Sabtu, 13 Juni 2015

Perjalanan West Europe Part 2

Hari ke 4 :
Venice

Pizza di Venice
Seperti biasa mantra pagi kami adalah 6,7,8
Jam 6 morning call, jam 7 breakfast dan jam 8 go..go..

Hari ini kita menuju ke Venice, kota di atas air yang terkenal dengan gondolanya.
Venice adalah sebuah pulau, yang didalamnya banyak kanal-kanal yang menghubungkan
antara satu bangunan dengan bangunan lainnya , gondola merupakan alat transportasi pada jaman dahulu.
Kita dibawa ke pelabuhan untuk menuju pulau Venice dengan kapal boat ukuran sedang.
Sepanjang penjalanan mata kita dimanjakan dengan bangunan2 kuno yang indah ditepi pulau,
peserta tour semua sibuk hunting untuk mengambil foto dengan kamera canggih mereka, dengan
lensa yang panjang ... pokoknya keren deh... Aku ga mau kalah...dengan kamera pocket miniku,
aku juga ikut2an jeprat - jepret.
Hampir semua peserta tour membawa kamera DSLR yang canggih,kecuali anak-anak & remaja .

Angin laut bertiup menerbangkan rambut..kadang ada percikan air tak dihiraukan.. hunting foto jalan
terus...
Terbayang adegan film Tourist saat Angelina Jolie & cowoknya dikejar-kejar lawan.... saat naik kapal boat menuju Venice..

Venice
Sampailah kita di Venice , jika ingin naik gondola, biaya sewa  gondola 150 euro per gondola maksimal diisi 6 orang, tanpa iringan lagu dan musik. Jika  kita ingin perjalanan naik gondola diiringi lagu & musik ada biaya tambahan.
Gondola menyusuri kanal-kanal di antara bangunan - bangunan kuno, membawa alam pikiran kita kembali jauh ke abad yang lampau.

Di Venice  ada St. Mark Square ... lapangan yang dikelilingi bangunan2 kuno, banyak burung merpati ...
Jadi inget film Home Alone, yang tokoh kecilnya bersahabat dengan gelandangan pengurus burung merpati..
Kita bisa berfoto diantara burung2 merpati, untuk memancing spy burung2 mau datang bisa beli makanan
burung di kios2. Isenk2 aku bilang ke keponakanku untuk coba beri rempah2 biskuit monde ke burung2 tsb,
ternyata mereka mau... sukses deh.. hemat gak perlu beli makanan burung, jatah makanan burung bisa buat beli ice cream.
Di kiri kanan square ada kios2 jual souvenir, kafe, kios ice cream.
Ada gereja St. Mark Cathedral yang bagus...kuno dan tetap terpelihara

Angin semilir...sepoi sepoi basa...terik matahari tak terasa.. tapi tau-tau gosong aja..
Kita masuk gang2 diantara bangunan-bangunan tinggi, kios-kios penjual souvenir, makanan ...

Siang makan pizza, ommelet, sandwich, hot dog..makan berlima saling coba ... lidahku merasa
aneh, tapi Aldo & Diandra makan dengan lahapnya...selera anak jaman sekarang.

Di dekat jembatan Bridge of Sights banyak negro berjualan tas-tas bermerk tapi palsu, mereka
sedang dikejar polisi...menyebar berlari masuk ke gang-gang. Setelah polisi pergi mereka muncul
kembali menggelar dagangannya... eee..ternyata sama dengan di Indo.

Di kios-kios banyak juga yang jual lukisan ... bagus2 juga sih ..
Ali tertarik untuk beli, milih-milih dan menawar, sambil minta pertimbangan kita lebih bagus yang
mana..Tiba-tiba dari belakang ada suara " harganya berapa ? "
Ternyata orang Indo dari Jkt, dia menginap di salah satu hotel di Venice, jalan sekeluarga sendiri
ga ikut tour, mau kemana mengikuti suasana hati tdk ada planning pasti, mereka jalan slm 16 hari.
Keliatannya asyiik juga ya..

Venice...pulau tourist, cocok utk santai-santai, suasananya mendukung..di kafe-kafe yang agak
besar ada orang main biola & musik lainnya...
Di depan gereja ada panggung ... orang2 bermain musik & memainkan lagu-lagu lama.
Di lapangan ada pemain pantonim yang kepalanya disembunyikan tapi ada kaca mata & topi
yang mengawang, pura2 sedang baca koran, penonton bisa foto bersama dan merubah posisi
tubuh dia seperti kita mau, lalu kita kasi coin di kotak depan, sukarela.

Indo punya pulau Bali, di Europe ada Venice sama2 tempat yang cocok untuk berlibur...

Lucerne

Setelah puas di Venice kita menuju Lucerne ...ke hotel Radisson Blue di tepi danau Lucerne.
Saat bis lewat danau Lucerne..., kamera mulai beraksi ... jepret sana sini ...kali ini aku menang
posisi, kamera besar2 terantuk kaca jendela bus..baru atur2 posisi bus udah masuk terowongan.
Oya.. perjalanan darat dengan bus di Europe kita sering melewati terowongan.
Kamera kecil lebih lincah..

Sampailah kita ke Lucerne ( Luce ), kita cek ini ke Hotel bentar & taruh barang, 15 menit kemudian berangkat lagi jalan kaki untuk makan malam ke resto dekat hotel yang berada diantara mall2.
Mall di sana beda dengan di Indo, lebih tepat disebut toko2 besar yang berdampingan dan ditengahnya ada square ... tempat orang berkreasi, ada yang nyanyi, music, berdandan macem2 seperti festival seni. Saat itu Sabtu malam Minggu...rame banget, semua anak muda tumplek blek.
Walaupun begitu mereka taat antri.

Pemandangan di danau Lucerne indah... angsa berenang-renang..dan ada taman ditepi danau..
Saat jalan2 kita tidak merasa kalo sudah malam, jam 9 masih ada matahari seperti menjelang sore,
jam 10 matahari baru mulai meredup.

Didekat hotel ada station kereta api, di dalamnya ada supermaket & toko-toko kecil, yang masih
buka sampai malam.
Toko2 besar paling malam jam 7 malam sudah tutup bahkan ada yang jam 5 sudah tutup.
Orang Europe ga hobby shopping kayaknya, mereka lebih senang berekreasi ke tempat2 wisata,
dan berkesenian . Di setiap hotel banyak tergantung berbagai lukisan.

Jumat, 12 Juni 2015

KULINER JOGJA

Daftar kuliner di Jogja... Semoga bermanfaat .......
1. Sego Geneng ,
2. Jejamuran Resto, Sleman
3. Gubug Makan Mang Engking,
4. Sate Karang Pak Prapto
5. Sate Klatak Mas Bari pleret Bantul,
6. Soto Sulung Pak Malik Stasiun Tugu dan Soto Sulung Cak Alim Jl. Adisucipto
7. Gudeg Bu Hj Amad,
8. Gudeg Yu Djum
9. Gudeg Permata Bu Pujo, buka jam 9 malam, Gudeg Pawon Jl. Kusumanegara, buka jam 23:00
10. Bebek Goreng Cak Koting, kidul jemb layang Lempuyangan,
11. Bakmi mBahMo Bantul
12. Bakmi Kadin,
13. Bakmi Pele, Alun2 Lor
14. Bakmi Geno,jl.Paris
15. Bakmi Jawa Pak Rebo Kintelan,
16. Mangut Lele Bu Is Jetis
17. Sate Goreng Ringin Kronggahan,
18. Bakmi Jawa mBah Hadi Terban,
19. Sate Ayam Cak Ali - Telogorejo
20. Kepik Sawah : Jl. Godean KM 9, Senuko, Sidoagung - garang asem n belut balado, limun Tjap Orang Kaya, dll
21.Ayam Goreng Mbok Sabar Jagalan
22.Ayam Goreng Bu. Tini wetan ex Bioskop Permata,
23. Sate Jono Pakualaman
24. Kopi Joss dan angkringan di lor Stasiun Tugu
25. Wedang Uwuh, makam Imogiri,
26.Sego pecel UGM,
27. Lotek n Gado2 Teteg, Lempuyangan
28. Kupat Tahu Pak Budi perempatan SGM,..
29. Baceman kepala kambing p Kirman di belakang pasar Colombo
30. Lotek bu Ning di jln Surokarsan
31. Soto miroso,
32. Nasgor & magelangan: doreng,
33. Pecel wader dekat bandara.
34. Sayur Brongkos alun-alun kidul.
35. Jadah Tempe kaliurang bu carik
36. Wader Goreng Suko Jl.. Wonosari
37. Soto kadipiro - Jl. Wates
38. Gudeg Djuminten Kranggan
39. Soto Pak Marto, Patangpuluhan
40. Soto Pak Soleh Tegalrejo
41.Soto Gobyos Wetan Jembatan Gondolayu,
42. Sate ayam Pak Kromo
43. Gudeg mercon
44. Gudeg Tugu
45. Bakmi Godog P.Juki Blimbingsari
46. Ayam Kremes pojok bioskop Permata
47. Ayam goreng mbah Cemplung, Bantul
48. Gulai Kambing Pasar Lempuyngan &Jakal km18
49. Sate Kambing Samsuri Adisucipto
50. Sate kambing Klatak Pak Pong
51. Sop kaki kambing bethesda
52. Sate ngasem madukismo
53. Bakmi doring
54. Bakmi mbak yuni stasiun
55. Bebek goreng simpatik kranggan
56. Sate ayam Jl Monjali dpn hotel Tentrem
57. Nasgor kambing dkt panti rapih
58. Nasgor Kambing Padmanaba
59. Wader presto mbak jurri kalibawang
60. Ingkung Kampung Ndeso Bantul 57. Bakso & Soto Kridosono
61. Tengkleng Gajah di Wedomartani
62. Mbah Gejrot Wonosari
63. Nasi merah, empal, sayuran, sambal, dan tempe Bukit Bintang
64. Bebek Goreng Gejayan Utara
65. Jejamuan, Ginggang Paku Alaman
66. Gudeg Cukupan seberang Saphir Square (hanya malam, lesehan)
67. Soto bu Cip Patangpuluhan
67. Rantengan bu wiryo beringharjo
69. Gudeg Sagan
70. Sea food baruna monjali
71. Nasi Uduk Palagan (utara Monjali)
72. Ikan bakar/goreng & seafood pantai Kwaru Srandakan Bantul
73. Sate Kambing Samirono
74. Brongkos Bu Padmo Tempel Sleman
75. Sate ayam Podomoro
76. Sop ayam kampung Pak Min
77. Bakso cap Kepala Kambing
78. Soto Gumyak Selatan PMI Tegalgendu Kotagede
79. Tongseng Sor Talok Manding Bantul
80. Telur Tuna Hercules deket fak Teknik UGM
81. Ramesan Warung Idjo Teteg Lempuyangan
82. Siomay Mang Mudi Ringroad Per4an Jakal
83. Siomay Kang Cepot Jakal
84. Rawon Ringroad deket RSA UGM
84. Soto Wonosari Condongcatur
85. Soto Sapi Mbok Sarbini Piyungan
86. Soto Ayam tan proyek Wonosari
87. Soto lenthok dan raja sambel di seturan
89. Sate dan Tongseng p dakir depan pasar Klitikan
90. Bakmi Tongseng Balungan Sibitsu jln Bantul
91. Sate Karang Kotagede
92. Bakso & es teler Pathuk
93. Seafood & rekreasi anak Banyumili Godean
94. Waroeng Pohon, Jalan Parangtritis km 6
95. Gudeg Pawon Janturan
96. Oseng2 mercon KHA Dahlan
97. Soto gobyos jl Bayangkara
98. Ayam Goreng Bacem Code
99. Kepiting Cak Gundul Jl Palagan
100. Gudeg Ceker Gejayan
101. Mangut Lele mbah Marto Geneng Sewon Bantul

Perjalanan ke West Europe Part 1



Hari 1 :
Berangkat dari Surabaya - Jakarta - Doha - Roma
Di pesawat Qatar Jakarta - Roma, kegiatanku makan, tidur, makan, tidur lagi, sekali-kali ke toilet,
dan nonton film lucu-lucu.

Hari 2 : Roma City Tour
Pagi hari tiba di Leonardo Da Vinci Airport, Roma.
Tiba  Roma  kami ke toilet, ganti kaos, cuci muka dan ambil bagasi.
Bus untuk city tour sudah menunggu di depan bandara, kami segera naik bus untuk menuju Colloseum.


Colloseum, stadion gladiator.
Paket tour tidak termasuk tiket masuk colloseum. Jika kita ingin masuk colloseum dapat membeli tiket masuk seharga 10 euro/ person.
Kami tidak  masuk colloseum, hanya foto-foto di luar colloseum. Di seputar colloseum banyak lubang – lubang jendela besar, kita bisa mengintip isi colloseum dengan leluasa tanpa  beli tiket.
Banyak  orang lalu lalang dengan berpakaian ala gladiator.  Ternyata mereka foto model ala gladiator.
Kalo mau foto bareng  harus bayar, kita  tidak boleh main jeprat jepret aja, harus "deal" dulu  berapa kita harus bayar , kalo tidak mereka akan ribut dan urusannya panjang.
Bentuk colloseum  persis sama dengan yang ada di Wisata Bukit Mas dekat rumahku, tetapi ukurannya jauh lebih besar. Dahulu di sini tempat para gladiator bertarung dengan banteng , mempertaruhkan nyawa  untuk tontonan  dan ajang pertaruhan para petinggi dan orang kaya di Romawi. Begitu banyak nyawa gladiator dan darah mereka tumpah di dalam colloseum ini.
Aku mencoba mengintip tempat pertarungan tsb dan mengarahkan kamera ke dalam untuk memotret, tiba-tiba angin bertiup, aku merinding, bulu kudukku berdiri, akhirnya aku mengurungkan niat untuk motret tempat tsb. Aku tidak tega, dan berdoa : “Semoga arwah para gladiator dapat beristirahat dengan damai”.

Aku mencari model gladiator yang mirip Rusell Crowe bintang film” Gladiator”, sayang sekali aku tidak menemukan. Akhirnya aku batal foto dengan model gladiator, merasa rugi jika membayar tapi modelnya kurang ganteng he..he..he.


St Peter Basilica
Tiba di sana Paus sedang audisi, turis  belum diijinkan masuk gereja.
Kami keliling di seputar pelataran gereja, kemudian melanjutkan city tour  dan makan siang.
Di resto  tempat  makan siang, kita bertemu rombongan dari Indonesia, ternyata mereka rombongan Freddy, tour leaderku  saat dulu aku ke Hollyland
Rombongan mereka juga akan ke St Peter, sambil menunggu Paus selesai audisi mereka makan siang dulu.
Selesai makan siang, kami keliling kota Roma kemudian kembali menuju gereja St. Peter Basilica.

Akhirnya kami tiba kembali di gereja St. Peter . Sudah banyak pengunjung antri ditempat scanning, sebelum masuk area gereja kita melewati pemeriksaan scanning seperti yang ada di bandara. Kemudian tour leader membagikan headphone ke setiap peserta tour . Local guide menjelaskan sejarah gereja dan peta lokasi  yang didengarkan peserta lewat headphone , tidak  perlu dengan suara keras sehingga suasana hening tetap terjaga.
Gereja di Vatican ini benar-benar indah dan “amazing”. Dekorasi atap, dinding dan patung – patungnya begitu indah dan agung. Sebuah mahakarya yang dibuat manusia dengan jiwa totalitas yang luar biasa.
Di dekat gereja ada penjual  souvenir barang rohani, rosario , patung-patung mini dll , harganya cukup “reasonable” tidak terlalu mahal.
Setelah keluar dari gereja, kami berlima sibuk memilih souvenir dan foto - foto, kemudian kita baru sadar sudah terpisah  dari rombongan tour. Kami berbagi tugas mencari arah perginya rombongan kami, tengok kiri dan kanan tidak ada tanda-tanda arah kepergian rombongan tour. Kemudian kami menunggu di tempat meeting point sebelumnya dan segera menghubungi tour leader .


Trevi Fountain
Aku hampir setiap hari aku melewati miniatur  tiruan Trevi Fountain ada di depan colloseum club house di Wisata Bukit Mas Surabaya.
Trevi Fountain asli jauh lebih besar, lebih bagus, patung patungnya indah , sebuah karya nyata orang-orang yang memiliki jiwa seni yang tinggi.
Di dasar kolam Trevi Fountain bertebaran uang-uang koin.
Menurut  mitos, apabila  kita melempar coin ke dalam kolam, suatu saat nanti akan kembali berkunjung ke Roma.
Saat itu musim panas, waktunya orang berlibur, pengunjung berkerumun menutupi  Trevi fountain. Aku berusaha mendekati  Trevi Fountain, mencari cela di antara orang-orang agar dapat mengambil foto Trevi fountain.
Selesai mengambil foto , aku menepi , clingak clinguk , tengok kiri kanan untuk mencari rombonganku. Tak nampak satu orang pun yang aku kenal.
Di sekelilingku orang bule yang hampir semuanya berbadan besar, membuat pandanganku terhalang ke depan.
Wow ...aku terpisah dari rombongan !
Aku berusaha menepi dari keramaian dan berpikir kira-kira kemana rombonganku pergi.
Oya..... tadi tour leader mengatakan di Trevi fountain ice creamnya enak. Pasti mereka ke sana.
Aku menyusuri toko mencari toko ice cream, dugaanku pasti mereka akan mampir di salah satu toko ice cream.
Dari jauh , aku meliat  tour leader lokal sedang celingukan mencari-cari seseorang, pasti dia cari aku. 
Ternyata benar, rombongan tour sedang antri ice cream, sedangkan tour leader berusaha mencari aku.
Ice cream di Trevi fountain memang enak tenan !. Pastikan mencicipi  ice cream jika sedang berkunjung di sana . Rasanya mantap yummy…!!

Dari Trevi fountain kita melanjutkan city tour ke Piazza Venezia, monument Victor Emmanuel II, Roman Forum,dan tempat-tempat bersejarah lainya. Ada banyak cerita tentang tempat-tempat bersejarah di kota Roma.
Mendengar penjelasan tour leader kita merasa berada di sebuah kota dongeng dan legenda.

Hari 3 : Menara Pisa -  Prato

Pagi-pagi  benar, kita berangkat menuju menara Pisa. Perjalanan dari Roma ke Pisa lumayan jauh.
Setiap 2,5 jam, bus berhenti memberi waktu  istirahat sopir.
Peraturan mewajibkan sopir berhenti untuk istirahat , jika tidak mematuhi sopir atau perusahan bus akan kena  sanksi.
Selama sopir istirahat, kita dapat mampir ke toilet, beli snack atau mimunan.
Sebelum masuk toilet mesti  bayar, lumayan mahal jika di kurskan ke rupiah.
Menara Pisa

Menara Pisa dapat dikatakan sebuah produk gagal yang akhirnya menjadi legenda.
Menara Pisa  bukan  sengaja dibuat miring.
Dalam masa pembangunan baru diketahui, ternyata hasilnya miring, tidak sesuai rencana . Pembangunan sempat terhenti karena khawatir berbahaya dan menara akan roboh.
Dengan berbagai pertimbangan masih aman, pembangunan  dilanjutkan kembali, jadilah menara Pisa yang miring dan legendaris.
Cuaca saat itu panas sekali, namun pengunjung seolah tidak perduli dg panasnya matahari. Semua sibuk berfoto dengan gaya seolah-olah sedang mendorong menara Pisa agar tidak jatuh.
Semua bangunan bernuansa putih, memberi kesan antik dan anggun berdiri dengan latar belakang langit biru.




Jumat, 15 Mei 2015

Orang Orang Baik Sepanjang Perjalanan


Sering kita baca dari media atau mendengar dari teman tentang tindak kejahatan, penipuan atau sekedar jebakan betmen yang makin hari semakin canggih dan kreatif.
Membaca dan mendengar cerita tsb, muncul komentar-komentar “ hidup makin sulit, sedangkan tawaran
iklan begitu menggoda “ ada juga yang komentar “dunia sudah makin tua, kiamat sudah dekat “ masih banyak komentar-komentar lainnya.
Kita memang harus waspada dan berhati-hati, namun tidak perlu membuat kita terlalu khawatir dan cemas.
Di dunia ini masih banyak orang-orang baik.

Aku mencoba membuat catatan orang – orang baik yang pernah aku temui.
Mereka bukan teman , bukan saudara, bukan orang yang aku kenal, tetapi orang-orang yang aku jumpai di
sepanjang perjalanan hidupku.

Saat aku duduk di kelas dua SD, ada acara nonton sirkus di alun-alun bersama teman-teman sekolah.
Aku nonton sirkus bersama adikku yang masih TK ( dulu aku merasa sudah besar saat kelas 2 SD).
Orang tuaku berpesan hati-hati, nanti pulang akan dijemput, tunggu jemputan, kalau tidak ketemu yang jemput lapor ke panitia, tunggu di panitia.
Bubar dari nonton sirkus, ramai banget, aku tidak menemukan penjemput.
Awalnya mau lapor ke panitia, tapi kemudian aku bilang ke adikku, kita coba pulang sendiri ya…kan jalan
menuju rumah tidak sulit, lurus saja nanti ada toko Santoso belok kiri. Kita buktikan kita pemberani dan bisa
pulang sendiri  ( dari kecil aku punya jiwa petualangan he..he..he ).
Ternyata aku salah arah.. menjauhi jalan menuju rumah…jalanan makin gelap, penerangan jalan berkurang , lalu di sisi jalan ada kuburan.
Adikku menangis sambil protes kenapa kita tidak sampai-sampai….tapi malah lewat kuburan.
Aku sadar, aku salah jalan, aku bertanya arah jalan ke  salah satu orang yang sedang berjalan .
Mereka kaget kenapa ada 2 anak kecil berjalan sendiri, dikira kita didampingi salah satu orang dewasa yang ada disitu. Saat itu banyak orang jalan dari nonton sirkus menuju ke rumah masing-masing.
Mereka bertanya, alamat rumah kita, akhirnya diantar pulang ke rumah.
Di rumah sudah heboh, aku dan adikku ilang, kakek nenek , saudara-saudara mami dan papi, mencari aku dan adikku, diumumkan di sirkus ( dulu kan belum ada HP belum ada HT).
Orang-orang di rumah panik.
Tiba dirumah  aku dan adikku menangis bareng-bareng, tangis senang bisa sampai rumah dan takut dimarahi ortu  karena tidak lapor panitia sampai tersesat.
 Mamiku mengucapkan terimakasih berkali-kali ke sang pengantar, saking senangnya lupa tanya mereka siapa, rumahnya mana, sampai sang pengantar pamit.
Sampai sekarang kita tidak tahu siapa dia, keluargaku mencoba mencari info ttg orang yang baik hati tsb tapi tidak menemukan  siapa dia . Sepupuku iseng bilang mungkin roh yang ada dikuburan itu hiiiiii..hii….
Itu kisah orang baik hati yang aku temui di masa kecilku.

Saat dewasa, aku juga banyak menemui orang-orang baik hati.
Dompet jatuh di parkiran mobil, dikembalikan oleh tukang parkir di sebuah toko buku, sampai tukang pakir
tsb berlari mengejar mobil dan gedor-gedor mobilku demi mengembalikan dompetku.
STNK & kartu kreditku jatuh di parkiran kantor, salah satu orang pabrik yang menemukan, pagi-pagi sudah menunggu berdiri di parkiran mobil untuk mengembalikan ke aku  (diparkiran  kantor ada tulisan no pol mobil ).
ATM BCA ku  jatuh  juga pernah ditemukan oleh orang dan dikembalikan.
Menjumpai orang-orang yang baik  hati menyadarkan aku, betapa senangnya kalo kita ketemu orang baik, dan sekaligus memberi semangat untuk berbuat baik .

Saat traveling aku juga menjumpai orang-orang baik .
Tahun 1997, aku traveling berdua dengan teman ke Sydney Australia. Di hari ke 2 kita mulai agak hafal rute jalan menuju hotel,  saat naik taxi kita  agak ST (sok tau ) memberi petunjuk jalan menuju hotel ke sopir taxi ,meskipun kita sudah memberikan kartu nama hotel ke sopir taxi. Saat itu kita salah memberi petunjuk karena ternyata jalannya searah tidak bisa dimasuki terpaksa harus muter, sebelumnya sopir taxi mau ambil jalan lain tapi kita sok yakin bilang lewat jalan satunya saja, ternyata arahan kita salah.
Setelah sampai hotel, taxi kita bayar sesuai angka di argo. Tetapi sopir taxi kembalikan sebagian uang kita,
lho…koq..kita sudah bayar sesuai argo, mengapa dikembalikan sebagian ?. Menurut sopir taxi, dia sudah terima kartu nama hotel, harusnya dia tidak putar jalan, walaupun itu atas petunjuk kita, jadi dia harus kembalikan sebagian uang kita. Kita paksa berikan uang tsb karena kita yang salah. Sopir taxi tetap tidak mau, dan mengatakan jangan merasa bersalah, nikmati liburan kalian. Kami harus bekerja secara profesional, itu prosedur kerja kami. Kita melongo…kagum..dan mengucapkan thank U ..thank U….

Mall 101 Taipei
Di Taipei Taiwan, kami naik taxi dari bandara sampai penginapan. Barang yang aku bawa banyak banget karena sebelumnya kita ke Vancouver. Sampai di penginapan barang-barang dibongkar dan dibawa masuk
ke penginapan.
Aku bawa ransel dan tas cangklong .
Aku kebagian tugas jadi bendahara selama perjalanan, jadi urusan bayar membayar aku yang lakukan. Saat bayar taxi, ransel aku turunkan di jok taxi, aku lupa ambil ransel tsb.
Saat masuk kamar dan beres-beres , aku baru sadar ranselku tidak ada.
Tapi iya sudahlah ga apa- apa isinya jaket & makanan.
Tiba-tiba pintu diketuk penjaga penginapan, katanya ada sopir taxi kembalikan ransel yang ketinggalan di taxinya. Duh…baik banget…dia.
Padahal aku lihat taxi tsb tadi sudah pergi. Taxi tsb kembali ke penginapan demi kembalikan ranselku.
Aku sudah ikhlaskan ransel itu kalo hilang, ternyata ransel tsb masih mau ikut aku ( he..he..he..).

Di Taipei, saat kita naik bus menuju  mall 101, kita bingung turun di bus stop yang mana.
Seorang penumpang bus yang duduk di seberangku bertanya, apa ada yang dapat dia bantu ( dlm bhs Inggris).
Ketika kita tanya di bus stop mana kita harus turun untuk ke mall 101 ? Dengan semangat menolong dia katakan , nanti dia akan ikut turun bus untuk memastikan kita menuju 101 tanpa tersesat, memberi tips –tips yang berguna selama traveling di Taipei dan memberi tanda-tanda di map yang kita bawa, kemana kita harus naik & turun bus.
Setelah memastikan kita menuju ke arah yang benar, dia naik bus lagi untuk melanjutkan perjalanannya.
Hanya thank U..thank U yang bisa kita ucapkan.

Di Johorbahru, kita ketemu orang Indo yang kerja di resto di salah satu mall saat naik bus.
Kita banyak dibantu oleh dia, rute-rute public transportation, nitip barang bawaan kita ke resto tempat dia kerja selagi kita jalan-jalan sebelum ke bandara.

Di Hongkong saat kita tersesat di antara gedung-gedung tinggi, kita tanya arah jalan menuju suatu tempat ke 2 orang mahasiswa, mereka dengan semangat menolong mengantar kita, memastikan kita menuju ke arah yang benar. Padahal orang Hongkong terkenal acuh tak acuh dan tidak ramah. Tetapi ternyata masih ada orang baik di Hongkong.

Pegunungan Rocky
Saat di Canada, kami ikut local tour ke pegunungan Rocky, 4 hari 3 malam.
Harga tour ada 2 opsi, tour termasuk makan, atau tour tidak termasuk  makan ( makan beli sendiri ).
Kita pilih tour tidak termasuk makan, karena selisih harganya lumayan banyak.
Lagipula aku kurang suka makanan barat, kurang pas di lidah ndesoku.
Pagi hari  peserta tour include makan sedang breakfast, kami lihat disebelah kanan hotel ada MC Donald, di sebelah kiri hotel ada mini market. Kita beli beberapa mie instan di mini market, kemudian ke Mc Donald,  temanku  beli kopi dan donat. Petugas Mc D melihat kami bawa mie instan segera menawarkan apakah butuh air panas ? . Wao….itu yang kita mau. Dia berikan setermos besar air panas dan berpesan kalo kurang atau butuh bantuan jangan sungkan, dia akan bantu. Jadilah kita pesta mie instan di Mc D.
Petugas Mc D tsb tulus banget, mungkin kasian liat kita, kenapa tidak ikut breakfast di hotel sebelah.

Suatu saat tour leader bertanya ke temanku, kenapa kita tidak ikut tour include makan daripada repot cari makan, makanan di tour ini enak-enak lho. Temanku katakan  supaya kita bisa beli makan sesuai selera
lagi pula kita makannya tidak banyak ( padahal ngirit). Mungkin akhirnya tour leader tau alasan kita tidak ikut makan, beberapa kali acara makan tour leader menghampiri kita untuk ajak untuk makan bersama daripada repot cari makan diluar, ini free tidak perlu bayar dan tidak perlu sungkan, ini bonus.
Rejeki…masak ditolak sih…kita kan ga maksa dan tidak minta2, mungkin dia khawatir koq kita selalu makan fast food terus, ntar bisa kurang gizi ( ha..ha..ha…).

Di Whistler ada old spaghettie…resep kuno yang terkenal enak.
Di negara maju sebelum pesan makanan pasti kita lihat harga, karena harganya mahal menurut ukuran kantongku.
Aku dan Fintje pesan 1 porsi untuk berdua, selain faktor harga , ada faktor belum tentu aku doyan ( seleraku ndeso untuk makanan yang mengandung produk susu dan turunannya ). Waiter langsung sediakan piring kosong lengkap sendok garpu pisau, dan bonus roti tambahan. Katanya supaya kita bisa share dengan nyaman.
Ternyata traveler model backpacker banyak mengundang belas kasihan orang ya ( ha..ha..ha..).
Mungkin wajah kita mengundang belas kasihan .
Apalagi saat mereka tahu kita orang Indonesia, biasanya komentarnya wao jauh banget.
Bagaimana kalian aman di sana ? ( Berita kerusuhan Mei 1998 sampai juga di Canada ).

Ternyata di dunia ini masih banyak orang-orang baik.
Walaupun ada kejahatan, penipuan dan jebakan betmen yang perlu kita waspadai.







Awas Ada Jebakan Batman


 Ikut tour ke China  pasti kita diajak singgah ke toko toko pemerintahan China.
Semua tour tidak ada kekecualian, wajib hukumnya harus singgah, tetapi tidak wajib beli.
Biasanya toko wajib kunjung adalah toko obat, toko batu giok, toko kain sutra dan toko teh.
Waktu kunjungan pun ada “minimum time “ yang ditetapkan pemerintah, waktu kunjungan tidak boleh kurang , kalau lebih boleh.
Ada sangsi untuk local guide  dan travel agent apabila tidak taat dengan waktu kunjungan, apalagi melewatkan kunjungan.
Iya..sudahlah kita terima saja, namanya juga bertamu ke negara orang .
Yang perlu kita siapkan pertahanan mental kita, jangan beli jika tidak sesuai dengan kebutuhan kita, apalagi kalo harganya irasional.

Tour leader kami selalu mengingatkan ke peserta tour, jika tidak sesuai dengan kebutuhan jangan beli. Orang China itu lihay-lihay , orang yang semula bertekad tidak beli, ketika kena bujuk rayu bercampur intimidasi orang China bisa mborong seperti kena hipnotis. Padahal setiba  di Indonesia, barang-barang yang dibeli tidak digunakan dan menyesal kenapa saat itu beli.

Tour leader kami, orangnya baik, dia tidak bosan-bosan mengingatkan kita. Bahkan saat dia translate
presentasi orang China dari bahasa Mandarin ke bahasa Indonesia, dia tambahkan kata-kata : “ ora usah tuku yen ora perlu “ ( tidak perlu beli bila tidak perlu ) . Tour leader sengaja pakai bahasa Jawa supaya orang China tidak mengerti , khawatir mereka ngerti bahasa Indo.

Hypnotherapy dan intimidasi

Toko obat  di kota Chengdu, presentasi dan komunikasi dilakukan dalam bahasa Mandarin kemudian diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh  2 tour leader ( tour leader Surabaya & Semarang , rombongan kami gabungan Surabaya & Semarang ).

Aku sengaja duduk paling depan karena menganut filosofi posisi menentukan hokky.
Dengan harapan kalo ada produk “free sample “ akan selalu kebagian.
Bila dibutuhkan relawan untuk obat gosok penghilang pegal-pegal, dapat segera mengajukan diri.
Kan …lumayan..pegal-pegal ilang  ga perlu bayar lagi…he..he..he.

Hasil pengamatanku,  arah pandang pembicara akan cenderung ke belakang dan tengah.
Paling depan lebih jarang dilihat, sehingga saat mereka mengincar target ( calon pembeli potensial) akan terlewatkan.
Duduk paling depan, tampang backpacker, tidak bisa bahasa Mandarin, aku lolos sebagai target paksa beli.

Terapis  melakukan pendekatan “person to person”  di acara rendam kaki dengan ramuan yang membuat tubuh jadi segar, sambil melakukan  hypnotherapy dan intimidasi.
Semua terapis hanya bisa berbahasa Mandarin, mereka memilih “target” yang bisa berbahasa Mandarin. Siiip…kali ini kendala bahasa menyelamatkanku.
Dua terapis mengajak tour leader untuk menjadi penerjemah untuk pendekatan person to person.
Terapis akan memilih “target” yang paling potensial, yang kelihatannya tampang Bos, berangkatnya berpasangan ( suami istri ), agar kalo suami/istri ditakut-takutin banyak sakit, pasangannya akan ikut shock dan ujung-ujungnya beli.

Aku keluar ruangan untuk ke toilet, aku lihat  suaminya Er  sedang didatangi terapis.
Suami Er bertubuh subur, Er cukup modis. Cocok sebagai target.
Terapis mengoleskan cairan ke perut suami Er, tiba-tiba perutnya menjadi merah semua.
Er tertawa-tawa dan memberi komentar itu karena ndut ,banyak lemaknya.

Dengan mimik serius terapis mengatakan suami Er banyak penyakitnya.
Mereka tenang saja karena mereka sudah berkali-kali ke China dan sudah sering diintimidasi.
Terapis memanggil salah satu karyawan yang ada disana.
Cairan yang sama dioleskan ke perut orang tersebut,  tidak berubah merah.
Terapis katakan lihat…suamimu ada masalah besar kesehatannya, jika orang sehat warnanya tidak berubah.
Lalu suami Er mengatakan bahwa dia sedang dalam pengobatan dokter dan dokter melarang minum obat lainnya selain dari dokter.
Terapis mengatakan obat China sifatnya alami, membantu penyembuhan, kalo tidak mau obat minum bisa pakai ramuan untuk rendam kaki, atau obat via kulit semacam koyok.
Akhirnya Er & suami beli beberapa pai fu ling ( obat kulit bila kena bakar ) ini memang sesuai rencana, ditambah obat gosok dan ramuan rendam untuk kaki ( diluar rencana).
Bujukan dan intimidasi terapis mereda.
Terapis sudah berhasil tutup target ( he..he..he..).
Orang China memang ulet !.

Di toko batu giok, setelah presentasi , perhiasan dari batu giok diedarkan ke peserta tour untuk dilihat dan dicoba. Banyak peserta menunjukkan wajah dan mimik ogah-ogahan karena harga yang ditawarkan mahal.
Kemudian presentasi dilanjutkan , kembali diedarkan perhiasan dengan harga lebih murah, begitu seterusnya. Saat presentasi ke 2, seorang peserta tour ( Juli) tertarik dengan gelang giok.
Begitu melihat ada peserta tour yang tertarik, pimpinan toko akan mengundang untuk melihat koleksi sejenis di ruang tersendiri. Juli mengajak teman2nya menemani dia, takut di hynoterapy.
Presentasi tetap dilanjutkan.
Saat presentasi selesai , Juli & teman-temannya belum kembali.
Aku tidak tahu apakah mereka jadi beli atau tidak.

Pengalaman kena jebakan betmen saat pergi ke Beijing dan Shanghai beberapa tahun yang lalu.
Aku beli piyama bordir  sutra tiruan , setelah tawar menawar, aku pilih 10 pcs piyama.
Aku hitung pas 10,  aku bayar sesuai kesepakatan harga.
Aku agak kerepotan membawa,pemilik kios mengambil tas kresek, piyama tsb diminta untuk dimasukkan tas kresek di depan mataku.
Tiba di hotel piyama tsb , aku pindah ke koper, ternyata jumlahnya 9, berkurang 1.
Kemungkinan saat masukkan ke kresek  ada 1 piyama yang dijatuhkan. Karena terhalang meja barang dagangan  aku tidak melihat.
Waduh… aku kena tipu orang China..untung hanya piyama sutra tiruan.

Di toko obat Beijing , presentasi dilakukan dalam bahasa Indonesia.
Semua terapis bisa berbahasa Indonesia.
Semua peserta tour diuji gelombang listrik tubuhnya.
Peserta tour dibagi dalam kelompok-kelompok, masing-masing 3 atau 2 orang ditangani 1 terapis.
Aku apriori , tidak percaya hasil uji kesehatannya, karena hasil yang aku dengar semua orang ada masalah kesehatan. Terapis tawarkan bermacam-macam produk, aku tolak dengan halus bahwa aku tidak bawa uang, dia bilang menerima kartu kredit. Aku masih tak bergeming.

Terapis katakan produk yang cocok untukku gelas yang terbuat dari batu yang hanya ada di pegunungan pedalaman Beijing, dapat melancarkan metabolisme tubuh.
Dia uji gelas tsb dg alat gelombang listrik . Kesehatan lebih penting dari uang, bujuk terapis.

Lalu terapis  memberi waktu  agar aku  berpikir kembali, nanti dia akan datang lagi untuk memastikan keputusanku.
Aku lihat teman-teman sudah menenteng hasil pembelian mereka, ada gelang kesehatan, gelas kesehatan, koyok, obat untuk luka bakar, ramuan untuk rendam kaki dll.
Masing-masing orang dengan gembira menunjukkan ke aku dan menyakinkan, di toko ini produknya bagus, memang benar ada khasiatnya. Temanku tanya, kamu beli apa Sinta ?.
Aku belum beli apa-apa. Belilah bagus koq, toko ini terpercaya. Aku juga mau beli gelas kesehatan & koyok, bareng yuk, ada bonusnya kalo belinya bareng2.
Jadi deh..aku ikut-ikutan beli.
Awalnya gelasnya rajin aku pakai, malam diisi air, didiamkan 1 malam besoknya diminum .
Airnya jadi agak dingin, kayak minum air dari kendi.
Khasiatnya ??? Who knows ???
Aku merasa biasa-biasa saja ..
Yang jelas harga gelasnya amat sangat jauuuuh lebih mahal dari kendi.

Ada lagi jebakan betmen yang lain, di pasar di Beijing saat kita tawar harga, diusir-usir dan diomelin orang China, katanya kita ga menghargai , nawarnya terlalu murah ( kata teman yang bisa Mandarin), tak lama kita
dipanggil-panggil, dipuji-puji, kita pinter nawar, biasanya dia tidak pernah jual dengan harga segitu…….
Ha..ha..ha… gombalannya orang China.
Padahal hasil tawaran kita nggak murah-murah amat, ada teman yang bisa dapat harga lebih murah.

Dalil nawar di China, sabar jangan terburu-buru, karena makin lama akan makin murah.
Survey dulu kira-kira berapa harga barang yang ingin kita beli ( tanya ke teman).
Kalo sudah terlanjur kemahalan, ada teman dapat lebih murah, ikhlaskan.
Anggap aja amal dan ongkos belajar agar lain kali kita lebih pinter.
Daripada nyesal, udah kemahalan…sakitnya..disini ( dihati ).

Orang China memang lihay, ulet tapi suka tipu tipu.
Awas…jebakan betmen !




Sabtu, 09 Mei 2015

Kuliner Semarang

KULINER SEMARANG

I. NASI GORENG BABAT
1. Nasi Goreng Babat Pak KARMIN, Jembatan Berok, telp 024 356334 & Cab. Gajah Mada, telp. 024 3558565
2. Nasi Goreng Babat Pak MARSONO, Perempatan Jl. Anjasmoro Raya no. 64 sesudah rel belok kanan, buka siang - malam, telp. 081390302192
3. Nasi Goreng Babat Hengky (+ paru goreng, bisa minyak dikit dan tanpa vetsin), Puri Anjasmoro Blok M, setelah perempatan Arteri, maju belok kiri gang 1, telp 085225086676 (sebaiknya telp dulu dan pesan dulu), buka mulai jam 17.00
4. Nasi Goreng Babat Pak DI, Gang Pinggir 23, telp. 08122834892, 081325950753
5. Nasi Goreng Kepiting Rezeki (Nasi Goreng Artis), Gang Pusponjolo - Jl. Pamularsih, telp. 0247604913, 02470125216

II. NASI AYAM
1. Nasi Ayam Pojok Matahari Bu SAMI, Simpang Lima, dekat tangga Simpang 5 Plasa, telp. 081326559966, 081325268885, buka mulai pukul 22.00 malam
2. Nasi Ayam Yu PINI, Gang Pinggir, depan Salon Jhony Saleh buka malam pkl 18.00
3. Nasi Ayam Bu NYOTO, depan SD Santo Yusuf - Jl. MT. Haryono, buka pagi jam 07.00, buka malam jam 18.00
4. Nasi Ayam Bu WIDO, Jl. Gajah Mada, dekat ex Bioskop Murni

III. NASI PINDANG
1. Nasi Pindang/Lodeh SEDERHANA, Jl. Lampersari belakang Metro
2. Nasi Pindang Pak NDUT, Jl. Stadion Selatan - sebelah Ayam Penyet Pak Kul
3. Pindang - Jl. Gajah Mada dekat perempatan Depok.

IV. AYAM GORENG & BURUNG DARA
1. Ayam KALASAN
- Jl. Kompol Maksum, telp. 024 8313383 (dibawa pulang)
- Jl. Depok no 39 (depan RM Bambang) telp 024 70710311
2. Burung Dara & Ayam Goreng, Restoran PERMATA (ex Loo San), Kranggan Barat (dekat perapatan Gajah Mada)
3. Ayam/Burung Dara/Bebek Sambel Cobek Pak HEXA, Sidorejo
4. Ayam Penyet Pak KUL, Jl. Stadion Selatan, buka siang
5. Ayam Goreng PAK SUPAR, Jl. Suyudi
6. Ayam LOMBOK IJO, Jl. Gajahmada
7. Bebek Goreng Kantin Binamarga, Jl. Madukoro
8. Burung Belibis, Mangkang depan Jembatan Timbang, deket BPKP
9. Ayam Goreng Yansen, Bangkong Mataram, deretan St Yusuf, di trotoirnya Esia Seluler.
10. Ayam Goreng SALIM, Jl. Seroja Raya, sederet dg Telogorejo

V. SATE KAMBING & SAPI & AYAM & TONGSENG & GULE DLL
1. Sate Kambing 29, Depan Gereja Blenduk, Jl. Teuku Umar, telp. 024 3549692
2. Sate Kambing KAPURAN, Jl. Kapuran, telp. 024 3517638
3. Sate Kambing, Tongseng Pak AMAT, Jl. Thamrin
4. Sate Kambing GELORA, Jl. MT Haryono, telp. 024 3549805
5. Sate Sapi Pak KEMPLÈNG 2, Ungaran
6. Sate Blora Sapi & Ayam, Jl. MT. Haryono depan Lab Prodia
7. Tongseng Kepala Kambing Pak AMAT, Jl. Thamrin
8. Sate Kambing Widodo Pegandan, Jl. Menoreh Raya
9. Gule Kambing Bustaman, Jl. Agus Salim - sebelah Pasar Ikan Hias (hanya siang)
10. Sate Kuda Pak Din, Jl. Veteran persis di pertigaan blkg RS Kariadi

VI. SOTO
1. Soto Ayam BANGKONG, Perempatan Bangkong
2. Soto Ayam Kudus BOKORAN, Jl. Plampitan, buka pagi
3. Soto Ayam Pak NEON, lapangan WIDOSARI Brumbungan
4. Soto Ayam Kudus LIEN :
- Depan Stadion Diponegoro
- Dekat RS. Telogorejo
5. Soto Ayam Kudus SELAN, Jl. Depok, buka pagi
6. Soto Ayam Pak MAN :
- Jl. Purwosari (tenda)
- Jl. Pamularsih (tempat bagus)
- Jl. Mugas (tempat bagus)
7. Soto Ayam Mas MET, Jl. Indraprasta.
8. Soto Ayam Pak REBO, Jl. Purwosari, buka malam
9. Soto Sedap BOYOLALi, Jl. Pekunden (belakang Toko Buku Gramedia/Merbabu)
10. Soto Pak No, Jl. Kaligarang

VII. LONTONG CAPGOMEH
1. Lontong Capgomeh RM. SEMARANG, Jl. Gajahmada
2. Lontong Capgomeh, Ronde dll ISTANA WEDANG, Jl. Pemuda (sebelah kiri Novotel)
3. Lontong Capgomeh, dekat Klenteng Sebandaran
4. Lontong Capgomeh, RM TIMLO, Jl. Mataram, Bangköng

VIII. BAKMI
1. Bakmi Jawa bung JON, sebelah Gereja Pringgading
2. Bakmi Jawa pak GUNDUL, depan Theresiana Kampung Kali
3. Bakmi Jawa GARENG, Wotgandul
4. Bakmi Jawa pak REBI, depan lap Mugas
5. Mie Kopyok Pak DUWUR, Jl. Tanjung Samping PLN
6. Mie Jawa Doel Noemani, Jl. Pemuda, sebelah Istana Wedang

IX. NASI PECEL
1. Nasi Pecel Mbok SADOR, depan TELKOM Simpang lima, buka malam
2. Nasi Pecel Yu SURIP, depan Radio Gajahmada Jl. MT Haryono, dekat Dargo
3. Warung Pecel/Rujak Cingur Bu SRI, Jl. Pekunden buka pagi & siang
4. Nasi Pecel Bu SUJI, Jl. MT. Haryono sebelum Tri Dharma.