Tampilkan postingan dengan label Lucerne. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lucerne. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 Juni 2015

TAMAN EDEN DI LUZERN

WEST EUROPE PART 5

LUZERN ( LUCERNE)
Luzern

Di Swiss selain kota Zurich, yang sering menjadi destinasi turis adalah  Lucerne atau sering disebut Luzern.
Lingkungan di Luzern sangat nyaman, udara bersih  dan pemandangannya indah.
Sebuah jembatan tua “ The Chapel” merupakan icon kota Luzern membentang di atas sungai Reuss dengan luas sekitar 38 kilometer persegi, dibangun kira-kira pada tahun 1333. Wao…sudah sangat tua sekali ya !!. Jangan khawatir, jembatan tersebut masih kuat dan terpelihara, seakan tak tergoyahkan walaupun penyangga dan fondasinya terendam selama ratusan tahun.
Di atas jembatan terdapat  banyak lukisan dan ornamen cantik menghiasi  jembatan tersebut. Memandang lukisan tersebut membawa pikiran  kita melayang ke jaman ratusan tahun yang lampau.
Saat aku berjalan menyusuri jembatan, terdengar kicauan burung dan dentang lonceng gereja membuat hati terasa damai.
Di danau Reuss yang bening angsa berenang-renang, bunyi kepak sayap angsa dan percikan air danau memecahkan keheningan alam.Bunga-bunga bermekaran di taman, bau harum bunga dan rumput basah. Aku duduk di sebuah bangku taman menikmati keindahan Luzern, aku merasa seakan berada di taman Firdaus.
Tak terasa hari telah menjelang malam,  matahari masih  bersinar, semakin lama semakin redup, dan gelap akan tiba pada pukul 10 malam. Di musim panas, matahari baru tenggelam jam 10 malam.
Jam 07.00 pm kita makan malam di sebuah resto di Luzern, setelah makan kita kembali menyusuri danau di atas jembatan.

Selain pemandangan indah, Luzern terkenal sebagai kota asal jam tangan merk " Rolex".
Di seberang jembatan ada “ square” , lapangan di tengah bangunan toko, di sana ada berbagai pertunjukan kesenian, ada music , modern dance, band dll.
Kita berjalan sambil menikmati suasana malam di Luzern.
Tiba-tiba kaki Diandra tersandung, sandal yang dipakai talinya putus.
Hari sudah malam, di sekitar tidak ada toko jual sandal yang buka.
Akhirnya kita semua memutuskan kembali ke hotel.
Diandra berjalan dengan langkah tertatih-tatih.
Besok pagi kita berjalan-jalan lagi.

Pagi hari setelah breakfast di Radison Blue Luzern, kita berjalan ke taman di tepi danau.
Melihat angsa berenang -renang di danau dan bunga-bunga bermekaran di taman, kemarin masih belum puas menikmati keindahan Luzern.

Hari ini , hari ke 7, kita akan ke Cologne (Koln) Jerman.
Dari balik kaca jendela bus kita pandangi danau Reuss, seolah enggan meninggalkan kota Luzern.
Kita semua masih krasan di Luzern, masih ingin tinggal lebih lama di Luzern,
Suasana di bus hening, semua mata terarah ke kaca jendela bus.
Tour leader memecahkan keheningan , semua masih krasan di Luzern ?
Kapan-kapan kita berkunjung ke Luzern  lagi, kita sekarang akan menuju ke Jerman, ke kota Koln yang tidak kalah indah dengan Luzern.

KOLN (COLOGNE)

Chatedral Dome
Cologne , orang Jerman sering menyebutnya Koln, merupakan kota ke 4 yang terbesar di Jerman, setelah Berlin, Hamburg dan Munich.
Terletak 30 km dari Bonn (bekas ibu kota Jerman Barat ).
Dari jendela kita lihat  jembatan " Hohen Zollern " membentang di atas sungai Rhein, sungai yang terpanjang di Eropa.
Jembatan tsb mirip jembatan di Sydney Australia,  " Sydney Habour Brigde".
Cologne (Koln) adalah kota asal Eau De Cologne 4711 yang terkenal di dunia.
Eau de Cologne artinya adalah air dari Cologne.
Kita melewati banyak show room Mercedes Benz dan tempat perakitan mobil Mercedes Benz.
Jerman adalah tempat asal muasal mobil Mercedes Benz.

Dari jauh terlihat bangunan tinggi, setelah makin dekat kita melihat sebuah gereja, the Chatedral Dome yang merupakan lanmark kota Koln.
Gereja Chatedral Dome megah berdiri tegak menjulang ke langit yang biru.
Tinggi menara gereja mencapai 157 meter dengan 509 anak tangga untuk menuju balkon menara.
Sepintas mirip gereja La Sagrada Familia di Barcelona.
Konon ceritanya, gereja  Cathedral dibangun mulai kira-kira tahun 1248, berkali-kali direnovasi, sempat terhenti di tahun 1473, kemudian pembangunan dilanjutkan dan baru dinyatakan selesai pada tanggal 15 Oktober 1880 .
arah ke berbagai tempat di Koln

Depan gereja Katedral St Peter dan Maria , banyak musisi dan seniman jalanan sedang beraksi.
Samping gereja ada bangunan toko-toko yang menjual barang-barang branded.
Sekeliling gereja banyak museum, ada berbagai museum salah satunya museum coklat.
Sayang sekali kita tidak sempat mengunjungi.

Masuk yuk...ke gereja, di luar panas sekali.
Begitu masuk gereja terasa teduh, suasana damai dan khyusuk terasa.
Langit-langit gereja begitu tinggi dan anggun.
Sebagian orang berdoa, sebagian orang melihat -lihat, namun suasana hening terjaga.
Aku penasaran pingin tahu letak 509 anak tangga menuju menara.
Aku menuju tempat tersebut, hanya untuk sekedar tahu, untuk naik rasanya sudah tidak memungkinkan, dari segi tenaga dan waktu yang terbatas. Konon kabarnya dari atas menara kita bisa melihat pemandangan seluruh kota Koln.
Gereja  Katedral St Peter dan Maria ini jika difoto dari atas bentuknya seperti salib.
Benar-benar amazing dan keren banget ya..
Di depan toko 4711 Eau de Cologne

Di dalam gereja ada buku-buku kecil, buku doa maupun buku tentang riwayat gereja, ada tulisan harga masing-masing buku, kalo berminat kita bisa ambil dan memasukkan uang ke dalam kotak yang disediakan di samping.
Setelah berdoa dan melihat-lihat aku keluar gereja, untuk explore tempat sekeliling gereja.

Sebelah kanan ada deretan toko-toko, sebelah kiri ada hotel dan restoran, di depan lapangan gereja ada kios-kios penjual souvenir dan makanan kecil termasuk ice cream.
Setelah puas berkeliling, kita beli ice cream, sambil duduk di bangku memandangi bangunan gereja dan orang lalu - lalang.

Tak lama kemudian waktu makan siang tiba.
Rombongan makan siang di resto dekat gereja.
Makanan khas Koln adalah "curry wurst" sosis yang disajikan dengan saos tomat dan bumbu kari.
Tetapi kita tidak sempat mencoba.

Selesai makan siang kita akan melanjutkan perjalanan ke Belanda.
Belanda negara yang sempat menjajah Indonesia selama 350 tahun.




Sabtu, 13 Juni 2015

Perjalanan West Europe Part 2

Hari ke 4 :
Venice

Pizza di Venice
Seperti biasa mantra pagi kami adalah 6,7,8
Jam 6 morning call, jam 7 breakfast dan jam 8 go..go..

Hari ini kita menuju ke Venice, kota di atas air yang terkenal dengan gondolanya.
Venice adalah sebuah pulau, yang didalamnya banyak kanal-kanal yang menghubungkan
antara satu bangunan dengan bangunan lainnya , gondola merupakan alat transportasi pada jaman dahulu.
Kita dibawa ke pelabuhan untuk menuju pulau Venice dengan kapal boat ukuran sedang.
Sepanjang penjalanan mata kita dimanjakan dengan bangunan2 kuno yang indah ditepi pulau,
peserta tour semua sibuk hunting untuk mengambil foto dengan kamera canggih mereka, dengan
lensa yang panjang ... pokoknya keren deh... Aku ga mau kalah...dengan kamera pocket miniku,
aku juga ikut2an jeprat - jepret.
Hampir semua peserta tour membawa kamera DSLR yang canggih,kecuali anak-anak & remaja .

Angin laut bertiup menerbangkan rambut..kadang ada percikan air tak dihiraukan.. hunting foto jalan
terus...
Terbayang adegan film Tourist saat Angelina Jolie & cowoknya dikejar-kejar lawan.... saat naik kapal boat menuju Venice..

Venice
Sampailah kita di Venice , jika ingin naik gondola, biaya sewa  gondola 150 euro per gondola maksimal diisi 6 orang, tanpa iringan lagu dan musik. Jika  kita ingin perjalanan naik gondola diiringi lagu & musik ada biaya tambahan.
Gondola menyusuri kanal-kanal di antara bangunan - bangunan kuno, membawa alam pikiran kita kembali jauh ke abad yang lampau.

Di Venice  ada St. Mark Square ... lapangan yang dikelilingi bangunan2 kuno, banyak burung merpati ...
Jadi inget film Home Alone, yang tokoh kecilnya bersahabat dengan gelandangan pengurus burung merpati..
Kita bisa berfoto diantara burung2 merpati, untuk memancing spy burung2 mau datang bisa beli makanan
burung di kios2. Isenk2 aku bilang ke keponakanku untuk coba beri rempah2 biskuit monde ke burung2 tsb,
ternyata mereka mau... sukses deh.. hemat gak perlu beli makanan burung, jatah makanan burung bisa buat beli ice cream.
Di kiri kanan square ada kios2 jual souvenir, kafe, kios ice cream.
Ada gereja St. Mark Cathedral yang bagus...kuno dan tetap terpelihara

Angin semilir...sepoi sepoi basa...terik matahari tak terasa.. tapi tau-tau gosong aja..
Kita masuk gang2 diantara bangunan-bangunan tinggi, kios-kios penjual souvenir, makanan ...

Siang makan pizza, ommelet, sandwich, hot dog..makan berlima saling coba ... lidahku merasa
aneh, tapi Aldo & Diandra makan dengan lahapnya...selera anak jaman sekarang.

Di dekat jembatan Bridge of Sights banyak negro berjualan tas-tas bermerk tapi palsu, mereka
sedang dikejar polisi...menyebar berlari masuk ke gang-gang. Setelah polisi pergi mereka muncul
kembali menggelar dagangannya... eee..ternyata sama dengan di Indo.

Di kios-kios banyak juga yang jual lukisan ... bagus2 juga sih ..
Ali tertarik untuk beli, milih-milih dan menawar, sambil minta pertimbangan kita lebih bagus yang
mana..Tiba-tiba dari belakang ada suara " harganya berapa ? "
Ternyata orang Indo dari Jkt, dia menginap di salah satu hotel di Venice, jalan sekeluarga sendiri
ga ikut tour, mau kemana mengikuti suasana hati tdk ada planning pasti, mereka jalan slm 16 hari.
Keliatannya asyiik juga ya..

Venice...pulau tourist, cocok utk santai-santai, suasananya mendukung..di kafe-kafe yang agak
besar ada orang main biola & musik lainnya...
Di depan gereja ada panggung ... orang2 bermain musik & memainkan lagu-lagu lama.
Di lapangan ada pemain pantonim yang kepalanya disembunyikan tapi ada kaca mata & topi
yang mengawang, pura2 sedang baca koran, penonton bisa foto bersama dan merubah posisi
tubuh dia seperti kita mau, lalu kita kasi coin di kotak depan, sukarela.

Indo punya pulau Bali, di Europe ada Venice sama2 tempat yang cocok untuk berlibur...

Lucerne

Setelah puas di Venice kita menuju Lucerne ...ke hotel Radisson Blue di tepi danau Lucerne.
Saat bis lewat danau Lucerne..., kamera mulai beraksi ... jepret sana sini ...kali ini aku menang
posisi, kamera besar2 terantuk kaca jendela bus..baru atur2 posisi bus udah masuk terowongan.
Oya.. perjalanan darat dengan bus di Europe kita sering melewati terowongan.
Kamera kecil lebih lincah..

Sampailah kita ke Lucerne ( Luce ), kita cek ini ke Hotel bentar & taruh barang, 15 menit kemudian berangkat lagi jalan kaki untuk makan malam ke resto dekat hotel yang berada diantara mall2.
Mall di sana beda dengan di Indo, lebih tepat disebut toko2 besar yang berdampingan dan ditengahnya ada square ... tempat orang berkreasi, ada yang nyanyi, music, berdandan macem2 seperti festival seni. Saat itu Sabtu malam Minggu...rame banget, semua anak muda tumplek blek.
Walaupun begitu mereka taat antri.

Pemandangan di danau Lucerne indah... angsa berenang-renang..dan ada taman ditepi danau..
Saat jalan2 kita tidak merasa kalo sudah malam, jam 9 masih ada matahari seperti menjelang sore,
jam 10 matahari baru mulai meredup.

Didekat hotel ada station kereta api, di dalamnya ada supermaket & toko-toko kecil, yang masih
buka sampai malam.
Toko2 besar paling malam jam 7 malam sudah tutup bahkan ada yang jam 5 sudah tutup.
Orang Europe ga hobby shopping kayaknya, mereka lebih senang berekreasi ke tempat2 wisata,
dan berkesenian . Di setiap hotel banyak tergantung berbagai lukisan.