Tampilkan postingan dengan label Taiwan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Taiwan. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 Agustus 2015

BALADA TAIWAN VISA ONLINE

 Rencana Berubah
Taipei 101 Di Malam Hari

Rencana semula sepulang dari Vancouver, mampir ke Hongkong dan Macau, jalan-jalan dan leyeh-leyeh disana.
Tiba-tiba kita harus melakukan perubahan rencana.
Harga tiket Cathay Pasific melambung luar biasa, menjadi satu setengah kali sampai dua kali lipat harga biasanya...luar biasa....membuat kita hampir membatalkan niat ke Canada.
Info dari agen tiket , di Hongkong dan sekitarnya sedang "peak season" .
Padahal masa "peak season" di Indo sudah berlalu, karena lebaran baru saja lewat.
Namun di belahan dunia sana, masa  "peak season"  baru dimulai menjelang perayaan festival kue bulan.
Harga tiket pesawat melambung mengikuti hukum " supply and demand ".
Semua itu diluar prediksi kita.

Harga tiket pesawat Cathay Pasific melebihi "budget" kita.
Kita harus mencari tiket maskapai penerbangan lain.
Singkat cerita, kita ganti tiket China Airlines dengan harga tiket yang masih mendingan dibanding Cathay Pasific, walaupun tetap aja mahal karena faktor "peak season".
Rencana singgah di Hongkong dan Macau batal !.
Ganti rute, pesawat China Airlines tidak transit di Hongkong.
Saat berangkat dari Surabaya ke Vancouver pesawat akan transit di Taipei selama 8 jam.
Segera kita susun rencana baru...
Selama transit,  kita rencana keluar dari bandara Taipei melihat-lihat kota Taipei, kemudian sepulang dari Vancouver kita "stay" di Taipei selama beberapa hari sebelum pulang ke Surabaya.
Artinya selain visa Canada, kita harus apply visa Taiwan juga.
No problem tetap semangat ! Ayo kita berjuang !

Visa Canada dan Visa Taiwan

Tidak semua biro perjalanan bersedia menerima pengurusan  visa Canada sebelum libur Lebaran, mereka hanya menerima pengurusan visa khusus peserta tour.

Semua biro perjalanan sibuk, jadi agak jual mahal....
Untunglah ada sebuah travel agen milik teman yang bersedia membantu kita apply visa Canada.
Visa Canada kita disetujui tepat sehari sebelum "time limit" tiket penerbangan harus "issued"
Visa Canada yang kita dapat : one (single) entries, untuk 6 bulan.
Kita "apply"  jenis visa Canada "single entries", dengan pertimbangan tujuan kita hanya Canada, tidak ada acara keluar dari Canada untuk kemudian kembali lagi ke Canada.

Siiip.....! Visa Canada sudah ditangan, saatnya apply visa Taiwan.
Info dari teman maupun travel agent , kita  tidak perlu apply visa ke kedutaan ( consulate ) Taiwan.
Bagi pemegang  visa Canada, untuk masuk ke Taiwan hanya perlu "entry permit " apply online via web Http://www.immigration.gov.tw.
Caranya mudah, isi data kita di web tsb, ikuti petunjuk pengisian yang ada. Isi data pribadi secara lengkap, nomor visa Canada, nomor paspor dll.
Kita akan mendapat " Authorization Certificate for Visit.......".
Nah...Authorization Certificate for Visit...berlaku sama dengan visa Taiwan.
Print dokumen tsb, tempel ke paspor.
Saat di imigrasi Taiwan tunjukkan paspor yang sudah ditempel dokumen tsb, kemudian kita bisa masuk ke Taiwan dan jalan-jalan di sana. Beres dah..
Lumayankan.....menghemat biaya apply visa Taiwan.

Saat Transit Ngabur ke Taipei 101 
Taipei 101

Pesawat mendarat di Taoyuan International Airport Taipei dan transit selama 8 jam sebelum melanjutkan penerbangan ke Vancouver.
Di pemeriksaan imigrasi Taiwan, aku dan Fin antri dibarisan "foreigner line" yang berbeda.
Sebelum keluar dari bandara Taiwan, kita bertanya ke petugas imigrasi, mengenai online visa Taiwan, apakah bisa dipergunakan lagi, jika saat ini kita keluar dari bandara, kemudian sepulang dari Vancouver kita masuk kembali ke Taiwan untuk tinggal beberapa hari di Taipei.

Jawaban dari  kedua petugas immigrasi idem ( sama ) : "Visa ini masih bisa untuk masuk ke Taiwan kembali selama belum expired." Petugas menunjuk ke dokumen "Authorization Certificate for Visit "   kolom Entry Type : Multiple, artinya bisa untuk masuk Taiwan beberapa kali sebelum tanggal expired.
Petugas imigrasi mengatakan : Silahkan jalan-jalan di Taipei, namun pastikan kalian kembali ke bandara dua   jam sebelum   jadwal penerbangan pesawat ke Vancouver, agar tidak tertinggal pesawat.

Lega rasanya, mendengar jawaban petugas imigrasi, artinya tidak ada masalah kita keluar dari bandara saat transit,  Taiwan visa online masih bisa digunakan lagi untuk masuk Taiwan sepulang dari Vancouver nanti.

Dengan semangat dan wajah ceria kita keluar dari bandara Taoyuan.
Saatnya jalan-jalan di Taipei, kita punya waktu 6 jam.
Okay..go..go..go..cari bagian informasi, ambil brosur jadwal bus ke Taipei 101.
Segera kita menuju tempat keberangkatan bus ,  tak lama bus datang tepat waktu sesuai jadwal.

Menunggu Bus di depan hotel Hyatt Taipei
Taipei adalah kota yang sangat nyaman untuk jalan-jalan dan berwisata, fasilitas kendaraan umumnya sangat memadai dan tepat waktu.
Waktu tempuh dan jadwal kendaraan umum yang tepat waktu, membuat kita berani jalan-jalan saat transit.
Taipei 101 di kejauhan dengan tinggi 508 meter sangat menonjol dibanding bangunan lain di sekelilingnya.
Cantik sekali di saat udara cerah, berwarna biru laut dengan pita-pita besar disekelilingnya, seperti kado besar di tengah kota Taipei.
Pembangunan Taipei 101 dimulai tahun 1997, dan diresmikan serta dibuka untuk publik di tahun 2004.
Bentuk bangunannya mengadopsi bambu, yang sarat dengan filosofi budaya Cina bahwa bambu melambangkan perkembangan (tumbuh ke atas), kuat meskipun tidak terlihat kuat.
Bangunan tsb mempunyai lantai 101.
Taiwan sering dilanda taifun dan gempa, membangun gedung pencakar langit di Taiwan membutuhkan keahlian di bidang construction engineering, dan Taiwan telah membuktikan hal itu.

Yuk..kita masuk ke dalam Taipei 101..
Level 1-4 digunakan untuk shopping mall, level 5-6 fitness center, level 7-84 perkantoran, level 85-86 restoran, level 88-89 observatory,
level 91 observatory deck, level 92-101 communication floors. Gosipnya di lantai 101 terdapat exclusive private club.
Untuk menuju observatory, pengunjung dikenakan biaya TWD 400 (+/- IDR 140.000),  lift tercepat kedua di dunia, dengan kecepatan 16.8 m/second , membawa pengunjung dari level 5 ke level 89 dalam waktu  37 detik.
Naik liftnya kita tunda dulu, nanti setelah dari Vancouver kita kembali lagi ke Taipei 101.

Waktu kita terbatas, untuk sementara cukup puas keliling shopping mall, dan makan di pujasera .
Wow...begitu cepat waktu berlalu, saatnya menuju ke halte bus di depan hotel Hyatt , di belakang Taipei 101 .
Ada beberapa hotel di sekitar Taipei 101  ada Hyatt, Sheraton dan lain-lain.
Di depan halte bus, ada beberapa orang menunggu bus ke bandara dengan membawa koper besar.
Ternyata walaupun mereka menginap di hotel sekelas Hyatt, ke bandara naik bus.
Bus bandara datang tepat waktu, kita tiba ke Bandara tepat waktu.
Puas rasanya..bisa ngabur jalan-jalan saat transit.
Kita melanjutkan penerbangan ke Vancouver. Dag..dag...dag Taipei sampai jumpa 15 hari lagi !

Perjuangan Masuk Taiwan.

Selama 15 hari kita menjelajahi Vancouver Canada dan sekitarnya.
Kini saatnya menjelajahi Taiwan selama 5D/4N.
Kita akan menginap di penginapan sebelah gereja Katolik Taipei.
Sebelum kita berangkat, seorang pastor dari Indonesia yang bertugas di Taipei merekomendasikan kita untuk menginap disana.
Lokasi penginapan strategis, dekat public transportation.
Menjelang sore kita tiba di bandara Vancouver.
Kali ini kita bertiga, aku dan Fin serta MK orang Indo yang bekerja di Canada  ikut jalan-jalan ke Taiwan sekalian pulang ke Indo.
Segera kita check in dan masukkan barang ke bagasi.
Koper-koper ditimbang, semuanya oke tidak ada yang overweight, karena sebelum berangkat kita telah timbang.
Tiba-tiba kami dipanggil oleh seorang petugas, koper Fin diminta agar dibuka karena berbunyi saat masuk X-ray.
Ternyata bunyi tsb timbul dari magnit souvenir tempelan kulkas..oalah.. gara- gara magnit tempelan kulkas, koper yang isinya telah tersusun rapi, dibongkar isinya satu persatu,
Sumber bunyi telah ditemukan, silahkan masukkan kembali barang anda ke dalam koper, nanti koper akan dimasukkan ke bagasi, kata petugas dengan enteng.

Kita bertiga duduk kembali di ruang tunggu, baru duduk sebentar, ada petugas China Airlines menghampiri, minta agar kita bertiga ke kantor (...lho...ada apalagi nih...)
Kata pertama yang keluar dari petugas adalah..Sorry....( waduh pasti ada yang gak beres nih ).
Lalu petugas tsb mengatakan :" MK bisa stay di Taiwan, karena dia memiliki PR ( Permanen Resident) Canada.
Dokumen entry permit Taiwan link dengan PR Canada atau Visa Canada.
Kalian berdua tidak bisa stay di Taiwan karena Visa Canada jenis single entry, artinya setelah meninggalkan Canada otomatis visa Canada sudah tidak berlaku walaupun masa berlakunya belum expired.
Karena entry permit Taiwan link dengan visa Canada, maka otomatis entry permit (online visa) Taiwan gugur, tidak dapat digunakan untuk masuk ke Taiwan ".
Aku dan Fin kompak mengatakan :" Menurut petugas imigrasi Taiwan bisa dipakai, kami sudah konfirmasi sebelum berangkat ke Vancouver."
Sambil membawa peraturan Work Instruction China Airlines, petugas katakan " Sorry kami harus menjalankan prosedur kami. Karena entry permit Taiwan kalian sudah hangus, kami harus memberikan broading pass Vancouver - Taipei, Taipei - Surabaya.
Kalian tidak bisa masuk Taiwan, hanya bisa transit di bandara.
Sedangkan MK tergantung opsi dia, tetap "stay" di Taipei sesuai jadwal tiket, atau langsung ke Surabaya. Silahkan kalian bertiga berunding"

Kita tidak beranjak pergi dari kantor, masih banyak protes yang ingin kita sampaikan.
Waduh..kalo sudah panik begini, mendadak semua vocab bahasa Inggrisku terbang melayang entah kemana..
Mau protes ke petugas ga tau aku harus omong apa, Fin juga sama.
Akhirnya MK yang jadi penerjemah kita.
Aku & Fin katakan :" Apa solusinya agar kita bisa "stay" di Taiwan, kita telah susun rencana perjalanan di Taiwan ."
Sekali lagi petugas China Airlines mengatakan : "Sorry, tidak ada jalan lain selain kembali ke Indo, karena kalian WN Indo maka visa harus dibuat di Indonesia, kalian bisa pergi ke Taiwan setelah mendapatkan visa Taiwan."

Aku dan Fin, spontan protes..."Enak aja ngomongnya ".
Yang ini disensor, tidak diterjemahkan oleh MK.
Bonekku kumat, aku minta tolong MK bilang ke petugas China Airlines:" Tolong buatkan boarding pas sesuai jadwal kita di tiket, segala resiko masalah immigrasi Taiwan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi kita".

Sekali lagi petugas bilang :" Sorry..kami harus cek legalitas visa penumpang, kami tidak boleh asal membuat boarding pass sesuai tiket, kami akan didenda USD 50.000 karena lalai."

Komunikasi "deadlock", saklek tidak ada toleransi blas, kataku.
Tenang..tenang..MK berusaha menenangkan kami, petugas tsb hanya menjalankan aturan, mereka tidak salah.

MK akhirnya memutuskan untuk mengambil boarding pass sama dengan aku dan Fin  transit Taipei kemudian ke Surabaya.
Wajah Fin terlihat kecewa, setelah komunikasi dengan petugas China Airlines di Vancouver "deadlock".
Daripada Stress Foto Di Bandara Vancouver

Bersama-sama kita  menuju ke kursi di ruang tunggu.
Fin sibuk menghubungi Pastor Indo di Taiwan, tetapi kelihatannya mereka tidak bisa membantu, tidak pernah mengalami hal ini.
Kita sibuk berdiskusi tentang kemungkinan2 yang dapat kita lakukan.
         1. Kita menghubungi kedutaan Indonesia di Taiwan.
         2. Kita coba antri masuk Taiwan di immigrasi.                            Kita coba alternatif ke dua, jika kita berhasil melewati pemeriksaan immigrasi Taiwan, kita minta ke China Airlines  Taipei untuk mengganti boarding pass kita.

Jika tidak berhasil melewati pemeriksaan imigrasi Taiwan, resiko terburuk dideportasi.
Tidak apa-apa aku siap dideportasi.

Lalu aku katakan ke MK, kalo kita tidak lolos masuk Taiwan, sebaiknya kamu tetap ke Taiwan, buat foto yang banyak untuk aku dan Fin.
MK katakan , kita berangkat saja bersama-sama. Kalo kalian tidak bisa masuk Taiwan kali ini, kapan-kapan kita bisa pergi lagi.  

Kita mesti berjuang, cari cara supaya bisa masuk Taiwan !
MK rada khawatir melihat aku dan Fin nekad.
Kalo memang secara peraturan tidak bisa, tidak usah dipaksakan, kata MK.
MK sudah lama tinggal di Amerika dan Canada, di sana peraturan untuk dijalankan bukan untuk diperdebatkan.
Sedangkan Fin dan aku biasa di Indo, biasa menghadapi peraturan yang tidak jelas. Di Indo kita sudah biasa memperdebatkan peraturan yang tidak jelas.

Akhirnya kita terbang dari Vancouver menuju ke Taipei.
Di dalam pesawat kita sibuk dengan pikiran masing-masing.
Aku bertekad akan masuk ke imigrasi Taiwan, whatever will be ..will be..... Aku lelah dan aku tertidur...

Sampai di bandara Taiwan, Fin dan aku nekad antri imigrasi di jalur masuk Taiwan
Kita berada di baris antrian yang berbeda.
Ternyata...lolos..!!.Tidak ada pertanyaan satupun dari imigrasi Taiwan, langsung di dok ..dok ...stempel !
MK berada di antrian lain, tidak ada yang perlu dikhawatirkan, secara legal MK memang boleh masuk Taiwan.
Kita sepakat ke counter China Airlines minta ganti boarding pass dan minta bagasi kita diturunkan. Kepada petugas China Airlines, kita menceritakan apa yang kita alami dengan jujur.
Petugas China Airlines di bandara Taipei amat sangat "helpful", mengatakan tidak perlu khawatir, bagasi kalian akan kami urus, tunggu saja disini, boarding pass kalian akan kami ganti, sehingga kalian bisa "stay" di Taiwan. Welcome to Taiwan, have a nice holidays !!
Semuanya berjalan dengan lancar, petugas membantu kami dengan cekatan.
Kami mendorong bagasi keluar bandara Taoyuan dengan riang dan wajah berseri-seri, wajah penuh rasa syukur...


Kisah  balada Taiwan Visa Online berakhir "happy ending"
Thanks God !

Ini menjadi salah satu pengalaman yang berkesan dalam perjalanan ke Taiwan.
Selalu ada kesan dalam setiap perjalanan.
Apakah ada yang mempunyai pengalaman serupa dengan kami ?




Jumat, 15 Mei 2015

Orang Orang Baik Sepanjang Perjalanan


Sering kita baca dari media atau mendengar dari teman tentang tindak kejahatan, penipuan atau sekedar jebakan betmen yang makin hari semakin canggih dan kreatif.
Membaca dan mendengar cerita tsb, muncul komentar-komentar “ hidup makin sulit, sedangkan tawaran
iklan begitu menggoda “ ada juga yang komentar “dunia sudah makin tua, kiamat sudah dekat “ masih banyak komentar-komentar lainnya.
Kita memang harus waspada dan berhati-hati, namun tidak perlu membuat kita terlalu khawatir dan cemas.
Di dunia ini masih banyak orang-orang baik.

Aku mencoba membuat catatan orang – orang baik yang pernah aku temui.
Mereka bukan teman , bukan saudara, bukan orang yang aku kenal, tetapi orang-orang yang aku jumpai di
sepanjang perjalanan hidupku.

Saat aku duduk di kelas dua SD, ada acara nonton sirkus di alun-alun bersama teman-teman sekolah.
Aku nonton sirkus bersama adikku yang masih TK ( dulu aku merasa sudah besar saat kelas 2 SD).
Orang tuaku berpesan hati-hati, nanti pulang akan dijemput, tunggu jemputan, kalau tidak ketemu yang jemput lapor ke panitia, tunggu di panitia.
Bubar dari nonton sirkus, ramai banget, aku tidak menemukan penjemput.
Awalnya mau lapor ke panitia, tapi kemudian aku bilang ke adikku, kita coba pulang sendiri ya…kan jalan
menuju rumah tidak sulit, lurus saja nanti ada toko Santoso belok kiri. Kita buktikan kita pemberani dan bisa
pulang sendiri  ( dari kecil aku punya jiwa petualangan he..he..he ).
Ternyata aku salah arah.. menjauhi jalan menuju rumah…jalanan makin gelap, penerangan jalan berkurang , lalu di sisi jalan ada kuburan.
Adikku menangis sambil protes kenapa kita tidak sampai-sampai….tapi malah lewat kuburan.
Aku sadar, aku salah jalan, aku bertanya arah jalan ke  salah satu orang yang sedang berjalan .
Mereka kaget kenapa ada 2 anak kecil berjalan sendiri, dikira kita didampingi salah satu orang dewasa yang ada disitu. Saat itu banyak orang jalan dari nonton sirkus menuju ke rumah masing-masing.
Mereka bertanya, alamat rumah kita, akhirnya diantar pulang ke rumah.
Di rumah sudah heboh, aku dan adikku ilang, kakek nenek , saudara-saudara mami dan papi, mencari aku dan adikku, diumumkan di sirkus ( dulu kan belum ada HP belum ada HT).
Orang-orang di rumah panik.
Tiba dirumah  aku dan adikku menangis bareng-bareng, tangis senang bisa sampai rumah dan takut dimarahi ortu  karena tidak lapor panitia sampai tersesat.
 Mamiku mengucapkan terimakasih berkali-kali ke sang pengantar, saking senangnya lupa tanya mereka siapa, rumahnya mana, sampai sang pengantar pamit.
Sampai sekarang kita tidak tahu siapa dia, keluargaku mencoba mencari info ttg orang yang baik hati tsb tapi tidak menemukan  siapa dia . Sepupuku iseng bilang mungkin roh yang ada dikuburan itu hiiiiii..hii….
Itu kisah orang baik hati yang aku temui di masa kecilku.

Saat dewasa, aku juga banyak menemui orang-orang baik hati.
Dompet jatuh di parkiran mobil, dikembalikan oleh tukang parkir di sebuah toko buku, sampai tukang pakir
tsb berlari mengejar mobil dan gedor-gedor mobilku demi mengembalikan dompetku.
STNK & kartu kreditku jatuh di parkiran kantor, salah satu orang pabrik yang menemukan, pagi-pagi sudah menunggu berdiri di parkiran mobil untuk mengembalikan ke aku  (diparkiran  kantor ada tulisan no pol mobil ).
ATM BCA ku  jatuh  juga pernah ditemukan oleh orang dan dikembalikan.
Menjumpai orang-orang yang baik  hati menyadarkan aku, betapa senangnya kalo kita ketemu orang baik, dan sekaligus memberi semangat untuk berbuat baik .

Saat traveling aku juga menjumpai orang-orang baik .
Tahun 1997, aku traveling berdua dengan teman ke Sydney Australia. Di hari ke 2 kita mulai agak hafal rute jalan menuju hotel,  saat naik taxi kita  agak ST (sok tau ) memberi petunjuk jalan menuju hotel ke sopir taxi ,meskipun kita sudah memberikan kartu nama hotel ke sopir taxi. Saat itu kita salah memberi petunjuk karena ternyata jalannya searah tidak bisa dimasuki terpaksa harus muter, sebelumnya sopir taxi mau ambil jalan lain tapi kita sok yakin bilang lewat jalan satunya saja, ternyata arahan kita salah.
Setelah sampai hotel, taxi kita bayar sesuai angka di argo. Tetapi sopir taxi kembalikan sebagian uang kita,
lho…koq..kita sudah bayar sesuai argo, mengapa dikembalikan sebagian ?. Menurut sopir taxi, dia sudah terima kartu nama hotel, harusnya dia tidak putar jalan, walaupun itu atas petunjuk kita, jadi dia harus kembalikan sebagian uang kita. Kita paksa berikan uang tsb karena kita yang salah. Sopir taxi tetap tidak mau, dan mengatakan jangan merasa bersalah, nikmati liburan kalian. Kami harus bekerja secara profesional, itu prosedur kerja kami. Kita melongo…kagum..dan mengucapkan thank U ..thank U….

Mall 101 Taipei
Di Taipei Taiwan, kami naik taxi dari bandara sampai penginapan. Barang yang aku bawa banyak banget karena sebelumnya kita ke Vancouver. Sampai di penginapan barang-barang dibongkar dan dibawa masuk
ke penginapan.
Aku bawa ransel dan tas cangklong .
Aku kebagian tugas jadi bendahara selama perjalanan, jadi urusan bayar membayar aku yang lakukan. Saat bayar taxi, ransel aku turunkan di jok taxi, aku lupa ambil ransel tsb.
Saat masuk kamar dan beres-beres , aku baru sadar ranselku tidak ada.
Tapi iya sudahlah ga apa- apa isinya jaket & makanan.
Tiba-tiba pintu diketuk penjaga penginapan, katanya ada sopir taxi kembalikan ransel yang ketinggalan di taxinya. Duh…baik banget…dia.
Padahal aku lihat taxi tsb tadi sudah pergi. Taxi tsb kembali ke penginapan demi kembalikan ranselku.
Aku sudah ikhlaskan ransel itu kalo hilang, ternyata ransel tsb masih mau ikut aku ( he..he..he..).

Di Taipei, saat kita naik bus menuju  mall 101, kita bingung turun di bus stop yang mana.
Seorang penumpang bus yang duduk di seberangku bertanya, apa ada yang dapat dia bantu ( dlm bhs Inggris).
Ketika kita tanya di bus stop mana kita harus turun untuk ke mall 101 ? Dengan semangat menolong dia katakan , nanti dia akan ikut turun bus untuk memastikan kita menuju 101 tanpa tersesat, memberi tips –tips yang berguna selama traveling di Taipei dan memberi tanda-tanda di map yang kita bawa, kemana kita harus naik & turun bus.
Setelah memastikan kita menuju ke arah yang benar, dia naik bus lagi untuk melanjutkan perjalanannya.
Hanya thank U..thank U yang bisa kita ucapkan.

Di Johorbahru, kita ketemu orang Indo yang kerja di resto di salah satu mall saat naik bus.
Kita banyak dibantu oleh dia, rute-rute public transportation, nitip barang bawaan kita ke resto tempat dia kerja selagi kita jalan-jalan sebelum ke bandara.

Di Hongkong saat kita tersesat di antara gedung-gedung tinggi, kita tanya arah jalan menuju suatu tempat ke 2 orang mahasiswa, mereka dengan semangat menolong mengantar kita, memastikan kita menuju ke arah yang benar. Padahal orang Hongkong terkenal acuh tak acuh dan tidak ramah. Tetapi ternyata masih ada orang baik di Hongkong.

Pegunungan Rocky
Saat di Canada, kami ikut local tour ke pegunungan Rocky, 4 hari 3 malam.
Harga tour ada 2 opsi, tour termasuk makan, atau tour tidak termasuk  makan ( makan beli sendiri ).
Kita pilih tour tidak termasuk makan, karena selisih harganya lumayan banyak.
Lagipula aku kurang suka makanan barat, kurang pas di lidah ndesoku.
Pagi hari  peserta tour include makan sedang breakfast, kami lihat disebelah kanan hotel ada MC Donald, di sebelah kiri hotel ada mini market. Kita beli beberapa mie instan di mini market, kemudian ke Mc Donald,  temanku  beli kopi dan donat. Petugas Mc D melihat kami bawa mie instan segera menawarkan apakah butuh air panas ? . Wao….itu yang kita mau. Dia berikan setermos besar air panas dan berpesan kalo kurang atau butuh bantuan jangan sungkan, dia akan bantu. Jadilah kita pesta mie instan di Mc D.
Petugas Mc D tsb tulus banget, mungkin kasian liat kita, kenapa tidak ikut breakfast di hotel sebelah.

Suatu saat tour leader bertanya ke temanku, kenapa kita tidak ikut tour include makan daripada repot cari makan, makanan di tour ini enak-enak lho. Temanku katakan  supaya kita bisa beli makan sesuai selera
lagi pula kita makannya tidak banyak ( padahal ngirit). Mungkin akhirnya tour leader tau alasan kita tidak ikut makan, beberapa kali acara makan tour leader menghampiri kita untuk ajak untuk makan bersama daripada repot cari makan diluar, ini free tidak perlu bayar dan tidak perlu sungkan, ini bonus.
Rejeki…masak ditolak sih…kita kan ga maksa dan tidak minta2, mungkin dia khawatir koq kita selalu makan fast food terus, ntar bisa kurang gizi ( ha..ha..ha…).

Di Whistler ada old spaghettie…resep kuno yang terkenal enak.
Di negara maju sebelum pesan makanan pasti kita lihat harga, karena harganya mahal menurut ukuran kantongku.
Aku dan Fintje pesan 1 porsi untuk berdua, selain faktor harga , ada faktor belum tentu aku doyan ( seleraku ndeso untuk makanan yang mengandung produk susu dan turunannya ). Waiter langsung sediakan piring kosong lengkap sendok garpu pisau, dan bonus roti tambahan. Katanya supaya kita bisa share dengan nyaman.
Ternyata traveler model backpacker banyak mengundang belas kasihan orang ya ( ha..ha..ha..).
Mungkin wajah kita mengundang belas kasihan .
Apalagi saat mereka tahu kita orang Indonesia, biasanya komentarnya wao jauh banget.
Bagaimana kalian aman di sana ? ( Berita kerusuhan Mei 1998 sampai juga di Canada ).

Ternyata di dunia ini masih banyak orang-orang baik.
Walaupun ada kejahatan, penipuan dan jebakan betmen yang perlu kita waspadai.