Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Japan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Desember 2016

BALADA SEPATU DARI ODAIBA KE YOKOHAMA

Lebih dari setahun yang lalu , sepatu yang aku beli saat traveling belum pernah kupakai.
Sempat aku ragu saat akan membawa sepatu tersebut ke Jepang, khawatir terjadi masalah, karena lama tidak dipakai.
Tapi, kapan lagi sepatu tersebut dipakai?
Aku merasa nggak "pedhe" untuk pakai sepatu tsb di Indo, kurang pas dengan iklim Indo yang cenderung panas

Saat ini di Jepang sedang musim gugur ( autumn), sepertinya sepatu tersebut cocok dipakai saat "autumn".

Aku akan memakai sepatu tsb pas jalan-jalan ke Yokohama, saat itu kita tidak naik transportasi umum, kita naik mobilnya Ivan.
Perjalanan di Yokohama medannya tidak sulit, tidak naik turun bukit.
Kayaknya cocok deh.. sepatu boot ini dipakai saat jalan-jalan di Yokohama. Yeeess !!
Saat aku pakai sepatu itu tidak ada masalah,, nyaman-nyaman saja.

Sebelum ke Yokohama kita mampir ke Tokyo Tower dan Odaiba.
Di bawah Tokyo Tower

ODAIBA

Odaiba adalah sebuah pulau kecil buatan di Tokyo Bay.
Di sana ada Rainbow Bridge dan patung Liberty.
Rainbow Bridge menghubungkan Odaiba dengan Tokyo.
Jembatan bertingkat dua ini merupakan simbol Odaiba Island dan terlihat sangat indah dari Tokyo Deck.
Rainbow Bridge selain dilalui kendaraan bermotor, dilalui kereta Yurikamome, ada rel di atas jembatan tsb, ada pula jalur pejalan kaki.
Sepanjang pelabuhan dan Tokyo waterfront, kita dapat memandang jembatan ini. Nampak indah dan keren!
Apalagi jika malam hari, lampu-lampu berwarna warni mempercantik pemandangan Rainbow Bridge.

Di Odaiba Seaside Park ada patung Liberty.
Pada tahun 1998 saat peringatan “The French year in Japan” dipasang patung Liberty selama 1 tahun di Odaiba.
Patung tersebut menjadi populer, padahal patung tersebut harus dikembalikan ke Perancis.
Pada tahun 2000 dibuatlah replika dari patung Liberty yang berada di Perancis untuk dipasang kembali di Odaiba.
Odaiba

Dengan semangat kita foto dari Tokyo Deck dengan "background" Rainbow Bridge.
Berjalan dan naik turun tangga mencari posisi yang bagus untuk melihat pemandangan sekitar.
Tiba-tiba..saat berjalan kakiku terasa berat..aku lihat sebagian sol sepatuku lem nya terkelupas!!
Sepatuku solnya menganga seperti mulut buaya siap menerkam mangsa.
Ah..sepatuku sayang, sepatuku malang..kenapa tidak mau bertahan  !
Sol sepatu sekalian aku lepas !
Aku masukkan sol sepatu ke dalam tas plastik.
Sol sepatu sebelahnya kucoba untuk melepas agar seimbang, tetapi tidak berhasil.
Aku teringat iklan permen Mentos di televisi dulu...( ada adegan sol sepatu lepas).
Terpaksa deh.. berjalan dengan memakai sepatu tinggi sebelah, sambil nenteng tas plastik berisi sol sepatu yang lepas !
Aku tidak membawa cadangan sepatu atau sandal.
Ha..ha..ha..ini kesalahan fatal!!
Udah ragu dengan sepatu yang lama nggak dipakai, koq aku ga bawa cadangan sepatu!
Sepatuku yang lain malahan kutinggal di hotel.
Iya sudahlah..Udah kejadian, gak perlu disesali..dinikmati saja ( menghibur diri).
He..he..he..apa nikmatnya, jalan oleng sebelah !
Sol Sepatuku Lepas

Aku bertanya ke Ivan, "Apakah ada toko sepatu di sekitar daerah ini?"
"Ada mall di seberang" , kata Ivan.
"Okay, kita mampir mall dulu ya, aku akan beli sepatu, aku nggak tahan jalan kaki dengan gaya pincang !", kataku.
Akhirnya, aku beli sepatu di mall seberang Decks Tokyo Beach.
Pembelian sepatu diluar rencana ( unbudgeted).
Beli sepatu dalam situasi darurat, faktor harga terpaksa agak diabaikan !.
Sepatu yang aku beli langsung aku pakai.
Sekarang aku bisa berjalan dengan nyaman.

Karena sudah berada di mall , kita jalan-jalan sebentar di mall.
Kita mampir ke toko Hello Kitty, semua barang ditoko tsb berbentuk  Hello Kitty.
Ice cream yang dijualpun ada hiasan Hello Kitty.
Beli ice cream yuuuk ! Kelihatannya koq enak !
Ternyata memang enak, rasa green teanya muantapp !!
Di dalam mall ada museum Madame Tussauds Tokyo dan toko Uniqlo.
Di Jepang, toko Uniqlo ada dimana-mana.

Setelah keliling mall, kita melanjutkan perjalanan ke Sankeien Garden Yokohama.

SANKEIEN GARDEN
Sankeien Garden

Sankeien Garden Yokohama ini pertama kali dibuka untuk umum di tahun 1906 dan terkenal keindahannya di tiap-tiap musim.
Berada di area seluas 175.000 m persegi, Taman Sankeien selalu indah, dan memiliki keindahan yang berbeda di setiap musim.
Di akhir Maret atau awal April, taman dihiasi dengan bunga sakura bermekaran mempercantik taman ini.
Di bulan Juli dan Agustus, akan disambut dengan bunga-bunga lotus Jepang bermekaran berwarna-warni di kolam dekat pintu masuk.
Lalu di akhir musim gugur, warna-warna daun yang berubah kemerahan akan mewarnai taman ini.
Di musim dingin, bunga ume akan mekar sampai akhir Februari.

Banyak pasangan pengantin beserta keluarganya berjalan di taman, mereka menuju kuil di dalam taman untuk berdoa.
Pengantin memakai pakaian tradisional Jepang ( kimono).
Beberapa rombongan lansia jalan-jalan santai menyusuri jalan-jalan di taman.
Di tepi danau beberapa pelukis menuangkan keindahan Sankeien Garden ke dalam kanvas.
Sekali-kali terdengar cuitan burung-burung berterbangan melintasi danau.
Udara sejuk dan segar diiringi tiupan angin yang membawa hati damai.


Kita makan ramen di sebuah depot dekat Sankeien Garden.
Duduk di teras belakang , sambil makan ramen menikmati pemandangan  taman yang indah.


RED BRICK WAREHOUSE
Red Brick

Red Brick Warehouse adalah sebuah bangunan tua dengan gaya western berdinding bata merah.
Red brick warehouse dibangun pada tahun 1899 dan selesai 1905, bangunan ini sempat hancur karena Great Kanto Eartquake pada tahun 1923.
Setelah direkonstruksi digunakan sebagai tempat untuk pertunjukan, hiburan, pameran dan restoran.
Ada dua bangunan berbata merah saling berhadapan, dengan halaman luas beralas paving.
Saat kita ke sana sedang ada bazar yang diadakan kedutaan Jerman.
Bermacam-macam barang dijual di bazar tsb, ada berbagai souvenir, kerajinan tangan dan berbagai macam makanan.
Background Gedung Gedung Di Yokohama

Di belakang bangunan ada pelabuhan tempat kapal-kapal bersandar.
Di halaman gedung ada sebuah patung berbentuk  gelas berisi bir.

Di seberang jalan berdiri gedung-gedung modern.
Banyak orang Jepang yang bekerja di Tokyo bertempat tinggal di Yokohama.
Harga apartemen dan sewa apartemen di Tokyo jauh lebih mahal dibandingkan di Yokohama.

Setelah puas mengelilingi Red Brick, kita melanjutkan perjalanan ke museum ramen.

MUSEUM RAMEN YOKOHAMA.
Patung Semangkuk Ramen

Di depan museum ramen, kita disambut dengan patung semangkuk besar ramen lengkap dengan sumpit yang selalu bergerak-gerak, naik dan turun.
Kita parkir mobil di basement gedung museum ramen.
Di dalam museum berderet depot menjual  berbagai jenis ramen, suasana mirip suasana Jepang tempo dulu.
Berada di museum ramen, seolah-olah kita dibawa ke  jaman puluhan bahkan ratusan tahun yang lalu.
Penerangan minim dan segala macam perabot dan ornamen model tempo dulu.

Yuk.. kita nyoba makan ramen salah satu depot di museum !.
Ternyata cara beli ramennya tidak kuno, pakai mesin.
Di depan depot ada mesin untuk pesan ramen, design mesinnya kuno, namun cara operasinya modern.
Cara pesan ramen : masukkan uang di mesin, lalu pilih menu,  dari mesin tsb akan keluar kertas struk beisi pesanan kita.
Jika uang kita lebih, mesin akan memberikan kembalian uang, bila uang yang kita masukkan kurang, maka struk pemesanan tidak bisa keluar sampai kita isi uang lagi.
Oya..jangan khawatir bingung milih menu, di samping mesin ada nomor urut menu beserta gambar ramen dan keterangan dalam bahasa Inggris.
Kita masing-masing pesan menu yang berbeda, agar bisa merasakan berbagai macam menu.
Kertas struk kita serahkan ke koki depot,  ramen  segera dimasak lalu diantar ke meja kita masing-masing.
Rasa ramennya ada yang enak, tapi ada yang terlalu asin.

Ada beberapa lantai di gedung museum ramen, di kiri dan kanan gedung ada tangga model bahelula ( kuno banget). Selain tangga di sisi tersembunyi ada lift.
Lantai paling atas,  di design modern, ada ornamen berbagai macam mie instan yang diproduksi di jaman modern.
Kita tidak sempat berkeliling di lantai paling atas, hanya melihat-lihat sebentar.
Hari telah larut malam, besok kita harus bangun pagi-pagi benar, besok kita akan ke gunung Fuji.
Dari lantai paling atas kita turun lewat lift ke basement tempat parkir mobil.

Hari ini perjalanan kita di Yokohama berakhir di museum ramen.
Good nite all my friends ! Istirahat dulu ya..!
Good nite sepatu bootku, selamat istirahat sepatu boot ku sayang sepatuku malang...!!






Kamis, 17 November 2016

JALAN JALAN KE GUNUNG FUJI

Fujiyama
Berkunjung ke Jepang terasa belum lengkap jika kita belum ke gunung Fuji.
Setelah mengelilingi kota Yokohama dan makan malam di museum ramen Yokohama, di dalam mobil menuju penginapan kita diskusikan rencana perjalanan kita besok pagi ke gunung Fuji.

Hallo..teman-teman, kita besok ke Kawaguchi Lake, Oishi Park, Gunung Fuji Level 5, Gotemba dan Hakone.
Kita berangkat jam 5 pagi ya..supaya cukup waktu untuk explore gunung Fuji, kata MK setelah berdiskusi dengan Ivan.
Okay semuanya ya....! Deal !, Sepakat ya ! Siip !.

Walaupun secara garis besar kita sudah membuat "itinerary", setiap malam kita selalu memastikan rencana perjalanan untuk keesokan harinya.
Demi komunikasi yang baik dan demi kekompakan team ( ceileeeh..).

GUNUNG FUJI
Background Fujiyama

Jarak dari Tokyo menuju gunung Fuji sekitar 150 kilometer, lumayan juga ya..
Kemarin kita rencana berangkat jam 5.00 AM selain agar kita bisa berlama-lama di gunung Fuji, juga menghindari macet.
Jam 4.45 AM, Ivan sudah datang bersama mobilnya di depan penginapan.
O ya..Ivan adalah orang Indonesia, yang sudah bertahun-tahun tinggal di Jepang. Papanya orang Jepang sedangkan mamanya orang Surabaya.

Jam 5.00 AM kita berangkat menuju kawasan gunung Fuji.
Lalu lintas belum ramai, keramaian didominasi orang- orang berbusana kerja berjalan di atas trotoar dengan langkah cepat dan lebar.
Tidak ada orang yang berjalan dengan santai sambil ngobrol, semua bergerak cepat fokus pada tujuan masing-masing.
Orang Jepang terkenal disiplin dan pekerja keras.

Ivan bercerita tentang gunung Fuji, tinggi gunung Fuji kurang lebih 3.776 meter dengan bentuk segitiga simetris ( symmetrical cone).
Lokasi gunung Fuji berada di sebelah barat Tokyo di antara Shizuoka dan Yamanashi.

Mt Fuji 5 st

Di gunung Fuji ada beberapa tingkat (stage) atau titik-titik pemberhentian sebelum mencapai puncak.
Tempat tertinggi yang bisa dicapai apabila kita naik mobil adalah level ( stage) 5, nanti kita akan ke sana.
Gunung Fuji dikelilingi oleh lima danau yakni Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu dan Shoji.
Oleh masyarakat Jepang, gunung Fuji dianggap sebagai gunung yang suci, tempat bersemayan para dewa. Setiap musim semi dewa akan turun membawa kesuburan dan berkah untuk para petani.
Selain Fuji, gunung Tate dan gunung Haku juga dipercaya sebagai gunung yang suci.
Gunung Fuji dikenal sebagai gunung yang pemalu, tidak setiap saat menampakkan dirinya, kadang tertutup kabut dan samar-samar, tidak terlalu jelas, beda dengan gambar di kartu pos.
Untunglah saat itu udara cerah, kita dapat menikmati indahnya gunung Fuji.
Background Gunung Fuji

KAWAGUCHI LAKE
Kawaguchi Lake

Dari lima danau yang ada di gunung Fuji, Kawaguchi adalah danau paling besar.
Mampir yuk ke sana..!
Saat keluar dari mobil disambut oleh dinginnya udara pagi..bbrr..brrr !
Perahu kecil warna-warni sedang ditambatkan di tepi danau Kawaguchi.
Di depan danau ada toko kue dengan teras yang artistik, toko kuenya masih tutup, karena kita datang terlalu pagi.
Setelah puas berkeliling di tepi danau, kita melanjutkan perjalanan ke Oishi Park.

OISHI PARK
Oishi Park

Oishi park terkenal dengan lavendernya.
Namun saat ini sedang awal autumn, ga ada bunga lavender.
Yang ada daun-daun yang sedang memerah dan warna warni bunga lainnya.
Wow ..indahnya.
Ada kafe..walaupun udara dingin Devi dan Hermin nekat beli ice cream.
Ice cream Jepang memang enak, apalagi yang rasa green tea. Mantap !!!
Oishi Park

STAGE 5 MOUNT FUJI

Dari Oishi Park menuju stage 5, naik mobil kira-kira 30 menit.
Saat melintas di "singing road", terdengar nyanyian dan musik yang indah.
Kaca jendela mobil dibuka, agar musik merdu semakin jelas terdengar..
Koq bisa ya..? Mungkin jalanan ini dipasangi sensor, sehingga saat ada mobil melintas terdengar alunan musik ( maybe yes, maybe no).

Di kiri dan kanan jalan terbentang hutan Aokigahara, hutan yang terkenal angker karena banyak orang bunuh diri di sana.Wow Sereem..!!
Secara fisik hutan tersebut tidak menyeramkan, bersih, pohon-pohon tumbuh subur dan teratur, tidak ada kesan angker.
Terasa angker dan serem ketika kita mendengar cerita tentang banyaknya orang yang bunuh diri di hutan tersebut .

Sampailah kita di stage 5, kita memandang gunung Fuji dengan jelas tanpa terhalang kabut. Cuaca  cerah, matahari bersinar, udara sejuk dan nyaman. Sekali-kali angin semilir bertiup.
Tampak gunung Fuji kokoh berdiri membentuk segitiga, seolah berpagar pohon-pohon yang daunnya mulai menguning.

Di level ( stage) 5 gunung Fuji ada beberapa kafe dan toko souvenir. Di bawah gardu pandang ada  kuil dengan pintu gerbang khas Jepang.
Melalui gardu pandang dan teropong,  pengunjung dapat menikmati pemandangan alam sekitar dan gunung Fuji. Udara segar, sejuk tetapi tidak terlalu dingin, terkadang angin bertiup sepoi-sepoi. Walaupun banyak pengunjung, suasana hening dan kontemplatif tetap terjaga. Orang jepang sangat menghargai privasi orang lain, mereka tenang dan tidak suka berisik, apalagi di gunung Fuji , gunung yang dianggap suci.

GOTEMBA
Salah Satu Menu di Gotemba Foodcourt

Kita makan siang di food court Gotemba. Pengunjung ramai banget. Makanan di Jepang bagiku semuanya enak. Hanya saja harganya jauh di atas standar harga  makanan di Indonesia.
Ketika memilih makanan, singkirkan kalkulator. Kepingin makan apa ..ya ambil saja, karena tujuan kita selain jalan-jalan juga kuliner.
Gotemba terkenal dengan premium factory outletnya, barang-barang branded dengan harga miring dan bersahabat.

HAKONE

Hakone adalah sisi lain dari gunung Fuji, berada di balik danau Kawaguchi.
Di Hakone ada kapal keliling, kita dapat  melihat gunung Fuji dari atas kapal.
Tiba di Hakone hari sudah sore menjelang malam.
Dari Hakone kita kembali menuju ke Tokyo.
Lalu lintas menjelang masuk Tokyo merambat...sedikit macet.
Ternyata macetnya Tokyo hampir sama dengan kota-kota besar di Indo.

Hari ini kita telah mengelilingi gunung Fuji.
Thank's God, atas kesempatan yang Tuhan berikan pada kami.
Kita bisa memandang Fujiyama dengan sepuas hati di saat cuaca cerah, tanpa ada kabut yang menghalangi.