Kamis, 07 Januari 2016

ISTANA DAN AIR SUCI DI GIANYAR BALI

Tak salah jika pulau Bali disebut sebagai pulau Dewata dan pulau seribu pura. Dimana-mana ada pura tempat pemujaan untuk para dewa. Kedatangan turis lokal maupun turis mancanegara tidak membuat adat Bali menjadi luntur, masyarakat Bali tetap menjalankan adat tanpa terpengaruh kebudayaan asing yang masuk bersama kedatangan para turis. Itulah salah satu hal yang menarik di Bali, masyarakat tetap memegang adat mereka tetapi toleran terhadap pendatang. Aah..seandainya semua masyarakat di Indonesia memiliki mental toleran seperti masyarakat Bali, Indonesia akan aman, tentram, tidak ada  konflik antar suku dan agama. Indonesia akan menjadi tempat tujuan wisata yang terkenal seantero dunia, Indonesia itu indah banget! Pariwisata Indonesia akan menjadi hebat, jika aman bagi pendatang dan ditunjang infrastruktur yang baik ( mimpi.com).
Di Taman Tampak Siring

Aku terjaga dari mimpi dan lamunanku. Mobil sudah memasuki kawasan Tampak Siring.
Tampak Siring,  adalah sebuah kecamatan di kabupaten Gianyar,  dengan luas wilayah sebesar 42,63 kilometer persegi.
Udara sejuk dan bersih, tak heran jika presiden Indonesia yang pertama, Ir Soekarno membuat istana kepresidenan  yang dibangun pada tahun 1957 - 1960 sebagai tempat peristirahatan apabila beliau berkunjung ke Bali. Desain istana dibuat oleh arsitek bernama RM Soedarsono.
Awalnya bangunan terdiri dari wisma Merdeka dan wisma Yudistira, seiring dengan waktu, bangunan ditambah dan direnovasi.
Pada tahun 2003,  istana Tampak Siring digunakan untuk KTT ASEAN Summit XIV. Bangunan istana Tampak Siring direnovasi agar siap untuk menyambut kedatangan para tamu delegasi utusan KTT ASEAN .  Balai Watilan  merupakan bangunan tambahan yang digunakan untuk konferensi dan resepsi tamu negara.  Acara pertunjukan kesenian khas Bali dan Indonesia dapat diselenggarakan di istana Tampak Siring.
Istana kepresidenan  masih digunakan hingga saat ini, apabila Presiden, keluarga presiden dan tamu negara berkunjung ke pulau Bali.

Aku memandang istana peristirahatan presiden dari kejauhan, dari taman sebuah pura bernama Tirta Empul.
Pura Tirta Empul memiliki taman yang luas dan terawat, ada sebuah pohon berbuah bulat seperti melon tetapi berkulit halus, kata pak penjaga taman nama buah tersebut maja. Mungkin nama buah maja ini merupakan nama yang dipakai untuk kerajaan Majapahit, aku tak tahu pasti, aku tak pandai dalam pelajaran sejarah.

Memasuki bangunan pura, kita di sambut dengan sebuah kolam  pemandian dan mata air. Di sana banyak turis lokal maupun mancanegara masuk ke kolam pemandian bersama penduduk lokal dan pemimpin upacara agama Hindu.

Saat aku berdiri di tepi kolam air pemandian , ada rombongan tour melintas. Rombongan tour sedang berjalan keliling taman bersama " guide".
Aku berjalan bersama rombongan tour yang tadi melintas sambil mendengarkan penjelasan guide .....ha..ha..ha.. "modus" ga ikut bayar guide dan nggak ikut tour, tapi ikut nguping.
Tirta Empul

Konon ceritanya, nama Tampak Siring berasal dari kata Tampak yang berarti telapak dan Siring berarti miring, telapak kaki raja yang bernama Mayadenawa. Raja sakti tetapi jahat.
Dewa Indra melihat dari nirwana segala tingkah polah kejahatan yang dilakukan Mayadenawa .
Dewa Indra murka dan mengirim pasukan untuk menghancurkan Mayadenawa.

Dalam peperangan melawan pasukan dewa Indra,  Mayadenawa kalah dan lari ke hutan. Sebagai upaya untuk menghilangkan jejak. Mayadenawa lari dengan posisi kaki miring.
Meskipun berusaha menghilangkan jejak, Mayadewana tetap berhasil ditangkap pasukan dewa Indra.
Saat ditangkap  Mayadenawa melakukan perlawanan dengan cara menciptakan mata air beracun. 
Sebagai penawar air beracun yang dibuat Mayadenawa, dewa Indra menciptakan mata air penawar racun yang disebut Tirta Empul ( air suci ).
Kolam air pemandian di depan tadi dipercaya sebagai kolam air suci yang diciptakan dewa Indra. Pura ini dinamakan Tirta Empul yang berarti air suci, kata sang guide.
Ooo..ternyata begitu, lumayan juga hasil ngupingku..jadi tahu asal usul nama tempat ini.

Lalu aku berjalan melipir, memisahkan diri dari rombongan tour, menuju ke kolam ikan koi tempat temanku menunggu untuk bersama-sama menuju parkiran mobil. Jalan menuju parkiran mobil melewati kios-kios yang berjualan souvenir dan baju-baju khas Bali. Begitu banyak kios namun tidak banyak pembeli. Penjaga kios dengan segala upaya berjuang untuk mendapatkan pembeli, menurunkan harga tanpa menunggu pembeli menawar supaya calon pembeli tertarik untuk membeli atau paling tidak mampir ke kiosnya.


Sopir mobil yang kita sewa sudah menunggu di bangku dekat mobil diparkiran, segera kita masuk mobil untuk melanjutkan perjalanan.

Tampak Siring ,  istana dan kolam air suci sebentar lagi akan aku tinggalkan untuk menuju obyek wisata lain di Bali. Bye..bye..bye Tampak Siring, lain kali aku akan datang kembali.








Rabu, 30 Desember 2015

KE BALI LAGI YUUK...!!

Bali selalu membuat kita ingin kembali. Dari survei kecil-kecilan ke teman-teman , rata-rata mereka ke Bali lebih dari satu kali. Suasana Bali selalu mengundang untuk kembali pergi.  Apa sih yang membuat kita tak bosan ke Bali ?. Ada yang mengatakan alamnya  indah , penduduknya toleran dan "welcome " terhadap  pendatang, aman, budaya Bali unik. Ada juga yang menjawab Bali identik dengan kebebasan berekspresi. Di Bali kita bisa memakai baju yang menurut kita nyaman, tanpa memikirkan apa kata orang. Kita bisa bebas jalan-jalan memakai baju kedodoran, celana pendek yang nyaman tanpa memikirkan bentuk badan, asal kita nyaman...so what gitu loh !. O ya..ada yang bilang berada di Bali serasa berada di luar negeri, di negara para Bule, karena di tempat wisata tertentu lebih banyak turis bule dibanding turis lokal.

Saat ini aku kembali Ke Bali. Diajak teman, ada tawaran promo tiket pesawat Surabaya- Denpasar PP dan menginap 2 malam di hotel The Heaven Seminyak Rp. 1.300.000,-. Berangkat hari Sabtu, Senin balik ke Surabaya, hanya cuti sehari. It 's okay !. Berlibur dan leyeh-leyeh sebentar di Bali.
The Heaven Hotel Seminyak Bali

Hasil browsing dari internet mengatakan, kalo kita ingin merasakan suasana desa asli Bali pergilah ke Desa Penglipuran.
Okay...yuk kita ke Desa Penglipuran !.

Desa Adat Penglipuran
Desa Penglipuran Bangli

Lokasinya berada di Kubu, kabupaten Bangli, satu kabupaten dengan Kintamani dan gunung Batur serta tidak jauh dari lokasi wisata Ubud.
Perjalanan dari bandara menuju desa Penglipuran lancar, tidak terlalu ramai cenderung sepi.  Di pertigaan menuju desa Penglipuran ada penjual jajan pasar sedang dikerumuni pembeli. Nyobain yuk..jajan pasar di Bali. Jajan pasar yang dijual mirip jajan pasar di Jawa ada klepon, klanting dan gendar lupis. Tapi ada yang beda, jajanan semacam lupis berwarna putih dan di dalamnya ada pisang cacah. Cara makannya ditaburi kelapa parut dan gula kelapa cair yang di dalamnya ada nangka yang diiris kecil-kecil.  Enak juga...apalagi udara sejuk membuat perut lapar .
Padahal tadi dari bandara kita sudah mampir sarapan nasi ayam betutu.
Di meja dekat jajan pasar ada minuman dalam kemasan air mineral, berwarna hijau tua dan kuning. Nama minuman tersebut loloh cemcem minuman khas desa Bangli, rasanya asam dan sedikit pedas tapi menyegarkan. Warna hijau efek dari daun cem cem bahan baku minuman tsb, sedangkan yang kuning dibuat dari kunyit putih kata ibu yang jual. Mungkin memakai campuran kunyit untuk memberi efek warna kuning, selain kunyit putih.
Loloh Cemcem

Perut sudah kenyang, tubuh kembali segar, kita melanjutkan perjalanan ke Desa Penglipuran.
Di dekat pintu gerbang desa disediakan lahan parkir yang cukup luas, kendaraan dan mobil tidak boleh masuk lokasi desa. Kita berkeliling desa dengan berjalan kaki, jalanan naik dan turun dihubungkan dengan tangga, dikiri kanan tumbuh pohon dan bunga-bunga bermekaran berwarna cerah yang tumbuh subur.Udara bersih dan sejuk, desa ini berada di ketinggian 600 - 700 meter di atas permukaan laut.
Bentuk rumah penduduk hampir sama, atap rumah dan dinding rumah menggunakan bambu, lebar pintu gerbang yang hanya muat untuk satu orang dewasa. Di masyarakat Bali pintu ini disebut angkul-angkul.

Luas desa sekitar 112 hektar dan tidak semua lahan desa digunakan sebagai rumah penduduk, sekitar 40 % dari lahan desa adalah hutan bambu. Menebang pohon bambu di desa ini tidak boleh sembarangan harus ijin ke tokoh masyarakat setempat.

Selain memiliki budaya menghormati alam, penduduk desa Penglipuran Bali juga memiliki budaya dan tradisi menghormati wanita. Adan aturan desa yang melarang pria melakukan poligami, jika ketahuan melakukan poligami maka akan mendapatkan hukuman dikucilkan dari desa.

Desa ini juga memiliki budaya hukuman untuk pencuri. Bagi yang ketahuan mencuri, akan dihukum harus memberikan sesajen lima ekor ayam dengan warna bulu ayam yang berbeda di 4 pura leluhur mereka. Dengan cara ini, semua penduduk desa akan mengetahui siapa yang mencuri,  tentu saja pencuri tsb akan malu karena menjadi bahan pembicaraan seantero desa.

Di dalam desa ini ada setra atau kuburan. Walaupun penduduk desa Penglipuran Bali memeluk agama Hindu tapi penduduk desa Penglipuran Bali tidak mengenal upacara pembakaran mayat, jadi mayat langsung dikubur.

Budaya pengelompokan dari tata ruang desa sangat terlihat disini. Di bagian utara dan letaknya lebih tinggi dari rumah penduduk terdapat pura Desa yang disebut pura Penataran.

Desa ini selain udaranya sejuk dan bersih, bebas dari sampah, di kiri dan kanan jalan disediakan tong sampah, tidak ada sampah yang berserakan.
Tidak ada pedagang kaki lima yang memaksa kita untuk membeli barang dagangannya. Jika kita mampir ke rumah penduduk , mereka akan memperlihatkan hasil karyanya jika mau beli silahkan, tidak ada upaya agar kita membeli. Kondisi ini kontras dengan di Kintamani, pedagang kaki lima menawarkan barang dengan agresif dan sedikit memaksa.

Menjelang Hari Raya Galungan yang diperingati setiap enam bulan sekali, desa makin cantik dengan hiasan penjor di tiap-tiap rumah. Rombongan gadis dengan pakaian adat yang membawa banten menuju pura membuat adat Bali makin kental terasa.
Desa Penglipuran Bangli

Setelah puas berkeliling desa adat Penglipuran kita kembali ke parkiran mobil untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan berikutnya.



Senin, 30 November 2015

JALAN JALAN KE GUA GONG DI PACITAN

Pintu Masuk Gua Gong
Bayangan beberapa orang ketika  mendengar kata gua adalah lubang gelap, dalam  dan lembab, berada di perut bumi dengan  suasana menyeramkan dan mencekam. Demikian juga yang ada dalam pikiranku tentang gua di masa lalu , bayangan tersebut berubah ketika liburan sekolah aku pergi ke gua Jatijajar ternyata gua itu indah dan tidak menyeramkan. Sejak saat itu bagiku gua tidak selalu menyeramkan.

Saat ini aku bersama group jalan-jalan SIMP Surabaya dari pantai Klayar Pacitan menuju gua Gong. Bus tidak bisa masuk ke lokasi gua Gong  karena jalan sempit. Kita bisa berjalan kaki atau naik ojek menuju gua Gong. Mengingat faktor "U" (umur) dan jalan menuju lokasi gua Gong agak menanjak, kita  memutuskan naik ojek, tarif sewa ojek hanya Rp 5.000,- per orang dan tiket masuk lokasi gua Gong per orang Rp. 12.000,-.
Gua Gong Pacitan

Turun dari ojek kita naik beberapa anak tangga dan  melewati jalan kecil yang diapit oleh toko-toko kecil di kiri dan kanan. Ada bermacam-macam barang yang dijual mulai dari makanan, batu akik dan berbagai macam souvenir. Mendekati lokasi gua Gong banyak orang menawarkan jasa sewa senter dan guide untuk memasuki gua Gong.

Goa Gong  berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, sekitar 37 km ke arah barat dari pusat kota Pacitan. Dikelilingi oleh pegunungan, di sebelah utara ada gunung Manyar, di sebelah selatan gunung Karang Pulut, di sebelah timur Gunung Gede, dan di sebelah barat ada gunung Grugah. Keempat gunung ini semuanya gunung non-aktif.
Ada Pagar dan Tangga di dalam Gua Gong


Kedalaman gua kira-kira  256 meter, cukup dalam, bayangkan jika tinggi rumah rata-rata 3 meter, artinya 85 kali tinggi rumah, tetapi arahnya ke bawah, ke dalam perut bumi. Tetapi jangan khawatir ada tangga dan pagar untuk memudahkan kita menyusuri gua.  Kipas angin berukuran  besar dipasang untuk mengurangi hawa panas gua, walaupun udara panas di dalam gua belum mampu dihalau seluruhnya , lumayanlah....
Di sudut-sudut gua dipasang lampu TL berwarna putih membuat  kita dapat melihat sekeliling gua tanpa bantuan senter.
Sendang Di Gua Gong

Di dalam gua ada 5 sendang ( kolam alam) , yaitu Sendang Jampi Rogo, Sendang Panguripan, Sendang Relung Jiwo, sendang Kamulyan, dan sendang Ralung Nisto yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Mengapa dinamakan gua Gong ? Menurut warga sekitar, mereka sering  mendengar adanya suara gema tabuhan seperti suara gong yang berasal dari dalam goa. Gong adalah salah satu alat tabuh dalam kesenian gamelan Jawa. Suara gong dari dalam goa dihasilkan dari pantulan bunyi tetesan air alam goa yang menimpa batuan stalaktit atau stalagmit goa tersebut. Bunyinya terdengar harmonis dan indah, gong terdengar jelas saat suasana hening dan sepi.

Gua Gong merupakan goa terindah di Asia Tenggara. Memiliki stalagmit dan stalaktit berumur ratusan tahun bahkan ribuan tahun yang silam.Ukuran Stalaktit dan Stalagmit-nya beragam, terlihat menjulang dan kokoh menempel di lantai atau langit goa.

Stalaktit dan stalagmit tumbuh memanjang melalui proses alami akibat reaksi oksidasi atau reaksi kimia antara udara dengan air. Rata-rata pertumbuhan panjang stalaktit dan stalagmit di goa ini berkisar antara 0.1 hingga 0.13 mm per tahun. Bisa dibayangkan begitu panjang waktu yang diperlukan untuk membentuk stalaktit dan stalagmit ini.  Warisan alam yang indah, yang  patut kita jaga agar tidak ada tangan-tangan yang merusak.

Apa beda stalaktit dan stalagmit ?  Dari segi  bentuk stalaktit  membentuk batuan runcing ke bawah, sedangkan stalagmit membentuk batuan runcing ke atas, kata guide gua Gong.
Foto Di dalam Gua Gong

Waow. indah sekali  stalaktit dan stalagmit-nya, sayang sekali hanya disinari lampu TL putih. Pasti akan lebih indah bila disinari lampu warna-warni dengan penataan cahaya yang pas, apalagi jika ada musik bernuansa alam yang mengalun lembut dan sirkulasi udara di gua diatur sehingga tidak panas dan lembab.  Keindahannya bisa bersaing dengan gua-gua lain yang terkenal di dunia !!!
Stalagtit

Menurut penduduk di lokasi gua Gong, saat ini pemerintah daerah Pacitan sedang membangun infrastruktur . Seharusnya ada lampu warna-warni , saat ini sedang perbaikan instalasi sehingga lampu warna-warni padam.
Kita doakan  bersama, semoga gua Gong setelah dilengkapi infrastruktur yang memadai bisa menjadi tujuan wisata yang terkenal di dunia.

Setelah puas melihat isi gua Gong, kita keluar. Duh...baru terasa perut kita lapar. Kita terlambat makan siang. Ada aroma sedap menyeruak di udara, sepertinya  tahu, tempe dan pisang sedang digoreng, membuat perut kita makin terasa lapar. Ternyata aroma sedap tersebut berasal dari warung yang berjualan  berbagai macam gorengan . Mampir yuk.. !! Nikmatnya.. makan tahu goreng yang masih  panas dengan lombok rawit dan dicocol sedikit petis. Setelah puas makan aneka gorengan, kita makan jeruk bali dari Madiun yang telah dikupaskan pemilik warung . Begitu jeruk selesai dikupas, langsung kita serbu beramai-ramai . Ehmmm enak dan segaar.... jeruknya manis dan juicy ( airnya banyak ).

Pesona alam gua Gong yang memiliki stalaktik dan stalagmit yang begitu mempesona telah kita nikmati, perut sudah diisi tahu goreng, tempe goreng dan jeruk bali yang juicy. Hari sudah menjelang menjelang sore, kita langsung menuju ke penginapan " Surfing Bay Cottage " di pantai Teleng Ria. Nanti malam kita akan makan sea food sepuasnya, "all you can eat ".

Besok pagi kita akan mampir ke rumah mantan presiden RI, SBY ( Susilo Bambang Yudhoyono) yang berada di kota Pacitan.

Sampai di sini dulu ceritanya. Amit mundur. Sampai jumpa dalam cerita selanjutnya.

Selasa, 24 November 2015

JALAN-JALAN KE PANTAI KLAYAR PACITAN

Tebing Karang Klayar
Telah lama keinginan ke pantai Klayar terpendam.Kita selalu ragu, karena info yang beredar akses jalan menuju pantai Klayar sulit, jalan kecil berkelok-kelok , sebagian masih berupa jalan makadam dan bus tidak bisa masuk. Sampai kemudian ada teman membawa foto-foto pemandangan pantai Klayar yang mempesona ke kantor. Mereka berhasil jalan jalan ke pantai Klayar tanpa kesulitan yang berarti.
Melihat foto-foto tersebut, semangat group jalan- jalan SIMP Surabaya terpicu, keinginan ke Klayar terusik kembali. Semangat jalan-jalan kembali menyebar. Ayo kapan kita ke Pantai Klayar  !!

Segera kita "action" pesan sewa bus dan penginapan "Surfing Bay Cottage" di pantai Teleng Ria Pacitan.

Menjelang hari keberangkatan,  tiba-tiba ada berita bencana tanah longsor, perjalanan dari Surabaya menuju Pacitan melewati jalan  yang longsor, saat ini akses jalan yang longsor ditutup, tidak boleh ada kendaraan yang lewat karena berbahaya.
Waduew....semangat jalan-jalan kita sudah terlanjur membara dan segala akomodasi sudah dipesan, mosok kita batal. Yuk... kita cari jalan alternatif. Ingat peribahasa "Seribu jalan menuju ke Roma", demikian juga pasti ada jalan alternatif menuju Pantai Klayar...tetap semangat  saudara- saudara !!!.


Akhirnya Berangkat Juga
Menjelang jam 11 malam hari bus berangkat menuju Pacitan. Perjalanan agak tersedat-sedat menembus kemacetan, menjelang dini hari bus melewati jalan yang berkelok-kelok dan mendaki.
Pagi hari bus sampai di kota Pacitan, kita mampir sarapan makanan khas Pacitan di rumah family Mr Widi . Tidak hanya sarapan kita juga numpang cuci muka, gosok gigi dan memenuhi hasrat panggilan alam ke toilet. Badan segar dan perut kenyang saatnya kita melanjutkan perjalanan ke pantai Klayar.
Di depan Karang Pantai Klayar

Pantai Klayar
Pantai Klayar Pacitan terletak di Kecamatan Donorojo, di Desa Kalak, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Dari pusat kota Pacitan, perjalanan ke pantai Klayar sejauh 40 km pada arah barat Pacitan, perjalanan sekitar 1 jam.
Bus dilarang masuk ke pantai Klayar, karena akses jalan belum memadai. Bus sementara diparkir dan kita menyewa dua mobil untuk menuju pantai Klayar. Tarif sewa  per mobil Rp. 325.000,- satu mobil bisa diisi 10 penumpang.
Jalan menuju pantai Klayar belum semuanya mulus beraspal, kadang kita melewati jalan berbatu dan berkelok, naik dan turun. Jalan hanya cukup dilalui dua mobil ukuran sedang apabila berpapasan.
Pantai Klayar

Harga tiket  masuk pantai Klayar per orang Rp. 10.000,-.
Di sepanjang jalan menuju pantai berderet warung berjualan makanan dan kelapa muda. Ada pula lapak-lapak berjualan berbagai macam batu akik. Pacitan termasuk salah satu sentra batu akik.

Dari pantai di atas hamparan pasir bersih, sejauh mata kita memandang terlihat dua karang setinggi pohon kelapa di sisi timur pantai. Di belakang karang tersebut berderet karang-karang yang menahan terjangan ombak laut selatan. Di antara karang-karang  ada sebuah karang raksasa  yang mirip dengan tempat wisata Tanah Lot di Bali.
Di antara Karang Pantai Klayar

Hal unik di pantai Klayar adalah seruling samudra. Sebuah fenomena alam yang terbentuk karena ada cekungan di  bawah tebing dan adanya lubang di batuan karang . Pada saat cekungan diterjang ombak laut, maka air laut keluar menyembur ke permukaan melalui sela-sela berbatuan dan menghasilkan bunyi yang indah laksana bunyi seruling.
Naik ATV menuju seruling samudera

Lokasi seruling samudra dapat ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri pantai. Jika kita malas berjalan kaki di antara pasir yang kadang menenggelamkan kaki ke dalam pasir, ada alternatif lain. kita bisa menyewa ATV. Sebuah kendaraan beroda tiga, dengan dua orang penumpang atau  tiga orang jika kita mengemudi sendiri. Tarif sewa ATV dari pantai menuju lokasi seruling samudera Rp 50.000,- PP ( pergi dan pulang). Cukup murah kan ?. Kita nyobain naik ATV yuk...menyusuri pantai berpasir diantara suara ombak dan angin sepoi - sepoi...Ehm...nikmat...semilir anginnya..
Tebing Karang

Yuk kita lihat bentuk karang-karang yang unik. Itu ada karang unik, bentuknya mirip patung  bentuk Sphinx di Mesir. Tebing-tebing tinggi di kawasan pantai Klayar yang jika dilihat dari kejauhan, menyuguhkan pemandangan laksana patung Sphinx. Kita dapat menaiki tebing ini, tetapi harus berhati-hati , tebing ini curam dan tinggi, dan saat air pasang ombak dapat tiba-tiba datang menghembas tepi tebing. Berjalan diantara karang kita harus berhati-hati..awas licin !. Ikuti jejak-jejak kaki, jangan injak karang yang berlumut, bisa terpeleset.
Ombak Di Pantai Klayar

Kemudian kita melayangkan pandangan ke arah barat  pantai Klayar, di sana ada sebuah tebing karang yang lebih besar,  menjulang dengan ketinggian mencapai hingga 50 meter.  Pemandangan tebing ini bagaikan tebing tempat bersandarnya kapal Nabi Nuh.

Selain suara deburan ombak yang tinggi memecahkan keheningan pantai, ada terjangan ombak yang menghantam bebatuan karang dan menciptakan air mancur yang tingginya dapat mencapai 10 meter. Dahsyat...ya...!!

Kita  foto yuk.. dengan "background" seruling samudera dan di bawah tebing karang bentuk Sphinx. Sebelum foto di Sphinx aslinya di Mesir...ayo kita berfoto di Sphinx KW nya dulu..
Tiba-tiba ada pengumuman dari penjaga pantai bahwa air laut akan segera pasang , pengunjung diminta segera turun meninggalkan  gugusan karang.
Kita antri menuruni tangga kecil yang ada di tebing karang  dan mencari ATV masing-masing yang tadi kita sewa untuk kembali menuju ke pantai.

Di tepi pantai kita mampir minum kelapa muda di sebuah  warung yang ada di sepanjang pantai .
Dari bangku warung  aku melihat  ada penduduk memanjat pohon kelapa , menurut "mbak warung " orang itu sedang  mengambil air deresan yang  akan digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan gula jawa. Selain akik , gula jawa di Pacitan terkenal enak.
View Klayar

Sebelum naik mobil sewaan untuk kembali ke tempat parkir bus, sebagian teman berburu akik...
Ayo..ayo...berangkat setelah ini kita ke gua Gong.

Di dalam mobil kita membicarakan kesan tentang pantai Klayar . Bagus pantainya, unik terutama karangnya, sayang sekali jalan menuju pantai Klayar belum bagus. Mudah-mudah tahun depan jalan menuju ke pantai Klayar sudah bagus (berharap.com ).
Puas ke Pantai Klayar...episode berikutnya kita akan ke gua Gong.

Mirip Tanah Lot Bali
  NB : Thanks to photographer SIMP Sby Mr Wk and Mr Le

Rabu, 04 November 2015

DAFTAR KULINER SURABAYA

#BEBEK GORENG #

1. bebek goreng papin : jl.Kalianyar, pojokan Pecindilan
2. bebek goreng lionita : mall PTC, Jl. Puncak Lontar 1
3. bebek goreng ngagel rejo kidul : jl.ngagel rejo kidul 46
4. bebek goreng tg pahlawan : jl.tembaan 17
5. bebek goreng mercon : jl.raya kayun
6. bebek goreng doa ibu : jl.nginden semolo
7. bebek goreng KM : jl.karang menjangan
8. bebek goreng sayeki : jl.dharmahusada
9. bebek goreng remuk pak ndut : jl.ruko villa bukit mas RO 8
10. bebek goreng pak qomar : jl.raya lontar kulon 46
11. bebek goreng depot 88 : jl.dharmawangsa dpn RSUD dr.soetomo
12. bebek goreng dekwek : jl.manyar kertoarjo v/4
13. bebek goreng  CJDW : jl.delta permai
14. bebek goreng cak yudi : jl.tanjung tarawitan
15. bebek goreng utama : jl.depan pintu tol simo


# BAKSO/BAKWAN #

1. bakwan jagalan : jl.jagalan
2. bakwan dempo 19 : jl.dempo 19
3. bakwan bondowoso : jl.dukuh kupang barat XIX / 36
4. bakwan gili : jl.gili III / 4
5. bakwan pabean : jl.genteng besar 86
6. bakwan babatan : jl.mulyosari 42B
7. bakwan jagaraga : jl.jagaraga 16
8. bakso iga sapi : jl.A.yani 191
9. bakso unyil : jl.kanginan
10. bakso solo jolotundo : jl.jolotundo
11. bakso citra : jl.ngagel jaya tengah
12. bakso solo : jl.nias pertigaan rel KA
13. bakso 8 : jl.klampis jaya 33k
14. bakso pak ateng : jl.kepanjen
15. bakso p.jo manyar : jl.manyar tampotika


# SATE/GULE KAMBING #

1. sate klopo girilaya : jl.raya girilaya
2. sate ayam p.mat : jl.bronggalan dkt indomart
3. sate ayam genteng : jl.raya genteng
4. sate ayam lisidu : jl.barata jaya XIX / 58
5. sate barongan : jl.wonocolo 65
6. sate blora p.indra : jl.ambengan 7A
7. sate ayam WR supratman : jl.WR supratman dkt petra
8. sate bledoeg : jl.mayjend sungkono 1
9. sate depot ptc : jl.puncak lontar
10. sate klopo ondehmohen : jl.walikota mustajab
11. sate/gule kambing pucang : jl.pucang rinenggo
12. sate kambing p.mat : jl.raya kayun
13. sate ayam/kambing imam bonjol : jl.imam bonjol
14. sate ayam GBT pojokan : jl.ngagel jaya tengah
15. sate/ gule kambing depot ampel : jl.walikota mustajab 33


# SOTO #

1. soto madura tropicana : jl.pucang
2. soto madura wawan : jl.mayjend sungkono 66
3. soto madura super : jl.kendangsari
4. soto madura gubeng : jl.kusuma bangsa 30
5. soto madura tapak siring : jl.tapak siring
6. soto madura bengawan : jl.bengawan 5
7. soto ayam rukun : jl.maojopahit sebrang WM
8. soto ayam jotaro : jl.mulyosari sblh giant
9. soto ayam cak di : jl.MH thamrin 48
10. soto ayam p.lamiyun : jl.nias ( salon rita )
11. soto ayam lamongan : jl.gubeng kertajaya VII
12. soto ayam siyam : jl.arjuno
13. soto ayam cak pardi : jl.embong malang
14. soto ayam cak bani : jl.raya kupang baru
15. soto ayam p.djayus : jl.manyar 81


# PECEL/GUDEG #

1. pecel ganyeng : jl.mayjend sungkono
2. pecel tumpang : jl.pandegiling 334
3. pecel ngawi mb.sum : jl.dharmahusada
4. pecel madiun mb.naning : jl.manyar kertoarjo 10
5. pecel hj boeyatin : jl.ketabang kali
6. pecel keputran : jl.dinoyo
7. pecel bu joyo : jl.pandegiling 318A
8. gudeg bu har : jl.sulung
9. gudeg bu tugiyo : jl.gubeng kertajaya VIa/46
10. gudeg boepiek : jl.kendangsari 53
11. gudeg happy suzy : jl.p.diponegoro 111
12. gudeg kendil bu yul : jl.kertajaya
13. gudeg adem ayem : jl.raya gubeng 48
14. pecel MM : jl.menur
15. pecel mb devi : jl.kapas krampung


# BUBUR #

1. bubur ayam jakarta : jl.bintoro depan sinar
2. bubur ayam elizabeth : jl.imam bonjol
3. bubur ayam mang udin : jl.kedungdoro
4. bubur ayam bu tyas : jl.gayungsari indomart
5. bubur ayam tambaksari : jl.dpn stasiun tambaksari
6. bubur ayam karang menjangan : jl.raya karang menjangan
7. bubur ayam manyar : jl. daerah terminal bratang
8. bubur ayam surya : jl.raya prapen
9. bubur ayam pengampon : jl.pengampon II/3
10. bubur ayam 55 : jl.manyar kertoadi dkt bonnet
11. bubur ayam happy garden : jl. simpang dukuh ( andhika plasa )
12. bubur ayam laopan : jl.pahlawan 43B
13. bubur ayam yong fa : jl.simpang dukuh ( andhika plasa )
14. bubur ayam zhong ho : jl.raya kupang indah
15. bubur ayam yung ho : jl.HR muhammad


# LONTONG #

1. lontong kupang babatan pantai : jl.gereja GKT babatan
2. lontong kupang pantai lama kenjeran : jl.kenjeran
3. lontong balap p.bagong : jl.indrapura dpn GKN
4. lontong balap pusat jajan ria : jl.embong belimbing
5. lontong balap kepanjen : jl.kepanjen
6. lontong balap artomoro : jl.menur RSJ
7. lontong balap gubeng : jl.sumbawa 46 samping BNI
8. lontong balap p.cipto : jl.gubeng kertajaya XV
9. lontong balap patua : jl.patua dpn STM negeri 1
10. lontong balap bromo : jl.arjuna smping utara PN
11. lontong balap p.gendut : jl.kranggan
12. lontong balap kranggan : jl.kranggan
13. lontong rajawali : jl.rajawali depan SPBU
14. lontong balap ngagel rejo : jl.ngagel rejo dkt indomart
15. lontong balap manyar : jl.manyar rejo III / 10


# INDONESIAN FOOD #

1. depot reng oneng : jl.nginden
2. depot laksana jaya : jl.krembangan timur 32A
3. depot tiptop : jl.manyar kertoarjo V/38
4. depot henika jaya : jl.klampis ngasem
5. depot iboe : jl.kacapiring 22
6. depot mimi : jl.darmo barat XI/7
7. depot kedai sambel : jl.dukuh kupang barat
8. depot wijaya : jl.ir.anwari 7
9. resto handayani : jl.kertajaya 42
10. resto mutiara : jl.manyar kertoarjo IV/8-10
11. resto puri garden : jl.pemuda 67
12. resto indragiri : jl.indragiri 10
13. resto bumbu desa : jl.RA.kartini 59
14. resto kampar : jl.indragiri 43
15. resto aloha : jl.raya sawotratap


# RAWON #

1. rawon malang  : jl.kayun 46E
2. rawon merah depot sari : jl.mayjend sungkono ( darmo park )
3. rawon pasar asem : jl.banyu urip ( tol pasar asem )
4. rawon soepinah : jl.pasar kembang
5. rawon bu hadi : jl.wisma permai ( mulyosari )
6. rawon nguling : jl.rajawali dan jl.kutai 34
7. rawon sedap malam ( kalkulator ) : jl.taman bungkul
8. rawon setan : jl.embong malang


# CHINESE FOOD #

1. resto new royal : jl.manyar kertoarj 39
2. resto nan yuan : jl.tegalsari 64-66
3. resto kowlon palace : jl.pemuda 37
4. resto ramayana : jl.raya gubeng 30-32
5. resto oriental : jl.taman AIS nasution 37
6. resto new santhauw : jl.raya gubeng 64
7. resto XO suki : jl.kupang indah 15
8. resto Fu Yuan : jl.puncak lontar 1 ( PTC )
9. resto Qua li : jl.mall royal /sutos
10. resto porong : jl.HR muhammad 73A
11. depot BMW : jl.mulyosari 28o
12. depot nyaman : jl.pasar kembang 110
13. depot bedjo : jl.dharmahusada 36D
14. depot baliwerti : jl.pahlawan 3
15. depot chiang kong : jl.kusuma bangsa 63A


# VEGETARIAN #

1. depot zhe hang : jl.walikota musatajab 24
2. depot thien pao : jl.dukuh kupang utara 1/2-4
3. depot DJ 88 : jl.dukuh kupang barat XIX/28
4. depot harmonis : jl.kapasan 194-K
5. depot san san : jl.karang empat besar 33
6. depot metta : jl.klampis jaya 39A
7. depot pagoda : jl.undaan wetan 66A
8. depot anugerah : jl.anjasmoro 2A
9. depot sehat : jl.pasar besar wetan /3
10. depot ahimsa vegetarian : jl.kusuma bangsa 80
11. depot family vegetarian : jl.mayjend sungkono 94


# MIE / PANGSIT #

1. pangsit mie menur : jl.undaan kulon 25
2. pangsit mie jembatan merah : jl.jembatan merah
3. pangsit mie makasar : jl.mulyosari
4. pangsit mie ujung pandang : jl.kedung doro
5. pangsit mie gajah mada : jl.dharmahusada 134
6. pangsit mie mapan : jl.rungkut mapan tengah 1/fb 11
7. pangsit mie galaxi : jl.ngagel jaya tengah 80
8. pangsit mie palapa : jl.ngagel tama 37
9. pangsit mie 168 : jl. walikota mustajab 52
10. pangsit mie penganpong : jl.pengampon VI
11. pangsit mie tjuan fie : jl.simpang dukuh 20
12. pangsit mie gang jangkrik : jl.mayjend sungkono 176
13. pangsit mie pecindilan : jl.undaan wetan
14. pangsit mie jedong : jl.jedong
15. pangsit mie kedondong : jl.kedondong 1


# ANEKA NASI/NASI GORENG/SAMBEL/DLL #

1. sego sambel angak ho : jl.dharmawangsa
2. sego sambel ho ha : jl.dharwangsa ( fto copy ramayana )
3. sego sambel bang ali : jl.raya kupang indah
4. nasi goreng kambing jakarta : jl.bratang binangun 27
5. nasi goreng kambing jumbo : jl.KH mas mansyur 189
6. nasi goreng kambing cak beji : jl.garuda 112
7. nasi goreng kambing : jl.raya kupang indah
8. nasi goreng jawa : jl.WR supratman
9. nasi goreng ondemohen : jl.walikota mustajab
10. nasi goreng p.usman : jl.mulyosari
11. nasi goreng babat gongso : jl.dhamawangsa
12. nasi goreng babat baratajaya




Senin, 19 Oktober 2015

BETWEEN BELITUNG AND BANGKA

Batu Batu Di Pantai Turun Aban
Ketika pulang dari Babel ( Bangka dan Belitung ), ada beberapa orang bertanya : " Antara  Belitung dan Bangka mana yang lebih bagus? ".
Terus terang agak sulit menjawab pertanyaan mereka, yang pertama persepsi bagus masing-masing  orang berbeda, yang ke dua saat aku berada di Belitung udara cerah tidak ada kabut asap, saat tiba di Bangka kita disambut kabut asap sampai meninggalkan Bangka masih ada sisa-sisa kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatra Selatan.
Batu Kejepit Di Pulau Putri

Kabut asap di Bangka membuat langit menjadi kelabu, sepanjang hari matahari tertutup kabut, hasil foto tidak bagus dan buram, air laut dan langit berwarna abu-abu.
Kabut asap telah merusak segalanya, udara menjadi kotor, kita tidak bisa bernafas dengan lega, pemandangan jadi buram dan hasrat jalan-jalan menjadi pudar, "mood" jadi berkurang.
Rasa nyaman kita terganggu gara-gara kabut asap terbang tertiup angin sampai ke pulau Bangka.
Semoga saja pelaku pembakaran hutan segera ditindak tegas dan tahun depan sudah tidak ada kabut asap lagi.

Orang Orang Di Belitung dan Bangka

Ada persamaan antara orang Belitung dan Bangka, mereka ramah, jujur dan gemar menolong.
Saat kita membutuhkan informasi tentang kuliner atau tempat wisata atau apapun tentang daerah tersebut , kita tidak perlu browsing ke mbah "Google".
Selain tidak semua data ada di internet, penjelasan dari penduduk lebih akurat dan detail. Mereka akan dengan senang hati menjelaskan, mencatatkan dan jika diperlukan mengantarkan kita sampai tempat tujuan, sambil tak lupa memberi nomor HP dengan pesan kita bisa menghubungi jika ada kesulitan selama di Belitung dan di Bangka. Mantaapp..sekali kan !!Mereka melakukan dengan tulus hati. Aah..aku terharu, seolah-olah menemukan saudara baru di Belitung dan Bangka.

Sepeda motor dengan kunci kontak yang masih menempel ditinggal begitu saja oleh pemiliknya,  mobil dengan kaca jendela masih terbuka dan kunci masih menempel ditinggal pengemudi masuk toko untuk belanja, itu sudah merupakan pemandangan yang biasa. Wah..kalo di Surabaya sudah langsung diselamatkan oleh pencuri alias hilang.
Toko perhiasan berbagai jenis  batu- batuan menggelar dagangannya begitu saja tanpa pengawasan yang berarti, padahal harga per batu bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Pengunjung dengan leluasa melihat dan mencoba perhiasan berbagai jenis batu-batuan.

Penduduk saling mengenal, mereka akan terkucilkan apabila berbuat tidak baik, mereka akan berpikir berkali-kali sebelum berbuat jahat, demikian penjelasan seorang pemilik toko saat kita tanya.

Kuliner Di Bangka
Rasa kecewa karena kabut asap terobati dengan kuliner Bangka yang terkenal enak dan sea foodnya yang segar.
Di pinggir sebuah pantai dijual rajungan yang masih segar, kakinya masih bergerak-gerak menendang - nendang.
Rajungan Segar

Kita membeli rajungan tersebut, kemudian minta ibu pemilik warung di pinggir pantai untuk memasak dan membuat sambal.
Rajungan dimakan beramai-ramai dicocol sambal jeruk,  sambil diiringi musik alam deburan ombak....!!
Daging rajungannya kenyal, tebal-tebal, segar ada sedikit rasa manis bercampur gurih.
Wao....rasanya..wuenak..sepertinya ini rajungan yang paling enak aku makan seumur hidupku.
Eunak Tenan Rajungannya

Selain seafood, kuliner yang enak adalah mie Bangka, martabak, otak-otak dan es kacang merah di Belinyu.
Bagi non muslim, babi panggangnya enak, krispy dan bumbunya enak.

Wisata Di Bangka
Ada banyak pantai di sepanjang daerah Sungai Liat dan Belinyu, ada pantai Matras, Pantai Tikus, Pantai Rambak, Pantai Turun Aban dan masih banyak pantai lainnya, sayang sekali langit berwarna kelabu tertutup kabut asap, sehingga keindahan pantai bersembunyi dibalik kabut asap.

Kita sempat mampir di vihara besar di depan pantai Tikus, bangunannya bulat mirip kuil-kuil di Jepang, pagarnya putih berkelok-kelok mirip pagar di istana musim panas di Beijing.
Vihara Depan Pantai Tikus

Di Belinyu ada gua Maria yang terkenal, di tamannya banyak pohon-pohon rindang, akarnya membentuk sulur-sulur cantik.
Di depannya ada penjual otak-otak belinyu " Afung" rasanya enak demikian juga es kacang merahnya.
Taman Di Gua Maria Belinyu

Setelah jalan-jalan di Bangka, tiba waktunya untuk pulang kembali ke Surabaya.
Sehari sebelum pulang kabut asap kembali datang, hari itu banyak pesawat batal terbang terhalang kabut asap, sore menjelang malam turun hujan menghalau pergi sang kabut asap. Malam itu pesawat baru bisa terbang jam 21.00 WIB.
Untunglah keesokan harinya jam 11.00 siang pesawat kita bisa terbang sesuai jadwal tanpa terhalang kabut asap.
Thanks God !! Terimakasih teman-teman, sampai jumpa di perjalanan berikutnya..dag..dag..dag...






Kamis, 15 Oktober 2015

JELAJAH PANTAI DI PULAU BELITUNG

Keindahan wisata di Bangka Belitung terletak pada wisata baharinya yang mempesona para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Batu Kepala Burung Garuda

Provinsi yang merupakan gabungan dari dua buah kepulauan, yakni Bangka dan Belitung, memiliki banyak pantai yang mengagumkan dengan bebatuan granit yang khas dan permukaan pantai yang landai. Selain pantainya yang indah, terdapat beberapa pulau yang menarik untuk dikunjungi di kawasan kepulauan ini, misalnya Pulau Lengkuas dan Pulau Tanjung Tinggi di Belitung.
Bangka Belitung (Babel) adalah kawasan kepulauan dengan 470 buah pulau dan hanya  50 pulau yang telah berpenghuni.
Batu Besar Di Pulau

Potensi wisata bahari di sana mampu membuat pengalaman wisata bahari yang berkesan, seperti snorkeling, memancing, hingga berlayar, atau sekedar bermain-main dan berenang di air yang bening dan jenih tanpa khawatir tersapu ombak, karena ombak nyaris tak ada.
Kepulauan Babel terkenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia ini, dihuni oleh masyarakat Indonesia dari etnis China dengan komposisi mencapai 20% dari total populasi di Bangka Belitung.
Jangan heran kalau kita  menjumpai banyak kelenteng di Babel yang masih digunakan sebagai tempat ibadah tatkala mengitari beberapa tempat wisata Bangka Belitung.

Hal yang membuat aku terkesan selain obyek wisata bahari yang indah, adalah keramahan, kejujuran dan semangat menolong yang tulus dari penduduk Bangka dan Belitung.
Di Bangka dan Belitung toleransi antar suku dan agama sudah menjadi praktek hidup sehari-hari bukan hanya sekedar teori.

Demikian gambaran besar tentang Bangka dan Belitung, sekarang aku cerita pengalaman menjelajahi pantai di pulau Belitung.

Kemarin pak sopir berpesan sebaiknya kita berangkat ke pulau pagi hari sebelum air pasang menutupi pulau pasir, ada sebuah pulau bertanah pasir yang hanya ada pagi hari sebelum air laut menutupi pulau tersebut.

Pagi ini kita breakfast lebih awal, jam 6.30 AM mobil yang kita sewa sudah menunggu di depan hotel.
Sebelum berangkat atas saran pak sopir  kita membeli bekal makan siang, nanti  kita akan makan di salah satu pulau ketika waktu makan siang tiba.
Menurut pak sopir jarang ada orang jual makanan di pulau dan biasanya wisatawan membawa bekal yang dibeli dari kota sebelum ke pulau.
It 's okay...itu saran yang bagus, kita ikuti saja...

Bekal makan siang, camilan, air mineral, baju renang, baju ganti semua sudah siap !?? Ayo berangkat...go...go..go !!
Pak sopir sudah menghubungi tempat persewaan kapal, sewa kapal keliling pulau Rp. 500.000,- sedangkan sewa jaket pelampung per orang Rp 20.000,-, agar nyaman bagi yang tidak membawa sandal jepit kita beli sandal jepit Swallow, harga sepasang sandal jepit Rp. 20.000,-.

Tujuan awal adalah pulau Pasir, sayang sekali pulau telah terendam air, karena tadi malam angin kencang bertiup sehingga pulau Pasir terendam air dan pagi ini belum surut.
Dari jauh terlihat batu-batu granit besar dengan berbagai bentuk dan ukuran, ternyata batu-batu tersebut berada di pulau-pulau yang tersebar diperairan Belitung.
Air laut bening dan ombak tidak terlalu besar, ... ikan-ikan berenang bergerombol...kita ambil biscuit , rempah-rempah biskuit kita lempar di sekeliling  kapal, ikan-ikan datang makan biskuit yang kita tebarkan.
Ada ikan yang berwarna -warni menyolok, tetapi sebagian besar ikan berwarna abu-abu. Lumayanlah..walaupun tidak seindah ikan di Bunaken, kata temanku.
Sekali-kali ada burung-burung camar berwarna putih terbang mendekati permukaan air laut.

Kapal merapat ke pulau, dari jauh kelihatan batu berbentuk burung garuda.
Kita mencari bintang laut, aku pegang bintang laut, ternyata bintang laut itu empuk.
Setelah puas memegang bintang laut kita kembalikan bintang laut ke habitatnya, kembali ke air laut.
Jangan diletakkan dipasir, kasian bintang lautnya bisa mati, teriak temanku.
Kita lanjutkan perjalanan ke pulau Lengkuas, nanti kita bisa santai-santai di sana.

Pulau Lengkuas

Salah satu yang khas di pulau Lengkuas adalah adanya mercusuar yang berusia sangat tua dan masih akitf hingga kini, yakni mercusuar peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1882. Pesona memikatnya tedapat pada hamparan laut biru nan jernih dengan bebatuan granit yang mempesona.
Air laut jenih, pantai landai nyaris tak ada ombak sangat nyaman untuk berenang atau sekedar bermain air.
Di sisi pantai agak dalam nampak beberapa wisatawan snorkeling.
Batu di Pulau Lengkuas

Walaupun luas wilayah kurang dari 1 hektare,  pulau Lengkuas menyuguhkan keindahan panorama laut yang memikat. Dengan menaiki mercusuar setinggi 50 meter tersebut, kita dapat menikmati pemandangan spektakuler di Pulau Lengkuas. Jika kita terlalu lelah untuk sampai di puncak mercusuar, jangan khawatir sebab setiap lantainya memiliki jendela yang menghadap ke berbagai arah. Inilah sebab mengapa Pulau Lengkuas memiliki daya pikat yang selalu mengundang kedatangan wisatawan untuk dapat menikmati pesonanya.
Airnya Bening

Kita beli kelapa muda yuk..  air kelapa mudanya manis, daging kelapanya empuk dan legit , kelapa mudanya besar-besar, tak rugi membayar sebutir kelapa muda Rp. 20.000,- sepadan dengan rasanya.

Pantai Tanjung Kelayang
Terletak sekitar 27 km dari pusat kota Tanjungpandan di Belitung, Pantai Tanjung Kelayang adalah salah satu destinasi wisata di Belitung yang populer di kalangan wisatawan domestik dan internasional. Secara berkala, ratusan perahu yacht dari berbagai negara akan singgah di pantai Belitung yang satu ini dalam event Sail Indonesia. Bebatuan granit yang menawan dengan salah satu formasi batu yang membentuk kepala burung, serta hamparan pasir putih yang bersih adalah pesona keindahan dari panorama pantai yang populer dikunjungi masyarakat Belitung sejak dulu.

Di kawasan pantai inilah berbagai event akbar maritim internasional kerap terselenggara, salah satunya yang belum lama berselang adalah Sail Wakatobi – Belitong.

Kapal singgah dari pulau ke pulau, dan sampailah kita di Kepayang Island, matahari bersinar terang menyebarkan udara panas disekelilingnya, perut lapar sudah minta diisi.
Di tepi pantai ada meja panjang dan bangku-bangku mengelilingi meja, kita buka bekal kita, makan siang dengan pemandangan laut dan kapal-kapal yang sesekali lewat, semilir angin mengusir panasnya matahari. Nikmatnyaa...
Saat membereskan sisa-sisa tempat makan untuk dibawa pulang agar tidak mengotori lingkungan, kita dihampiri karyawan resto ternyata meja dan bangku yang kita tempati milik resto Kepayang. Kita disodori nota Rp 70.000,- untuk 7 orang  @ Rp. 10.000,- sebagai ganti kita memakai fasilitas resto tanpa membeli makanan dan minuman dari mereka. No problem...cukup fair...cukup lama kita leyeh-leyeh dikursi resto dan memakai fasilitas toilet.
Apalagi mereka mengatakan dengan cara yang sopan..kita rela banget bayar per orang Rp.10.000,-.

Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi

Tanjung tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung, yaitu tanjung Kelayang dan tanjung Pendam. Nama tanjung tinggi diambil dari kata tanjung yang artinya semenanjung dan tinggi yang artinya pantai yang memiliki bebatuan yang tinggi. Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu tempat wisata di pulau Belitung. Letaknya tidak jauh dari Pantai Tanjung Kelayang dan berjarak sekitar 31 km dari kota Tanjung Pandan. Pantai ini memiliki area seluas 80 hektar, berpasir putih, dan terdapat ratusan batu granit besar yang tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Ukuran granit mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari sebuah bangunan sebesar rumah, sehingga menjadi tempat wisata ungulan di Pulau Belitung. Tanjung tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Di pantai ini tidak perlu khawatir dengan serangan ikan hiu, karena tidak pernah terjadi di Belitung. Satu-satunya yang kadang-kadang harus diwaspadai adalah ubur-ubur, khususnya yang besar.

Di tepi pantai banyak warung-warung menyediakan bermacam-macam seafood.
Ada juga kerumunan orang-orang berjualan berbagai jenis batu akik, kinyang air, satam dll.
Pantai ini adalah tempat syuting film "Laskar Pelangi".

Kita melompat dari batu ke batu mencari tempat yang pas untuk melihat pemandangan Pantai Tanjung Tinggi dari atas.
Pak sopir membantu mencari jalan pintas dan pijakan batu yang tidak terlalu sulit dipanjat.
Pak sopir sudah biasa mengantar wisatawan, sudah hafal jalan pintas, dan tempat-tempat yang bagus untuk melihat pemandangan dan berfoto.
Batu-batu yang besar, air laut yang bening bergradasi dan pasir yang putih bersih...benar-benar indah..membuat kita semua "speechless" hening tak bisa berkata-kata..

Darimana batu-batu ini berasal, sampai sekarang masih menjadi bahan penelitian.
Semoga pantai yang indah ini tetap asri dan bersih...

Begitu banyak pantai yang kita kunjungi, aku tidak ingat satu persatu namanya.
Tetapi yang pasti, wisata bahari di Belitung indah dan menyenangkan, dan seafoodnya enak dan fresh.
Apakah anda tertarik pergi ke Belitung ? Atau mungkin sudah ke Belitung ?