlu membuat kita terlalu khawatir dan cemas.
Di dunia ini masih banyak orang-orang baik.

Aku mencoba membuat catatan orang – orang baik yang pernah aku temui.
Mereka bukan teman , bukan saudara, bukan orang yang aku kenal, tetapi orang-orang yang aku jumpai di
sepanjang perjalanan hidupku.

Saat aku duduk di kelas dua SD, ada acara nonton sirkus di alun-alun bersama teman-teman sekolah.
Aku nonton sirkus bersama adikku yang masih TK ( dulu aku merasa sudah besar saat kelas 2 SD).
Orang tuaku berpesan hati-hati, nanti pulang akan dijemput, tunggu jemputan, kalau tidak ketemu yang jemput lapor ke panitia, tunggu di panitia.
Bubar dari nonton sirkus, ramai banget, aku tidak menemukan penjemput.
Awalnya mau lapor ke panitia, tapi kemudian aku bilang ke adikku, kita coba pulang sendiri ya…kan jalan
menuju rumah tidak sulit, lurus saja nanti ada toko Santoso belok kiri. Kita buktikan kita pemberani dan bisa
pulang sendiri  ( dari kecil aku punya jiwa petualangan he..he..he ).
Ternyata aku salah arah.. menjauhi jalan menuju rumah…jalanan makin gelap, penerangan jalan berkurang , lalu di sisi jalan ada kuburan.
Adikku menangis sambil protes kenapa kita tidak sampai-sampai….tapi malah lewat kuburan.
Aku sadar, aku salah jalan, aku bertanya arah jalan ke  salah satu orang yang sedang berjalan .
Mereka kaget kenapa ada 2 anak kecil berjalan sendiri, dikira kita didampingi salah satu orang dewasa yang ada disitu. Saat itu banyak orang jalan dari nonton sirkus menuju ke rumah masing-masing.
Mereka bertanya, alamat rumah kita, akhirnya diantar pulang ke rumah.
Di rumah sudah heboh, aku dan adikku ilang, kakek nenek , saudara-saudara mami dan papi, mencari aku dan adikku, diumumkan di sirkus ( dulu kan belum ada HP belum ada HT).
Orang-orang di rumah panik.
Tiba dirumah  aku dan adikku menangis bareng-bareng, tangis senang bisa sampai rumah dan takut dimarahi ortu  karena tidak lapor panitia sampai tersesat.
 Mamiku mengucapkan terimakasih berkali-kali ke sang pengantar, saking senangnya lupa tanya mereka siapa, rumahnya mana, sampai sang pengantar pamit.
Sampai sekarang kita tidak tahu siapa dia, keluargaku mencoba mencari info ttg orang yang baik hati tsb tapi tidak menemukan  siapa dia . Sepupuku iseng bilang mungkin roh yang ada dikuburan itu hiiiiii..hii….
Itu kisah orang baik hati yang aku temui di masa kecilku.

Saat dewasa, aku juga banyak menemui orang-orang baik hati.
Dompet jatuh di parkiran mobil, dikembalikan oleh tukang parkir di sebuah toko buku, sampai tukang pakir
tsb berlari mengejar mobil dan gedor-gedor mobilku demi mengembalikan dompetku.
STNK & kartu kreditku jatuh di parkiran kantor, salah satu orang pabrik yang menemukan, pagi-pagi sudah menunggu berdiri di parkiran mobil untuk mengembalikan ke aku  (diparkiran  kantor ada tulisan no pol mobil ).
ATM BCA ku  jatuh  juga pernah ditemukan oleh orang dan dikembalikan.
Menjumpai orang-orang yang baik  hati menyadarkan aku, betapa senangnya kalo kita ketemu orang baik, dan sekaligus memberi semangat untuk berbuat baik .

Saat traveling aku juga menjumpai orang-orang baik .
Tahun 1997, aku traveling berdua dengan teman ke Sydney Australia. Di hari ke 2 kita mulai agak hafal rute jalan menuju hotel,  saat naik taxi kita  agak ST (sok tau ) memberi petunjuk jalan menuju hotel ke sopir taxi ,meskipun kita sudah memberikan kartu nama hotel ke sopir taxi. Saat itu kita salah memberi petunjuk karena ternyata jalannya searah tidak bisa dimasuki terpaksa harus muter, sebelumnya sopir taxi mau ambil jalan lain tapi kita sok yakin bilang lewat jalan satunya saja, ternyata arahan kita salah.
Setelah sampai hotel, taxi kita bayar sesuai angka di argo. Tetapi sopir taxi kembalikan sebagian uang kita,
lho…koq..kita sudah bayar sesuai argo, mengapa dikembalikan sebagian ?. Menurut sopir taxi, dia sudah terima kartu nama hotel, harusnya dia tidak putar jalan, walaupun itu atas petunjuk kita, jadi dia harus kembalikan sebagian uang kita. Kita paksa berikan uang tsb karena kita yang salah. Sopir taxi tetap tidak mau, dan mengatakan jangan merasa bersalah, nikmati liburan kalian. Kami harus bekerja secara profesional, itu prosedur kerja kami. Kita melongo…kagum..dan mengucapkan thank U ..thank U….

Mall 101 Taipei
Di Taipei Taiwan, kami naik taxi dari bandara sampai penginapan. Barang yang aku bawa banyak banget karena sebelumnya kita ke Vancouver. Sampai di penginapan barang-barang dibongkar dan dibawa masuk
ke penginapan.
Aku bawa ransel dan tas cangklong .
Aku kebagian tugas jadi bendahara selama perjalanan, jadi urusan bayar membayar aku yang lakukan. Saat bayar taxi, ransel aku turunkan di jok taxi, aku lupa ambil ransel tsb.
Saat masuk kamar dan beres-beres , aku baru sadar ranselku tidak ada.
Tapi iya sudahlah ga apa- apa isinya jaket & makanan.
Tiba-tiba pintu diketuk penjaga penginapan, katanya ada sopir taxi kembalikan ransel yang ketinggalan di taxinya. Duh…baik banget…dia.
Padahal aku lihat taxi tsb tadi sudah pergi. Taxi tsb kembali ke penginapan demi kembalikan ranselku.
Aku sudah ikhlaskan ransel itu kalo hilang, ternyata ransel tsb masih mau ikut aku ( he..he..he..).

Di Taipei, saat kita naik bus menuju  mall 101, kita bingung turun di bus stop yang mana.
Seorang penumpang bus yang duduk di seberangku bertanya, apa ada yang dapat dia bantu ( dlm bhs Inggris).
Ketika kita tanya di bus stop mana kita harus turun untuk ke mall 101 ? Dengan semangat menolong dia katakan , nanti dia akan ikut turun bus untuk memastikan kita menuju 101 tanpa tersesat, memberi tips –tips yang berguna selama traveling di Taipei dan memberi tanda-tanda di map yang kita bawa, kemana kita harus naik & turun bus.
Setelah memastikan kita menuju ke arah yang benar, dia naik bus lagi untuk melanjutkan perjalanannya.
Hanya thank U..thank U yang bisa kita ucapkan.

Di Johorbahru, kita ketemu orang Indo yang kerja di resto di salah satu mall saat naik bus.
Kita banyak dibantu oleh dia, rute-rute public transportation, nitip barang bawaan kita ke resto tempat dia kerja selagi kita jalan-jalan sebelum ke bandara.

Di Hongkong saat kita tersesat di antara gedung-gedung tinggi, kita tanya arah jalan menuju suatu tempat ke 2 orang mahasiswa, mereka dengan semangat menolong mengantar kita, memastikan kita menuju ke arah yang benar. Padahal orang Hongkong terkenal acuh tak acuh dan tidak ramah. Tetapi ternyata masih ada orang baik di Hongkong.

Pegunungan Rocky
Saat di Canada, kami ikut local tour ke pegunungan Rocky, 4 hari 3 malam.
Harga tour ada 2 opsi, tour termasuk makan, atau tour tidak termasuk  makan ( makan beli sendiri ).
Kita pilih tour tidak termasuk makan, karena selisih harganya lumayan banyak.
Lagipula aku kurang suka makanan barat, kurang pas di lidah ndesoku.
Pagi hari  peserta tour include makan sedang breakfast, kami lihat disebelah kanan hotel ada MC Donald, di sebelah kiri hotel ada mini market. Kita beli beberapa mie instan di mini market, kemudian ke Mc Donald,  temanku  beli kopi dan donat. Petugas Mc D melihat kami bawa mie instan segera menawarkan apakah butuh air panas ? . Wao….itu yang kita mau. Dia berikan setermos besar air panas dan berpesan kalo kurang atau butuh bantuan jangan sungkan, dia akan bantu. Jadilah kita pesta mie instan di Mc D.
Petugas Mc D tsb tulus banget, mungkin kasian liat kita, kenapa tidak ikut breakfast di hotel sebelah.

Suatu saat tour leader bertanya ke temanku, kenapa kita tidak ikut tour include makan daripada repot cari makan, makanan di tour ini enak-enak lho. Temanku katakan  supaya kita bisa beli makan sesuai selera
lagi pula kita makannya tidak banyak ( padahal ngirit). Mungkin akhirnya tour leader tau alasan kita tidak ikut makan, beberapa kali acara makan tour leader menghampiri kita untuk ajak untuk makan bersama daripada repot cari makan diluar, ini free tidak perlu bayar dan tidak perlu sungkan, ini bonus.
Rejeki…masak ditolak sih…kita kan ga maksa dan tidak minta2, mungkin dia khawatir koq kita selalu makan fast food terus, ntar bisa kurang gizi ( ha..ha..ha…).

Di Whistler ada old spaghettie…resep kuno yang terkenal enak.
Di negara maju sebelum pesan makanan pasti kita lihat harga, karena harganya mahal menurut ukuran kantongku.
Aku dan Fintje pesan 1 porsi untuk berdua, selain faktor harga , ada faktor belum tentu aku doyan ( seleraku ndeso untuk makanan yang mengandung produk susu dan turunannya ). Waiter langsung sediakan piring kosong lengkap sendok garpu pisau, dan bonus roti tambahan. Katanya supaya kita bisa share dengan nyaman.
Ternyata traveler model backpacker banyak mengundang belas kasihan orang ya ( ha..ha..ha..).
Mungkin wajah kita mengundang belas kasihan .
Apalagi saat mereka tahu kita orang Indonesia, biasanya komentarnya wao jauh banget.
Bagaimana kalian aman di sana ? ( Berita kerusuhan Mei 1998 sampai juga di Canada ).

Ternyata di dunia ini masih banyak orang-orang baik.
Walaupun ada kejahatan, penipuan dan jebakan betmen yang perlu kita waspadai.