Senin, 19 Oktober 2015

BETWEEN BELITUNG AND BANGKA

Batu Batu Di Pantai Turun Aban
Ketika pulang dari Babel ( Bangka dan Belitung ), ada beberapa orang bertanya : " Antara  Belitung dan Bangka mana yang lebih bagus? ".
Terus terang agak sulit menjawab pertanyaan mereka, yang pertama persepsi bagus masing-masing  orang berbeda, yang ke dua saat aku berada di Belitung udara cerah tidak ada kabut asap, saat tiba di Bangka kita disambut kabut asap sampai meninggalkan Bangka masih ada sisa-sisa kabut asap akibat kebakaran hutan di Sumatra Selatan.
Batu Kejepit Di Pulau Putri

Kabut asap di Bangka membuat langit menjadi kelabu, sepanjang hari matahari tertutup kabut, hasil foto tidak bagus dan buram, air laut dan langit berwarna abu-abu.
Kabut asap telah merusak segalanya, udara menjadi kotor, kita tidak bisa bernafas dengan lega, pemandangan jadi buram dan hasrat jalan-jalan menjadi pudar, "mood" jadi berkurang.
Rasa nyaman kita terganggu gara-gara kabut asap terbang tertiup angin sampai ke pulau Bangka.
Semoga saja pelaku pembakaran hutan segera ditindak tegas dan tahun depan sudah tidak ada kabut asap lagi.

Orang Orang Di Belitung dan Bangka

Ada persamaan antara orang Belitung dan Bangka, mereka ramah, jujur dan gemar menolong.
Saat kita membutuhkan informasi tentang kuliner atau tempat wisata atau apapun tentang daerah tersebut , kita tidak perlu browsing ke mbah "Google".
Selain tidak semua data ada di internet, penjelasan dari penduduk lebih akurat dan detail. Mereka akan dengan senang hati menjelaskan, mencatatkan dan jika diperlukan mengantarkan kita sampai tempat tujuan, sambil tak lupa memberi nomor HP dengan pesan kita bisa menghubungi jika ada kesulitan selama di Belitung dan di Bangka. Mantaapp..sekali kan !!Mereka melakukan dengan tulus hati. Aah..aku terharu, seolah-olah menemukan saudara baru di Belitung dan Bangka.

Sepeda motor dengan kunci kontak yang masih menempel ditinggal begitu saja oleh pemiliknya,  mobil dengan kaca jendela masih terbuka dan kunci masih menempel ditinggal pengemudi masuk toko untuk belanja, itu sudah merupakan pemandangan yang biasa. Wah..kalo di Surabaya sudah langsung diselamatkan oleh pencuri alias hilang.
Toko perhiasan berbagai jenis  batu- batuan menggelar dagangannya begitu saja tanpa pengawasan yang berarti, padahal harga per batu bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Pengunjung dengan leluasa melihat dan mencoba perhiasan berbagai jenis batu-batuan.

Penduduk saling mengenal, mereka akan terkucilkan apabila berbuat tidak baik, mereka akan berpikir berkali-kali sebelum berbuat jahat, demikian penjelasan seorang pemilik toko saat kita tanya.

Kuliner Di Bangka
Rasa kecewa karena kabut asap terobati dengan kuliner Bangka yang terkenal enak dan sea foodnya yang segar.
Di pinggir sebuah pantai dijual rajungan yang masih segar, kakinya masih bergerak-gerak menendang - nendang.
Rajungan Segar

Kita membeli rajungan tersebut, kemudian minta ibu pemilik warung di pinggir pantai untuk memasak dan membuat sambal.
Rajungan dimakan beramai-ramai dicocol sambal jeruk,  sambil diiringi musik alam deburan ombak....!!
Daging rajungannya kenyal, tebal-tebal, segar ada sedikit rasa manis bercampur gurih.
Wao....rasanya..wuenak..sepertinya ini rajungan yang paling enak aku makan seumur hidupku.
Eunak Tenan Rajungannya

Selain seafood, kuliner yang enak adalah mie Bangka, martabak, otak-otak dan es kacang merah di Belinyu.
Bagi non muslim, babi panggangnya enak, krispy dan bumbunya enak.

Wisata Di Bangka
Ada banyak pantai di sepanjang daerah Sungai Liat dan Belinyu, ada pantai Matras, Pantai Tikus, Pantai Rambak, Pantai Turun Aban dan masih banyak pantai lainnya, sayang sekali langit berwarna kelabu tertutup kabut asap, sehingga keindahan pantai bersembunyi dibalik kabut asap.

Kita sempat mampir di vihara besar di depan pantai Tikus, bangunannya bulat mirip kuil-kuil di Jepang, pagarnya putih berkelok-kelok mirip pagar di istana musim panas di Beijing.
Vihara Depan Pantai Tikus

Di Belinyu ada gua Maria yang terkenal, di tamannya banyak pohon-pohon rindang, akarnya membentuk sulur-sulur cantik.
Di depannya ada penjual otak-otak belinyu " Afung" rasanya enak demikian juga es kacang merahnya.
Taman Di Gua Maria Belinyu

Setelah jalan-jalan di Bangka, tiba waktunya untuk pulang kembali ke Surabaya.
Sehari sebelum pulang kabut asap kembali datang, hari itu banyak pesawat batal terbang terhalang kabut asap, sore menjelang malam turun hujan menghalau pergi sang kabut asap. Malam itu pesawat baru bisa terbang jam 21.00 WIB.
Untunglah keesokan harinya jam 11.00 siang pesawat kita bisa terbang sesuai jadwal tanpa terhalang kabut asap.
Thanks God !! Terimakasih teman-teman, sampai jumpa di perjalanan berikutnya..dag..dag..dag...






Kamis, 15 Oktober 2015

JELAJAH PANTAI DI PULAU BELITUNG

Keindahan wisata di Bangka Belitung terletak pada wisata baharinya yang mempesona para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Batu Kepala Burung Garuda

Provinsi yang merupakan gabungan dari dua buah kepulauan, yakni Bangka dan Belitung, memiliki banyak pantai yang mengagumkan dengan bebatuan granit yang khas dan permukaan pantai yang landai. Selain pantainya yang indah, terdapat beberapa pulau yang menarik untuk dikunjungi di kawasan kepulauan ini, misalnya Pulau Lengkuas dan Pulau Tanjung Tinggi di Belitung.
Bangka Belitung (Babel) adalah kawasan kepulauan dengan 470 buah pulau dan hanya  50 pulau yang telah berpenghuni.
Batu Besar Di Pulau

Potensi wisata bahari di sana mampu membuat pengalaman wisata bahari yang berkesan, seperti snorkeling, memancing, hingga berlayar, atau sekedar bermain-main dan berenang di air yang bening dan jenih tanpa khawatir tersapu ombak, karena ombak nyaris tak ada.
Kepulauan Babel terkenal sebagai penghasil timah terbesar di Indonesia ini, dihuni oleh masyarakat Indonesia dari etnis China dengan komposisi mencapai 20% dari total populasi di Bangka Belitung.
Jangan heran kalau kita  menjumpai banyak kelenteng di Babel yang masih digunakan sebagai tempat ibadah tatkala mengitari beberapa tempat wisata Bangka Belitung.

Hal yang membuat aku terkesan selain obyek wisata bahari yang indah, adalah keramahan, kejujuran dan semangat menolong yang tulus dari penduduk Bangka dan Belitung.
Di Bangka dan Belitung toleransi antar suku dan agama sudah menjadi praktek hidup sehari-hari bukan hanya sekedar teori.

Demikian gambaran besar tentang Bangka dan Belitung, sekarang aku cerita pengalaman menjelajahi pantai di pulau Belitung.

Kemarin pak sopir berpesan sebaiknya kita berangkat ke pulau pagi hari sebelum air pasang menutupi pulau pasir, ada sebuah pulau bertanah pasir yang hanya ada pagi hari sebelum air laut menutupi pulau tersebut.

Pagi ini kita breakfast lebih awal, jam 6.30 AM mobil yang kita sewa sudah menunggu di depan hotel.
Sebelum berangkat atas saran pak sopir  kita membeli bekal makan siang, nanti  kita akan makan di salah satu pulau ketika waktu makan siang tiba.
Menurut pak sopir jarang ada orang jual makanan di pulau dan biasanya wisatawan membawa bekal yang dibeli dari kota sebelum ke pulau.
It 's okay...itu saran yang bagus, kita ikuti saja...

Bekal makan siang, camilan, air mineral, baju renang, baju ganti semua sudah siap !?? Ayo berangkat...go...go..go !!
Pak sopir sudah menghubungi tempat persewaan kapal, sewa kapal keliling pulau Rp. 500.000,- sedangkan sewa jaket pelampung per orang Rp 20.000,-, agar nyaman bagi yang tidak membawa sandal jepit kita beli sandal jepit Swallow, harga sepasang sandal jepit Rp. 20.000,-.

Tujuan awal adalah pulau Pasir, sayang sekali pulau telah terendam air, karena tadi malam angin kencang bertiup sehingga pulau Pasir terendam air dan pagi ini belum surut.
Dari jauh terlihat batu-batu granit besar dengan berbagai bentuk dan ukuran, ternyata batu-batu tersebut berada di pulau-pulau yang tersebar diperairan Belitung.
Air laut bening dan ombak tidak terlalu besar, ... ikan-ikan berenang bergerombol...kita ambil biscuit , rempah-rempah biskuit kita lempar di sekeliling  kapal, ikan-ikan datang makan biskuit yang kita tebarkan.
Ada ikan yang berwarna -warni menyolok, tetapi sebagian besar ikan berwarna abu-abu. Lumayanlah..walaupun tidak seindah ikan di Bunaken, kata temanku.
Sekali-kali ada burung-burung camar berwarna putih terbang mendekati permukaan air laut.

Kapal merapat ke pulau, dari jauh kelihatan batu berbentuk burung garuda.
Kita mencari bintang laut, aku pegang bintang laut, ternyata bintang laut itu empuk.
Setelah puas memegang bintang laut kita kembalikan bintang laut ke habitatnya, kembali ke air laut.
Jangan diletakkan dipasir, kasian bintang lautnya bisa mati, teriak temanku.
Kita lanjutkan perjalanan ke pulau Lengkuas, nanti kita bisa santai-santai di sana.

Pulau Lengkuas

Salah satu yang khas di pulau Lengkuas adalah adanya mercusuar yang berusia sangat tua dan masih akitf hingga kini, yakni mercusuar peninggalan Belanda yang dibangun pada tahun 1882. Pesona memikatnya tedapat pada hamparan laut biru nan jernih dengan bebatuan granit yang mempesona.
Air laut jenih, pantai landai nyaris tak ada ombak sangat nyaman untuk berenang atau sekedar bermain air.
Di sisi pantai agak dalam nampak beberapa wisatawan snorkeling.
Batu di Pulau Lengkuas

Walaupun luas wilayah kurang dari 1 hektare,  pulau Lengkuas menyuguhkan keindahan panorama laut yang memikat. Dengan menaiki mercusuar setinggi 50 meter tersebut, kita dapat menikmati pemandangan spektakuler di Pulau Lengkuas. Jika kita terlalu lelah untuk sampai di puncak mercusuar, jangan khawatir sebab setiap lantainya memiliki jendela yang menghadap ke berbagai arah. Inilah sebab mengapa Pulau Lengkuas memiliki daya pikat yang selalu mengundang kedatangan wisatawan untuk dapat menikmati pesonanya.
Airnya Bening

Kita beli kelapa muda yuk..  air kelapa mudanya manis, daging kelapanya empuk dan legit , kelapa mudanya besar-besar, tak rugi membayar sebutir kelapa muda Rp. 20.000,- sepadan dengan rasanya.

Pantai Tanjung Kelayang
Terletak sekitar 27 km dari pusat kota Tanjungpandan di Belitung, Pantai Tanjung Kelayang adalah salah satu destinasi wisata di Belitung yang populer di kalangan wisatawan domestik dan internasional. Secara berkala, ratusan perahu yacht dari berbagai negara akan singgah di pantai Belitung yang satu ini dalam event Sail Indonesia. Bebatuan granit yang menawan dengan salah satu formasi batu yang membentuk kepala burung, serta hamparan pasir putih yang bersih adalah pesona keindahan dari panorama pantai yang populer dikunjungi masyarakat Belitung sejak dulu.

Di kawasan pantai inilah berbagai event akbar maritim internasional kerap terselenggara, salah satunya yang belum lama berselang adalah Sail Wakatobi – Belitong.

Kapal singgah dari pulau ke pulau, dan sampailah kita di Kepayang Island, matahari bersinar terang menyebarkan udara panas disekelilingnya, perut lapar sudah minta diisi.
Di tepi pantai ada meja panjang dan bangku-bangku mengelilingi meja, kita buka bekal kita, makan siang dengan pemandangan laut dan kapal-kapal yang sesekali lewat, semilir angin mengusir panasnya matahari. Nikmatnyaa...
Saat membereskan sisa-sisa tempat makan untuk dibawa pulang agar tidak mengotori lingkungan, kita dihampiri karyawan resto ternyata meja dan bangku yang kita tempati milik resto Kepayang. Kita disodori nota Rp 70.000,- untuk 7 orang  @ Rp. 10.000,- sebagai ganti kita memakai fasilitas resto tanpa membeli makanan dan minuman dari mereka. No problem...cukup fair...cukup lama kita leyeh-leyeh dikursi resto dan memakai fasilitas toilet.
Apalagi mereka mengatakan dengan cara yang sopan..kita rela banget bayar per orang Rp.10.000,-.

Pantai Tanjung Tinggi
Pantai Tanjung Tinggi

Tanjung tinggi adalah pantai yang diapit oleh dua semenanjung, yaitu tanjung Kelayang dan tanjung Pendam. Nama tanjung tinggi diambil dari kata tanjung yang artinya semenanjung dan tinggi yang artinya pantai yang memiliki bebatuan yang tinggi. Pantai Tanjung Tinggi merupakan salah satu tempat wisata di pulau Belitung. Letaknya tidak jauh dari Pantai Tanjung Kelayang dan berjarak sekitar 31 km dari kota Tanjung Pandan. Pantai ini memiliki area seluas 80 hektar, berpasir putih, dan terdapat ratusan batu granit besar yang tersebar di kedua semenanjung dan juga di laut di depan pantai. Ukuran granit mulai dari beberapa meter kubik hingga ratusan meter kubik lebih besar dari sebuah bangunan sebesar rumah, sehingga menjadi tempat wisata ungulan di Pulau Belitung. Tanjung tinggi juga dinamakan Pelabuhan Bilik. Dahulu tempat ini adalah pelabuhan nelayan bagi desa terdekat Keciput atau Tanjung Tinggi. Di pantai ini tidak perlu khawatir dengan serangan ikan hiu, karena tidak pernah terjadi di Belitung. Satu-satunya yang kadang-kadang harus diwaspadai adalah ubur-ubur, khususnya yang besar.

Di tepi pantai banyak warung-warung menyediakan bermacam-macam seafood.
Ada juga kerumunan orang-orang berjualan berbagai jenis batu akik, kinyang air, satam dll.
Pantai ini adalah tempat syuting film "Laskar Pelangi".

Kita melompat dari batu ke batu mencari tempat yang pas untuk melihat pemandangan Pantai Tanjung Tinggi dari atas.
Pak sopir membantu mencari jalan pintas dan pijakan batu yang tidak terlalu sulit dipanjat.
Pak sopir sudah biasa mengantar wisatawan, sudah hafal jalan pintas, dan tempat-tempat yang bagus untuk melihat pemandangan dan berfoto.
Batu-batu yang besar, air laut yang bening bergradasi dan pasir yang putih bersih...benar-benar indah..membuat kita semua "speechless" hening tak bisa berkata-kata..

Darimana batu-batu ini berasal, sampai sekarang masih menjadi bahan penelitian.
Semoga pantai yang indah ini tetap asri dan bersih...

Begitu banyak pantai yang kita kunjungi, aku tidak ingat satu persatu namanya.
Tetapi yang pasti, wisata bahari di Belitung indah dan menyenangkan, dan seafoodnya enak dan fresh.
Apakah anda tertarik pergi ke Belitung ? Atau mungkin sudah ke Belitung ?



Senin, 12 Oktober 2015

BELITUNG : MENIKMATI PULAU LASKAR PELANGI DAN AHOK

Keindahan pulau Belitung telah tersebar seantero dunia berkat novel karangan Andrea Hirata yang dibuat 10 tahun yang lalu dan saat ini telah diterjemahkan ke 34 bahasa asing dan diterbitkan di lebih 130 negara di dunia.
Pulau Belitung makin terkenal sejak Ahok yang lahir di Belitung menjadi pejabat publik di DKI yang terkenal  berani , vocal dan jujur.
Aku makin penasaran ingin ke Belitung, karena pernyataan Ahok : Di Jakarta tidak ada "sea food " yang enak dan segar, seenak di Belitung, sampai sekarang Ahok selalu makan sea food yang didatangkan dari Belitung.
Wow...makin penasaran kan ?.

Saat semua akomodasi ( tiket pesawat, hotel ) sedang diproses muncul berita kabut asap yang membuat sebagian penerbangan tidak bisa berangkat.
Sebagian teman menjadi ragu dan urung berangkat. Akhirnya tinggal peserta yang nekad, tetap issued tiket pesawat dan hotel.
Semboyan kita : "Whatever will be will be ".

Tanggal 2 Oktober 2015, kita berangkat naik pesawat Garuda dari Surabaya menuju Jakarta kemudian ke Tanjung Pandan Belitung.
Penerbangan dari Jakarta ke Tanjung Pandan Belitung hanya 44 menit, lebih dekat dibanding Surabaya - Jakarta yang 1 jam 10 menit.
Akhirnya pesawat terbang tanpa terhalang kabut asap, angin telah membawa kabut asap pergi.

Mobil yang kita sewa sudah tiba di bandara H.A.S Hanandjoeddin Tanjung Pandan.
Bandara Tanjung Pandan kecil, lebih mirip terminal bus.
Sebelum menuju mobil, kita berhenti berfoto sebentar di bandara, kemudian menuju mobil yang sudah siap mengantar kita menjelajah dan kuliner di pulau Belitung.

Dalam perjalanan kuliner makan siang, kita mampir ke pertambangan kaoline.
Kaoline adalah serbuk putih yang merupakan bahan baku pembuat keramik.
Bekas galian kaoline membentuk lubang besar berisi air biru tosca kontras dengan warna putih bersih di sekelilingnya.
Sekilas mirip sebuah danau yang indah, padahal itu merupakan bekas galian tambang.
Lubang Tambang Kaoline

Di seberang lokasi tambang kaoline terdapat gundukan kaoline yang membentuk bukit-bukit berderet. Jika kita memandang dari jauh mirip pemandangan  pegunungan Rockies Mountain di Canada yang sedang berselimut salju...
Di depan Gundukan Kaoline

Dari tambang kaoline kita menuju depot mie Atep yang terkenal di Belitung dan ternyata lokasi depot tersebut berdekatan dengan hotel Central City 1 tempat kita menginap.
Kita check in dulu yuk ! Supaya ga bawa koper kemana-mana.
Semua koper kita turunkan, titip ke hotel, cukup bawa diri dan dompet menuju depot mie Atep.
Tampilan mie Atep mengundang selera dengan emping blinjo dan udang besar dan segar di atasnya.
Wah..koq "taste"nya manis ya..kita beri perasan jeruk dan sambal supaya seger, makan bersama krupuk ikan..
Wao yummy...walaupun menurutku rasanya terlalu manis.
Mie Atep Belitung

Perut sudah kenyang, badan kembali segar, kita lanjut perjalanan ke Belitung Timur ke rumah Ahok dan museum kata "Laskar Pelangi".
Jalanan menuju Belitung Timur mulus beraspal, tidak ada lubang sedikitpun, lalu lintas lancar hanya sekali-kali mobil lewat.
Di kiri- kanan jalan ada rumah-rumah penduduk beratap seng dengan halaman yang luas, antara rumah dan rumah dipisahkan halaman yang luas.
Sepertinya harga seng di Belitung lebih murah daripada genteng sehingga hampir semua rumah beratap seng.
Di sekeliling rumah penduduk tumbuh tanaman perdu dan pohon-pohon kecil, tanah di Belitung tidak terlalu subur.
Menurut penjelasan pak sopir sebagian sayur seperti wortel dan kentang didatangkan dari Jakarta.
Sayuran dari Belitung hanya sayuran yang bisa hidup dicuaca panas seperti sawi-sawian.

Akhirnya kita sampai di rumah Ahok, rumah putih bertingkat dua yang besar dengan halaman yang luas.
Di halaman depan tumbuh bermacam-macam bunga anggrek, mama Ahok penggemar bunga anggrek.
Di halaman samping rumah difungsikan sebagai sentra usaha kecil menengah yang menjual batik, souvenir khas Belitung, lada ( mrica ) Belitung dll.
Di seberang rumah Ahok ada Kampung Ahok, rumah khas Belitung yang difungsikan sebagai cafe menjual kue dan minuman resep mama Ahok.
Belitung begitu cerdas mengemas lingkungan Ahok sebagai obyek wisata.
Di Depan Rumah Ahok

Puas keliling kampung Ahok, kita menuju ke sekolah Muhammadiyah, sekolahnya Andrea Hirata pengarang Laskar Pelangi.
Bangunan sekolah yang sangat sederhana..maaf..lebih mirip kandang ayam, namun di tempat yang amat sangat sederhana ini telah mencetak orang sekaliber Andrea Hirata, seorang anak kuli timah yang berhasil bersekolah ke manca negara melalui jalur beasiswa, pergi keliling dunia dan karyanya beredar di lebih 130 negara di dunia.
Aku kagum dan salut untuk Andrea Hirata, kemiskinan, lingkungan terpencil dan sederhana tidak memupuskan cita-cita yang pernah ditanamkan oleh guru-guru sederhana di sekolah yang hampir rubuh.
Di sebelah bangunan sekolah ada sebuah museum kata Andrea Hirata yang ditata apik secara kreatif.
Foto yuk..dengan lukisan Andrea Hirata dan karya-karyanya.

Tak terasa hari sudah menjelang sore, kita menuju daerah Manggar di sana berjajar warung-warung kopi, ngopi yuk..
Kopinya mantap, diminum sambil makan pisang goreng, singkong goreng, empek-empek...wao maknyusss.
Tak jauh dari Manggar ada pantai Tanjung Pendam, perut udah kenyang..saatnya menikmati sunset di Tanjung Pendam.
Kita foto dengan memegang matahari sunset..wow..ada awan..mataharinya tertutup awan..
Ayo...tunjukkan ekspresimu... gaya bebasss...Kalo sudah begini faktor "U" diabaikan...faktor U kan hanya ada di KTP..
Saat traveling...tinggalkan faktor "U"...ha..ha..ha..
Sunset Di Tanjung Pendam

Wow..angin laut menerpa dan menerbangkan rambut dan selendang...ayo..tangkap matahari..
Bermain di pantai, badan jadi lengket-lengket..ayo kita ke hotel dan mandi lalu kita makan sea food dan jalan-jalan cari batu satam, batu kinyang air, kinyang karang.

Ahok memang benar, sea food Belitung memang segar dan ueenakk !
Urusan batu-batuan aku ga tau, kata teman, di Belitung tempatnya batu segala jenis kinyang..
Hari ini kita sudah ke kampung Ahok, Laskar Pelangi, ngopi di Manggar, lihat sunset di Tanjung Pendam dan jelajah kota Tanjung Pandan di waktu malam.
Kita istirahat dulu ya...besok kita "island hopping", jalan-jalan dari pulau ke pulau.
Good nite all my friends.. C U..




Minggu, 27 September 2015

SAM PO KONG SEBUAH REALITAS BHINNEKA TUNGGAL IKA

Pintu Gerbang Sam Poo Kong
Dalam perjalanan menuju bandara Semarang, di pojok jalan di antara sungai yang lebar, berdiri kokoh kompleks bangunan berwarna merah mencolok , warna merah khas kelenteng.
Bangunan tersebut bernama Sam Poo Kong atau Gedong Batu berada di jalan Simongan Raya 129 Semarang Barat.
Konon ceritanya pada awal abad ke 15 merupakan sebuah gua batu yang besar yang berada di bukit batu, cerita versi lain mengatakan bahwa sebutan Gedong Batu berasal dari kata Kedong Batu, artinya tumpukan batu-batu alam yang digunakan untuk membendung aliran sungai Kaligarang.
Orang Indonesia keturunan China menganggap bangunan tersebut adalah sebuah kelenteng karena bentuknya memiliki arsitektur bangunan China sehingga mirip sebuah kelenteng.
Di dalam gua batu ada sebuah altar dan patung-patung Sam Po Tay Djien.
Laksamana Cheng Ho ( Zheng He ) adalah seorang muslim oleh sebagian penganut Kong Hu Cu atau Tao dianggap dewa yang dapat memberikan pertolongan kepada mereka.
Sam Poo Kong

Sekitar abad ke 15 Laksamana Cheng Ho  berlayar  melintasi laut jawa,  ditengah perjalanan banyak awak kapal yang jatuh sakit, kemudian mereka membuang sauh dan singgah di pantai utara Semarang.Mereka berlindung di sebuah goa dan mendirikan sebuah masjid di tepi pantai yang sekarang telah berubah fungsi menjadi kelenteng yang bernama Sam Poo Kong.
Sekarang bangunan tersebut berada di tengah kota Semarang  akibat pantai utara Jawa  mengalami pendangkalan dan proses sedimentasi sehingga daratan semakin bertambah luas ke arah utara.

Laksamana Cheng Ho melanjutkan pelayarannya,  tetapi banyak awak kapal yang tidak ikut serta. Mereka tinggal di desa Simongan dan kawin dengan penduduk setempat.
Mereka bersawah dan berladang di tempat itu. Mereka memberikan pelajaran bercocok-tanam serta menyebarkan ajaran-ajaran Islam.
Seorang juru mudi dari kapal Laksamana Cheng Ho meninggal dan dimakamkan di dalam kelenteng ini.
Bangunan Sam Poo Kong

Bangunan Sam Poo Kong terdiri atas beberapa bagian yaitu Kelenteng Besar dan gua Sam Poo Kong, Kelenteng Tho Tee Kong, dan empat tempat pemujaan (Kyai Juru Mudi, Kyai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng).
Kelenteng besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan.
Gua memiliki mata air yang tak pernah kering dipercaya sebagai petilasan  tempat laksamana Cheng Ho tinggal ketika di Semarang.
Bentuk bangunan kelenteng merupakan bangunan tunggal beratap susun.
Berbeda dengan tipe kelenteng yang lain, klenteng ini tidak memiliki serambi yang terpisah.

Saat ini Sam Poo Kong menjadi  salah satu tujuan wisata, tempat ziarah maupun tempat pemujaan atau sembahyang .
Di sebelah pintu masuk ada sebuah loket penjualan tiket, harga tiket masuk Rp 3.000,- per orang, cukup murah.
Apabila kita ingin masuk ke bagian dalam kelenteng tetapi tidak bersembahyang, kita harus membeli tiket , tiket untuk turis lokal Rp. 20.000,- sedangkan tiket untuk turis asing Rp 30.000,-.
Jika akan bersembahyang cukup beli hio dan tidak perlu membeli tiket masuk klenteng.

Masuk pintu gerbang kita disambut dengan pohon-pohon rindang yang dihiasi lampion- lampion warna merah, di bawah pohon banyak bangku-bangku warna merah.
Pengunjung cukup beragam, ada rombongan muslim berpakaian hijab dan berbaju koko, ada wajah-wajah oriental yang sedang bersembahyang dengan hio.
Pada sudut lain, sebuah stand kain batik dengan aneka ragam motif.
Di sisi lain rombongan muslim sedang sibuk berfoto dengan baju ala Kaisar China dan Permaisuri Kaisar, dengan wajah berseri-seri berfoto dengan latar belakang Klenteng Sam Poo Kong.
Para pengunjung saling tersenyum, kadang saling menyapa, Dari mana ? Mau sewa baju juga ?
Wajah - wajah ramah saling bertukar sapa, bergantian berfoto dengan "background" bangunan di sana.

Laksamana Zheng He ( Cheng Ho ) penyebar agama Islam di Indonesia yang rohnya juga merupakan dewa bagi penganut Kong Hu Cu, membuat suasana Bhinneka Tunggal Ika tercipta.
Di sini, di Sam Poo Kong ada sebuah realitas Bhinneka Tunggal Ika.

Rabu, 16 September 2015

STANLEY PARK, TAMAN KOTA VANCOUVER

Stanley Park
Aku suka taman. Udara segar taman, suara kicauan burung, keteduhan pohon dan bunga-bunga yang bermekaran membuat hati damai.
Pada tahun 2000 an ada sebuah film " Autumn in New York" yang menampilkan keindahan Central Park New York.
Pemandangan Central Park di film tersebut bagus banget !. Membuat aku ingin pergi ke Central Park .
Dan sampai sekarang keinginanku ke Central Park belum terwujud...
Map Stanley Park

Saat ke Vancouver aku sempat menyambangi Stanley Park yang merupakan salah satu taman kota terbesar di dunia.
Stanley Park berada di tengah kota,  dengan luas kira-kira 405 hektar lebih luas 60 hektar dibanding Central Park...Mantaap !!
Aku merasa keinginanku ke Central Park New York terwakili dengan mengunjungi Stanley Park.
View Stanley Park

Banyak jalan masuk menuju Stanley Park dari berbagai sisi.
Agar kita merasakan sensasi betapa luasnya  Stanley Park, kita menyusuri Stanley Park dari sisi luar dengan naik mobil.
Senja Di English Bay

Sepanjang jalan  kita  melewati deretan pohon cemara, pohon cedar dan hemlock terkadang kebun bunga dan kemudian sebuah pantai yang menjulur menuju Samudra Pasific.
Pantai ini terkenal dengan nama English Bay, di tepi pantai ada bangku-bangku menghadap pantai dan ornamen dari batu-batu bersusun.
Di seberang jalan ada patung-patung berwarna perunggu dengan berbagai ekspresi.
Patung Dengan Berbagai Ekspresi

Di kawasan hutan kecil dan jalan menanjak banyak orang bersepeda, berlari atau sekedar berjalan-jalan.
Dari balik pohon hutan kecil terkadang muncul tupai, berang-berang dan anjing hutan.
Di Brockton Point ada tiang totem yang diukir yang merupakan kebudayaan orang asli Canada.
Totem Di Stanley Park
Di dalam Stanley Park ada akuarium terbesar di Canada, Vancouver Aquarium.
Ada juga lapangan tenis, golf, kolam renang dan taman bermain anak-anak.
Tidak jauh dari tiang totem ada danau dengan latar belakang gedung-gedung tinggi.
Background Danau dan Gedung Tinggi

Dari Prospek Point, kita dapat menikmati pemandangan indah  Lion's Gate Bridge dan North Vancouver  .
Lion's Gate Bridge sebuah jembatan yang  muncul dalam salah satu episode film " Final Destination".
Prospect Point

Banyak film Amerika dibuat dengan latar belakang pemandangan di Canada.
Konon kabarnya ijin shooting film di Canada lebih mudah daripada di Amerika.
Lion's Gate Bridge

Setelah menyusuri sisi Stanley Park dari sisi luar, kita kembali untuk berhenti dan memasuki Stanley Park dari beberapa jalan masuk.
Masuk ke area kebun mawar, bungalow dan kemudian kembali ke English Bay untuk menikmati sunset.

Stanley Park, sebuah taman kota yang indah yang telah mewakili keinginanku ke Central Park New York yang belum terwujud...
View Lion's Gate Bridge


Rabu, 09 September 2015

OUR ANGEL IN HARRISON HOT SPRINGS WATER CANADA

Harrison
Saat aku dan Fin ke Canada, teman temanku di Canada mengajak ke Harrison.
Ketiga temanku yang tinggal di Canada belum pernah ke Harrison.
Mereka berkali-kali berencana ke Harrison tetapi selalu ada kendala dan berakhir batal, ada saja halangannya.
Pernah suatu kali mereka berangkat dengan semangat, hati penuh tekad , dan dengan segala persiapan piknik. Di tengah perjalanan menuju Harrison ada "event" atau festival , jalan menuju Harrison ditutup tidak boleh dilalui,  gagal lagi  ke Harrison Hot Springs Water !.
Kali ini mumpung ada teman dari Indo datang, ayo kita ke Harrison, semoga kali ini keinginan ke Harrison dapat terwujud ! , kata temanku.

Emang ada apa sih di Harisson ? Koq kita pengen banget ke Harrison padahal udah beberapa kali gagal  menuju ke sana

Harrison merupakan kawasan wisata terpadu di British Columbia Canada,  ada pegunungan gletser, danau, sumber air panas, pantai, taman dan hutan kecil.
Berwisata ke Harrison.....menurut peribahasa: "Sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui".
Sekali pergi kita bisa menikmati berbagai obyek wisata.
Okay lah kalo begitu, mari kita ke Harrison !
Bis Greyhound

Kita ke Harrison ala backpacker, naik public transportation, dari bus ke bus.
Perjalanan cukup panjang, kita mesti berangkat pagi-pagi menyesuaikan jadwal bus.

Pagi saat hari masih gelap, matahari  belum merekah, udara dingin  berselimut kabut, kita bersiap-siap ke Harrison.
Jam 3.30 AM  kita berangkat  naik mobil dari apartemen MK  menuju rumah MN dan MD.
Mobil dititipkan di rumah  MN & MD. Kemudian kita berlima berjalan menuju halte bus.

Hari masih gelap, sepi, dan berkabut...kita berjalan ngebut menuju halte bus.
Ayo jalan cepat..ngebut.. cepat..supaya dingin udara pagi tidak membuat tubuh menggigil, ayo berpacu  supaya tubuh menghasilkan kalori.
Kita tiba di halte bus dengan badan berkeringat.
Tak lama kemudian bus yang kita tunggu datang, ayo kita naik bus masukkan uang coin di kotak sebelah sopir.
Bus menuju terminal Pasific Central Vancouver, nanti kita akan ganti bus Greyhound menuju Chilliwack.
Perjalanan dari terminal Pasific Central ke Chilliwack kira-kira 2,5 jam.
Rencananya di Chilliwack kita akan ganti bus jurusan Harrison Hot Springs Water.
Harrison Lake

Ternyata, saat tiba di Chilliwack, tidak ada bus menuju Harrison Hot Springs.. Hari ini bus jurusan Harrison libur, tidak beroperasi.
Lho..lhadalah...terus  kita naik apa ke Harrison...? Mosok kita gagal lagi ke Harrison ?.

Tidak jauh dari tempat kita berdiri, kita melihat ada pangkalan atau halte taksi.
Ayo kita naik taksi aja ke Harrison, lha bus nya libur, kataku.
Sopir taksi mengatakan bahwa kita harus memakai 2 taxi karena kita berlima.
Ayo kita ngomong ke sopir taksi, kita pakai satu taksi saja, kita beri extra fee ke sopir taksi ! .
Tuh liat bangku belakangnya lebar banget, cukup untuk duduk kita ber empat ! Yang satu di depan. Pas kan ?
Tetapi semua sopir taksi menggelengkan kepala. Tidak setuju dengan ide kita.
Kita di Canada friend, bukan di Indonesia, kata temanku.
Mereka taat peraturan tidak mau melanggar peraturan.Padahal jalanan sepi dan tidak ada polisi yang patroli.
Kalo di Indonesia, mungkin masih ada celah untuk negoisasi.

Ayo kita cari taksi station wagon yang bisa muat kita berlima tanpa melanggar aturan, kata temanku.
Ternyata di halte Chilliwack tidak ada  taksi station wagon, semua mobil taksi sedan.
Kalo di Indo naik 2 taksi tentu tidak masalah, tarif terjangkau kantong kita.
Lha  di Canada tarif taksi berlipat-lipat mahalnya dibanding di Indo dan jarak ke Harrison masih cukup jauh, mau bayar berapa kita .
Taxi Christine

Setengah putus asa , aku berjalan melipir ke supermaket, di sebelah bangunan supermaket ada poster obyek-obyek wisata seputar lokasi tersebut.
Ada beberapa danau di sekitar wilayah ini...apakah kita ganti tujuan wisata ?.
Dari  map di poster tsb  ada obyek wisata yang lebih dekat dibandingkan ke Harrison,
walaupun  naik 2 taksi  mungkin masih terjangkau biayanya. Kita mulai berdiskusi ganti tujuan wisata.

Di depan supermaket ada taksi yang sedang menurunkan penumpang .
Yuk kita tanya siapa tahu taksi tersebut bersedia  mengantar kita ke Harrison , kata MD. He..he..he..MD belum putus asa juga rupanya, semangat ke Harrison masih menggelora !
Dengan ramah dan wajah riang supir taksi wanita yang sudah senior menyapa kita, " Hello......."
Kemudian MD mengatakan bahwa kita berlima akan ke Harrison, tetapi tidak ada taksi yang berani mengantar kita dalam satu mobil.
Kemudian Christine sopir taxi tsb mengatakan," Kalian jangan khawatir, saya akan mengantar kalian, apakah kalian dari Asia, dari negara mana ?."
Tetapi kalian tunggu sebentar di supermaket, saya akan ganti mobil yang lebih besar."
Ketika kita tanya berapa tarif sewa ke Harrison ? Apakah bisa jemput kami kembali nanti siang menjelang sore ?
Christine mengatakan , " Dengan senang hati, saya akan jemput kalian, dan menyebutkan angka sewa taxi yang lebih murah dari tarif normal".
Mendengar jawaban Christine, hati kita dipenuhi rasa syukur.
Thanks  God ! Akhirnya kita jadi ke Harrison.. !!!.Tuhan telah mengirim seorang malaikat dalam wujud Christine sang sopir taksi yang dengan senang hati mengantar kita ke Harrison dengan tarif ekonomis !
Horee...akhirnya kita jadi ke Harrison !

Dengan  hati riang , gembira  penuh suka cita ,kita masuk supermaket membeli tambahan bekal untuk dimakan di Harrison nanti.
Beli roasted chicken and potatoes, hot dog  dan camilan untuk bekal ke Harrison. Padahal kita sudah membawa bekal kue-kue, karena senang semangat belanja ikut terdongkrak ( ha..ha..ha..)
View Harrison

Selesai belanja kita menunggu Christine sang supir taksi di depan supermaket.
Christine datang tepat waktu sesuai janji.
Christine bercerita , dia seorang pensiunan, dia menjadi sopir taksi hanya untuk mengisi waktu luang sambil jalan-jalan , dia hobby traveling.
Sebagai seorang traveling , Christine mengerti kita akan kecewa kalo tidak berhasil ke Harrison .
Christine  dengan semangat yang tulus membantu kita dengan cara menetapkan tarif yang ekonomis , setara dengan bahan bakar yang dipakai.


Usia Christine mungkin sekitar 70 tahun ( di Canada usia pensiun 67 tahun ). Christine masih lincah, jalannya cepat dan cara nyetirnya mantap di medan yang berkelok-kelok dan jalan menanjak.
Harrison merupakan daerah pegunungan, untuk menuju ke sana kita melewati jalan berkelok dan menanjak.

Akhirnya kita dapat menikmati segala keindahan alam Harrison Hot Spring Water, berkat our angel Christine. Terimakasih Christine !




Jumat, 28 Agustus 2015

MENIKMATI SENSASI CAPILANO SUSPENSION BRIDGE

Capilano Suspension Bridge
Vancouver kota yang kaya dengan obyek wisata, ada danau, gunung , pantai dan kebun bunga yang indah.
Telah lebih dari seminggu kita di Canada, tetapi rasanya tempat-tempat wisata yang kita kunjungi tak ada habisnya.
Malam hari sepulang dari Stanley Park, MK bertanya, " Besok kalian siap gak jadi Tarzan ? Kalau kalian mau, besok kita ke hutan di Vancouver . ".
" Jadi Tarzan ? Maksudnya bergantungan di pohon dengan tali, gitu", aku bertanya dengan ekspresi wajah bingung.
Ha..ha..ha... jadi Tarzan kota, kata MK sambil memberikan brosur wisata " Capilano Suspension Bridge" kita akan singgah dari pohon ke pohon, tidak pakai tali tapi naik jembatan.
Setelah aku baca brosur, aku katakan, " Okay besok ke Capilano, siapa takut !! ".

Keesokan harinya, pagi hari sebelum ke Capilano kita mampir ke resto Vietnam.
Setelah breakfast di resto, kita membawa bekal burger ala Vietnam dan jajanan yang dibuat dari kacang hijau kupas kulit.
Selama di Canada, makanan Vietnam telah menjadi makanan favoritku, pas dengan lidah ndesoku.
Tempat Pengolahan Air Bersih Capilano

Sebelum ke Jembatan Capilano kita pergi ke taman dan tempat pengolahan air bersih dari Sungai Capilano.
Dimana-mana terlihat rumput hijau terhampar, diselingi dengan bunga-bunga bermekaran.
Di antara pohon-pohon yang tumbuh tinggi menjulang, kelihatan tebing sungai Capilano yang curam, air mengalir seperti air terjun,
karena dasar sungai tidak rata dan berbatu-batu.
Setelah lelah berjalan, aku menuju taman, di sana ada banyak bangku di bawah pohon rindang diantara bunga yang tumbuh bermekaran.
Aku buka bekal, makan burger ala Vietnam...wao sedap...enaknya..terasa banget hidup ini indah.
Setelah puas kita melanjutkan perjalanan ke Capilano Suspension Bridge...ayo..go..go..go...siap jadi Tarzan ? Auo..Auo..
Di atas Jembatan Capilano

MK memarkir mobil, memasukkan uang ke mesin parkir sesuai dengan tarif pakir dikalikan perkiraan waktu kita akan parkir.
Ha..ha..ha.. mau parkir aja mesti  mikir, planning waktu kira-kira berapa lama kita parkir.

Di loket masuk hutan Capilano sudah banyak orang antri, saat ini ada promo bagi penduduk Canada ( warga negara maupun PR) jika membeli tiket mendapat voucher free untuk masuk ke Capilano selama setahun kedepan.
Tiket sudah ditangan, masuk yuk... ke hutan Capilano.
Selain jembatan gantung, di sana ada pojok-pojok budaya Indian, suku asli Canada, ada restoran dan kantor pos bernuansa Indian.
Dari jauh aku melihat jembatan yang membentang di atas sungai Capilano..wao panjang benar jembatan gantungnya... 137 meter dengan ketinggian 70 meter.
Saat pertama kali menapakkan kaki  ke jembatan dan melihat ke bawah..sensasinya wao... apalagi ada rombongan ABG yang sengaja berlari agar cepat nyampai..bunyi derap langkah kakinya menggetarkan kayu jembatan.
Jembatan bergoyang...ditambah angin bertiup...wao serasa jadi Tarzan beneran... setelah kita nyampai diseberang disambut oleh sebuah pohon besar.
Dari Pohon ke Pohon

Jembatan ini dibuat tahun 1889 oleh insinyur sipil Skotlandia bernama George Grant Mackay, sebagai jalan menuju kawasan yang hutan indah .
Tali pada jembatan ini,  telah diganti dengan kabel baja yang kuat sehingga aman untuk menahan bobot hingga 1.300 orang.
Wisatawan bisa menikmati sensasi ketinggian dan hijaunya pemandangan yang menghampar luas.
Melalui jembatan ini, kita juga dapat menyeberangi dua area hutan, yang terbelah oleh sungai Capilano sambil melihat pucuk pohon yang mustahil terlihat dari bawah.
Ada juga jembatan gantung yang menjulur dari tebing granit yang membawa kita menembus vegetasi hutan hujan, dengan pemandangan ngarai eksotis.
Panel-panel kaca dipasang di lantai jembatan, sehingga memberi pemandangan indah sekaligus menantang adrenalin.
Pucuk Pucuk Pohon

Setelah melintasi jembatan utama yang membentang di atas sungai Capilano, ada jembatan-jembatan yang menghubungkan antara pohon ke pohon.
Setiap pohon ada papan berisi tulisan  nama pohon, usia pohon, dan asal pohon. Ada pohon besar yang usianya 1300 tahun menjulang tinggi setinggi 300 meter.
Kita  berjalan dari pohon ke pohon melalui jembatan dan naik turun tangga.
Kadang di sudut jembatan ada ruang agak lebar tempat istirahat sekaligus gardu pandang, untuk menikmati keindahan alam sekitar.

Di Taman Capilano


Jika kita lelah, ambil nafas panjang-panjang..kemudian pandanglah hijau pohon disekeliling, dengarkan suara gemericik air sungai, pandang sungai dengan air bening berkelok-kelok, segera rasa lelah menghilang, berganti dengan kesegaran alam.
Kadang-kadang kita temui pondok-pondok kecil dengan tenaga medis yang siap menolong apabila tiba-tiba ada yang sakit.

Tuh Di atas Ada Jembatan
Yang membuat aku kagum ada beberapa orang lanjut usia dengan semangat melintasi jembatan, dan naik turun tangga.
Wao...kali ini selain wisata, olahraga naik dan turun tangga...lumayan bisa membakar kalori.
Akhirnya seluruh area yang ada di peta sudah kita jelajahi, kita telah sampai diujung perjalanan.
Pojok Indian

Diujung perjalanan kita disambut dengan taman bernuansa Indian.
Berjajar patung totem, kincir air khas Indian dan restoran.
Ada juga meja dan kursi diantara taman, kita duduk beristirahat, makan dan minum bekal yang kita bawa.
Setelah puas istirahat, kita bertiga menuju parkiran mobil dan melanjutkan perjalanan menuju gereja untuk menghadiri perayaan misa.
Dari gereja kita lanjutkan dengan kuliner dan jalan-jalan menikmati keindahan Vancouver diwaktu malam.