Tampilkan postingan dengan label Jalan jalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jalan jalan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 November 2016

JALAN JALAN KE GUNUNG FUJI

Fujiyama
Berkunjung ke Jepang terasa belum lengkap jika kita belum ke gunung Fuji.
Setelah mengelilingi kota Yokohama dan makan malam di museum ramen Yokohama, di dalam mobil menuju penginapan kita diskusikan rencana perjalanan kita besok pagi ke gunung Fuji.

Hallo..teman-teman, kita besok ke Kawaguchi Lake, Oishi Park, Gunung Fuji Level 5, Gotemba dan Hakone.
Kita berangkat jam 5 pagi ya..supaya cukup waktu untuk explore gunung Fuji, kata MK setelah berdiskusi dengan Ivan.
Okay semuanya ya....! Deal !, Sepakat ya ! Siip !.

Walaupun secara garis besar kita sudah membuat "itinerary", setiap malam kita selalu memastikan rencana perjalanan untuk keesokan harinya.
Demi komunikasi yang baik dan demi kekompakan team ( ceileeeh..).

GUNUNG FUJI
Background Fujiyama

Jarak dari Tokyo menuju gunung Fuji sekitar 150 kilometer, lumayan juga ya..
Kemarin kita rencana berangkat jam 5.00 AM selain agar kita bisa berlama-lama di gunung Fuji, juga menghindari macet.
Jam 4.45 AM, Ivan sudah datang bersama mobilnya di depan penginapan.
O ya..Ivan adalah orang Indonesia, yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jepang. Papanya orang Jepang sedangkan mamanya orang Surabaya.

Jam 5.00 AM kita berangkat menuju kawasan gunung Fuji.
Lalu lintas belum ramai, keramaian didominasi orang- orang berbusana kerja berjalan di atas trotoar dengan langkah cepat dan lebar.
Tidak ada orang yang berjalan dengan santai sambil ngobrol, semua bergerak cepat fokus pada tujuan masing-masing.
Orang Jepang terkenal disiplin dan pekerja keras.

Ivan bercerita tentang gunung Fuji, tinggi gunung Fuji kurang lebih 3.776 meter dengan bentuk segitiga simetris ( symmetrical cone).
Lokasi gunung Fuji berada di sebelah barat Tokyo di antara Shizuoka dan Yamanashi.

Mt Fuji 5 st

Di gunung Fuji ada beberapa tingkat (stage) atau titik-titik pemberhentian sebelum mencapai puncak.
Tempat tertinggi yang bisa dicapai apabila kita naik mobil adalah level ( stage) 5, nanti kita akan ke sana.
Gunung Fuji dikelilingi oleh lima danau yakni Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu dan Shoji.
Oleh masyarakat Jepang, gunung Fuji dianggap sebagai gunung yang suci, tempat bersemayan para dewa. Setiap musim semi dewa akan turun membawa kesuburan dan berkah untuk para petani.
Selain Fuji, gunung Tate dan gunung Haku juga dipercaya sebagai gunung yang suci.
Gunung Fuji dikenal sebagai gunung yang pemalu, tidak setiap saat menampakkan dirinya, kadang tertutup kabut dan samar-samar, tidak terlalu jelas, beda dengan gambar di kartu pos.
Untunglah saat itu udara cerah, kita dapat menikmati indahnya gunung Fuji.
Background Gunung Fuji

KAWAGUCHI LAKE
Kawaguchi Lake

Dari lima danau yang ada di gunung Fuji, Kawaguchi adalah danau paling besar.
Mampir yuk ke sana..!
Saat keluar dari mobil disambut oleh dinginnya udara pagi..bbrr..brrr !
Perahu kecil warna-warni sedang ditambatkan di tepi danau Kawaguchi.
Di depan danau ada toko kue dengan teras yang artistik, toko kuenya masih tutup, karena kita datang terlalu pagi.
Setelah puas berkeliling di tepi danau, kita melanjutkan perjalanan ke Oishi Park.

OISHI PARK
Oishi Park

Oishi park terkenal dengan lavendernya.
Namun saat ini sedang awal autumn, ga ada bunga lavender.
Yang ada daun-daun yang sedang memerah dan warna warni bunga lainnya.
Wow ..indahnya.
Ada kafe..walaupun udara dingin Devi dan Hermin nekat beli ice cream.
Ice cream Jepang memang enak, apalagi yang rasa green tea. Mantap !!!
Oishi Park

STAGE 5 MOUNT FUJI

Dari Oishi Park menuju stage 5, naik mobil kira-kira 30 menit.
Saat melintas di "singing road", terdengar nyanyian dan musik yang indah.
Kaca jendela mobil dibuka, agar musik merdu semakin jelas terdengar..
Koq bisa ya..? Mungkin jalanan ini dipasangi sensor, sehingga saat ada mobil melintas terdengar alunan musik ( maybe yes, maybe no).

Di kiri dan kanan jalan terbentang hutan Aokigahara, hutan yang terkenal angker karena banyak orang bunuh diri di sana.Wow Sereem..!!
Secara fisik hutan tersebut tidak menyeramkan, bersih, pohon-pohon tumbuh subur dan teratur, tidak ada kesan angker.
Terasa angker dan serem ketika kita mendengar cerita tentang banyaknya orang yang bunuh diri di hutan tersebut .

Sampailah kita di stage 5, kita memandang gunung Fuji dengan jelas tanpa terhalang kabut. Cuaca  cerah, matahari bersinar, udara sejuk dan nyaman. Sekali-kali angin semilir bertiup.
Tampak gunung Fuji kokoh berdiri membentuk segitiga, seolah berpagar pohon-pohon yang daunnya mulai menguning.

Di level ( stage) 5 gunung Fuji ada beberapa kafe dan toko souvenir. Di bawah gardu pandang ada  kuil dengan pintu gerbang khas Jepang.
Melalui gardu pandang dan teropong,  pengunjung dapat menikmati pemandangan alam sekitar dan gunung Fuji. Udara segar, sejuk tetapi tidak terlalu dingin, terkadang angin bertiup sepoi-sepoi. Walaupun banyak pengunjung, suasana hening dan kontemplatif tetap terjaga. Orang jepang sangat menghargai privasi orang lain, mereka tenang dan tidak suka berisik, apalagi di gunung Fuji , gunung yang dianggap suci.

GOTEMBA
Salah Satu Menu di Gotemba Foodcourt

Kita makan siang di food court Gotemba. Pengunjung ramai banget. Makanan di Jepang bagiku semuanya enak. Hanya saja harganya jauh di atas standar harga  makanan di Indonesia.
Ketika memilih makanan, singkirkan kalkulator. Kepingin makan apa ..ya ambil saja, karena tujuan kita selain jalan-jalan juga kuliner.
Gotemba terkenal dengan premium factory outletnya, barang-barang branded dengan harga miring dan bersahabat.

HAKONE

Hakone adalah sisi lain dari gunung Fuji, berada di balik danau Kawaguchi.
Di Hakone ada kapal keliling, kita dapat  melihat gunung Fuji dari atas kapal.
Tiba di Hakone hari sudah sore menjelang malam.
Dari Hakone kita kembali menuju ke Tokyo.
Lalu lintas menjelang masuk Tokyo merambat...sedikit macet.
Ternyata macetnya Tokyo hampir sama dengan kota-kota besar di Indo.

Hari ini kita telah mengelilingi gunung Fuji.
Thank's God, atas kesempatan yang Tuhan berikan pada kami.
Kita bisa memandang Fujiyama dengan sepuas hati di saat cuaca cerah, tanpa ada kabut yang menghalangi.

Jumat, 22 April 2016

BERKELANA DI KOTA KUNO MELAKA

Becak Hello Kitty di Melaka
Rencana semula leyeh-leyeh di Stop Island ( Pulau Perhentian ) dekat Kota Bahru dalam rangka memanfaatkan tiket promo AA.  Saat menyusun "itinerary" mendadak muncul ide ke Melaka . Akhirnya kita sepakat, berkelana ke Melaka sebelum ke Stop Island.

Kira-kira jam dua siang pesawat mendarat di Kuala Lumpur - bandara KLIA2. Kita segera menuju counter tiket bus antar kota yang berada di dalam terminal kedatangan domestik. Membeli tiket bus Transnasional menuju ke Melaka seharga 24,1 RM per orang. Bus datang tepat waktu sesuai jadwal. Sepanjang perjalanan kurang lebih 2 jam melewati deretan kebun sawit diselingi pemukiman penduduk. Jalanan lebar dan nyaris tanpa macet. Pemandangan kebun kelapa sawit membuat  aku mengantuk dan tertidur. Tiba-tiba bus berhenti di sebuah POM bensin,  di seberang berdiri sebuah bangunan supermarket bertuliskan Melaka.  Sopir bus mengumumkan penumpang bus tujuan Melaka harap turun di sini.
Turun dari bus, kita bertanya ke seorang  penumpang bus cara menuju ke penginapan  : " Naik taksi saja, ongkos taksi menuju ke sana kira-kira 20 RM, itu di sebelah POM bensin ada banyak taksi".

Kita tunjukkan  "print out"  penginapan " The Rucksack Caratel" ke sopir taksi. Beberapa sopir taksi menolak mengantar kita . Ada yang mengatakan lokasi tsb "traffic jam" ,  dan yang lain mengatakan tak tahu persis lokasinya. Sampai kemudian kita bertemu dengan seorang sopir taksi yang ramah dan mengatakan tahu lokasi penginapan tsb, ongkos taksi menuju ke sana 20 RM. Okay tarik...sesuai tarif yang direkomendasikan salah satu penumpang bus yang tadi kita tanya.

Sepanjang perjalanan sopir taksi berusaha menjelaskan tentang daerah yang kita lewati. Lumayan juga....kita mendapat sopir taksi merangkap "tour guide". Sopir taksi yang ramah dan baik hati. Tetapi...mendekati lokasi penginapan, wajah sopir taksi terlihat bingung.   Tiba-tiba pak sopir minta  ijin turun sebentar,  bertanya ke penduduk lokasi penginapan kita. Lha dalah... ternyata sopir taksi tidak tahu lokasi.  Beberapa kali kita melewati lokasi yang sama, tetapi bangunan penginapan belum nampak juga.  Lalu kita telephone penginapan, resepsionis hotel mengatakan arah kita sudah benar dan sudah dekat. Kita tengok kiri dan kanan, bangunan hotel belum nampak juga.  Hasil browsing dari mbah "Google Map", titik merah menunjukkan kita sudah di lokasi. Tetapi mana penginapan kita ? Kemudian kita lihat ada jalan buntu, coba deh kita intip jalan tsb. Sebuah bangunan baru dengan design unik, berada di pojok jalan buntu dengan tulisan " The Rucksack Caratel ". Itu pakcik hotel yang  kita cari !. Wajah sopir berubah lega , dari yang sebelumnya tampak putus asa.  Akhirnya kita sampai juga di hotel.

Satay Celup

Gara-gara mencari lokasi hotel tak kunjung ketemu, kita keliling kota tua sebanyak tiga kali.
Hikmah dari perjuangan mencari lokasi hotel, membuat kita hafal jalan.
Agenda hari ini : makan di restoran Capitol Satay dengan menu satay celup dan naik Taming Sari tower.
Kita berjalan kaki menuju resto satay celup. Tiba di sana , sudah banyak pengunjung yang antri di depan resto.
Di tengah bawah masing-masing meja ada kompor , di atasnya ada panci berisi bumbu sate kacang dengan rasa rempah.
Di rak kaca samping resto berjajar beragam  udang, ayam, babi, sapi,tahu, ikan, siomay dan berbagai sayur, yang ditusuk menyerupai sate. Silahkan pilih , kata pelayan resto !.  Setelah dipilih akan dimasukkan  ke dalam panci yang berisi bumbu  satay di tengah meja dan kompor dinyalakan. Tunggu  sebentar sampai matang. Lalu diciduk , masukkan dalam mangkok dan siap dimakan.  Mirip cara penyajian suki di resto Jepang.
Rasanya .. eeehmm enak juga, mirip sate bumbu kacang dengan rasa rempah agak tajam.
Pelayan resto yang berasal dari Ponorogo dan Pekalongan dengan sigap menambah bumbu di panci bila melihat bumbu di panci agak berkurang.
Kita senang dilayani pelayan resto yang berasal dari Indo, tidak ada kendala bahasa, komunikasi lancar.
Semangat makan kita tak perlu diragukan.  Saat akan beranjak dari kursi, perut terasa berat, akibat kekenyangan.

Taming Sari Tower

Perut sudah kenyang, ayo kita berjalan kaki menuju  Taming Sari Tower. Kita akan melihat kota Melaka di waktu malam dari atas. Di lokasi Taming sari ada taman, sekeliling taman banyak becak wisata, lucu-lucu ada  hello Kitty, Frozen, Minion, Mickey dll. Becaknya full music,  jenis musiknya tergantung selera pengemudi becaknya. Sebelum naik Taming Sari Tower, kita  mampir makan ice cream Nestle sambil melihat orang lalu lalang di taman. Harga tiket RM 20 per orang, saat beli tiket masing-masing orang mendapat sekotak lemon juice dan biskuit. Taming Sari Tower bergerak naik ke atas pelahan-lahan dan berputar 360 derajat, kita bisa memandang kota Melaka dari berbagai sudut. Di dekat kursi disediakan teropong sehingga bisa melihat obyek dari dekat. Sekitar 7 menit  menara turun pelahan-lahan. Kita kembali berada di taman. Hari sudah malam, mata sudah mulai mengantuk. Ayo kita kembali ke hotel , beristirahat. Besok kita jalan-jalan lagi.

Duck Tours
Duck Tours

Pagi ini kita akan ikut " Duck Tours", tour amphibi dengan rute keliling pesisir kota Melaka kemudian nyebur ke selat Melaka lanjut ke pulau Melaka dan kembali ke kota Melaka. Counter pembelian tiket Duck Tours  tidak jauh dari menara Taming Sari. Kita melewati beberapa museum; museum UMNO, museum SETAM (Stamp/pos), museum Pemuda dll. Mayoritas bangunan museum itu berwarna merah seperti warna clock tower.
Setelah jumlah peserta tour memenuhi kuota, kendaraan berwarna kuning mencolok berangkat menyusuri daratan kota Melaka, selain sopir ada pemandu wisata yang bercerita tentang daerah yang dilewati.
Saat kendaraan akan menyebur laut ganti sopir, di darat dan di laut beda sopir.
Kendaraan  nyebur ke laut masuk selat Melaka. Dari jauh terlihat samar-samar pulau Sumatera. Konon selat Melaka merupakan jalur perdagangan , bagian dari jalur sutera. Dari laut kita melihat berbagai bangunan, ada bangunan masjid yang indah terletak agak menjorok ke laut. Sekali-kali burung-burung berterbangan, menukik ke laut, kemudian kembali terbang sambit bercuit-cuit..
Tak terasa kita sudah tiba di tepi pantai, kendaraan masuk ke suatu kolam besar dan dicuci secara otomatis. Sopir berganti dengan sopir darat.
Di seberang pantai ada mall, kita masuk mall mencari counter  "Taste Better". Puff durian dan ice cream duriannya enak ! Maknyeesss !!

Kota Tua Melaka

Di kawasan Melaka banyak Gereja Tua. Melaka terkenal dengan bangunan peninggalan zaman Belanda dan Portugis. Bangunan yang menjadi landmark Melaka adalah Christ Church. Bangunan berwarna merah bersebelahan dengan Stadthuys Museum dan Kantor Pos Pusat di Dutch Square.
Bukit St Paul

Ada juga St. Paul Church di bukit kawasan A Famosa. Gereja yang tinggal reruntuhan tampak indah berada di atas bukit. Untuk menuju ke sana kita menaiki anak tangga dan melewati kuburan Belanda tempo dulu.
St. Peter Church  di Jalan Bendahara merupakan gereja Katolik tertua di Malaysia yang masih digunakan hingga saat ini . Gereja St.Francis Xavier yang dibangun pada 1856, letaknya tak jauh dari komplek Stadthuys.

Sebagai kota tua Melaka memiliki beragam museum yang mudah diakses dari pusat kota.Dekat St. Paul Hill ada museum Arsitektur Melayu. Di museum ini kita bisa melihat sejarah dan filosofi bangunan di Melaka, juga Malaysia.Tak jauh dari museum itu, kita akan melihat kapal phinisi besar, ternyata itu Maritime Museum!

Museum Baba dan Nyonya Heritage di Jalan Tun Tan Cheng Lock adalah museum sejarah kaum peranakan di Melayu .  Museum Cheng Ho tentang jejak Islam dari penjelajah terkenal dari daratan Tiongkok. Terkadang jika kita lelah berjalan, dan kepanasan, kita mampir berteduh di salah satu museum sebelum melanjutkan berjalan kaki.

Kuliner Di Jonker Street
Kita berjalan menyusuri  Jonker Street dan mampir di Jonker 88 untuk beli es cendol durian. Cendol yang berwarna hijau dan kacang merah diberi serutan es, disiram santan dan kinca (gula merah cair) dan durian cair.  Rasanya segar ...ditengah udara siang terik dan panas.Menu khas di sini adalah : Baba Laksa kahwin Nyonya Asam Laksa. Unik, dua menu yang disajikan dalam satu mangkok berukuran jumbo.
Rasanya dominan  pedas dan asam. Isi  laksa tersebut adalah tahu, kulit tahu, telur, bakso ikan, dan mie sejenis udon. Resto ini cukup terkenal, sebelum pesan kita antri dulu.

Saat berjalan di jonker street banyak orang minum juice semangka dan melon dengan cara langsung disedot dari buahnya. Penasaran kan ! .
Cara membuatnya, semangka / melon yang sudah didinginkan dilubangi bagian tengah kemudian dikerok, dan diaduk dengan mixer.
Lalu lubang diberi sedotan siap diminum. Juice yang alami dan mantap ukurannya !

Melaka River Cruise
Sungai Melaka

Tujuan kita selanjutnya  Melaka River Cruise, naik perahu dan menyusuri keindahan sisi sungai Melaka. River Cruise tersedia setiap hari mulai pukul 9 pagi hingga 11 malam. Cukup membayar 20 RM, kita bisa melihat bangunan bergaya Eropa dan bangunan khas melayu yang berjajar di sepanjang sungai Melaka, sambil diiringi musik yang mengalun merdu. Aah..serasa di Venice nya Asia.

Jonker Street Night Market.
Pasar malam ini hanya ada setiap Jumat dan Sabtu malam.  Di sini, kita dapat menemukan beragam jajanan kaki lima dalam satu ruas jalan panjang. Ada pula ragam pernak-pernik dan beraneka souvenir. Suasananya mirip Semawis di Semarang.
Dari Jonker street kita kembali ke hotel untuk mengambil koper , naik taksi ke terminal dilanjutkan naik bus menuju ke Kuala Lumpur. Untung kita masih kebagian tiket bus terakhir, keberangkatan jam 09.30 malam. Menurut sopir taksi, pada hari Jumat malam biasanya tiket bus cepat habis.Bus dari Melaka ke Kuala Lumpur sangat nyaman, tempat duduknya besar mirip kursi di pesawat business class. Aku memandang kota Melaka di balik kaca jendela bus. Bye..bye..Melaka. I love Melaka !




Jumat, 04 Maret 2016

JALAN JALAN DAN JELAJAH RASA DI SEMARANG

Lawang Sewu

Ketika ide jalan-jalan ke Semarang digulirkan, sebagian anggota group jalan-jalan SIMP Surabaya bertanya : " Emang ada apa di Semarang ? Jarak Surabaya - Semarang cukup jauh lho kira-kira 315 kilometer, entar kalo gak ada apa-apanya kecewa ".
Mari kita "browsing" ada apa di Semarang ? Hasil browsing mengejutkan ternyata ada banyak obyek wisata di Semarang, kulinernya lumayan juga dan yang paling menarik ada beberapa kebun durian di Semarang. Wow...kita akan makan durian di kebun durian !
Ayo kita susun "itinerary" ke Semarang ! Ayo..semangat  ! Semarang banyak apa-apanya lho..obyek wisata maupun kulinernya buanyak ! Waktu dua hari ternyata kurang untuk menjelajahi Semarang dan sekitarnya.  Kita terapkan prioritas, yang pertama kebun durian...hampir semua member group jalan-jalan SIMP Surabaya penggemar buah durian, hanya satu orang yang tidak suka durian. Demi toleransi dan kebersamaan teman yang tidak suka durian ikut juga.

Hari Jumat , sebelum jam 08.00 malam , bus yang kita sewa sudah tiba di parkiran SIMP Surabaya.
Sebelum berangkat, kita makan malam bersama.
Peserta acara jalan-jalan kali ini 21 orang, cukup lumayan, ada beberapa alumni SIMP ikut serta.

Perjalanan dari Surabaya ke Semarang cukup lancar, walaupun sesekali terhambat truk yang berjalan terseok-seok kelebihan beban. Bus berhenti untuk istiharat di POM bensin Rembang. Yang mau ngopi silahkan ngopi . Di sana ada Cafe, minimarket Alfamart dan ATM dari beberapa bank. Toilet berjajar dengan rapi tak perlu antri untuk memenuhi panggilan alam ke toilet. Tempat parkir cukup luas, bus tak perlu berebut lahan parkir.

Menjelang subuh bus memasuki kota Semarang, kita berhenti di Masjid Agung Semarang, sebagian teman melakukan sholat subuh dan sebagian mampir ke toilet . Perjalanan dilanjutkan menuju ke rumah family Mr/Mrs Handono, kita numpang mandi pagi di sana. Selesai mandi suguhan tahu bakso, teh manis dan kopi sudah menanti. Wow..tahu baksonya enak sekali, masih hangat..rasanya maknyuuus ! Terimakasih Bapak dan Ibu Handono. Badan sudah segar, perut sudah terisi, saatnya menjelajah kota Semarang. Sebelum berangkat, kita foto dulu aah.. !.
Depan Rumah Tempat Kita Mampir Mandi Pagi

SOTO MBAK LIN
Tujuan selanjutnya kuliner soto Kudus Mbak Lin depan stadion. Nasi dan soto dicampur di dalam mangkok kecil, di meja berjajar piring berisi segala jenis gorengan, tempe goreng, perkedel, paru goreng, aneka sate dan aneka krupuk. Sotonya sih porsinya kecil, tapi teman makannya banyak !. Tadi aku mau nambah porsi soto gak jadi, karena udah kenyang nyomot berbagai macam gorengan di meja.

Kita menuju tempat parkir bus di depan stadion, tukang parkir telah menanti dengan memegang buku kwitansi dan pulpen. Tukang parkir menuliskan biaya parkir bus di kwitansi Rp. 50.000,-. Aku kaget.., "Gak salah ? Harga semangkok soto saja Rp.8.000,- - Rp. 10.000,- ! Mahal banget parkirnya Rp. 50.000,- ? ".
Bapak parkir dengan percaya diri mengatakan bahwa tarif parkir bus di sini segitu. Saya tanya ke tukang parkir : " Apakah ini tarif parkir resmi ?. Di sini tidak ada tarif parkir resmi bu, tarifnya Rp. 50.000,-."
Aku minta bapak parkir menulis nama dan tanda tangan di kwitansi. Dengan mantap pak parkir tanda tangan dan menulis Beno. Lalu aku mengambil kwitansi tsb sambil menggerutu " Beno Parking...tarif parkirmu mahal sekali !".

SAM PO KONG
Narsis Depan Sam Po Kong

Perjalanan selanjutnya ke Sam Po Kong atau Gedong Batu yang berada di jalan Simongan Raya 129 Semarang Barat.
Menurut cerita tempat ini sebelumnya merupakan sebuah gua batu yang besar yang berada di bukit batu.
Laksamana Cheng Ho (seorang muslim ) beserta awak kapalnya dulu beristirahat di sini saat kapalnya karam diamuk badai.
Kita menyewa guide untuk menjelaskan asal usul bangunan Sam Po Kong, namun perhatian kita terbelah, kita lebih tertarik untuk foto kesana-kemari

KEBUN DURIAN WATU SIMBAR
Kebun Durian Watu Simbar

Setelah puas berfoto di Sam Po Kong , kita melanjutkan perjalanan ke kebun durian Gunung Pati Watu Simbar , berbekal peta yang dikirim oleh pengurus kebun durian melalui e-mail. Wah..ternyata petanya kurang informative, agak membingungkan. Aku telp Pak Sri pengurus kebun durian, " Pak Sri, kami sudah di Semarang di jalan Raden Saleh, kira-kira berapa lama kami nyampai ke kebun durian Bapak ?"
Pak Sri menjawab : " Kira-kira 3 jam lagi bu ". Aku terkejut, jauh banget, kemudian aku  bilang ke Pak Sri : " Bapak ngomong ke teman saya ya arah ke kebun durian ." HP saya berikan ke Mr. Setyabudi, tour leader kita selama di Semarang. Oalah...ternyata kebun duriannya sudah dekat..Baru kali ini kita bertanya ke orang desa, jawabannya lebih lama dan jauh dari kenyataannya. Biasanya kalo tanya ke orang desa selalu dijawab sudah dekat, sebentar lagi nyampai.  Ini sebuah anomali !.
Setumpuk Durian Watu Simbar Pesanan Kita

Di pendopo kebun durian Watu Simbar, Pak Sri sudah menyiapkan setumpuk durian untuk kita. Kita menunjuk Mrs Imelda sebagai pencicip durian, jika Mrs Imelda mengatakan enak, durian ditimbang, lalu dimakan bareng-bareng . Apabila tidak enak : durian disingkirkan, tidak jadi dibeli.  Suasananya meriah dan heboh, berbagai komentar bersaut-sautan. Durian ini enak ada rasa pahitnya ! . Durian ini manis !.
Di pojok pendopo, Mr Setyabudi duduk menjadi saksi pesta durian, sambil minum kopi dan makan lumpia. Mr Setyabudi satu-satunya peserta yang tidak suka durian.
Pesta durian ditutup dengan suguhan buah naga merah dan rambutan dari pemilik kebun. Yang ini free tidak bayar.

NASI GORENG BABAT PAK KARMIN
Kita makan siang di warung nasi goreng babat pak Karmin. Rasa manis kecap bercampur pedas dan gurih babat.
Warung Pak Karmin langsung berubah ramai dan meriah karena kedatangan rombongan bus SIMP Surabaya.
Kita menanti dengan sabar untuk mendapatkan nasi goreng hasil karya Pak Karmin.

SIMPANG LIMA, SEMAWIS DAN NASI AYAM BU PINI GANG PINGGIR
Sore hari, berjalan-jalan menyusuri simpang lima, sambil menghitung berapa simpang yang sudah berhasil kita lewati. Sepanjang simpang lima berbagai jenis kuliner berjajar sepanjang trotoar. Kita menyempatkan untuk foto di depan tulisan simpang lima.
Nongkrong Di Simpang Lima

Malam hari kita jalan-jalan di sepanjang jalan kuliner Semawis. Daerah sekitar Semawis adalah "China Town" nya Semarang atau sering disebut pecinan. Konon Semawis belajar dari kya-kya Kembang Jepun Surabaya untuk membuat tempat kuliner Semarang.
Dari Semawis kita menuju gang Pinggir makan nasi ayam bu Pini. Eehm...enaaak , akhirnya makan juga setelah capek jalan !.
Setelah makan kita menuju gereja Blenduk, berfoto di kota tua. Ternyata ramai banget suasananya !. Ada beberapa bangunan tua difungsikan sebagai kafe. Salah satu bangunan tua adalah rumah makan Ikan Bakar Cianjur.
Malam makin larut, kita pulang menuju hotel. Sepanjang perjalanan nampak berbagai kehidupan malam di Semarang.
Kita tidur dulu ya...besok jam 5 pagi kita jalan pagi menuju Lawang Sewu dan Tugu Muda.
Gereja Blenduk

LAWANG SEWU , TUGU MUDA DAN SOTO PAK MAN
Sesi foto pagi di Lawang Sewu dan Tugu Muda, dilanjut dengan sarapan di soto pak Man.
Depan Lawang Sewu

PANDANARAN, HORTIMART DAN GO HOME
Bus tidak boleh parkir di jalan Pandanaran, ada tempat parkir khusus untuk bus. Disediakan mobil shuttle menuju pusat oleh-oleh di jalan Pandanaran bagi penumpang bus. Keren ya..pemerintah kota Semarang menyediakan mobil shuttle, kabarnya ada mobil shuttle gratis menuju obyek wisata di kota Semarang. Ternyata Semarang tidak seburuk bayangan kita...Semarang keren !!

Kebun Hortimart Bawen

Oleh-oleh sudah ditangan, tersimpan rapi  di dalam bus.
Kita menuju Hortimart Bawen, kebun seluas 25 hektar milik Pak Budi Darma adik Kwik Kian Gie pakar ekonom Indonesia.
Dari kebun kita ke supermarket untuk belanja hasil kebun.

Wao..bus sudah mulai penuh berisi oleh-oleh, saatnya kita pulang. Di perjalanan, kita mampir makan siang di Kudus dan makan malam di Tuban.
Bye..bye.. Semarang, Kudus, Tuban..kita kembali ke Surabaya kota tercinta.
Sampai jumpa di perjalanan berikutnya ...


NB : Thanks to Mr Wk and Mr Le, our photographer

Selasa, 24 November 2015

JALAN-JALAN KE PANTAI KLAYAR PACITAN

Tebing Karang Klayar
Telah lama keinginan ke pantai Klayar terpendam.Kita selalu ragu, karena info yang beredar akses jalan menuju pantai Klayar sulit, jalan kecil berkelok-kelok , sebagian masih berupa jalan makadam dan bus tidak bisa masuk. Sampai kemudian ada teman membawa foto-foto pemandangan pantai Klayar yang mempesona ke kantor. Mereka berhasil jalan jalan ke pantai Klayar tanpa kesulitan yang berarti.
Melihat foto-foto tersebut, semangat group jalan- jalan SIMP Surabaya terpicu, keinginan ke Klayar terusik kembali. Semangat jalan-jalan kembali menyebar. Ayo kapan kita ke Pantai Klayar  !!

Segera kita "action" pesan sewa bus dan penginapan "Surfing Bay Cottage" di pantai Teleng Ria Pacitan.

Menjelang hari keberangkatan,  tiba-tiba ada berita bencana tanah longsor, perjalanan dari Surabaya menuju Pacitan melewati jalan  yang longsor, saat ini akses jalan yang longsor ditutup, tidak boleh ada kendaraan yang lewat karena berbahaya.
Waduew....semangat jalan-jalan kita sudah terlanjur membara dan segala akomodasi sudah dipesan, mosok kita batal. Yuk... kita cari jalan alternatif. Ingat peribahasa "Seribu jalan menuju ke Roma", demikian juga pasti ada jalan alternatif menuju Pantai Klayar...tetap semangat  saudara- saudara !!!.


Akhirnya Berangkat Juga
Menjelang jam 11 malam hari bus berangkat menuju Pacitan. Perjalanan agak tersedat-sedat menembus kemacetan, menjelang dini hari bus melewati jalan yang berkelok-kelok dan mendaki.
Pagi hari bus sampai di kota Pacitan, kita mampir sarapan makanan khas Pacitan di rumah family Mr Widi . Tidak hanya sarapan kita juga numpang cuci muka, gosok gigi dan memenuhi hasrat panggilan alam ke toilet. Badan segar dan perut kenyang saatnya kita melanjutkan perjalanan ke pantai Klayar.
Di depan Karang Pantai Klayar

Pantai Klayar
Pantai Klayar Pacitan terletak di Kecamatan Donorojo, di Desa Kalak, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dari pusat kota Pacitan, perjalanan ke pantai Klayar sejauh 40 km pada arah barat Pacitan, perjalanan sekitar 1 jam.
Bus dilarang masuk ke pantai Klayar, karena akses jalan belum memadai. Bus sementara diparkir dan kita menyewa dua mobil untuk menuju pantai Klayar. Tarif sewa  per mobil Rp. 325.000,- satu mobil bisa diisi 10 penumpang.
Jalan menuju pantai Klayar belum semuanya mulus beraspal, kadang kita melewati jalan berbatu dan berkelok, naik dan turun. Jalan hanya cukup dilalui dua mobil ukuran sedang apabila berpapasan.
Pantai Klayar

Harga tiket  masuk pantai Klayar per orang Rp. 10.000,-.
Di sepanjang jalan menuju pantai berderet warung berjualan makanan dan kelapa muda. Ada pula lapak-lapak berjualan berbagai macam batu akik. Pacitan termasuk salah satu sentra batu akik.

Dari pantai di atas hamparan pasir bersih, sejauh mata kita memandang terlihat dua karang setinggi pohon kelapa di sisi timur pantai. Di belakang karang tersebut berderet karang-karang yang menahan terjangan ombak laut selatan. Di antara karang-karang  ada sebuah karang raksasa  yang mirip dengan tempat wisata Tanah Lot di Bali.
Di antara Karang Pantai Klayar

Hal unik di pantai Klayar adalah seruling samudra. Sebuah fenomena alam yang terbentuk karena ada cekungan di  bawah tebing dan adanya lubang di batuan karang . Pada saat cekungan diterjang ombak laut, maka air laut keluar menyembur ke permukaan melalui sela-sela berbatuan dan menghasilkan bunyi yang indah laksana bunyi seruling.
Naik ATV menuju seruling samudera

Lokasi seruling samudra dapat ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri pantai. Jika kita malas berjalan kaki di antara pasir yang kadang menenggelamkan kaki ke dalam pasir, ada alternatif lain. kita bisa menyewa ATV. Sebuah kendaraan beroda tiga, dengan dua orang penumpang atau  tiga orang jika kita mengemudi sendiri. Tarif sewa ATV dari pantai menuju lokasi seruling samudera Rp 50.000,- PP ( pergi dan pulang). Cukup murah kan ?. Kita nyobain naik ATV yuk...menyusuri pantai berpasir diantara suara ombak dan angin sepoi - sepoi...Ehm...nikmat...semilir anginnya..
Tebing Karang

Yuk kita lihat bentuk karang-karang yang unik. Itu ada karang unik, bentuknya mirip patung  bentuk Sphinx di Mesir. Tebing-tebing tinggi di kawasan pantai Klayar yang jika dilihat dari kejauhan, menyuguhkan pemandangan laksana patung Sphinx. Kita dapat menaiki tebing ini, tetapi harus berhati-hati , tebing ini curam dan tinggi, dan saat air pasang ombak dapat tiba-tiba datang menghembas tepi tebing. Berjalan diantara karang kita harus berhati-hati..awas licin !. Ikuti jejak-jejak kaki, jangan injak karang yang berlumut, bisa terpeleset.
Ombak Di Pantai Klayar

Kemudian kita melayangkan pandangan ke arah barat  pantai Klayar, di sana ada sebuah tebing karang yang lebih besar,  menjulang dengan ketinggian mencapai hingga 50 meter.  Pemandangan tebing ini bagaikan tebing tempat bersandarnya kapal Nabi Nuh.

Selain suara deburan ombak yang tinggi memecahkan keheningan pantai, ada terjangan ombak yang menghantam bebatuan karang dan menciptakan air mancur yang tingginya dapat mencapai 10 meter. Dahsyat...ya...!!

Kita  foto yuk.. dengan "background" seruling samudera dan di bawah tebing karang bentuk Sphinx. Sebelum foto di Sphinx aslinya di Mesir...ayo kita berfoto di Sphinx KW nya dulu..
Tiba-tiba ada pengumuman dari penjaga pantai bahwa air laut akan segera pasang , pengunjung diminta segera turun meninggalkan  gugusan karang.
Kita antri menuruni tangga kecil yang ada di tebing karang  dan mencari ATV masing-masing yang tadi kita sewa untuk kembali menuju ke pantai.

Di tepi pantai kita mampir minum kelapa muda di sebuah  warung yang ada di sepanjang pantai .
Dari bangku warung  aku melihat  ada penduduk memanjat pohon kelapa , menurut "mbak warung " orang itu sedang  mengambil air deresan yang  akan digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan gula jawa. Selain akik , gula jawa di Pacitan terkenal enak.
View Klayar

Sebelum naik mobil sewaan untuk kembali ke tempat parkir bus, sebagian teman berburu akik...
Ayo..ayo...berangkat setelah ini kita ke gua Gong.

Di dalam mobil kita membicarakan kesan tentang pantai Klayar . Bagus pantainya, unik terutama karangnya, sayang sekali jalan menuju pantai Klayar belum bagus. Mudah-mudah tahun depan jalan menuju ke pantai Klayar sudah bagus (berharap.com ).
Puas ke Pantai Klayar...episode berikutnya kita akan ke gua Gong.

Mirip Tanah Lot Bali
  NB : Thanks to photographer SIMP Sby Mr Wk and Mr Le

Kamis, 15 Oktober 2015

JELAJAH PANTAI DI PULAU BELITUNG

Keindahan wisata di Bangka Belitung terletak pada wisata baharinya yang mempesona para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Batu Kepala Burung Garuda

Provinsi yang merupakan gabungan dari dua buah kepulauan, yakni Bangka dan Belitung, memiliki banyak pantai yang mengagumkan dengan bebatuan granit yang khas dan permukaan pantai yang landai. Selain pantainya yang indah, terdapat beberapa pulau yang menarik untuk dikunjungi di kawasan kepulauan ini, misalnya Pulau Lengkuas dan Pulau Tanjung Tinggi di Belitung.
Bangka Belitung (Babel) adalah kawasan kepulauan dengan 470 buah pulau dan hanya  50 pulau yang telah berpenghuni.
Batu Besar Di Pulau

Potensi wisata bahari di sana mampu membuat pengalaman wisata bahari yang berkesan, seperti snorkeling, memancing, hingga berlayar, atau sekedar bermain-main dan berenang di air yang bening dan jenih tanpa khawatir tersapu ombak, karena ombak nyaris tak ada.
Kepulauan Babel terkenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia ini, dihuni oleh masyarakat Indonesia dari etnis China dengan komposisi mencapai 20% dari total populasi di Bangka Belitung.
Jangan heran kalau kita  menjumpai banyak kelenteng di Babel yang masih digunakan sebagai tempat ibadah tatkala mengitari beberapa tempat wisata Bangka Belitung.

Hal yang membuat aku terkesan selain obyek wisata bahari yang indah, adalah keramahan, kejujuran dan semangat menolong yang tulus dari penduduk Bangka dan Belitung.
Di Bangka dan Belitung toleransi antar suku dan agama sudah menjadi praktek hidup sehari-hari bukan hanya sekedar teori.

Demikian gambaran besar tentang Bangka dan Belitung, sekarang aku cerita pengalaman menjelajahi pantai di pulau Belitung.

Kemarin pak sopir berpesan sebaiknya kita berangkat ke pulau pagi hari sebelum air pasang menutupi pulau pasir, ada sebuah pulau bertanah pasir yang hanya ada pagi hari sebelum air laut menutupi pulau tersebut.

Pagi ini kita breakfast lebih awal, jam 6.30 AM mobil yang kita sewa sudah menunggu di depan hotel.
Sebelum berangkat atas saran pak sopir  kita membeli bekal makan siang, nanti  kita akan makan di salah satu pulau ketika waktu makan siang tiba.
Menurut pak sopir jarang ada orang jual makanan di pulau dan biasanya wisatawan membawa bekal yang dibeli dari kota sebelum ke pulau.
It 's okay...itu saran yang bagus, kita ikuti saja...

Bekal makan siang, camilan, air mineral, baju renang, baju ganti semua sudah siap !?? Ayo berangkat...go...go..go !!
Pak sopir sudah menghubungi tempat persewaan kapal, sewa kapal keliling pulau Rp. 500.000,- sedangkan sewa jaket pelampung per orang Rp 20.000,-, agar nyaman bagi yang tidak membawa sandal jepit kita beli sandal jepit Swallow, harga sepasang sandal jepit Rp. 20.000,-.

Tujuan awal adalah pulau Pasir, sayang sekali pulau telah terendam air, karena tadi malam angin kencang bertiup sehingga pulau Pasir terendam air dan pagi ini belum surut.
Dari jauh terlihat batu-batu granit besar dengan berbagai bentuk dan ukuran, ternyata batu-batu tersebut berada di pulau-pulau yang tersebar diperairan Belitung.
Air laut bening dan ombak tidak terlalu besar, ... ikan-ikan berenang bergerombol...kita ambil biscuit , rempah-rempah biskuit kita lempar di sekeliling  kapal, ikan-ikan datang makan biskuit yang kita tebarkan.
Ada ikan yang berwarna -warni menyolok, tetapi sebagian besar ikan berwarna abu-abu. Lumayanlah..walaupun tidak seindah ikan di Bunaken, kata temanku.
Sekali-kali ada burung-burung camar berwarna putih terbang mendekati permukaan air laut.

Kapal merapat ke pulau, dari jauh kelihatan batu berbentuk burung garuda.
Kita mencari bintang laut, aku pegang bintang laut, ternyata bintang laut itu empuk.
Setelah puas memegang bintang laut kita kembalikan bintang laut ke habitatnya, kembali ke air laut.
Jangan diletakkan dipasir, kasian bintang lautnya bisa mati, teriak temanku.
Kita lanjutkan perjalanan ke pulau Lengkuas, nanti kita bisa santai-santai di sana.

Pulau Lengkuas

Salah satu yang khas di pulau Lengkuas adalah adanya mercusuar yang berusia sangat tua dan masih akitf hingga kini, yakni mercusuar peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1882. Pesona memikatnya tedapat pada hamparan laut biru nan jernih dengan bebatuan granit yang mempesona.
Air laut jenih, pantai landai nyaris tak ada ombak sangat nyaman untuk berenang atau sekedar bermain air.
Di sisi pantai agak dalam nampak beberapa wisatawan snorkeling.
Batu di Pulau Lengkuas

Walaupun luas wilayah kurang dari 1 hektare,  pulau Lengkuas menyuguhkan keindahan panorama laut yang memikat. Dengan menaiki mercusuar setinggi 50 meter tersebut, kita dapat menikmati pemandangan spektakuler di Pulau Lengkuas. Jika kita terlalu lelah untuk sampai di puncak mercusuar, jangan khawatir sebab setiap lantainya memiliki jendela yang menghadap ke berbagai arah. Inilah sebab mengapa Pulau Lengkuas memiliki daya pikat yang selalu mengundang kedatangan wisatawan untuk dapat menikmati pesonanya.
Airnya Bening

Kita beli kelapa muda yuk..  air kelapa mudanya manis, daging kelapanya empuk dan legit , kelapa mudanya besar-besar, tak rugi membayar sebutir kelapa muda Rp. 20.000,- sepadan dengan rasanya.

Pantai Tanjung Kelayang
Terletak sekitar 27 km dari pusat kota Tanjungpandan di Belitung, Pantai Tanjung Kelayang adalah salah satu destinasi wisata di Belitung yang populer di kalangan wisatawan domestik dan internasional. Secara berkala, ratusan perahu yacht dari berbagai negara akan singgah di pantai Belitung yang satu ini dalam event Sail Indonesia. Bebatuan granit yang menawan dengan salah satu formasi batu yang membentuk kepala burung, serta hamparan pasir putih yang bersih adalah pesona keindahan dari panorama pantai yang populer dikunjungi masyarakat Belitung sejak dulu.

Di kawasan pantai inilah berbagai event akbar maritim internasional kerap terselenggara, salah satunya yang belum lama berselang adalah Sail Wakatobi – Belitong.

Kapal singgah dari pulau ke pulau, dan sampailah kita di Kepayang Island, matahari bersinar terang menyebarkan udara panas disekelilingnya, perut lapar sudah minta diisi.
Di tepi pantai ada meja panjang dan bangku-bangku mengelilingi meja, kita buka bekal kita, makan siang dengan pemandangan laut dan kapal-kapal yang sesekali lewat, semilir angin mengusir panasnya matahari. Nikmatnyaa...
Saat membereskan sisa-sisa tempat makan untuk dibawa pulang agar tidak mengotori lingkungan, kita dihampiri karyawan resto ternyata meja dan bangku yang kita tempati milik resto Kepayang. Kita disodori nota Rp 70.000,- untuk 7 orang  @ Rp. 10.000,- sebagai ganti kita memakai fasilitas resto tanpa membeli makanan dan minuman dari mereka. No problem...cukup fair...cukup lama kita leyeh-leyeh dikursi resto dan memakai fasilitas toilet.
Apalagi mereka mengatakan dengan cara yang sopan..kita rela banget bayar per orang Rp.10.000,-.

Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi

Tanjung tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung, yaitu tanjung Kelayang dan tanjung Pendam. Nama tanjung tinggi diambil dari kata tanjung yang artinya semenanjung dan tinggi yang artinya pantai yang memiliki bebatuan yang tinggi. Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu tempat wisata di pulau Belitung. Letaknya tidak jauh dari Pantai Tanjung Kelayang dan berjarak sekitar 31 km dari kota Tanjung Pandan. Pantai ini memiliki area seluas 80 hektar, berpasir putih, dan terdapat ratusan batu granit besar yang tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Ukuran granit mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari sebuah bangunan sebesar rumah, sehingga menjadi tempat wisata ungulan di Pulau Belitung. Tanjung tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Di pantai ini tidak perlu khawatir dengan serangan ikan hiu, karena tidak pernah terjadi di Belitung. Satu-satunya yang kadang-kadang harus diwaspadai adalah ubur-ubur, khususnya yang besar.

Di tepi pantai banyak warung-warung menyediakan bermacam-macam seafood.
Ada juga kerumunan orang-orang berjualan berbagai jenis batu akik, kinyang air, satam dll.
Pantai ini adalah tempat syuting film "Laskar Pelangi".

Kita melompat dari batu ke batu mencari tempat yang pas untuk melihat pemandangan Pantai Tanjung Tinggi dari atas.
Pak sopir membantu mencari jalan pintas dan pijakan batu yang tidak terlalu sulit dipanjat.
Pak sopir sudah biasa mengantar wisatawan, sudah hafal jalan pintas, dan tempat-tempat yang bagus untuk melihat pemandangan dan berfoto.
Batu-batu yang besar, air laut yang bening bergradasi dan pasir yang putih bersih...benar-benar indah..membuat kita semua "speechless" hening tak bisa berkata-kata..

Darimana batu-batu ini berasal, sampai sekarang masih menjadi bahan penelitian.
Semoga pantai yang indah ini tetap asri dan bersih...

Begitu banyak pantai yang kita kunjungi, aku tidak ingat satu persatu namanya.
Tetapi yang pasti, wisata bahari di Belitung indah dan menyenangkan, dan seafoodnya enak dan fresh.
Apakah anda tertarik pergi ke Belitung ? Atau mungkin sudah ke Belitung ?



Selasa, 25 Agustus 2015

BERKELANA KE PETRA YORDANIA

Visitor Center Petra
Saat aku membaca jadwal tempat yang dikunjungi di tour ziarah wisata ke Holyland aku melihat ada Petra Yordania.
Yang terbayang dalam pikiranku saat itu adalah sebuah kota kuno di film "Indiana Jones and Last Crusade".
Ternyata benar  ada Petra  di film Indiana Jones and The Last Crusade dan Transformers : Revenge of the Fallen.
Selain itu Petra juga masuk di buku ke-19 The Adventures of Titin.
Wah...aku jadi tambah semangat nih, selain ziarah, ada wisata ke laut mati dan ke Petra.

Semula ada 2 pilihan tour : ke Holyland  atau Holyland dan Europe.
Ternyata peserta ke tour Holyland hanya 3 orang.
Kita bertiga di "rayu" oleh biro perjalanan agar sekalian saja ikut paket Holyland dan Europe.
Perjalanan tour Holyland dan Europe 21 hari , sedangkan tour Holyland 11 hari . Saat itu  jatah cutiku sudah habis, hanya cukup untuk tujuan Holyland saja.
Karena di brosur ditulis pasti berangkat, jadi walaupun pesertanya hanya 3 orang tetap berangkat digabung dengan rombongan tour Holyland dan Europe.
Dengan pertimbangan rute dan jadwal penerbangan , Petra akan menjadi tempat terakhir yang dikunjungi, sebelum rombongan pulang ke Indonesia melalui bandara Amman, ibukota Yordania.
Jadi ke Petra kita bertiga berangkat  sendiri, tidak bersama rombongan tour Holyland dan Europe.
Sebelum berangkat travel tour memberitahu apakah tidak masalah apabila saat ke Petra, kita bertiga saja. Kalian berani ?. Saya jawab dengan mantap, " Berani, kan ada tour leader atau guide di sana !"
Petra

Malam hari sebelum berangkat Petra, kita diberi coret-coretan peta oleh tour leader, beserta catatan nama sopir dan local guide Petra.

Pagi hari setelah breakfast, kita bertiga berangkat ke Petra sedangkan peserta tour yang lain melanjutkan perjalanan ke Roma. Peserta tour yang akan berangkat ke Roma, memandang kita bertiga dengan pandangan heran, kalian tiga cewek ke Petra Yordania sendiri, berani ?.Melewati padang pasir di kawasan Timur Tengah? Saya jawab dengan mantap, " Kami tidak sendiri, ada sopir dan di sana ada local guide dan Tuhan menyertai kami ".
Mantap ! Komentar Om Lo salah satu peserta tour paling senior, sambil mengacungkan ibu jarinya .

Mari kita menjadi trio Indiana Jones.... siap berpetualang ! Setelah mendengar komentar Om Lo, terbesit sedikit rasa takut, tapi rasa ingin tau mengalahkan rasa takut. Ngeri-ngeri sedap gitu !!
The Siq


Dari kota Amman menuju Petra kira-kira 4 - 5 jam perjalanan sepanjang kira-kira 270 km.
Jalanan aspal mulus dan lebar, di kiri dan kanan jalan hanya ada pegunungan batu dan padang gurun, hanya sekali-kali ada rumah penduduk.
Sepanjang perjalanan hampir tanpa hambatan hanya ada sekali-kali mobil yang lewat, di kiri dan kanan jalan kadang kita melihat unta.
Menurut sopir yang harus diwaspadai jika ada unta yang tiba-tiba menyebrang jalan karena sang unta tidak bisa membaca tanda-tanda lalu lintas.
Jika kita bosan kita bisa tidur dulu, kata pak sopir, karena pemandangan sepanjang jalan agak membosankan, nanti setiba di Petra dia akan bangunkan.
Akhirnya kita tiba di Petra, kita bertemu dengan local guide bernama Musa di sebuah rumah makan.
Musa membelikan tiket masuk Petra dan sewa kereta kuda untuk kita berempat.
Kereta kuda hanya bisa diisi 2 penumpang.
Jadi kita memakai 2 kereta kuda (delman).
C.T. dengan Musa, dan C.I. dengan aku.
Debu-debu beterbangan sepanjang jalan, di kiri dan kanan sisa-sisa bangunan kuno berwarna pink.

Petra ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak tahun 1985 dan menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia tahun 2007.
Dalam bahasa Yunani Petra berarti batu, dan orang Arab menyebutnya Al-Bitra.
Petra berada di desa bernama Wadi Musa ( Valley of Moses).
Petra dibangun pada abad ke-6 SM oleh suku Nabatean,  suku yang sangat mahir membangun sistem perairan di padang gurun yang tandus.
Di jaman itu mereka sudah bisa membangun sistem pengairan yang rumit dilengkapi sistem hidrolik untuk menyalurkan air bersih ke kota.
Sebuah sistem yang canggih pada jamannya, sehingga suku tersebut tidak pernah dilanda banjir saat musim hujan dan kekeringan saat musim kemarau.
Suku Nabatean berdagang dupa, rempah-rempah, dan gading yang berasal dari Arab bagian selatan dan India timur.
Petra menjadi  jalur strategis perdagangan yang menghubungkan Cina, India dengan kota-kota pelabuhan di pesisir Mediterania.

Al-Siq ( The Siq)

Delman yang kita tumpangi berhenti di Al-siq, kita harus berjalan kaki masuk ke Al-Siq.
Al-Siq, jalan sempit diapit oleh canyon indah.

C.T. turun dari delman dengan terus menerus me lap wajahnya dengan tissue yang dibasahi air.
Kemudian C.T bercerita sepanjang perjalanan kuda yang menarik delman C.T kentut dan buang air besar.
Kudanya sakit perut jadi mencret, kotorannya terpecik kemana-mana bersama debu pasir.
Oalah..kasian C.T.
Kami menawarkan tissue ke C.T sambil mengatakan menurut primbon mimpi kalau kita kena kotoran berarti mendapat rejeki.
Itu kalo mimpi..lha ini kejadian nyata...wah jijik aku kata CT, dimana toilet di sini ?
Di sini tidak ada toilet, nanti pulangnya kita mampir toilet kata Musa (local guide).
Untuk sementara diseka pakai tissue basah dulu.
Delman di Petra

Sementara kita lupakan dulu urusan kotoran kuda.
Kita berjalan menuju "The Treasury", bangunan yang paling terkenal di Petra.
Sepanjang perjalanan kita ditawarin naik unta, tetapi kita keukuh berjalan kaki, sambil jepret sana dan sini.
Aku berteriak "Foto di sana lho, pemandangannya bagus".
Tiba-tiba ada orang bule menyahut, betul.. disana bagus, kalian dari Indonesia ya ?
Petra dibandingkan dengan Borobudur mana yang lebih indah ?
Aku menjawab, keduanya indah masing-masing mempunyai keindahan tersendiri.
Kita senang banget ketemu orang asing yang bisa berbahasa Indonesia, ngobrol-ngobrol dengan mereka.
Kemudian kita tersadar telah meninggalkan local guide, gara gara ngobrol dg bule berbahasa Indonesia.
Kita pamit ke pasangan bule tsb untuk  kembali mendengarkan penjelasan local guide.

Musa mengatakan , sebenarnya The Siq  bukanlah ngarai, tetapi bebatuan setinggi 150 meter terbelah dua akibat gempa tektonik.
Coba perhatikan bebatuan berwarna putih kekuningan disana terdapat makam-makam kecil.
Arus air dari Wadi Musa dan angin yang melewati celah batu yang terbelah secara terus menerus membuat pinggiran batu menjadi halus dan tidak tajam-tajam.
Dibawah celah ini dibangun jalan yang diplester untuk menuju kota kuno.

Al-Khazneh (The Treasury)
The Treasury

The Treasury, Landmark kota Petra
Bangunan spektakuler berusia ribuan tahun tegak berdiri dengan gagahnya.
Bangunan yang dipahat langsung dari dinding batu berwarna pink bertingkat dua setinggi 40 meter dengan gaya arsitektur Yunani klasik.
Ada pilar-pilar besar berukir ornamen dan dipuncaknya ada elang sebagai simbol dewa.
Ada pintu kecil menuju ruangan sebesar 12 m2.
Siapa yang menyangka dan menyana jika bangunan yang berada di hadapan kami ini sebelumnya adalah makam.
Konon sempat menjadi tempat penyimpanan harta karun Fir'aun pada jaman Nabi Musa alaihissalaam.
Bangunan yang diukir di atas batu tersebut dinamakan Al-Khazneh dalam bahasa Inggris berarti The Treasury.
Tempat ini belum begitu ramai, mungkin karena masih pagi.
Ada beberapa joki unta, kuda dan keledai yang mencoba menawarkan jasa pada para turis.
Kita minta Musa mengatakan bahwa, kita akan jalan kaki supaya bebas berfoto, tidak sewa kuda, unta atau keledai.
Melihat The Treasury seolah kita menjadi trio Indiana Jones yang sedang berpetualang..

Amphitheatre

Disana terdapat theater, bangunan tanpa dinding dan atap dengan 45 baris bangku batu berundak-undak melingkari panggung dibagian bawahnya.
Konon ceritanya bangunan ini dapat menampung 4.000 orang sekaligus.
Arsitekturnya mirip arsitekur Romawi, tetapi ini dibangun jauh sebelum bangsa Romawi menjajah suku tsb, artinya suku ini kebudayaannya sudah maju jauh sebelum bangsa Romawi datang.
Dibagian bawah kemiringan bangku terdapat gua-gua yang diduga dahulu merupakan makam .

Kompleks kota kuno Petra sebenarnya sangat luas, ada lebih dari seribu makam, monumen, kolam ritual dan lain-lain.
Untuk kesana kita harus hiking ke High Place, The Monastery, Royal Tombs, Temple of Al Uzza, Temple of Dushares yang semuanya masih proses ekskavasi.
Negara Yordania meminjam uang dari World Bank demi untuk memperbaiki Petra.

Setelah berjalan-jalan dan berfoto kita kembali menuju ke delman yang akan membawa kita ke mobil untuk kembali ke Amman.
Besok pagi-pagi kita akan melanjutkan perjalanan ke Bangkok, kita menginap semalam di Bangkok kemudian kembali ke Indonesia.
Aku sudah kangen makan soto, rawon dan nasi capjay di Surabaya.










Jumat, 19 Juni 2015

SIGHTSEEING VANCOUVER

Semalam tidurnya enak, setelah puluhan jam nggak bisa meluruskan punggung karena tidur di pesawat.
Bangun tidur aku langsung ke balkon apartemen menghirup udara pagi Vancouver.
Kulayangkan pandangan ke depan balkon ada deretan pegunungan .
Di sepanjang jalan tumbuh pohon maple di antara trotoar yang lebar dan bersih.
Jalanan masih sepi,sekali-kali kelihatan orang tua berjalan-jalan di trotoar, ada yang membawa anjing,
ada yang sekedar jalan kaki dan berlari-lari kecil.
Sekali-kali terdengar burung berkicau.
Apartemen temanku MK berada di Surrey, di pinggiran kota Vancouver.
Alamnya masih asri,  penduduknya belum padat, tidak banyak kendaraan bermotor lewat sehingga jauh dari polusi gas Co2 dan debu.

MK pagi ini akan pergi kerja selama beberapa jam, setelah itu baru bisa menemani kita jalan-jalan.
Jadi pagi ini acara bebas, melanjutkan tidur atau jalan-jalan sekitar apartemen.
Alternatif melanjutkan tidur, bukan pilihan kita... no way..!!.Mosok jauh jauh datang cuman pindah tidur doank !
Akhirnya kita memutuskan  mencoba  naik train,kebetulan ada "train station" di seberang apartement.

Sebelum berangkat kerja, MK memberi kuliah singkat petunjuk naik train.
Sambil melongok dari jendela apartement dan bawa peta lokasi "train station" menunjukkan lokasi tempat beli tiket, menerangkan cara beli tiket di mesin tiket & tempat menunggu kedatangan train.
MK berpesan agar kita  tidak isenk mencoba naik train tanpa beli tiket.
Spontan aku berkata : " Mana bisa ? "
Jawabannya : " Bisa, tetapi jangan dilakukan".
Saat kita akan naik train tidak melewati pintu palang pembatas yang bisa dibuka dengan cara scan tiket seperti saat kita naik MRT di Singapore, Taipei, Hongkong dll.
Kita dapat langsung naik train walaupun tidak punya tiket.
Hanya sekali-kali ada petugas yang melakukan pemeriksaan tiket mendadak.
Jika ketahuan tidak punya tiket, identitas kita akan dicatat, kemudian didenda 10 X harga tiket.
Kita meyakinkan MK, pasti kita tidak isenk, kasian MK bisa ikut tercatat identitasnya karena kita tinggal di apartemennya. Lagi pula kita kan orang baik dan jujur..
Setelah memberi kuliah singkat cara naik train, MK berangkat kerja.
Kita mandi dan siap-siap breakfast ala Indo .. nasi pecel (kita bawa bumbu pecel dari Indo ).
After breakfast, kita praktekkan kuliah singkat seluk beluk apartement yang diajarkan MK kemarin. Membuka dan mengunci pintu apartemen, membuang sampah sesuai jenis barang, turun lift apart, buka dan tutup pintu lobby apartemen and go by train..

Di apartemen tidak ada satpam, di lobby, halaman maupun parkiran ( mungkin karena tenaga kerja di sana mahal ).
Penghuni apartemen masuk & keluar , mobil masuk dan keluar dari parkiran mobil apartemen semuanya by remote control.

Dari apartemen kita jalan kaki sedikit & menyeberang , kita sampai ke  "train station ".
Kita beli tiket one day pass seharga 9  Canada Dollar / person, tiket itu bisa dipakai untuk semua jenis transportasi di Vancouver sepanjang 1 hari penuh.
Dari tempat pembelian tiket, kita naik satu lantai menunggu kedatangan train.
Tak lama kemudian train  datang, persis jadwal sampai ke menit dan detiknya pas bener.

Central City Mall
Kita turun di station train dekat Central City Mall.
Di lantai paling atas Central City Mall ada sebuah universitas yang cukup terkenal di Canada " Simon Fraser University" cabang Surrey.
Central City Mall, tidak besar dan pengunjungnya tidak terlalu ramai.
Di mall ada toko  yang jual khusus barang-barang made in China.
Barang China benar-benar menyebar di seluruh dunia.
Kemudian aku melihat ada tulisan " Drug Store ", apa pula itu ?
Apakah toko obat-obatan sejenis narkotika ?
Aku berjalan masuk ke sana.
Ternyata toko tsb menjual berbagai suplemen,  obat2an, hand body, dan segala kebutuhan rumah-tangga.
Toko serba ada yang benar-benar komplit.

Di mall tersebut ada fresh market penjualnya sebagian besar orang Asia menjual berbagai macam buah dan sayur.
Buah dan sayurnya segar dan kwalitasnya bagus.
Ada strawberry, blue berry, plum, aprikot, anggur dll, semuanya segar dan mengundang selera.
Kita mesti tahan emosi untuk tidak tergoda membeli terlalu banyak.
Kita beli bermacam-macam buah & sayur, dalam jumlah sedikit-sedikit, tapi akhirnya jadi bukit.
Tak sadar, tentengan kita sudah banyak

Sebelum pulang kita mampir ke super market T&T , supermarketnya orang Asia.
Harga di supermaket Asia lebih murah dari harga di supermarket "Bule".
Di supermaket Asia dijual beberapa masakan Asia siap disantap.
Aku akan pilih beli masakan Asia untuk dibawa pulang ke apartemen,karena di apartement ada nasi putih yang kita masak tadi pagi.
Sambil memilih masakan yang akan dibeli, aku lihat tarif per mangkok di counter take away.
Sebelum beli aku sudah berhitung , berapa jumlah yang harus dibayarkan nanti.
Saat membayar di kasir , aku merasa uang kembalinya kurang. Aku siap-siap complain.
Untung sebelum complain aku baca struknya.
Ternyata mangkok foam harus membayar ( kalo di Indo gratis).
Lalu ada pajak 12 %. Alamak !
Ternyata Tax 12 % adalah value added tax kalo di Indo PPN.
Info tsb aku tau setelah dijelasin temen yang tinggal di Vancouver.
Masing-masing daerah di Canada tarif  " value added tax " nya beda-beda.
Di Vancouver tarifnya 12 %  ( paling mahal ) krn dianggap penduduknya mampu, sdg di Banff paling murah tarifnya 5 %.

Selesai bayar kasir, HP ku bunyi sms, MK sudah ada di apartemen, sudah pulang dari kerja.
Kita Kembali ke " train station " untuk pulang ke apartemen.
Sampai di apartemen MK kaget melihat kita bawa barang belanjaan.
" Ngapain kalian belanja, aku  punya persediaan makanan banyak, tuh liat di kulkas ada makanan frozen, ikan salmon, ice cream etc dan di atas lemari dapur banyak mi instan."
Melihat mie instan, aku tersenyum.
Teringat saat mau berangkat ke Canada, aku akan bawa mi instan karena khawatir lapar, tapi dilarang oleh MK.Menurut MK , Indomie ada juga di Canada ha..ha..ha..

Segera kita makan, barang-barang belanjaan kita rapikan dan go..go..go..around to  Vancouver
Hari ini kita mau mencoba semua sarana transportasi, mulai dari train, kapal dan bus…cukup pakai tiket one day pass, yang tadi kita beli.
MK sudah punya kartu langganan transportasi, ga perlu beli one day pass.

Kita jalan ngebut…menyesuaikan cara jalan orang Canada ( ha..ha..ha..)
Wis…nggak sempat baca petunjuk…..di public transportation.
Percaya aja dengan MK..…ikuti kemana MK pergi, go..go..go
Waktu yang ada mesti dimaksimalkan.

Sebelum berangkat Canada, aku sudah e-mail ke MK itinerary tour2 Indo yang ke Kanada .
Semua tempat akan kita datangi, termasuk tempat-tempat yang tidak ada jadwal tour di Indonesia ke Kanada.

Lonsdale Quay Market - North Vancouver
Untuk menuju ke public market ini kita naik kapal , orang sana bilang 'sea bus'.
Saat antri naik sea bus terbayang film-film holywood , adegan naik kapal di film "Lady in Red ".
Suasana ramai orang keluar & masuk "sea bus ", tapi semua orang tertib tidak ada yang isenk senggol kiri kanan, semua orang cuek dan fokus pada tujuan masing-masing.
Di dalam  sea bus di kelilingi jendela kaca.
Dari jendela kita lihat pemandangan 'down town' Vancouver dari seberang…ada apartemen & gedung2 tinggi dan mobil lalu lalang.

Akhirnya sea bus merapat di pelabuhan Lonsdale.
Kita menuju public market Lonsdale,  pasarnya orang di Lonsdale.
Ada banyak  stand  jual sayur, buah dan makanan siap saji.
Semuanya tertata rapi, bersih dan segar.
Ada café-café ice cream, pub restaurant…semua ada di sini, tak perlu takut kelaparan ha..ha..ha..
Setelah puas menjelajah dan foto-foto pastinya, kita naik 'sea bus' untuk menuju obyek pariwisata berikutnya.

Gas Town
Di gas town ada jam antik yang digerakkan dengan tenaga uap.
Semua turis pasti  foto di sana… sekali-kali ada bus sightseeing Vancouver yang melintas.
Di kiri kanan jalan banyak bangunan2 antik, ada juga toko souvenir…bagus ..tapi bagus juga harganya belum lagi pajaknya.
Beli dikit aja untuk kenang2an.
Trotoarnya besar…ada pohon2 rindang dan juga bunga2 di balkon rumah2 antik.
Di trotoar ada bangku, untuk duduk jika kita lelah berjalan.

Canada Place.
Canada Place tempat wajib untuk dikunjungi disini kita bisa melihat sejarah Canada dari masa ke masa.Benda kuno orang Indian, kapal yang pertama datang ke Canada, juara hoki dari waktu ke waktu dll.
Lokasi Canada Place berada diantara laut yang tenang dan  pegunungan. Menurut perhitungan fengsui dan hongsui orang China, lokasi yang membawa hokky . Di seberang Canada Place , daerah pegunungan  ada perumahan mewah, kebanyakan pemiliknya orang China kaya yg merantau ke Canada.
Di taman tepi laut, ada banyak bangku untuk duduk menikmati pemandangan laut. Udaranya seger tidak lengket, mungkin udara di Canada tidak lembab, jadi  meskipun dekat laut udara tidak lengket.
Lingkungan bersih tidak ada sampah tercecer di darat maupun di laut. Menjelang malam langit berubah warna, semburat kuning dan jingga mulai redup.
Burung2 camar berterbangan, sekali-kali ada kapal melintas.
Malam mulai datang tapi langit masih agak terang, padahal udah jam 7 malam, tapi kita juga gak terlalu lapar, maybe kita ngemil dan banyak jalan.

River Rock Casino Resort.
Casino tsb berada di Richmond kawasan tempat tinggal para imigran kaya asal Hongkong dan China . Sekeliling casino ada taman dan bangku2 untuk duduk menikmati keindahan taman. Ditengah ada patung naga dari crystal dari jauh berpendar  bercahaya.
Ada gasebo  di tengah taman ala Jepang.
Lobbynya juga nyaman.
Ada escalator melingkar dikiri kanan tempat menuju casino.
Mesin ATM juga lengkap…
Mau mencoba peruntungan ? Silahkan masuk dan adu peruntungan di sana.
Kita cuman nikmati suasana & pemandangannya aja tidak coba main di Casino.
Iya…tahu dirilah, dana kita terbatas.
Setelah puas…keliling..kita pulang naik bus .

Hari ini kita udah naik train, kapal & bus.
O..ya..di train ada tempat untuk sepeda, sebagian orang naik sepeda dan sepedanya dibawa masuk ke train .
Ada tempat khusus untuk orang bersepeda di masing-masing gerbong.
Beberapa anak muda naik skate board…sampai ditrain skate boardnya ditenteng.
Di gerbong train paling depan ada satu tempat duduk sendiri.
Jika masih kosong aku paling suka duduk disana, pemandangannya luas langsung ke kaca depan.
Duduk dikursi depan aku merasa jadi driver atau masinis train, karena kursi tsb berada di depan tengah, sendiri,  di belakang kiri & kanan berderet kursi-kursi penumpang.
Ha..ha..ha.. masinis kereta dadakan.

Oya..train disini tidak ada masinis/ drivernya semuanya dikendalikan oleh komputer .